
Setelah sholat magrib selesai dilaksanakan maka dia pun bersiap dengan pakaian rapi untuk ke rumah mila, pas keluar kamar ternyata mamak sudah ada di depan pintu, melihat Andi dengan pakaian rapi dan wangi.
"mau kemana kamu Andi?"
Andi yang di tanya mamak sedikit bingung menjawab pertanyaan "kenapa saat ini aqu bingung menjawab pertanyaan mamak ? biasanya qu jawab ada pekerjaan."
"hhhmmm...itu mak...ada kerjaan."
Mamak melihat tingkah laku dan jawaban yang seperti di cari cari karena tak biasa seperti itu, insting seorang ibu akan leka dengan tingkah anaknya walaupun anak tersebut sudah besar.
"oh...tapi mamak sudah siapkan makan malam,ayo lah kita makan bersama...ayah sudah menunggu."
Ajakan mamak membuat Andi tidak enak hati untuk menolaknya , dia mengikuti ajakan mamak. Ayah yang baru selesai sholat di masjid dekat rumah, duduk di meja makan sendirian.
"sudah rapi kamu Andi?! tidak biasanya sewangi ini"Ayah memperhatikan Andi.
Duduk di meja makan di samping ayah dan mamak di samping sebelah kanan.
"Andi mau keluar tapi dia ikut makan dengan kita,ayo makan sekarang mumpung cucu cucu belum datang."kata mamak.
Di rumah orang tua Andi memang dekat dengan rumah abang,kakak dan adik Andi, sehingga ponakan selalu ada di rumah, tempat ngumpul para cucu.
Biasanya kalau malam mereka jarang datang paling kalau malam libur baru kumpul semua di rumah orang tua Andi.
Duduk makan bertiga di meja makan menyantap makan malam.
"Alhamdulillah...malam ini Andi bisa makan bersama kita"
Mamak melihat anak yang jarang ikut makan bersama.
"ya ayah... Alhamdulillah... sekarang kita makan saja dulu, Andi ada kerjaan"
Baca doa terlebih dahulu barulah makan bersama,makan malam dengan menu masakan mamak yang sederhana.
Walaupun sederhana tapi pasti nya enak dan tanpa sadar makannya tambah.
Menikmati masakan rumah yang lezat dengan cepat karena mau keluar menepati janji pada keluarga Mila.
"pelan makannya Andi, siapa yang menunggu?"
mamak yang melihat Andi terburu buru.
Tapi Andi hanya mengangguk karena makanan di mulut nya sudah penuh jadi susah untuk menjawab.
Sudah selesai Andi pun minum air putih dan melihat kedua orang tua nya yang masih makan, melap mulut dengan serbet.
"Mak...Andi ada urusan, mohon doa restu dari mamak dan ayah"
Untung lah di piring mamak sudah habis jadi dia bisa menjawab pertanyaan dari Andi.
"mohon doa restu? kamu mau ngapain? seperti mau nikah saja"
"Do'akan ya Mak, semalam Andi ketemu orang tua teman perempuan,"
"lalu...apa hubungannya?"
__ADS_1
"Gini Mak... dengan orang tua teman Andi itu, mau mengajak anaknya ta'aruf. jadi malam ini jawaban nya"
"apa...kamu sudah ada calon untuk ta'aruf?"
"ya begitulah...jadi Andi minta doanya... semoga di terima, aman dan lancar."
Mendengar kabar dari Andi yang mau ta'aruf membuat hati mamak senang sekali karena kabar ini yang sudah lama dia nantikan.
"Alhamdulillah... kalau bisa mamak mau ikut, boleh?"
Melihat jam yang sudah berjalan belum lagi waktu yang terus berjalan.
"tapi Mak... lebih baik enggak usah dulu, kalau jawaban yang menggembirakan... secepatnya Andi bawa Mila berkenalan dengan mamak"
Ayah dan mamak saling bertatapan lalu melihat ke arah anak mereka.
