Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.223


__ADS_3

Dalam perjalanan menuju tempat yang sudah di pesan Andi, sementara Mila yang tidak tau arah tujuan hanya pasrah saja, mau di bawa kemana. Lagian mereka juga sudah sah menjadi pasangan suami istri,jadi apa yang di khawatirkan?


Mila melihat Andi membawa mobil dengan penuh konsentrasi melihat jalan, dia pun menanyakan sesuatu.


"bang... pakaian kita sudah ada?"tanya Mila


"sudah...tadi kan abang bawa tas yang tadi malam kamu siapkan."


"Alhamdulillah..."jawab Mila karena khawatir tidak membawa perlengkapan mereka.


"kita mau kemana? masih lama?"tanya Mila lagi karena tidak tau arah tujuan kemana.


"tenang saja... sebaiknya kamu istirahat saja, kalau sudah sampai abang bangunkan.


"ya sudah...tapi aku enggak ngantuk, ini mobil siapa bang? mobil kantor?"tanya Mila yang penasaran.


Andi yang belum mau cerita panjang,biar aman dia jawab dengan singkat.


"ya..."


"ih...baik sekali pak Dafi pada abang, beruntung lah si Nadya..."kata Mila.


"memang baik...jadi kamu enggak beruntung?"tanya Andi.


Mila baru sadar dengan perkataan yang baru di sebutkan dan berusaha menjelaskan pada suaminya.


"bukan begitu bang... yang pasti aku juga beruntung pasti nya mendapatkan bang Andi yang baik dan tampan."kata Mila


Andi tersenyum mendengar perkataan Mila, sebenarnya apa yang di katakan istrinya ada benarnya juga.


"ya sudah...kamu tidur saja, biar kita cepat sampai."kata Andi.


Mila mengangguk dan melihat jalan di luar sehingga dia pun tertidur dengan sendirinya.


Andi membawa mobil dengan tenang tidak ada pertanyaan dari Mila.


Menempuh perjalanan tiga jam dari kota mereka tinggal, sehingga Mila tertidur pulas.


Tak berapa lama kemudian mereka pun sampai di tujuan.


"Mila...kita sudah sampai... bangun..."Andi membangunkan istrinya.


"mmmhhh...kita sudah sampai? di mana ini?"tanya Mila sambil mengucek mata melihat di sekeliling tempat mereka berhenti.


"bangun...kita sudah sampai."kata Andi membuka pintu mobil, lalu mengambil tas pakaian mereka berdua.


Mila yang masih baru sadar belum semua nyawa menyatu,lalu terduduk kerana posisi kursi di turunkan biar seperti posisi tidur.


Andi membukakan pintu mobil agar Mila keluar."yuk...kita cek inn ."ajak Andi.


Keluar dari mobil baru dia sadar mereka berdua berada di mana."lho... katanya mau ke puncak? kok malah ke danau XX?"tanya Mila


"iya... rencana abang seperti itu, tadi pas waktu mau pulang... ternyata ada amplop dai atas meja... ternyata bos Dafi yang memesan semua ini "Andi menjelaskan pada Mila.


"jadi yang ke puncak itu kan sudah abang pesan?"tanya Mila.


"enggak apa apa..."jawab Andi sambil mereka berdua berjalan masuk ke dalam menuju resepsionis.

__ADS_1


"ih...kan sayang... lebih baik berikan pada seseorang."kata Mila.


Andi tersenyum pada istrinya sekaligus lucu, masih bisa berpikir seperti itu.


"Jangan khawatir... sudah abang berikan pada Leli, jadi mereka sekeluarga berangkat ke puncak."kata Andi.


"oh... seperti itu... pantesan abang pinjam mobil kantor ya...?"tanya Mila lagi.


"iya...kita cek inn... setelah itu mau kemana?"tanya Andi.


"cek in saja dulu... nanti kita pikirkan."jawab Mila.


Maka Andi pun yang cek in sementara Mila menunggu di ruang resepsionis,tak berapa lama kemudian Andi pun selesai dan mengajak Mila untuk ke dalam kamar.


Di temani bill boy yang menunjukkan kamar , dan ternyata ada di lantai dua. sehingga kalau mau turun tidak begitu jauh.


