Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.247


__ADS_3

Mendapat rezeki yang tak di sangka membuat orang Mila sedikit terkejut, mereka tidak mengharapkan apapun dari menantu nya. Yang penting anak mereka di jaga dan hidup bahagia sudah cukup.


Mama baru ingat cerita Mila tadi sore.


"oh... gini yah...Andi berusaha untuk adil pada kedua orang tua, biar murah rezeki."kata mama


"mama tau dari mana?"tanya ayah


"Mila tadi curhat sama mama... tentang Andi memberikan bulanan pada orang tua nya. Pertama Mila enggak tau."


"jadi sekarang sudah tau?"


"sudah... dari adik nya Andi, Trus yah...Mila bilang enggak keberatan karena itu memang tanggung jawab anak laki laki."


"oh... begitu."


"iya...trus Andi merasa enggak enak gitu...jadi dia berusaha untuk adil sama mertua juga."kata mama.


"oh...jadi seperti itu... makanya dia memberikan uang ini di paper bag."


"paling Andi bingung bagaimana cara memberikan pada kita."


"jadi uang ini mama simpan ya..."


"mmmhhh... kalau bisa sedikit rezeki di berikan pada yang membutuhkan."


"iya ayah... nanti mama masukkan ke celengan infaq."


"mmmhhh bagus lah...tapi ada lagi orang yang membutuhkan, sedikit saja."kata ayah mengulurkan tangannya."


"ayah mau...kenapa enggak bilang dari tadi..."kata mama memberikan tiga lembar uang merah.


"terima kasih ya ma... sudah malam...kita tidur sekarang ya..."ajak ayah.


Mereka pun masuk ke dalam kamar karena sudah mulai ngantuk dan sudah jam setengah sebelas.


Sementara itu di dalam perjalanan pulang ke rumah Andi mau mengajak Mila makan di pinggir jalan.


"Sayang...kita makan di pinggir jalan mau?"tanya Andi.


"makan apa? kalau nasi aku enggak mau, tadi juga sudah makan nasi."jawab Mila


Andi berpikir sejenak apa yang cocok di makan bersama selain nasi.


"mie mau?"tanya Andi lagi.


"enggak...sama aja makan karbo... apa ya... yang enak di makan?"kata Mila berpikir


Mereka menyusuri jalan dan Mila melihat ada yang pas di lidah saat ini.


"makan sate bang...mau?"tanya Mila

__ADS_1


"boleh...abang juga mau."jawab Andi.


Tempat jualan sate yang enak Andi cari, dan tak jauh dari mereka sekarang.. Turun dari mobil mencari tempat yang enak untuk duduk, ternyata ada sepasang suami istri (pasutri) yang mereka kenal.


"bang...itu kan Nadya?"kata Mila menunjuk ke arah yang lagi duduk berdua.


Yang di tunjuk tidak melihat ke arah pengantin baru, lalu mereka mendekat.


"lagi makan bos?"sapa Andi


Dafi melihat ke arah sumber suara yang ternyata adalah sahabatnya.


"eh... pengantin baru...makan di sini juga? duduk...duduk..."kata Dafi.


Nadya yang melihat Mila ikut serta langsung memeluk nya.


"Mila...aku rindu... sehat kan?"kata Nadya.


"Alhamdulillah... sehat...aku juga rindu..."kata Mila pula.


Para suami melihat kehebohan para istri mereka, karena sudah lama tidak berjumpa membuat keduanya ingin ngobrol bersama.


"pak suami...kami duduk berdua bersama... maklum lah sudah lama enggak jumpa...dan sudah lama sekali enggak hang out berdua."kata Nadya penuh semangat.


Mengajak Mila duduk di seberang mereka tapi masih terlihat oleh para suami, Makanan Nadya di bawa nya pindah sementara Mila langsung di pesankan.


