Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.202


__ADS_3

Hari berganti dan tak terasa sudah satu bulan berjalan, Andi melaksanakan syarat yang di minta oleh ayah Mila. Tapi karena banyak nya pekerjaan jadi dia belum juga mendatangi rumah Mila.


Mila yang sebenarnya sudah menunggu ke datangan Andi tapi belum juga tiba, sementara ayah yang ingat dengan kesepakatan tapi mana mungkin dia yang bertanya duluan sebab anak perempuan di pihaknya.


Hari sudah malam Andi yang baru selesai meeting di luar bersama Dafi, selesai jam sepuluh malam dan mereka berpisah di tempat pertemuan dengan klain.


"Sudah malam bos...kita mau kemana lagi?"


"ya kita pulang... kalau pulang lewat jam dua belas malam... pintu kamar bisa di kunci Nadya...masa aqu tidur di kamar Nisa!"


Dafi menjelaskan sambil memeriksa berkas dan memasukkan kedalam tas, Andi yang naik sepeda motor jadi dia yang membawa berkas.


"oh... begitu ya..."


"makanya kamu cepat nikah... bagaimana kedekatan mu dengan Mila? kalian ada hubungan kan?"


Andi yang sedikit terkejut karena Dafi kok bisa tau padahal dia tidak pernah cerita.


"bos... ngomong apa sih? hubungan apa?"


"is... kamu enggak usah menghindar, sebenarnya aqu sudah tau sejak acara aqiqah Arkan. Di situ kamu kelihatan sekali curi pandang dengan Mila,aqu sudah lihat itu"


"bisa aja bos ini, kita pulang saja sekarang "


Andi berusaha mengalihkan percakapan dengan Dafi.


"aqu yakin kalian ada hubungan, kalau hari ini kamu enggak cerita jadi besok aqu akan minta jawaban "


Dafi sambil berjalan keluar menuju parkiran mobil sementara Andi ikut di belakang ke parkiran motor, sebelum berpisah Dafi mengingatkan kembali pada sahabat nya itu.


"ingat ya Andi... besok aqu tunggu jawaban mu"


Andi menelan ludah mendengar perkataan Dafi yang serius"kenapa bos Dafi serius sekali?"kata Andi dalam hati


sementara perkataan Dafi tidak di jawab nya hanya mengangguk dan garuk kepala yang tidak gatal.


Mereka berdua pun berpisah ke bagian parkir dan menuju rumah masing masing.


Andi sampai ke rumah jam sebelas malam,dia membawa mobil dengan jalan yang pelan sambil berpikir dengan perkataan sahabat nya tadi.


Membawa kunci rumah sendiri, biasanya setelah jam sepuluh kalau Andi belum pulang maka ayah mengunci dari dalam agar kalau Andi pulang tak perlu membangunkan orang.


Masuk ke dalam rumah dengan lampu mati tapi ruangan keluarga lampu memang sengaja di hidupkan biar ada cahaya.


Ke dapur untuk mengambil air putih dan minum di meja makan.


Terdengar pintu kamar terbuka yang menandakan ada yang keluar kamar dan Ternyata mamak yang keluar dan melihat ada seseorang yang duduk di meja. Karena penasaran maka mamak pun menanyakan.


"Andi...kamu nya itu?"


Berjalan menuju meja makan


"iya Mak...ini Andi lagi minum"


Mamak pun mendekati anaknya dan mau menanyakan sesuatu.

__ADS_1


"sudah pulang kamu Andi? jam berapa sampai?"


Melihat ke arah jam dan ternyata sudah lima belas menit dia duduk di meja makan


"lima belas menit yang lalu Mak? mamak ngapain keluar?"


"mamak tadi belum tidur mau ambil minuman untuk di kamar"


Setiap hari kalau tidur biasanya mamak membawa air putih ke kamar,apa bila terjaga dan haus di malam hari maka tinggal minum saja.


