
Andi yang di panggil seseorang saat di praktek dokter,dan suaranya tidak asing di telinga nya. Melihat ke arah orang yang memanggil nya dan ternyata benar... yang memanggil nya Ndi itu adalah Dafi... sahabat sekaligus bos di tempat kerjanya.
"bos...di sini juga? sama siapa?"tanya Andi.
"sama Nadya lah...mau sama siapa pula, kenapa Mila? sudah isi?"tanya Dafi
"belum tau bos...ini masih mau di periksa... mudah mudahan memang hamil."kata Andi
"a...min... Mila duduk di sana saja... Nadya juga lagi menunggu antrian."kata Dafi.
"oh...iya ..aku ke sana saja... lebih seru ngobrol dengan Nadya."kata Mila langsung ke tempat sahabat duduk.
Ternyata Nadya tidak menyadari kalau Mila ada di tempat praktek dokter juga...
"Nadya...apa kabar?"kata Mila
Melihat sosok Mila ada di depan matanya tentu saja Nadya senang sekali melihat nya.
"eh....kamu di sini juga Mila?"kata Nadya berdiri sambil memeluk sahabatnya itu.
Mereka berdua pun seperti Teletubbies yang saling berpelukan, sehingga menjadi pusat perhatian orang di sekitar.
"Astaghfirullah hal'azim...kita duduk yuk..."kata Nadya akhirnya karena di lihat orang.
"kamu ngapain di sini?... pasti kamu sudah isi kan... selamat... selamat..."kata Nadya pada sahabat nya.
"kamu itu...aku belum jawab... sudah selamat selamat aja."kata Mila.
Nadya baru sadar karena apa yang di katakan Mila ada benarnya juga.
"maaf...jadi kamu jawab sekarang..."kata Nadya
Mila pun mulai cerita pada sahabatnya itu tentang kondisinya saat ini.
"belakangan ini bawaan ku lemas , pusing, melihat nasi enggak enak..."kata Mila
"kamu sudah telat datang bulan?"tanya Nadya.
"iya Mila...satu bulan setengah seperti nya, terakhir halangan ya pas nikah itu."kata Mila
"oh... berarti...kamu itu hamil... selamat selamat..."kata Nadya
"a...min... mudah mudahan saja...mama ku juga bilang seperti itu."kata Mila yang sebenarnya juga berharap hamil.
Mila yang melihat sahabatnya juga ada di sini,jadi penasaran mau ngapain... dari pada penasaran jadi bertanya kembali.
"Nadya...kamu ngapain ke sini...mau pasang KB?"tanya Mila
Sedikit sedih... Nadya pun menceritakan maksud nya ke tempat praktek dokter kandungan."semalam aku sudah ke sini untuk memeriksa kan diri...dan ternyata setelah di periksa ternyata aku..."kata Nadya terputus.
__ADS_1
Mila yang tidak mengerti maksud dari sahabatnya itu karena memang belum mengerti tapi dia menebak nebak saja.
"maksudnya kamu hamil Nadya?"tanya Mila
"iya... Mila... padahal aku sudah pakai IUD, yang lebih sedihnya aku...1000 orang yang pakai IUD di tahun pertama pemasangan kemungkinan hanya dua yang hamil yang salah satunya itu aku."kata Nadya
Mila yang menanggapi tentang cerita Nadya, apa yang dia pikirkan di ucapkan nya.
"jadi...kamu hamil nad?"tanya Mila memastikan
"iya...aku menerima kalau saat ini aku hamil tapi..."kata Nadya terputus
"tapi kamu masih punya baby yang masih butuh kasih sayang ibu nya, aku kok jadi ingat sama arkan..."kata Mila
"itu lah... kasian arkan...tapi bagaimana mau di buat, mungkin semua ini ada hikmahnya."kata Nadya.
Para suami yang lagi bicara di sudut ruang tunggu, mereka bicara tentang Dafi yang sebenarnya bukan lah sebuah masalah.
"bos... ngapain ke sini?"tanya Andi.