"Mila... setelah menikah dengan bang Andi, bagaimana rasanya?"tanya Nadya


"tadi aku baru pasang IUD, bang Dafi saja pulang nya sore... umur Akra saja mau dua bulan...baru sekarang sempat pasang nya."kata Mila.


"jadi setelah empat puluh hari bagaimana?"


"ya... sebelum pasang IUD... enggak ada campur lah...anak sudah dua dan masih kecil... teringat nya kalian tinggal di mana?"


"kami tinggal di perumahan type 36 dekat rumah orang tua bang Andi."


"aduh... kenapa type 36? seingat ku..kata bang Dafi kalau bang Andi itu punya rumah berbagai type, sertifikat rumah saja simpan di kantor."kata Nadya.


Mila mendengar kan apa yang Nadya katakan


"memang bang Andi bilang di situ sempit...belum sempat lihat yang type 45."


"type 45 itu juga kecil Mila...coba tanya type di atas nya...biar kalau punya anak enggak selalu pindah."kata Nadya.


"gitu ya... teringat nya kenapa sertifikat rumah bang Andi penyimpanan nya di kantor?"tanya Mila tak percaya.


"mana aku tau...bisa saja dia enggak percaya dengan keluarganya, tapi dia kan sayang dengan keluarga."kata Nadya.


Sate pesanan Mila pun sampai,dia langsung memakan nya dan tetap bercerita dengan sahabatnya.


"iya...aku tau dia sayang keluarga, tapi enggak masalah."

__ADS_1


"kapan ya kita jalan berdua seperti dulu lagi? aku kangen masa itu..."kata Nadya.


"kamu yang punya dua anak... kalau aku...oke saja...tapi harus izin suami juga."kata Mila


"nanti aku pikirkan... kalau ada waktu akan aku kabari..."kata Nadya.


Mereka pun makan bersama tanpa menghiraukan para suami yang lagi memperhatikan mereka.


"Dari mana kalian Ndi?"tanya Dafi.


"Dari rumah mertua... ngambil baju kerja Mila....bos dari mana?"jawab Andi


"Dari klinik bersalin...biasa lah... pasang alat KB, takut kebobolan...anak kami sudah dua."kata Dafi.


"dua itu masih sedikit... masih bisa nambah."kata Andi.


"anak masih dua bulan... mau nambah? kamu saja lah... cepat dapat momongan."kata Dafi.


"a...min... semoga cepat mendapatkan hasil."kata Andi.


Para istri sudah selesai ngobrol nya jadi kembali mendekati para suami.


"sudah selesai ngobrol nya?"tanya Andi.


"sudah... makanya kami ke sini...mau temani lara suami makan."kata Nadya.


Nadya memang sangat lapar karena dia adalah ibu menyusui, biasanya cepat lapar.


"sweet heart...ini tambahan untuk kamu "kata Dafi yang makanannya tidak mau di ganggu.


"terima kasih...bang Dafi sengaja pesan lagi... takut jatahnya akan berkurang karena aku suka ambil sesuka hati ku."kata Nadya.


Para suami pun makan di ikuti oleh para istri,


makan sate yang banyak daging dan lontong nya.


Nadya yang sudah selesai makan tiba tiba gelisah dan melihat jam di HP.


"bang... masih lama?kok aku tiba tiba teringat arka."kata Nadya.


"iya... sebentar lagi habis makanan kita langsung pulang saja."jawab Dafi.


Dengan cepat Dafi menghabiskan makanan yang ada di depan matanya, tak sampai lima menit pun habis. Teringat anaknya arka di rumah bersama baby sitter dan Bu Nani yang selalu menjaga,tapi karena istrinya khawatir maka dia pun ikutan juga.


"Andi...kami duluan ya... besok jangan lupa... meeting sampai sore...ada infestor besar yang mau kerja sama."kata Dafi yang langsung berjalan keluar.


"Mila... nanti kita chat ya...biar bisa hang out..."kata Nadya mengikuti langkah suaminya di depan.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2