
Terkadang kita tidak tahu perjalanan hidup ini. Itulah namanya takdir atau jodoh, kita tidak tau takdir baik dan buruk, semua sudah di atur waktu kita masih di dalam kandungan.
Pagi hari di rumah Nadya kegiatan seperti biasa yang di lakukan nya, bangun tidur jam 5 pada saat adzan subuh. Langsung bangun dan melaksanakan sholat subuh.
Dalam shalat subuh hari ini Nadya tak lupa berdoa sama Allah untuk di beri petunjuk dengan keputusan nya. Kalau Dafi itu jodoh nya maka dekatkanlah dengan cara mau ya Allah, tapi kalau dia bukan jodohku maka jauhkanlah kami dengan cara Mu ya Allah.
Setelah Sholat subuh, seperti biasa Nadya membantu mama-nya memasak sarapan pagi. Lalu dia ke dapur dan langsung membantu mama-nya.
"ma...masak apa kita hari ini ?" tanya Nadya sambil melihat rise cooker apakah masih ada nasi semalam yang tersisa.
"coba periksa nasi apakah masih ada?" jawab mama sambil memeriksa lemari es untuk mengambil cabe, daun sop dan bawang untuk persiapan membuat nasi goreng.
"masih ada setengah ma " jawab Nadya
"ya udah, kita masak nasi goreng aja".jawab mama.
"oke ma" jawab Nadya sambil mengambil nasi untuk di lumuri kecap dan tak lupa mengambil bawang merah dan putih untuk di iris.
Lalu mereka pun memasak nasi goreng bersama dengan telur mata sapi dengan taburan bawang goreng dan daun sop yang menggoda.
Setelah memasak Nadya pun langsung bersiap siap untuk mandi karena hari ini dia kerja seperti biasa dengan memakai baju seragam guru TK.Bintang.
"ma... Nadya berangkat dulu" dia berpamitan sama mamanya.
"kamu sudah sarapan " tanya mama
"Nasi tadi sudah Nadya masukkan ke wadah Tupperware, sampai di sekolah nanti sarapannya" jawab Nadya.
"Ya udah kalau begitu, jangan lupa di pagi hari itu harus sarapan, karena sebagai sumber energi untuk memulai aktivitas."nasehat Bu Nilam.
"pasti ma... Nadya sarapan, kalau enggak nanti enggak ada tenaga bersama anak anak di sekolah". jawab Nadya
"oke mama percaya sama kamu". kata mama
"Nadya pamit dulu ma... Assalamualaikum..." Nadya berpamitan
"Wa'alaikum salam, hati hati di jalan"jawab mama
"oh...iya,kamu naik apa hari ini ???" tanya mama lagi
"ojek on line ma". jawab Nadya
"jangan naik ojek, tadi pesan si Nani kamu mau di jemput sama Dafi". pesan mama
"lho...kok enggak ada wa dari bang Dafi".jawab Nadya
"mungkin dia mau buat surprise sama kamu, ni mama sudah buatkan satu lagi bekal sarapan pagi untuk Dafi".kata mama sambil memberikan tas bekal sarapan pagi.
"Mama kok enggak bilang dari tadi ???"tanya Nadya
"kirain kamu sudah tahu,maka nya pergi cepat"jawab mama
Tin...
Tin...
Tin...
Tiba tiba terdengar dari depan suara klakson mobil, dan mereka bersama sama keluar rumah melihat mobil siapa yang datang sambil membawa bekal yang di serahkan mama tadi.
__ADS_1
Sampai di depan rumah mereka melihat ada seseorang yang keluar dari mobil untuk menjemput Nadya.
"Assalamualaikum, Tante" Dafi mengucapkan salam
"Wa'alaikum salam, nak Dafi sudah sampai" jawab Bu Nilam.
"iya, mau jemput Nadya"
"kamu sudah siap Nadya" kata Dafi
"sudah" jawab Nadya
"Ma, Nadya berangkat dulu ya... Assalamualaikum" kata Nadya
"Wa'alaikum salam, hati hati di jalan ya, titip Nadya nak Dafi"pesan Bu Nilam
"ya Tante" jawab Dafi
Sementara Nadya mendengar pesan mama hanya mengangguk sambil berjalan untuk masuk ke dalam mobil. Dengan sigap Dafi membukakan pintu mobil untuk Nadya.
"Terima kasih" kata Nadya karena di bukakan pintu mobil.