"Lagi kontrol Nadya..."jawab Dafi
"kontrol kenapa? bukannya sudah melahirkan atau mau konsultasi masalah KB ya..."tebak Andi.
"bukan kontrol tapi mau buka KB."kata Dafi
Andi yang bingung apa maksud dari sahabatnya itu, kenapa harus buka KB.
Dafi melihat ke arah temannya, lalu dia tersenyum.
"bukan mau nambah tapi memang sudah nambah satu lagi di perut."kata Dafi akhirnya.
Andi yang bingung mencerna apa yang di katakan oleh Dafi,. seperti tak percaya apa yang dia dengar.
"maksudnya Nadya hamil lagi?"kata Andi.
"iya...kami kebobolan...semalam kami cek ke sini ternyata Nadya hamil. Karena dia pakai IUD , jadi harus di cabut...hari ini kami rencana cabut."kata Dafi
"oh... seperti itu... sabar bos...ini ujian biar naik tingkatan lagi."kata Andi.
"aku ya enggak masalah... yang harus di perhatikan ya mama nya karena dia kasian sama arkan...jadi aku harus memberikan dukungan untuk Nadya agar tidak merasa bersalah terus."kata Dafi.
"sabar ...aku yakin bos bisa mengatasi nya."kata Andi memberikan semangat pada Dafi.
Tak berapa lama ternyata Nadya di panggil terlebih dahulu,jadi mereka pindah tempat duduk di bagian para istri ngobrol.
"kami duluan ya Mila... doakan aku enggak apa apa."kata Nadya.
"kamu itu... seperti orang yang mau operasi saja... kalau itu sih enggak terasa apa apa."kata Mila
__ADS_1
"kok kamu tau?"
"istri bang agung baru lepas IUD...tapi di anjurkan pas kita haid untuk melepaskan nya ..tapi kamu kan lain... pasti bisa..."kata Mila memberikan dukungan pada Nadya.
Pasangan Dafi dan Nadya masuk ke dalam dan tinggal lah Mila dan Andi di luar. Nadya yang masuk ke dalam seperti sedikit takut karena ini adalah untuk pertama kalinya dan dia tidak mengerti maksud nya itu apa.
"selamat malam dokter..."kata Dafi memberikan salam
Dokter melihat ke arah pasien yang ada di depan nya dan dia pun ingat.
"eh... bapak yang semalam ya... silahkan duduk..."kata dokter
pasangan Dafi dan Mila pun duduk di kursi yang berhadapan dengan dokter, lalu Dafi ngomong terlebih dahulu.
"dokter... alhamdulilah istri saya mau hari ini mencabut IUD nya."
"bagus... kalau begitu ibu langsung sama suster dulu... nanti saya akan ke sana."kata dokter
Nadya pun mengikuti perawat ke belakang seperti ada ruangan khusus sementara Dafi hanya duduk di tempat semula dia ke ruangan dokter.
Dokter pun berdiri dan berjalan menuju ruangan tersebut, hanya butuh waktu lima menit dokter kembali lagi ke ruangannya sambil membuang sarung tangan karet.
Dafi hanya diam melihat dokter yang lagi menulis di kertas bagian jejak rekam medis pasien atas nama Nadya.
Yang di tunggu keluar dari kamar, dia pun duduk di samping suaminya.
"bagaimana... sudah?"tanya Dafi.
"sudah..."jawab Nadya
Dokter pun melihat ke Dafi dan Nadya, lalu memberikan informasi tentang pasien.
"IUD nya sudah di keluarkan jadi insha Allah aman janin yang ada di dalam."kata dokter
"dokter...saya kan menyusui... apakah boleh saat sekarang ini?"tanya Nadya
"boleh...tapi ingat... kalau ibu menyusui jangan sampai janin yang ada di dalam kekurangan nutrisi...jadi berat badan ibu tidak boleh turun dan harus fit. jadi coba lah satu minggu ini."kata dokter
BERSAMBUNG
***
jangan lupa
like...
subscribe
komentar yang membangun
__ADS_1
Terima kasih
🙏🙏🙏