
Setelah sampai rumah Bu Nilam.
"Assalamualaikum....."
"Wa'alaikum salam..."jawab Nadya dari dalam sambil membukakan pintu rumah.
"Dari mana mama ??? sampai rumah sudah mau magrib". tanya Nadya
"Dari jumpa teman, nanti malam kita ngobrol ya..ada yang mau mama tanya kan".
"oke mama..." jawab Nadya tapi dalam hati nya bertanya, apa yang mau di bicarakan.
Azan magrib pun berkumandang tak berapa lama, mereka pun sholat, makan malam dan duduk santai di depan TV sambil nonton sinetron.
"Nadya, tadi mama jalan keluar ketemu sama si Nani. masih ingat ???" tanya Bu Nilam
"Nenek Nisa ma ???" waduh ngomong apa nenek Nisa dalam hati Nadya bertanya
"ya..." jawab Bu Nilam
"ngapain ma ??? nostalgia ???" jawab Nadya
"menurut mu ???" tanya mama lagi
"Mana Nadya tau ma" jawab Nadya
"Tadi itu mama yah nostalgia gitu, trus mama di antar pulang sama anaknya itu si Dafi. ya Allah... ganteng banget..." cerita Bu Nilam antusias.
"Di antar sama ayah Nisa ???" tanya Nadya.
"iya... ternyata Dafi itu ganteng banget" kata Bu Nilam lagi
"Memang ganteng ma, tapi sayang sudah punya orang dia" kata Nadya
"Maksudnya ???"tanya Bu Nilam
"Dia itu sudah ada anak, tapi enggak tau istrinya enggak pernah datang ke sekolah jemput atau mengantar Nisa. Apa Duren kali ma???"
"Tau dari mana kamu ???"
"Nebak aja" jawab Nadya
"Dafi itu masih perjaka tau" kata Bu Nilam
"masa sih ma ??? "tanya Nadya penasaran.
"Iya, tadi mama nya si Nani cerita".
"Cerita apa ma ???" Nadya penasaran
"Kalau Dafi itu masih perjaka, si Nisa itu anak adeknya Dafi. Mama nya Nisa depresi karena Waktu hamil, suaminya meninggal. Dia sangat terpukul". cerita Bu Nilam.
__ADS_1
"Masa sih ma ???" Nadya penasaran
"Ngapain juga mama bohong, ada cerita lagi nih ??? "dengan wajah senyum Bu Nilam sengaja membuat Nadya penasaran.
"Dafi itu tulang punggung keluarga nya, semua dia membiayai keperluan mama, adeknya yang di rumah sakit, keponakannya. sampe sampe lupa kalau dia itu sudah matang, dan sudah seharusnya berkeluarga".kata Bu Nilam panjang lebar
"Oh... gitu ya ???" Kasian juga si Nisa, enggak pernah tau mamanya".
"Trus umurnya si Dafi sudah 33 tahun, saat nya berumah tangga. Sehingga Si Nani sibuk mencari kan calon. Kira kira kalau kamu di tanya, apakah bersedia di jodohkan dengan Dafi ???" tanya Bu Nilam
"Apa??? Enggak salah ma ???" tanya Nadya
"Ya enggak lah, kemarin kata Nani pernah nanya kamu sudah punya calon atau belum, kamu jawab nya senyum aja. Tapi dia maklum dengan jawaban mu". cerita Bu Nilam
"Bagaimana mau di jawab, belum tau orang nya dan baru juga kenal sama nenek Nisa itu.masa langsung bilang iya ???kan Nadya malu."
"Ya, menurut mama kalau Dafi mau ta'aruf atau pengenalan atau penjajakan aja dulu. Mana tau jodoh, anaknya baik lagi, sayang sama keluarga. Biasanya kalau laki laki sayang sama Mama nya, maka dia akan memperlakukan istri nya, seperti dia sayang sama mamanya".kata Bu Nilam
"Tapi ma...umur nya jauh dengan Nadya".
"Justru itu bagus, dia akan sayang sama istrinya dan bisa mengayomi".
"Bagaimana ??? mau enggak ???"tanya Bu Nilam sambil tersenyum.
"Apa-an sih mama" dengan wajah merah merona menjawab.
"Serius lho Nadya, si Nani menanyakan sama Mama, kamu sudah ada calon atau belum ???"
"Kasi enggak ya...mama jawab apa".