Dafi hanya tersenyum melihat Nadya mengucapkan terima kasih dan langsung masuk ke mobil juga dan mereka berangkat bersama.
Setelah Dafi dan Nadya jalan. Bu Nilam masuk ke dalam rumah,tapi tiba tiba Bu Bedah tetangga nya menegur Bu Nilam.
"Bu, si Nadya di antar siapa naik mobil ???" tanya Bu Bedah menyelidiki.
"sama temannya Bu Bedah". jawab Bu Nilam.
"wah...teman Nadya ganteng banget,bisa la kenalan sama saya". kata Bu Bedah
Kenapa juga nih orang mau kenalan sama Dafi dalam hati Bu Nilam berkata.
"Jangan lupa lho Bu" kata Bu Bedah.
"Kenapa mau kenalan" tanya Bu Nilam
"itu lho mana tau jodoh sama anak saya". jawab Bu Bedah.
"Oh.... seperti itu"kata Bu Nilam.
Mana mungkin aqu mau mengenalkan sama dia, lebih baik untuk Nadya aja. Mimpi lah Bu Bedah.
"Mari Bu Bedah, saya ke dalam masih banyak pekerjaan yang belum selesai" kata Bu Nilam berbasa basi.
"iya Bu silahkan" jawab Bu Bedah.
Sementara itu dalam perjalanan menuju tempat pekerjaan, Nadya duduk di samping Dafi. Dafi sambil menyetir mobil sesekali melirik ke sebelah melihat Nadya.
"Pagi pagi kok ada yang diam aja dari tadi".Dafi memulai percakapan.
Nadya langsung melihat dan bertanya ke Dafi
"kenapa enggak what's up atau telpon kalau mau jemput pagi ini Bang". tanya Nadya
"oh.... itu tadi buru buru, takut jumpa sama Nisa kalau pakai acara telpon atau what's up. Tadi Abang lihat Hp nya enggak online".jawab Dafi.
"Kenapa kalau jumpa Nisa???" tanya Nadya
__ADS_1
"Kalau jumpa Nisa, enggak bisa cepat keluar rumah,dia minta ikut. padahal dia baru bangun, kalau di tunggu bisa lama. Belum mandi, sarapan".jawab Dafi panjang lebar.
"oh... seperti itu"jawab y
"maka nya tadi minta tolong mama untuk nelpon Tante Nilam". jawab Dafi
"Maka nya ini mama sudah siapkan bekal sarapan pagi untuk Abang". Nadya menunjukkan bekal nasi ke Dafi titipan dari mamanya.
"Waduh, jadi merepotkan nih". jawab Dafi
"enggak lah repot, tadi kami masak Nasi goreng" kata Nadya.
"Pasti enak nih... nanti Abang makan di kantor, yang masak siapa".tanya Dafi
"mama sama aqu".
"Terima kasih nasi goreng nya"kata Dafi.
"sama sama,tapi lain kali kalau mau jemput, tolong di kabari ya..." kata Nadya
"iya sweet heart"
"untung nya tadi aqu belum pesan ojek online, kalau enggak kan kasian di batalkan".kata Nadya.
"iya Bu guru, maaf ya tadi enggak konfirmasi" kata Dafi.
Tak terasa ternyata mereka sudah sampai di depan sekolah tempat Nadya kerja, Dafi memarkirkan mobilnya pas di depan pintu gerbang sekolah karena masih pagi belum ada kelihatan anak yang datang.
"Alhamdulillah sudah sampai, terima kasih ya bang" kata Nadya.
"ya sama sama, tapi nanti siang Abang enggak bisa datang atau pun jemput pulang karena hari ini full jop" kata Dafi
"iya, enggak apa apa" jawab Nadya
"oh...ya, jangan lupa bekal nya di makan".pesan Nadya.
"pasti langsung di santap sampai kantor"jawab Dafi
"Sudah ya, Abang jalan dulu" kata Dafi
"oke, hati hati di jalan. da da da" kata Nadya sambil melambaikan tangan.
Dan mobil pun berlalu menuju kantor Dafi.
Tiba tiba ada yang menepuk belakang Nadya, dan Nadya langsung terkejut.
"Hayo... barusan di antar sama siapa ???"
******
Siapakah yang menepuk pundak Nadya ???
Bersambung.....
Jangan lupa jempol... favorit....dan vote... vote...vote...
karena akan memberi semangat kepada Author
Terima kasih
__ADS_1