"ya sudah... biarkan Andi menyelesaikan urusan ini dulu, kalau di terima kamu bawa juga kami bertemu dengan kedua orang tua perempuan itu " ayah yang memberikan masukan pada anaknya.
"baik ayah... kalau begitu Andi pamit dulu, mohon doa restu " Andi menyalim kedua orang tua nya
Setelah mendapat restu dari kedua orang tua dengan langkah kanan Andi membaca "Bismillah... semoga di terima dan lancar"
sambil berjalan menuju keluar rumah.
Tak memakan waktu yang lama akhirnya pas selesai azan isya berkembang jadi Andi singgah dulu ke mesjid dekat rumah untuk melaksanakan sholat isya berjamaah.
Ternyata setelah mengambil air wudhu masuk ke mesjid sudah takbir, masuk ke saf ke dua paling ujung Andi ikut sholat isya berjamaah.
setelah selesai sholat dia pun mengambil sepeda motor di parkiran,pas mau jalan keluar ada seseorang yang menepuk pundaknya.
Andi menoleh ke arah sumber suara ternyata yang menepuk pundaknya adalah ayah Mila.
"eh...bapak? jadi bapak sholat nya di sini?"
"iya... namanya juga pensiun jadi enggak ada kegiatan,jadi pas sholat berjamaah langsung ke mesjid. Lagian pahala nya besar"
"kalau begitu kita sekalian saja pak dan satu tujuan."
Ayah Mila pun menyetujui permintaan Andi untuk menuju rumah. Sampai di depan pintu rumah Ayah Mila turun dan masuk ke dalam.
Sementara Andi mengikuti dari belakang.
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikum salam masuk saja ya nak..."
Ada suara ibu ibu yang menjawab salam.
Andi masuk dan duduk di kursi tamu sendirian tanpa ada yang menemani.
Lima menit kemudian Ayah ke ruang tamu untuk berbincang dengan Andi.
"kamu sudah makan?"
Ayah Mila menanyakan pada Andi,mana tau belum makan.
__ADS_1
"sudah pak tadi sebelum ke sini mama saya mengajak makan jadi kami makan bersama "
"oh... begitu ,saya pun sudah makan tadi setelah magrib. Kalau belum biar Andi makan dulu"
"sudah pak... terima kasih "
Tak lama tiba tiba Mila ke ruang tamu membawa dua gelas teh hangat lalu meletakkan di depan ayah dan Andi
"Mila...kamu duduk di kursi yang sama"
ada dua set kursi tamu di rumah Mila,tak lama mama Mila ikut nimbrung bersama.
Ayah yang di tuakan saat ini akhirnya memimpin pembicaraan.
"Semalam...Andi mengungkapkan isi hatinya untuk ta'aruf dengan Mila."
"ya pak..."Andi yang sebenarnya sudah tak sabar mendengarkan jawaban.
"Tapi saya ada syarat untuk kamu Andi."
"baik pak...insha Allah syarat nya bisa saya laksanakan"
"a...mi...n"
Ayah yang melihat ke arah putrinya yang menunduk.
"Mila...ayah mau tanya... apakah kamu bersedia menjalankan ta'aruf bersama Andi."
Mila yang menunduk pun melihat ke arah ayah dan Andi dengan gemetar akhirnya Mila pun menjawab pertanyaan Ayah.
"baik ayah...insha Allah saya bersedia ta'aruf dengan bang Andi"
Mendengar jawaban Mila membuat hati Andi senang dan berbunga bunga, ingin rasanya menjerit atau melompat kegirangan tapi itu mana mungkin... karena sekarang berada di rumah orang tua Mila.
Ayah yang melihat kearah mereka berdua,dalam hati ayah... "ternyata Mila juga suka dengan laki laki itu".
"Alhamdulillah... kabar yang baik kita dengar tapi ada syarat dari saya, apakah Andi bersedia menerima tantangan"
melihat ke arah semua orang yang di ruangan tersebut.
BERSAMBUNG...
*****
jangan lupa
like...like...like...
add favorit
komentar yang membangun
terima kasih
🙏🙏🙏🙏
__ADS_1