
"maksudnya apa mas? kok harus menanyakan papi? apa ini semua rencana papi? aqu harus ikut mas?"tanya Siska pada suaminya, sementara Dedy bingung mau jawab yang mana terlebih dahulu.
"mas... kenapa diam ?"tanya Siska pada suaminya.
Mereka berdua yang sudah di atas ranjang dan Siska melihat ke arah suaminya yang bingung menjawab pertanyaan dari nya.
"mas... jawab..."kata Siska lagi.
Dedy berusaha menenangkan diri dan menenangkan Siska yang sudah mulai emosi."sabar dulu sayang... dengarkan penjelasan dari mas"kata Dedy.
"mmmhhh ya sudah mas jelaskan sekarang saja"kata Siska.
"oke... tapi janji kamu jangan emosi, mas akan jujur"kata Dedy.
"ya..."jawab Siska dengan cemberut.
Dengan nafas panjang Dedy pun bercerita.
"kemarin rencana mas memang mau minta cuti karena sudah lama tidak pulang"kata Dedy melihat ke arah Siska dan mereka saling berhadapan sambil tiduran.
Untuk meneruskan ceritanya Dedy meluruskan badan dan melihat ke arah langit langit kamar."kenapa tidak melihat aqu mas?"tanya Siska
"kalau lihat kamu terus nanti pikiran mas traveling kemana mana, jadi enggak fokus"jawab Dedy.
"ih... itu alasan mas saja..."kata Siska.
"ini mau di lanjutkan cerita nya atau tidak?"tanya Dedy.
"lanjutkan lah... jangan buat aqu penasaran"kata Siska.
Dedy pun melanjutkan ceritanya.
"waktu itu mas minta cuti memang langsung dengan papi terlebih dahulu baru masukkan ke bagian HRD"cerita Dedy
"trus..."kata Kalisa sambil memegang lengan suaminya seperti mendengarkan dongeng mau tidur.
"tiga hari kemudian papi memanggil dan memberi cuti panjang tapi dengan syarat kamu harus ikut. katanya paling lama enam bulan tapi bisa cepat tapi dia yang akan menjemput"kata Dedy.
Mendengar enam bulan lagi berada di kampung sebenarnya membuat Siska marah, tapi bagaimana lagi? Mungkin ini sebagai hukuman untuk dirinya.
Tanpa terasa menetes air mata di pipi dan terkena lengan Dedy."kamu menangis,...?tanya Dedy.
"mungkin ini hukuman untuk qu mas, untung saja aqu sudah mulai bisa beradaptasi di sini"kata Siska.
"yang sabar kamu, makanya kemarin mamak pesan buat kamar mandi di kamar langsung mas setuju saja.pertimbangan mas agar kamu betah dan tersiksa"kata Dedy.
"terima kasih mas... memang aqu ini dulu egois sekali, untung saja kamu orang nya sabar menghadapi aqu"kata Siska.
__ADS_1
"sssstttt...kamu jangan ngomong begitu, jalani saja dengan ikhlas pasti enggak terasa selesai hukuman kamu"kata Dedy sambil jari telunjuk ke bibir Siska.
Hari sudah malam mereka berdua bercerita tentang banyak hal, dari masalah hukuman sampai Siska menanyakan tentang masa kecil Dedy."kita ngobrol panjang seperti ini seharusnya dinner kalau di kota"kata Siska.
"mmmhhh...setahu mas sebelum tidur itu sebaiknya suami istri itu cerita dan curhat masalah satu harian,itu akan mempererat hubungan"kata Dedy.
"oh... gitu ya... baru tau aqu"jawab Siska.
"iya... memang seperti itu tapi biasanya ujung ujungnya ada maunya lho..."kata Dedy yang tangannya sudah mulai bergerilya ke bagian paha mulus istri nya.
"ih... sudah qu duga itu..."jawab Siska.
Karena Dedy yang sudah mau sesuatu"mas... boleh menanyakan sesuatu, setelah itu boleh di lanjutkan tangan nya kemana pun, aqu dengan senang hati merasakan nya"kata Siska.
