
Mendengar perkataan Dafi yang ingin menikah dengan anaknya pak Arif tidak keberatan,tapi sekarang ini Nadya belum sembuh, masih baru lewat dari masa kritis."kami enggak becanda-kan?"tanya pak Arif
"tidak pak,saya serius"jawab Dafi tegas.
"Sudah kamu bicarakan sama Nadya?" tanya pak Arif.Dafi diam saja karena dia belum ada kesempatan untuk bicara? baru aja siuman dari koma kemarin dan tadi siang! Dafi berkata dalam hati.
"belum pak, karena keadaan Nadya juga belum fit"jawab Dafi.
"sama mamanya sudah di bicarakan?" tanya pak Arif lagi
"belum juga pak, baru sama bapak lah saya bicarakan"kata Dafi
Pak Arif bingung sama Dafi, kenapa dia mau secepatnya menikah sama Nadya? Padahal Nadya belum sembuh. Apakah ini bukti tanggung jawab nya? itulah di pikiran pak Arif. kenapa? kenapa? dan kenapa?
"saya mau tanya, kenapa kamu mau secepatnya menikah dengan Nadya? Coba berikan alasan yang tepat agar saya yakin dengan mu? Nadya itu anak perempuan saya satu satu nya, saya tidak mau terjadi apa apa dengan dia!" kata pak Arif
"alasan saya untuk menikah secepatnya dengan anak bapak karena saya memang sudah yakin dengan dia. Karena kecelakaan ini saya juga mau mengurus Nadya. Kalau untuk sekarang ini, gerak saya untuk ikut membantu Nadya sembuh Terbatas. Sebab kami bukan muhrim, itu saja pak alasan saya" jawab Dafi mantap.
"Baik lah kalau begitu, bapak akan bicarakan dengan mamanya dulu".
"iya pak"jawab Dafi
"Tapi bapak minta tolong, jangan dulu kamu bicarakan sama Nadya.Biar lah kami sebagai orang tua yang terlebih dahulu menayangkan pada Nadya dan akan memberi masukan kepada nya"pak Arif menjelaskan.
"iya pak, saya harap secepatnya saja"kata Dafi
"oke lah kalau begitu, saya mau jumpa dokter dahulu"kata pak Arif
"saya sementara pamit dulu pulang ke rumah, nanti sore saya datang lagi pak. karena dari kemarin saya belum ke rumah"Dafi berpamitan pada pak Arif
"hati hati di jalan"pesan pak Arif
"iya pak, salam sama Tante dan Nadya",kata Dafi
"oke"jawab pak Arif
Setelah pembicaraan antara Dafi dan Pak Arif, mereka pisah di kantin dan jalan ke tempat tujuan masing-masing. Pak Arif menjumpai dokter dan setelah itu dia kembali ke ruangan Nadya.Sementara Dafi kembali ke rumah untuk membicarakan niat nya ke Bu Nani mamanya. Dan juga sudah rindu pada Nisa anaknya.
Pak Arif menjumpai dokter Ilham yang menangani Nadya untuk selanjutnya. Mendengar penjelasan dokter tentang keadaan Nadya membuat pak Arif sedikit Shok atau terpukul. Dia tidak menyangka kalau kemungkinan Nadya tidak bisa untuk berjalan sementara waktu,harus memakai kursi roda. Walaupun tidak permanen tapi itu sangat sulit keadaan nya. Bagaimana aqu menjelaskan keadaan Nadya pada Nilam? bagaimana juga aqu menjelaskan pada Nadya? ya... Allah...beri kekuatan hamba untuk menjelaskan semua ini pada anak dan istri hamba.Pak Arif berkata dalam hati.
Menuju ruangan Nadya rasanya sangat berat untuk melangkah ke sana. Tapi semua ini harus di sampaikan pada mereka.
"Assalamualaikum..."pak Arif memberi salam dan masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
"wa'alaikum salam... ayah ternyata, bagaimana ayah hasil nya? apa kata dokter?" tanya Bu Nilam
"mama sudah makan?"tanya pak Arif
"belum ayah, tapi tadi ada roti tawar dan selai di bawa Dafi. jadi mama makan itu aja untuk ganjel" jawab Bu Nilam.
"mau apa biar ayah belikan" kata pak Arif
"enggak usah, mama masih kenyang" jawab Bu Nilam.
Karena Bu Nilam tidak mau di belikan makan siang, akhirnya pak Arif melihat kondisi Nadya anaknya.
