
Dalam perjalanan Dafi bingung mau di bawa ke rumah sakit mana? Sementara Nisa terus saja meracau."ayah... ayah..." Nisa terus memanggil ayah nya dengan mata terpejam."iya Nisa ini ayah..."jawab Dafi sambil menyetir mobil menuju rumah sakit.
"kamu konsentrasi aja nyetir nya, kita masih dalam perjalanan"Bu Nani mengingatkan.
"iya ma..."jawab Dafi
Bu Nani memangku kepada Nisa dan menenangkan nya."Nisa...ada Ayah dan Oma disini"kata Bu Nani sambil memegang tangan dan mengelus kepala nya.
Akhirnya Dafi menuju rumah sakit tempat Nadya di rawat, karena biar sekalian satu tempat, enggak bolak balik ke sana kemari.
Melihat jalan yang di lalui terlalu jauh membuat Bu Nani bingung dan bertanya pada Dafi."kita mau ke rumah sakit mana?"tanya Bu Nani
"ke rumah sakit tempat Nadya di rawat aja, biar Dafi enggak bingung bolak balik"kata Dafi
"oh... semoga cepat sampai, badan Nisa panas kali" kata Bu Nani
Dafi mengambil air mineral botol di pintu sebelah nya, langsung mengambil botol tersebut dan menyerahkan pada Bu Nani."ma... ini air untuk kompres kepala Nisa"kata Dafi.
Bu Nani mengambil botol air mineral lalu membuka dan mengambil sedikit di telapak tangan nya. setelah itu di usapkan nya air itu di kepala Nisa.
"ayah...ayah..."kata Nisa lagi dengan mata terpejam."cepat Dafi, mama takut terjadi apa apa"kata Bu Nani.
"iya ma 5 menit lagi kita sampai"jawab Dafi
"cucu Oma... yang kuat, kita sebentar lagi kita sampai"kata Bu Nani pada Nisa.
Tak berapa lama mereka pun sampai di rumah sakit, Dafi langsung memarkirkan mobilnya di depan ruang IGD. Setelah itu di gendong nya Nisa masuk ke dalam ruangan UGD."tolong suster anak saya, demam tinggi"kata Dafi pada perawat.
",baik pak"jawab perawat pada Dafi.
Mereka pun memeriksa Nisa, sedang kan Dafi dan Bu Nani menunggu di luar ruangan."Dafi mobil kamu tadi belum di pindahkan ke bagian parkir",Bu Nani mengingatkan anaknya.
"Astaghfirullah...Dafi lupa ma"kata Dafi dan langsung memarkirkan mobilnya.
Pada saat Bu Nani menunggu Nisa di depan ruangan, tiba tiba Bu Nilam melewati ruangan IGD. Bu Nani melihat temannya langsung memanggil. "Nilam"panggil Bu Nani
Merasa namanya di panggil, Bu Nilam melihat sumber suara.
"Nani, kamu kok di sini ? ruangan Nadya di dalam"kata Bu Nilam.
"iya nanti aqu ke sana, sekarang lagi menunggui Nisa cucu qu"jawab Bu Nani.
"kenapa Nisa?" tanya Bu Nilam
"Nisa demam tinggi"jawab Bu Nani sambil mata mulai berkaca-kaca.
"yang sabar kamu,insha Allah tidak terjadi apa-apa" kata Bu Nilam sambil memeluk temannya itu.
__ADS_1
"bagaimana dengan keadaan Nadya?"tanya Bu Nani
"Alhamdulillah...sudah sadar dia, sekarang masa pemulihan" jawab Bu Nilam
"syukur lah kalau begitu. kamu mau kemana"tanya Bu Nani
"mau pulang ke rumah dulu, mau ganti baju, mengambil barang yang perlu"jawab Bu Nilam
"hati hati kamu di jalan"kata Bu Nani
mereka pun pisah di depan ruangan IGG.
Tak berapa lama Dafi sudah kembali. "keluarga dari Khairunnisa?"tanya perawat
"saya ayah nya, bagaimana keadaan anak saya?"tanya Dafi
"anak bapak sudah tenang di dalam, mau di pindahkan ke ruangan. tolong di urus administrasi nya secepatnya"kata perawat.
