Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.263


__ADS_3

Di sekolah atau tempat kerja Mila sekarang adalah jam pulang kerja,dia pun menunggu angkutan umum pas di depan sekolah tapi harus menyebrang karena jalan nya satu arah.


Berjalan sendirian karena dari pagi sudah berjanji tidak akan di jemput. Tidak menunggu waktu lama dia pun mendapatkan angkutan umum.


Menaiki angkutan umum adalah hal yang biasa bagi Mila, sebelum dia mempunyai sepeda motor matic. Setiap hari pulang pergi naik angkutan umum, karena mahal nya ongkos untuk kendaraan umum maka dia beli sepeda motor.


Lama perjalanan naik kendaraan umum adalah satu jam dan pas di simpang Mila naik becak ke dalam perumahan kompleks.


Masuk ke dalam rumah Mila langsung melihat pakaian yang di jemur tadi pagi.


Yang sudah kering langsung di lipat.


Masuk lah waktu ashar,dia pun sholat tapi tentu nya dia mandi terlebih dahulu. Karena capek dia tidur terlebih dahulu selama tiga puluh menit.


Tersentak karena dia mau memasak makanan untuk nanti malam."sudah jam berapa? belum masak lagi."kata Mila mencari jam di HP.


Terlihat sudah jam lima sore, dia pun bangun untuk masak di dapur. Masak nasi terlebih dahulu, setelah itu dia membuka lemari es,memasak yang dia inginkan.


Semua bahan sudah di siapkan Mila, biasanya semua jenis bawang sudah di kupas, begitu juga cabai. Tinggal mengupas jahe, kunyit atau lengkuas kalau mau di pakai.


Ambil blender jadi lah bumbu yang di inginkan.


Di saat setelah memblender bumbu, terdengar ada ketukan pintu.


tok...tok...tok...


suara pintu di ketuk.


"bang Andi sudah pulang? kok enggak ucapkan salam? mungkin mau buat aku terkejut"kata Mila dalam hati sambil berjalan membuka pintu rumah.


Kreekkk...


Mila membuka pintu, ternyata Leli yang datang.


"eh...Leli...apa kabar? mari masuk..."kata Mila tak ada firasat yang membahayakan dalam hati nya.

__ADS_1


Leli hanya diam tak menjawab tapi dia langsung masuk ke dalam rumah.


"silahkan duduk...mau ketemu dengan bang Andi? belum pulang dia."kata Mila


Mendengar Andi tidak di rumah seperti ada kesempatan yang baik untuk nya, dia pun langsung bicara.


"aku mau bicara dengan mu!"kata Leli


Deg...


Perasaan Mila sedikit kesal karena tidak menghormati nya, walaupun dia lebih muda dari Leli...tapi Mila kan istri abang nya.


"mau bicara apa?"tanya Mila yang memang tidak tau maksud Leli duduk di dekat nya.


"aku mau bicara tentang aku dan bang Andi, Selama dia menikah dengan mu... banyak sekali perubahan nya terhadap ku sebagai seorang adik."kata Leli


"maksud kamu Leli... aku tak mengerti...",kata Mila


Leli yang memang sudah tidak suka pada Mila, apa lagi setelah menikah Andi mulai tidak peduli terhadap nya."kan sudah ku katakan, setelah menikah dengan mu...dia berubah...tau kamu... biasanya dia selalu memberikan aku uang, permintaan ku selalu dia penuhi. Ini pasti gara gara menikah dengan mu...jadi aku di abaikan."kata Leli


Mila kaget dan sedih mendengar tuduhan yang di tujukan dengan nya."dengar Leli...aku tak pernah membatasi dia dengan keluarga nya, kamu...apa lagi mamak dan ayah...aku juga tau kalau anak laki laki itu bertanggung jawab penuh terhadap orang tua, jadi kamu jangan takut kalau dia tidak akan melupakan orang tua."kata Mila.


"lho...mamak sakit? "


"iya... cepat berikan uang nya...aku mau bawa ke dokter praktek."kata Leli pada kakak ipar yang tak mengerti adiknya itu.


Mila pun ke kamar mengambil uang di dompet, di lihat nya hanya ada tiga lembar uang biru dan satu lembar uang merah, selebihnya uang hijau dan lainnya.


"mungkin kalau ke dokter praktek Rp250000 cukup, nanti bang Andi pulang kami menjenguk mamak."kata Mila dalam hati.


Keluar dari kamar ternyata Leli sudah ada di dapur, melihat isi kulkas. Di keluarkan nya udang yang sedang dari kulkas."ternyata udang besar semalam sudah tidak ada."kata Leli dalam hati.


Melihat Mila yang sudah keluar dari kamar, dengan santai dia berkata.


"ini udang... ayah suka sekali... ku bawa ya..."kata Leli.

__ADS_1


"itu masih mentah...biar aku masak terlebih dahulu,siap magrib biar ku antar ke rumah."kata Mila menawarkan diri.


"kelamaan...biar ku bawa sekarang saja, lagian kalau sekarang kan cepat di masak."kata Leli mencari alasan.


Mila pun tak mau berdebat jadi dia memberikan nya saja pada Leli. Mengambilkan plastik kresek untuk tempat udang."ya sudah...bawa saja...ini plastik dan ini uang untuk berobat mamak "kata Mila


Uang langsung di ambil Leli sementara udang dia serahkan pada Mila untuk di masukan ke dalam plastik. Melihat uang yang di berikan Mila dia sedikit berkerut kening nya.


"hanya segini...mana cukup."kata Leli


"Maaf...hanya ada segitu di dompet ku... nanti pas bang Andi pulang...aku akan bilang untuk mengantarkan kekurangan nya."kata Mila


Mendengar Andi mau di ajak ke rumah,Leli memberikan alasan biar tidak ke rumah mamak."kalau mau datang jangan malam ini,biar dia istirahat... besok saja datang menjenguknya."kata Leli


Mila yang percaya saja, tidak menaruh curiga. Walaupun Leli kelihatan nya tidak suka pada nya tapi bagaimana pun juga dia adik suami nya, Mila menganggap kalau Leli dan diri nya masih beradaptasi.


"ya sudah...lagian bang Andi jam segini belum pulang juga, titip salam sama mamak dan ayah. Semoga cepat sembuh."kata Mila.


Leli tersenyum apa yang di katakan kakak iparnya."dasar b*d*h kamu kakak ipar ku."kata Leli dalam hati.


"baik lah kalau begitu aku pulang dulu... terima kasih, sudah mau magrib dan ke praktek dokter."kata Leli.


"Baik lah, hati hati di jalan...ini dia udang yang tadi."kata Mila.


Setelah adik iparnya itu pulang maka Mila kembali ke dapur untuk memasak."aduh... sudah jam berapa? nasi sudah masak, tinggal lauk dan sayur."kata Mila ngomong sendiri.


Dia pun memasak yang sudah dia rencanakan dan tepat masuk waktu magrib, Andi belum pulang jadi dia pun magrib sendirian."sudah magrib...bang Andi kok belum pulang? coba ku telpon dulu."kata Mila


Pas mau menelpon suaminya ternyata sudah di depan rumah.


"Assalamualaikum..."kata Andi dari luar


Mila yang mendengar suara suami nya di luar dengan senang menjawab.


"wa'alaikum salam..."jawab Mila dengan wajah yang berseri dan dia pun membuka pintu rumah.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2