"mama enggak lucu tau. mama jawab apa ???" enggak sabar Nadya menunggu jawaban mama
"Tadi mama jawab aja belum ada, dengan semangat dia mau menjodohkan kalian. Trus mama jawab aja terserah anak anak nya aja. kamu mau atau tidak ???"
"Bagaimana ya mama, bingung Nadya".
"Kalau menurut mama, jalani aja dulu, lihat sikap Dafi bagaimana ke kamu. kalau kamu rasa nyaman lanjutkan tapi kalau kamu merasa tidak nyaman, tidak cocok. ya... tinggalkan saja" Bu Nilam menasehati panjang lebar.
"Terserah mama aja lah kalau begitu",Nadya nurut aja.
"Oke... gadis mama yang cantik, kalau di tanya Nani, mama jawab di jalani aja dulu"
Itu lah percakapan antara Nadya dan mamanya, dalam hati masih bimbang dan ragu. Tapi karena mamanya yang meyakinkan untuk menjalani terlebih dahulu.
Betul juga kata mama, lebih baik di jalani aja dulu. Lagi an Nadya belum ada calon, umur juga sudah cukup untuk berumah tangga. Lebih baik di coba dulu, enggak ada salahnya juga.
Sementara di rumah Dafi, Bu Nani sudah tidak sabar menunggu kepulangan nya. Dan akhirnya jam 10 malam Dafi sampai rumah.
"Assalamualaikum...."
membuka pintu sendiri, karena biasanya kalau dia pulang malam rumah di kunci aja, sehingga enggak perlu membangun kan orang yang di rumah jika sudah larut malam.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam"
Jawab mamanya dari dalam rumah." Kamu itu Dafi ???" tanya Bu Nani
"ya ma, belum tidur ???"
"Belum, lagi nunggu kamu juga" jawab Bu Nani
"Ada yang mau mama ceritakan ???"
Mama mau bilang sama kamu, kalau Bu Nilam teman mama enggak keberatan perjodohan yang mama rencanakan, asal anak nya mau. Kalau kamu bagaimana ???"
"Ternyata lanjut juga perjodohan itu, terserah mama aja, mama atur aja".
"Alhamdulillah... akhirnya kamu mau juga"
"Ma... masih pengenalan aja dulu/ta'aruf"
"oke kalau begitu, mama sudah enggak sabar mau telpon Nilam".
"Sudah malam ma, besok aja"
"ya"
"Tapi tolong mama jangan memaksakan kehendak, jika aqu dan Nadya tidak ada kecocokan Dafi mundur ma".
"Ya...tapi mama berdoa semoga langgeng dan lancar. mama setiap malam berdoa untuk kamu dan adek mu, doa terbaik selalu mama panjatkan kepada Allah SWT".
"Amin...Terima kasih ma, atas do'a nya"
"Ya... pergi lah masuk, bentar lagi mama juga masuk"
"Ya ma... capek kali ini badan,mau istirahat"
Begitulah perbincangan antara Bu Nani dan Dafi. Di dalam kamar Dafi merenung, ternyata umur qu tahun ini sudah 33 tahun, pantas aja mama sibuk mencari kan jodoh untuk qu.
Mama selalu saja memikirkan hal yang bisa qu cari sendiri untuk mencari pendamping, tapi karena selalu sibuk dan fokus dalam pekerjaan melupakan untuk berumah tangga.
Memang dari segi umur, materi ,psikis sudah bisa, maka untuk itu qu terima perjodohan ini. Lagian di jodohkan dengan Nadya guru nya Nisa.
Nadya itu cantik, sayang sama anak anak, lagian kenal sama orang tua nya. Kalau pun nanti kami menikah, yang pasti Nisa akan bersama kami. dan tentunya Nisa dan Nadya sudah saling kenal, tidak perlu saling mengenal .
saling itu, dari lahir dia enggak tahu siapa mamanya. Yang Nisa kenal neneknya, aqu sebagai ayah nya, mba Marni yang suka bantu dia serta pak Min yang selalu mengantar kemana dia pergi.
Terserah mama saja lah untuk sekarang ini, qu jangan terlalu egois tinggal jalani aja kok repot. Yang penting sekarang aqu yang harus saling mengenal dengan Nadya. Dalam hati Dafi berkata.
****
Terima Kasih sudah meluangkan untuk membaca, Jangan lupa vote... vote...vote.... hadiah... hadiah... hadiah... Dan Like... Like... Like... Serta Comment...comment...comment...
Yang Membangun dan memberi masukan, karena Author masih tahap belajar.
__ADS_1