Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.120


__ADS_3

"Nadya..."


tiba tiba ada seseorang yang memanggil Nadya yang lagi makan ayam crispy bersama abangnya.


Merasa namanya di panggil maka Nadya mencari asal suara dan yang memanggil nya ternyata suami tercinta."bang Dafi...kok tau kami di sini ? Dari pak mien ya..."tanya Nadya.


"iya...tadi pak mien yang kasi tau saat di kantor kasi kunci, seperti nya enak tu..."kata Dafi.


Bumil yang merasa belum puas untuk makan mengambil ayam crispy yang ada di meja"pesan aja lagi, ini punya qu"kata Nadya.


"iya...ini juga mau pesan, bang fatur mau di pesan kan lagi?"tanya Dafi pada Abang ipar yang makan dengan santai.


"sudah cukup kamu aja, coba tanya Nadya"jawab fatur.


"beli paket seperti ini aja lagi, soft drink di ganti dengan air mineral"jawab Nadya


"iya Bu"jawab Dafi.


Beli paket ayam crispy yang di sarankan oke Nadya ternyata banyak juga,tapi sudah terlanjur permintaan bumil jadi di ikuti saja."ni... paket ayam crispy yang kamu pesan, banyak kali ini. bisa habis atau tidak?"tanya Dafi pada istrinya.


"kalau enggak habis kita bawa pulang saja"jawab Nadya yang sambil menikmati makanan di hadapannya.


Terdengar suara azan berkumandang, mereka makan juga sudah selesai."kita pulang aja langsung sholat di rumah, pasti terkejar"kata Dafi.


"iya... Nadya enggak baik wanita hamil di jalanan di waktu magrib"kata fatur juga.


"ini ada lebih minta kantongan pada kasir"kata Nadya.


Sampai di rumah masih bisa mereka melakukan sholat magrib, akhirnya mereka bertiga sholat berjamaah di ruang sholat yang di pimpin oleh Fatur sebagai imam. Sementara Bu Nilam dan pak Arif sudah sholat duluan.


Setelah sholat magrib Nadya baru teringat ayam crispy yang di beli tadi."ma...ini ada ayam crispy kami beli di mall, sebelum pulang kami makan dulu di restoran siap saji"kata Nadya.


"banyak sekali ini, kamu mau makan lagi sebanyak ini ?"tanya Bu Nilam pada putrinya.


"iya ma...tadi Nadya yang banyak makan, sudah lama enggak makan ini"jawab Nadya.


"tidak boleh sering sering makan siap saji seperti ini, tidak baik untuk anakmu"bu Nilam menasehati anaknya.


"iya mama... sekali kali kok, terakhir makan sama Mila. sudah ada setahun seperti nya"jawab Nadya


Nadya yang kecapean karena setengah hari dia berada di luar."mama Nadya masuk dulu , setengah hari di luar kok capek ya ... biasanya enggak apa apa."kata Nadya pada mamanya.


"namanya lagi hamil hormon pasti berubah, di nikmati saja jadi seorang ibu"kata Bu Nilam lagi.


Nasehat Bu Nilam tidak di bantah oleh Nadya, dia mendengarkan apa yang di katakan mamanya."lihat ayam crispy gini jadi ingat sama Nisa, lagi ngapain dia ya???"kata Nadya.


"sudah seminggu lebih kamu di sini, besok coba lah pulang sebentar. Kasihan Nisa dan Nani. mereka pasti kangen sama kamu dan Dafi"nasehat Bu Nilam.

__ADS_1


"Nanti Nadya bicarakan pada bang Dafi"


"ya sudah kamu masuk sana... Dafi sudah di kamar,mana tau lagi cari kamu tapi segan memanggil."kata Bu Nilam.


Nadya masuk ke kamar dan Dafi sudah bersih dan tiduran di king size."wah... sudah rapi ternyata, mau tidur bang?"tanya Nadya.


"enggak... hanya istirahat saja"jawab Dafi.