"ma... bagaimana dengan Nadya? sudah bangun?" tanya pak Arif
"tadi sudah bangun,mama kasi makan, lalu minum obat.eh...tertidur lagi, terus mama tanya perawat.memang seperti itu Bu, itu obat penenang biar cepat pulih" Bu Nilam menjelaskan pada pak Arif.
"Sebelum jumpa dokter, Ayah ngobrol panjang sama Dafi" kata pak Arif
"Alhamdulillah... akhirnya ayah dan Dafi sudah tidak ada perang dingin"kata Bu Nilam sambil tersenyum pada pak Arif
"Kata Dafi dia mau secepatnya menikahi Nadya" kata pak Arif sambil melihat Nadya, karena untuk sementara jangan tau dulu. sebaiknya dia diskusi dulu sama Bu Nilam istrinya.
"ah....masa sih"kata Bu Nilam tak percaya
"karena kondisi Nadya masih seperti ini, masih dalam pemulihan"kata Bu Nilam.
"kok bisa Dafi berpikir seperti itu? biasanya kalau ada kejadian seperti ini, calon nya malah pergi.tidak mau bertanggung jawab. Dan memutuskan atau membatalkan pertunangan sepihak"kata Bu Nilam sambil mencari banyak alasan.
"itu lah ma...tadi ayah tanya sama dia.beri alasan yang kuat agar kita menerima keputusan nya"kata pak Arif lagi
"jadi apa alasannya?"tanya Bu Nilam dengan penuh tanda tanya di kepala nya
"alasan pertama karena dia memang dari awal sudah yakin dengan Nadya"pak Arif memberi tahu alasan Dafi. Sementara Bu Nilam dengan serius mendengarkan cerita pak Arif suaminya.
"alasan ke dua karena dia ingin ikut merawat Nadya sebagai rasa tanggung jawab. Karena mereka belum nikah dia tidak bisa ikut merawat Nadya, mereka bukan muhrim.bagaimana pendapat mama?" akhirnya pak Arif menanyakan pendapat istri nya.
"kalau mama di tanya, ya setuju saja ayah.karena mama yakin sama Dafi. Dia itu anaknya bertanggung jawab. sama mamanya dan Nisa aja dia bertanggung jawab sekali"Bu Nilam menjelaskan.
"begitu ya?" tanya pak Arif lagi
"iya lah ayah. Dafi itu anaknya si Nani, jadi mama tau bibit, bebet dan bobot nya"Bu Nilam menjelaskan pada suami yang seperti nya belum yakin.
"jadi bagaimana pendapat mama?"
__ADS_1
"mama setuju, sekarang kita tinggal menyampaikan pada Nadya aja.kita harus bisa menjelaskan padanya perlahan"kata Bu Nilam pada suami nya.
"betul ma, kita tunggu keadaan Nadya membaik dulu"kata pak Arif
Setelah perbincangan tentang Nadya dan Dafi pak Arif melihat anaknya secara dekat. Waktu ngobrol tadi mereka di ruangan tamu ruangan tidak jauh dari Nadya dan sambil ngobrol mereka bisa melihat anaknya.apakah anaknya perlu bantuan atau sadar dari tidur nya.
"ya... Allah... semoga anak hamba secepatnya sembuh"pak Arif berkata dalam hati sambil memegang tangan Nadya."cepat sembuh nak"pak Arif membisikkan di telinga Nadya.
Melihat suaminya nya lagi melihat Nadya yang lagi berbaring, membuat Bu Nilam sedih juga.Dan mendekati pak Arif."ayah kita do'akan yang terbaik untuk Nadya"kata Bu Nilam
"iya ma"jawab pak Arif.
Mereka pun kembali duduk di ruangan tamu.
"ayah jadi tadi jumpa dokter?"tanya Bu Nilam
"jadi ma"jawab pak Arif
"bagaimana dengan hasil nya"tanya Bu Nilam
Mendengar pernyataan Bu Nilam istrinya pak Arif bingung untuk menjelaskan nya. Tapi bagaimana cara menjelaskan nya???
bagaimana dengan perasaan Bu Nilam mendengar hasil pembicaraan dengan dokter???
Apakah Nadya bersedia di percepat pernikahan dengan Dafi
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
Like...
Komentar...
add favorit...
vote...vote...vote ...
Terima kasih...
🙏🙏🙏
__ADS_1