"baik"jawab Dafi
Dafi pun ke bagian administrasi untuk mengurus opneme untuk Nisa. Di bagian administrasi tersebut Dafi menanyakan kepada yang lagi bertugas di sana."suster saya mau membayar biaya perawatan anak saya yang baru datang untuk pindah ke ruangan".
"atas nama siapa pak?"tanya perawat.
"Khairunnisa, umur 5 tahun"jawab Dafi dan menyerahkan berkas pada perawat.
"VVIP saja"jawab Dafi sambil mengeluarkan black card.
"maaf kebetulan ruangan VVIP penuh pak"kata perawat
Karena habis ruangan VVIP bagaimana kalau di gabung aja ruangan nya. Biar bisa di pantau secara bersamaan dua dua nya."suster saya bisa minta tolong Nisa di gabungkan saja di ruangan Nadya Salsabila?"tanya Dafi
"apa hubungan ke dua nya"tanya perawat.
"Nisa anak saya sementara Nadya calon istri saya.karena saya biar bisa memantau ke duanya"Dafi menjelaskan panjang lebar.
"baik lah, kalau seperti itu biasanya boleh"kata perawat.
Setelah selesai pembayaran administrasi Dafi langsung ke ruangan Nadya. Di sana ada pak Arif yang lagi menunggui anaknya. Dafi pun menghampiri pak Arif untuk memberi tahu kalau Nisa mau di rawat di ruangan ini juga.
"pak...saya mau minta izin kalau anak saya Nisa mau di rawat di ruangan ini juga"kata Dafi
"kenapa Nisa bisa di rawat?"tanya pak Arif
"Dia demam tinggi pak"jawab Dafi
Tapi tak jauh dari mereka Nadya mendengar pembicaraan antara ayah nya dan calon suami nya."kenapa Nisa bang"tanya Nadya pada Dafi
__ADS_1
"Nisa demam tinggi, tadi Abang bawa ke sini karena biar bisa menjaga ke dua nya, antara kamu dan Nisa"jawab Dafi
Mendengar jawaban dan penjelasan Dafi membuat pak Arif semakin yakin pada Dafi kalau dia adalah orang yang bertanggung jawab."kalau bapak tidak keberatan"jawab pak Arif
"Nadya juga enggak keberatan, sudah beberapa hari tidak jumpa dengan Nisa. jadi kangen"kata . Nadya.
"Sebentar lagi Nisa di bawa ke ruangan ini, tapi perawat akan membawa tempat tidur nya dulu"kata Dafi.
Tak berapa lama perawat membawa tempat tidur untuk Nisa.
Dafi pun kembali ke ruang IGD untuk melihat keadaan Nisa . Bu Nani masih menemani cucu nya."mama duluan aja ke ruangan Nadya"kata Dafi
"mama mana tau ruangan Nadya, bersama aja kita kesana"jawab Bu Nani.
"iya ma" jawab Dafi
Setelah semua sudah siap untuk keperluan Nisa,dia pun di bawa ke ruangan VVIP di ruangan dimana Nadya juga di rawat. Nisa pun sudah berada di ruangan tapi masih tidur dengan nyaman."Alhamdulillah... cucu Oma sudah tenang"kata Bu Nani.
"iya sebaiknya mama istirahat aja"kata Dafi.
"kalau mama pulang aja bagaimana? masih jam 10 malam"kata Bu Nani
"mama berani? tanya Dafi
"berani dong, besok pagi mama datang" kata Bu Nani
"oke ma, Dafi antar sampai depan.kita pesan taxi rumah sakit aja"kata Dafi. sebenarnya dia ragu untuk mengizinkan mamanya pulang sendirian. Tapi bagaimana lagi, keadaan nya seperti ini.
Pak Arif malam ini juga pulang ke rumah karena Bu Nilam enggak bisa ke rumah sakit lagi.mungkin karena capek. Untuk itu dia memutuskan untuk pulang malam ini. pak Arif yakin kalau Dafi tidak akan macam macam sama anaknya. Ada Nisa juga di ruangan dan perawat selalu memeriksa keadaan pasien.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like
komentar
add favorit
vote...vote...vote ...
Terima kasih
🙏🙏🙏
__ADS_1