
Barang bukti apa ma???"ternyata Dafi sedikit mendengar pembicaraan antara Andi dan Bu Nani.
"barang bukti pembayaran rumah sakit maksud mama jangan kamu tahu karena takut menjadi beban pikiran mu."kata Bu Nani mengalihkan pembicaraan.
"iya enggak perlu bos tau, yang penting cepat sembuh biar di kantor aqu ada bertukar pikiran kita menyelesaikan pekerjaan"kata Andi
"mulai besok aqu sudah bisa masuk ke kantor jadi kamu sudah ada temannya"kata Reza.
"ah... yang betul bos"kata Andi tidak percaya
"iya aqu enggak betah di rumah, lebih baik ke kantor saja"kata Dafi pada Andi dan Bu Nani
"tapi...apa kamu sudah bisa? mama enggak mau nanti kamu di kantor jadi strees"kata Bu Nani.
"ma...besok Dafi di kantor keliling atau ke ruangan yang lain, hanya pemeriksaan saja tidak terlalu memaksakan diri kok"kata Dafi
"ya...sudah terserah saja,mama mau istirahat siang dulu"kata Bu Nani meninggalkan kedua sahabat tersebut.
Sebelum istirahat masuk ke dalam kamar Bu Nani ke kamar Nisa dahulu untuk melihat cucunya apakah sudah tidur siang atau belum.
Ternyata di dalam kamar Nisa sudah tidur dan Nadya juga di situ menyanyikan lagu pengantar tidur.
"Nadya...kamu kenapa di sini?"tanya Bu Nani
"Tadi Nisa minta di temani tidur nya"kata Nadya
"Nisa sudah tidur sebaiknya kamu ke kamar kalian, sebentar lagi Dafi masuk kamar"kata Bu Nani
"oh...iya ma..."jawab Nadya
"Nadya... ingat kamu itu istri nya Dafi, bantu dia untuk memulihkan ingat nya"nasehat mertuanya
"iya Nadya juga berusaha membantu memulihkan ingatan Bang Dafi"jawab Nadya pada ibu mertua nya itu.
"mama percaya pada mu, kalian masih pengantin baru, ada aja cobaan. Mungkin ini namanya ujian buat kalian berdua."kata Bu Nani lagi
"Nadya ikhlas kok ma... menjalani nya"jawab Nadya
"syukur lah kalau begitu, tapi ingat layani suami kamu layaknya sebagai istri. Jadi lstri yang selalu dia rindukan, buat dia jatuh cinta padamu"nasehat Bu Nani.
Mendengar nasehat dari mama mertua nya membuat Nadya tersenyum, malu dan wajah nya jadi merah merona."Dan satu lagi kamu harus selalu siap kalau lagi berada di ranjang, kalau dia mau, layani suami kamu. Biar dia tidak melirik di luar sana, ingat Nadya suami mu itu ganteng lho"nasehat Bu Nani lagi pada menantunya.
"terima kasih ma...atas nasehatnya"kata Nadya sambil memeluk erat tubuh Bu Nani.
__ADS_1
"iya...mama sayang dengan mu makanya mama ngomong seperti ini, ya sudah kamu ke kamar sana. waktu Zuhur ke ashar kan panjang, istirahat sana jangan lupa walaupun tidur siang pakai baju tidur yang sedikit seksi"kata Bu Nani
"ah..mama bisa aja, lagian sekarang masih terang"kata Nadya sambil tersenyum
"kan tadi sudah mama katakan selalu siap siaga"kata Bu Nani sambil tersenyum.
Mertua dan menantu itu pun keluar dari kamar Nisa dan masuk ke dalam kamar masing masing. Nadya memasuki kamar Dafi untuk pertama kalinya.
Dilihat nya kamar mereka sepertinya mama mertua nya sudah menyiapkan kamar yang sedikit romantis untuk mereka berdua. Ada kelopak bunga mawar di atas tempat tidur yang melambangkan hati. Dan di samping tempat tidur ada sebuah baju tidur wanita lingerie warna pink.
