
Menjenguk pak Kusuma dari siang hari dan tak terasa hari sudah malam, Dedy satu hari menjaga papi mertua. Mencarikan apa yang dia inginkan, minta tolong di pijat kakinya, mendengar keluh kesah nya. Apa yang papi mertua semua dia ikuti saja.
"Dedy sudah malam, kamu pulang sana sama istri mu"perintah pak Kusuma pada Dedy sementara Siska belum berani menunjukkan diri, jadi dia di luar saja.
"iya... sebentar lagi kami pulang, ada yang perlu di carikan?"
"enggak usah, la aja juga yang jaga di luar. jadi papi nanti minta tolong dengan mereka saja"jawab pak Kusuma.
"baik lah papi... kalau begitu kami pulang sekarang saja"kata Dedy
"ya...tapi ingat besok kamu harus masuk kantor besok, ajak Siska juga ke sana. Kalau ada hal yang penting telpon mami saja"perintah pak Kusuma karena dia di larang dokter untuk memikirkan hal yang membuat nya stress, jadi semua HP pak Kusuma di sita sama istrinya.
Jadi apapun urusan kantor harus melalui Bu Mona terlebih dahulu.
"baik papi"jawab Dedy.
Di luar Siska masih di temani Bu Mona sekali kali karena pak Kusuma selalu mencari keberadaan istri tercinta, walaupun sebenarnya dia bisa melakukan tapi namanya juga suami selalu manja pada Bu Mona.
"Siska... seperti nya suami mu mau pulang"kata Bu Mona pad istrinya.
"iya...ma...aqu pulang dulu..."kata Siska berpamitan.
"pesan papi mu besok kamu masuk kantor dengan Dedy, jangan sampai kosong kursi kantor, tidak ada yang mengawasi"pesan Bu Mona.
"iya ...mami"jawab Siska lesu.
"kalian belum makan, jadi singgah ke rumah makan dulu baru pulang karena bibi di rumah masak hanya untuk mereka saja hari ini. Lagian kita di rumah sakit,jadi mana cocok selera mu dengan mereka"pesan mami Siska lagi kepadanya.
"baik mami"jawab Siska.
"Cekrek..."
pintu ruangan terbuka karena Dedy keluar. Bu Mona mendekati menantunya itu.
"Dedy... sebelum sampai rumah kalian singgah dulu ke rumah makan, karena di rumah bibi enggak masak untuk kalian hanya untuk mereka saja"kata Bu Mona.
"baik mi..."jawab Dedy.
"Siska... kalau jalan jangan sendirian saja, jalan lah bersama"pesan Bu Mona.
__ADS_1
Siska hanya tersenyum kecut saja melihat Dedy yang sudah berdiri di depan pintu."mami...kami pamit dulu... kalau ada sesuatu telpon aja ya..."kata Dedy pada mertuanya yang mencium punggung tangan nya dan sekedar berbasa-basi saja karena ada juga bodyguard yang menemani mereka di luar.
Bu Mona mengulurkan tangannya pada Dedy dan Siska. Dia berharap kalau Siska bisa berubah setelah menikah dengan Dedy.
Setelah berpamitan mereka berdua jalan bersama berdua bersebelahan seperti orang yang baru saja kenal. Hampir Sampai di parkiran mobil Siska bingung mau duduk di depan atau belakang, karena gengsi dia memperlambat jalan menuju mobil"aduh...aqu duduk di mana ya? depan atau belakang? coba qu lihat si Dedy pintu mana yang mau di bukakan untuk qu"kata Siska dalam hati.
Dedy yang sudah sampai terlebih dahulu di dekat mobil melihat Siska yang masih di belakang,jadi di tunggu dan di bukakan nya pintu belakang untuk Siska."oh... ternyata pintu belakang, ya sudah lah"kata Siska dalam hati dan memasuki mobil.
Di dalam mobil suasana masih canggung antara mereka berdua, akhirnya Dedy yang membuka percakapan.
"kita belum makan, mau singgah ke mana Siska?"tanya Dedy pada istrinya.
"makan di mana ya? aqu bingung mau makan apa, ada rekom?"tanya Siska karena dia tidak semangat mau makan malam.
Dedy masih berpikir untuk memilih tempat untuk mereka berdua"mau makan nasi atau yang lain?"tanya Dedy yang masih mencari tempat yang cocok untuk Siska kalau selera dia sih dimana pun jadi tidak perlu berpikir ulang.
"terserah saja, kan kamu perutnya harus makan nasi"kata Dedy.
"oh... kalau terserah aqu sih gampang, dimana pun oke"kata Dedy dengan santai.
"ya sudah terserah saja"kata Siska santai yang lagi melihat HP."aqu mau tau seleranya"kata Siska dalam hati.
"oh...iya besok kita harus masuk kantor pesan papi"kata Dedy lagi.
"mmmhhh"jawab Siska.
Tempat untuk makan malam sudah sampai ternyata Dedy membawa ke tempat warung tenda pinggir jalan, Siska mulai panik melihat tempat makan mereka."di sini tempat nya?"tanya Siska
"ya"jawab Dedy yang mematikan mesin mobil.
"enggak salah ini?"tanya Siska dengan wajah tidak setuju makan di sini.
"tapi tadi katanya terserah,ya sudah kita makan di sini. warung ini buka dari sore ke malam,bisa pilih mau makan apa, ada nasi goreng, sate padang,pecel lele, mie rebus dll dengan harga terjangkau. Lihat tu pada antri mau bawa pulang"kata Dedy sambil turun dan membuka pintu untuk Siska.
Siska dengan ragu ragu turun mengikuti Dedy dari belakang, mereka duduk di bagian pojok."mau pesan apa?"tanya Dedy
"sama kan aja, karena aqu enggak tau bagaimana rasanya"jawab Siska.
"kamu jangan meragukan rasanya, enggak kalah dengan tempat makan yang selalu kamu kunjungi"kata Dedy.
__ADS_1
Pelayan datang menanyakan pesanan yang langsung Dedy pesan"sate padang dua porsi dan minum lemon tea hangat dua dengan sedikit gula aja"pesan Dedy.
"baik pak"jawab pelayan.
Karena melihat Istrinya seperti jijik dengan tempat makan mereka Dedy mengambil tissue dan melap meja mereka berdua. Melihat Dedy melap meja menjadi perhatian orang di sebelah mereka."mba... beruntung punya suami yang perhatian"kata pasangan yang lebih tua dari mereka.
Siska hanya diam saja mendengar omongan ibu itu sementara Dedy hanya tersenyum dan menjawab"istri saya lagi ngambek sama saya Bu... jadi sedikit membuat dia nyaman"jawab Dedy.
"aduh...jangan lama lama ngambek nya nanti suami seperti itu bisa di ambil orang,bisa nyesel lho"kata ibu itu lagi.
Dedy melihat Siska yang wajib nya sudah jutek menjawab pertanyaan ibu tersebut"jangan di do'akan begitu Bu...saya lagi bucin sekali sama istri saya"jawab Dedy.
"beruntung sekali mba nya,mari mas kami makan dulu karena sudah datang"kata ibu tersebut.
"silahkan ibu"jawab Dedy.
Melihat wajah Siska yang jutek hanya tersenyum saja, "senyum dikit napa, kan enggak enak di lihat. Meja juga sudah qu lap ulang"kata Dedy.
Siska pun hanya tersenyum simpul mendengar celetuk dari suaminya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like ...
add favorit
komentar yang membangun
serta
vote...vote... vote...
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1