"terima kasih..."kata Andi pada bill boy dan tak lupa memberikan tips.


Mila yang sudah di dalam melihat suasana kamar yang ternyata begitu mewah. Ternyata tipe yang di pesan Dafi adalah suite room.


Suite Room adalah tipe kamar di atas Junior Suite Room. Ukuran satu kamar Suite Room bisa mencapai luas 80 meter persegi dengan fasilitas yang nggak kalah mewah dari Junior Suite Room. Kamu bahkan bisa menemukan mini pantry atau dapur pribadi layaknya kamar apartemen.


Mila yang baru ini menginap di hotel dengan tipe kamar seperti ini, takjub melihat fasilitas kamar.


"Masya Allah...ini hotel atau apartemen yang ada di TV?"kata Mila.


"kamu senang...?"tanya Andi


"senang sekali bang... apalagi kalau gratis..."kata Mila dengan jujur.


"bang...kita jalan jalan keluar dulu ya..."kata Mila karena mereka sampai di lokasi danau di sore hari.


"sudah sore... mandi aja dulu, setelah magrib saja kita jalan di seputaran danau "kata Andi.


"kalau malam seperti nya enggak indah..."kata Mila.


"mandi saja dulu... sebentar lagi azan."kata Andi.


Mila mengikuti perintah dari Andi, sebenarnya dia malas untuk mandi karena suasana yang dingin. Tapi mana mungkin enggak mandi karena badan terasa lengket dengan keringat.


Tok...tok...tok...


"Mila...jangan lama lama... sudah azan magrib, abang juga mau mandi biar magrib berjamaah kita."kata Andi dari luar kamar mandi.


"iya... sebentar..."jawab Mila dari dalam, Mila dengan cepat langsung selesai.


Keluar kamar mandi dengan sudah memakai baju,dia takut menggoda suaminya karena masih mau jalan keluar malam ini.


Andi melihat Mila yang sudah berpakaian lengkap, tersenyum melihat tingkah istrinya.


"kenapa bang? ada yang lucu?"


"lucu saja sama kamu... pakai baju saja di kamar mandi."kata Andi.


"ih...biar saja... nanti kalau pakai handuk...itu namanya menggoda abang... enggak jadi kita jalan malam ini."kata Mila


"kita jalan aja dulu... setelah itu baru kita..."kata Andi masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Mila yang mengambil mukena untuk melaksanakan sholat magrib, hanya tersenyum karena memang sudah terlalu lama Andi puasa menunggu untuk melakukan...


Sepuluh menit kemudian Andi keluar dengan memakai handuk di pinggang, mencari keberadaan bajunya.


"baju di atas tempat tidur bang..."kata Mila melihat Andi mencari sesuatu.


Pakaian yang di atas tempat tidur memang sudah lengkap dengan pakaian dalam dan sarung untuk sholat magrib.


Setelah rapi Andi yang menjadi imam untuk melakukan shalat berjamaah, ini adalah sholat berjamaah mereka berdua.


Tok...tok...tok...


Pintu di ketuk dari luar, Andi yang sengaja membuka pintu kamar. Ternyata pihak hotel datang membawakan makanan untuk mereka."pak...ini makan malamnya..."


"maaf...saya enggak ada pesan."


"ini fasilitas paket hotel bapak."


"oh... seperti itu...ya sudah...bawa ke dalam."kata Andi membuka pintu.


Pihak hotel pun masuk ke dalam untuk menyusun makanan yang bawa. Andi sebenarnya terkejut juga karena tak menyangka mendapatkan fasilitas seperti ini.


Tiba tiba ada chat masuk ke HP, lalu di bukanya.


"Selamat Menikmati Honeymoon...Tancap Gas...Biar cepat dapat momongan..."


Dafi


Tersenyum mendapatkan pesan dari sahabatnya lalu langsung menjawab pesan tersebut.


" A...min... Terima Kasih Bos Atas Surprise Yang Di Berikan... Semoga Bos Murah Rezeki Dan Sehat Selalu...."


Andi


Setelah selesai di susun makanan mereka,tak lupa memberikan tips.


"kalau begini... enggak jadi keluar kamar... setelah makan ya... tancap gas..."kata Andi dalam hati.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote..


Terima kasih


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2