Tawaran yang menantang membuat Dedy bersemangat"sejak kapan mas menyukai aqu?"tanya Siska
"mmmhhh...sejak kapan ya... sebagai seorang lelaki normal, melihat kamu pertama kali pasti langsung suka. bagaimana tidak suka kamu itu cantik, kaya,kerja pula. Tapi mas sadar diri saja...aqu ini siapa...mana mungkin jadi pungguk merindukan bulan"kata Dedy.
"oh... berarti mas suka saat pertama kali jumpa?"tanya Siska.
"enggak juga kayaknya, karena sikap kamu yang selalu egois,mau menang sendiri..."kata Dedy.
"ih...jadi sejak kapan..."tanya Siska lagi.
Seperti lagi memikirkan sesuatu akhirnya Dedy melanjutkan ceritanya kembali."saat ijab qobul itu aqu berpikir, kenapa bisa menikah dengan mu? kenapa aqu mengikuti perintah mu saat di hotel? mungkin waktu itu Aqu khilaf saat di hotel"kata Dedy.
"sssstttt...mana mungkin itu khilaf...itu iqrar suami istri di mata Allah dan saat akad nikah ada malaikat di antara kita yang menyaksikan juga"kata Dedy.
"oh... gitu ya mas...aqu baru tau kalau malaikat juga menyaksikan"kata Siska
"ya... sekarang sudah tau kan?
"ya..."jawab Siska.
Dedy pun melanjutkan ceritanya pada Siska.
"karena kita sudah melakukan perbuatan sebelum nikah, mas berjanji dalam hati enggak boleh menggauli kamu sebelum ketauan kamu hamil atau tidak"kata Dedy lagi.
"kalau hamil bagaimana?"
"kalau kamu hamil mas enggak boleh menggauli kamu dan kalau pernikahan kita panjang harus di nikahkan ulang dan anak yang kamu lahirkan itu pakai bin dari mamanya secara agama,tapi kalau secara biologis tetap anak mas"kata Dedy.
Siska dengan serius mendengarkan suaminya bercerita sehingga membuat Dedy melanjutkan rencananya."maaf...atas kejadian itu.."kata Siska.
"sssstttt... enggak perlu minta maaf sayang... sekarang mas senang kok karena ternyata berbuah manis yang awalnya pahit"kata Dedy
"terima kasih mas... sepertinya sudah malam, besok kita cerita lagi karena aqu sudah ngantuk nih..."kata Siska
__ADS_1
"eit...kamu lupa janji yang tadi..."kata Dedy
"janji apa..."kata Siska sudah mulai ngantuk jadi lupa.
Dedy mengingatkan kembali dengan tangan nya bergerilya ke bagian sensitif istrinya."agh...agh...iya mas... ingat..."kata Siska.
"jadi boleh di lanjutkan yang ini..."tanya Dedy.
"mmmhhh... dengan senang hati menikmati setiap sentuhan..."kata Siska.
Mendapat angin segar dari istrinya Dedy melanjutkan niatnya dari awal.
"cup...cup..."
bagian d*d* k*m*a* di k*c*p Dedy secara bergantian.
"agh...agh...agh..."suara Siska yang menikmati sentuhan suaminya.
"terima kasih sayang..."kata Dedy yang mengecup kening dan b*b*r seksi dari istri
"sama sama mas... lanjut ya...aqu mau menikmati nya"kata Siska.
Dedy semakin melanjutkan atas instruksi istrinya,maka setelah itu di bukanya pengait b*a, sehingga terlihat pemandangan indah di mata nya."pemandangan yang indah..."kata Dedy tanpa sengaja membuat Siska malu dan ke dua pipi nya merah merona.
Dedy yang malam itu memperlakukan istrinya dengan lembut dan sentuhan yang membuat Siska terbuai seperti ke langit ke tujuh. Mereka berdua merasakan surga dunia.
Walaupun hidup di kampung tapi untungnya Siska sudah bisa beradaptasi sehingga yang ke kampung itu adalah sebagai hukuman tapi di kampung Dedy juga lah mereka mulai menyatu dan saling mencintai satu dan lainnya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun...
secangkir kopi hangat
bunga mawar yang bermekaran
serta
vote... vote... vote...
__ADS_1
terima kasih...