"bang... waktu aqu makan ayam crispy tadi kok ingat sama Nisa? bagaimana dia ya? janji nya hanya seminggu, eh... enggak tau nya sudah 10 hari."kata Nadya sambil tersenyum mengingat anaknya itu.


"jadi kangen aqu bang"kata Nadya lagi.


"Deg..."


Perasaan Dafi mendengar istri nya yang menanyakan keadaan Nisa."kok seperti sehati mereka"kata Dafi dalam hati.


"kamu bersih bersih sana, nanti kita cerita ya.... sudah lama kita berdua enggak ngobrol"kata Dafi.


"oke... sebentar ya...aqu bersih dulu."kata Nadya.


"jangan mandi sayang...ini sudah malam, enggak baik buat kamu"pesan Dafi.


"mmmmhhhhh..."jawab Nadya dari kamar mandi.


Setelah bersih bersih Nadya pun mengambil baju tidur piyama"jangan pakai yang seksi, nanti bahaya... soal nya dia sudah lama puasa"kata Nadya dalam hati.


"bang aqu tidur di sudut aja,abang di pinggir"kata Nadya.


"ya... enggak apa, tadi kamu kemana aja sama bang Fatur?"tanya Dafi.


"sampai di mall kami ke lantai atas, kata bang fatur dia mau beli Hp tapi enggak jadi."


"lho kenapa?"tanya Dafi"bukannya bang fatur mau beli Hp seperti aqu?"kata Dafi dalam hati.


"enggak tau sih bang, enggak ada yang cocok katanya"jawab Nadya.


"oh... gitu... besok kalau jalan dengan bang fatur belikan aja HP seperti punya abang, karena terakhir dia lihat punya abang, dia sudah jatuh hati"kata Dafi


"apa...itu HP abang sangat mahal, sayang uang nya"jawab Nadya.


"perempuan kalau melihat barang mahal pasti stress, bang fatur itu Abang mu sweet heart anggap saja sebagai pelangkah kamu"kata Dafi.


Nadya berpikir sejenak, dia menelaah penjelasan dari suaminya yang memang masuk akal"oke lah kalau begitu"jawab Nadya


"bayar nya pakai black card yang abang kasi dengan mu"pesan Dafi.


"oke lah kalau begitu, sekarang bagaimana dengan Nisa? sehat dia-kan?"tanya Nadya.

__ADS_1


Dafi menjawab pertanyaan dengan lambat"sebenarnya kata mama dia rindu sekali dengan mu, jadi kalau bisa besok kita pulang ke rumah. bisa kan?"tanya Dafi


"besok ya...kok tiba tiba?"jawab Nadya.


"tapi kalian berdua sudah saling merindukan,jadi lebih cepat lebih baik"jawab Dafi.


"kalau seperti yang abang bilang betul juga sih,ya sudah besok pun jadi,"jawab Nadya.


"yang benar?"tanya Dafi


"iya lah...aqu kok penasaran, yang rindu ini siapa ya...?Nisa atau abang sendiri"tanya Nadya.


"ya...dua dua nya dong"jawab Dafi.


Keduanya sudah berbaring di tempat tidur tapi Dafi iseng mau melihat perut Nadya."boleh lihat anak kita?di luar saja"kata Dafi.


Nadya yang bingung perkataan suaminya menanyakan ulang"maksudnya di luar bagaimana?"tanya Nadya.


"sini berbaring dulu sweet heart, kalau berkunjung di luar seperti ini"Dafi jelaskan sambil membuka perut Nadya yang sudah mulai kelihatan walaupun sedikit.


Dafi mengusap perut Nadya dan mengajak anak yang di perut Nadya cerita"anak papa...baik Budi di dalam... kasian mamanya"kata Dafi.


"bang...jadi kalau berkunjung ke dalam..... tidak... boleh... masih puasa"kata Nadya yang sudah mengerti maksud suaminya


Dafi hanya tertawa melihat tingkah istrinya."sekarang yang belum bisa kan masih puasa?"kata Nadya.


" lagian kamu dari tadi jalan di luar, jadi kecapean"kata Dafi.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2