"siapa yang menyiapkan ini ? apakah mama?"kata Nadya sendiri di kamar sambil melihat baju tersebut."nanti malam aja qu pakai"kata Nadya lagi.
Di letakkan nya baju tersebut di lemari, Nadya pun menghidupkan TV di kamar melihat Drakor langganan nya melalui aplikasi TV berlangganan.
Sekitar 15 menit menonton TV, Dafi masuk ke dalam kamar. Nadya ternyata tertidur antara sadar dan tidak. Dafi yang melihat istrinya tidur terlalu ke samping melihat tempat tidur mereka, ternyata ada banyak kelopak bunga mawar merah.
Di pindahkan Dafi sedikit ke tengah Nadya membuat dia terjaga."maaf Abang hanya mau memindahkan kamu ke tengah"kata Dafi
"Abang ternyata sudah masuk, sudah lama?"tanya Nadya.
"baru kok, ya sudah kamu tidur saja.kan capek beberapa hari ini istirahat di rumah sakit itu tidak nyaman"kata Dafi
"aqu mau nonton Drakor dulu"jawab Nadya
"boleh..sini.."kata Nadya sambil mengambil bantal meletakkan di paha nya.
Dafi pun tiduran di atas paha Nadya yang di alasi bantal. Tapi Dafi tidak bisa tidur dia ikut melihat drakor juga, karena kurang menyukai drakor akhirnya di lihat nya Nadya yang sedang asyiknya melihat drakor kesayangannya.
Sambil memperhatikan istri nya, tangan Dafi mulai jahil. Di bukanya kancing baju Nadya tanpa sepengetahuan yang punya baju, lalu tangan nya mulai liar meremas bra istri nya.
Nadya pun tersadar karena ada yang memegang bra nya."Abang jahil ya...mau apa?"tanya Nadya
"mau pegang squishy yang kenyal" kata Dafi pada Nadya dengan senyuman yang menggoda.
Nadya tersenyum juga tanda memberikan persetujuan. Dafi yang merasa dapat persetujuan pun duduk dan ******* ***** Nadya. Mendapat serangan mendadak membuat Nadya terdiam."sayang boleh ya...siang siang pemanasan"kata Dafi
Nadya hanya mengangguk,"ciuman abang di balas biar sedikit hot"Dafi berbisik dengan suara mendesah.
Mereka pun berciuman panjang sampai hampir kehabisan nafas, ciuman pun turun ke leher. Membuat Nadya merasa geli dan tertidur. Setelah leher ciuman Dafi ke bagian squishy.
Di buka nya tak sabaran, tapi pengait bra ada di depan membuat Dafi gampang membuka nya.
Setelah pengaitnya lepas, Dafi melihat Nadya dan meminta persetujuan"boleh yah..."kata Dafi
__ADS_1
Nadya hanya tersenyum dan mengangguk lalu berbaring, karena mendapat persetujuan Dafi melanjutkan niatnya yang dari tadi mau di laksanakan nya.
Setelah bagian atas Nadya terbuka dan mau melanjutkan lebih tiba tiba terdengar suara dari luar kamar.
Tok
tok
tok
Terdengar suara ketukan pintu, tapi mereka tidak memperdulikan nya.tapi ketukan tetap terdengar jelas kalau di depan kamar Dafi."mama...mama..."teriak Nisa
Mendengar Nisa memanggil mama, Nadya memanggil suaminya"bang... pintu nya tadi sudah di kunci"tanya Nadya.
"sudah..."jawab Dafi singkat dan masih tetap konsentrasi dengan niat nya tadi.
"bang... berhenti dulu, Nisa manggil terus tu...kan kasihan"kata Nadya
Dafi terdiam lalu Nadya dengan cepat mencium bibir Dafi dengan singkat,"nanti malam kita lanjutkan lagi yah..."
"jadi siang ini gagal?"
"bukan gagal tapi di tunda"kata Nadya yang lagi merapikan bajunya
Setelah itu dia berjalan ke depan pintu untuk membuka pintu karena Nisa ada di sana sudah menunggu membuka pintu
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
vote... vote... vote...
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1