"oh... seperti itu"


"kamu kenapa? biasanya langsung masuk kamar...apa yang kamu pikir kan nak?"


Menghirup udara panjang menjawab pertanyaan mamak.


"Mak... sebentar nya Andi sudah minta izin ta'aruf dengan seseorang dan Alhamdulillah sudah selesai... jadi insha Allah besok Andi mau jumpai orang tua nya, karena baru satu syarat yang Andi lalui.


Mamak mengerutkan keningnya tapi dia bahagia mendengar berita yang di katakan Andi.


"Alhamdulillah... mamak senang mendengar nya nak... menurut mamak mana ada orang tua mempersulit untuk kebaikan anaknya"


"tapi ini lain Mak..."


"ah...itu perasaan kamu saja, kalau begitu besok mamak ikut ke rumah calon mu itu, mamak mau tau apa sih syarat selanjutnya"


kata mamak pada anaknya.


"enggak usah la Mak...biar Andi sendiri saja, mohon doa restunya saja"


"mamak akan memberikan doa restu tapi ada syaratnya..."


Menggaruk kepalanya mendengar syarat dari mamaknya pula sehingga membuat Andi mengusap wajah nya.


"apa pula syarat nya Mak?"


"kalau mau dapat restu dari mamak ya besok pokoknya mamak ikut ke rumah calon mu itu..mana mungkin ada syarat lagi "


Andi yang melihat mamak yang semangat jadi dia pun tidak bisa menolak.


"mana mungkin qu tolak permintaan mamak, kalau mau dapat doa restu "


kata Andi dalam hati dan mengangguk sambil melihat mamaknya.


"kenapa kamu mengangguk? masa bilang iya saja susah "


"iya mak... besok bisa ikut dengan Andi ke rumah Mila"


"oh...nama calon mu itu Mila?. seperti nya mamak pernah mendengar nama itu? tapi di mana ya..."


Andi yang keceplosan sedikit kaget dengan perbuatan nya."Astaghfirullah hal'azim... kenapa aqu keceplosan ya..."


"di mana ya Andi...nama Mila mamak dengar?apa di warung?"


Mamak yang mengingat ingat di mana dia dengar nama Mila.

__ADS_1


"itu loh Mak...di rumah Dafi, mamak pernah bertemu dengan dia tanpa sengaja"


"di rumah Dafi...di mana nya ya..?"


Sambil mengingat ingat di mana dia pernah bertemu dengan Mila dan dia pun ingat saat kejadian Bu Nani yang mengenalkan seorang perempuan saat mereka mau pulang.


"oh...iya ...di rumah Dafi, saat mau pulang trus Bu Nani mengenalkan si Mila teman anak menantu nya."


Mengangguk karena malu pada mamak, sebentar nya juga Andi mau memperkenalkan mamak dan Mila saat setelah selesai melaksanakan syarat pertama.


"ih...kamu kok ngangguk saja... jawab mamak kenapa"


"iya Mak...mamak pernah bertemu dengan Mila saat acara aqiqah Arkan"


Andi menjelaskan pada mamak nya.


"jadi betul itu anaknya?"


"iya Mak... memang dia lah orang nya"


Kata Andi dengan suara pelan.


"Alhamdulillah...mamak lihat orang nya sopan dan cantik, kalau tau kemarin pasti mamak akan ajak dia ke rumah "


"Andi enggak cerita waktu itu takut nya nanti enggak jadi,kan Andi jadi malu "


"owalah nak...kamu seharusnya juga sudah berkeluarga,la yang di malukan?"


"iya Mak... sudah ya...mau masuk kamar hari juga semakin larut "


"iya...tapi ingat... besok mamak harus ikut, ayah juga ikut "


"iya...itu saja dulu, lagian mamak dan ayah saja, kalau bisa Leli enggak boleh ikut "


"baik lah kalau begitu,kamu masuk lah...mamak juga mau ke dapur ambil air putih untuk jaga jaga nanti malam kalau haus"


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa...


like...like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


terima kasih


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2