Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.131


__ADS_3

Mamak Dedy mendengar anaknya sudah menikah di kota sangat sedih karena dia ada calon untuk anaknya itu. Tapi bagaimana lagi? Dedy sudah membawa istrinya ke rumah,mana ada pernikahan di batalkan karena itu adalah janji seorang laki laki untuk bertanggung jawab kepada seorang perempuan.


Siska yang dari tadi hanya diam melihat Dedy dan mamaknya saling bercerita dan menjelaskan tentang keberadaan Siska."Mak... kenalkan ini istri Dedy namanya Siska"kata Dedy memperkenalkan pada mamaknya yang masih belum percaya.


Dedy mendekati Siska dan membawa kehadapan mamaknya."Siska tolong kamu Salim tangan mamak"kata Dedy berbisik pada istrinya.


Siska hanya mengangguk dan mengikuti perintah dari Dedy.


Sampai di hadapan mamak Dedy Siska mengulurkan tangannya untuk bersalaman, sementara mamak Dedy melihat Siska dari dekat lalu menyambut tangan menantunya tersebut.


"boleh saya tanya sama kamu?"tanya mamak


"boleh Bu...mau tanya apa?"jawab Siska.


Mamak Dedy melihat Siska sekali lagi"kamu betul istri Dedy?"


Siska mengangguk menjawab pertanyaan mamak.


"cantik kamu..."kata mamak Dedy.


Siska hanya tersenyum mendengar pujian dari mamak."aduh...apa lagi yang mau di tanyakan mamak Dedy?"kata Siska dalam hati.


Mamak Dedy hanya menanyakan itu pada Siska."apa yang akan qu katakan pada Siti? calonnya Dedy, sementara Dedy sudah menikah. Pasti dia akan kecewa kalau melihat semua ini."kata mamak dalam hati.


Dedy melihat kamar yang biasa dia tempati, tapi ternyata kamar tersebut berantakan."astaghfirullah hal'azim...ini pasti sudah lama tidak di bersihkan"kata Dedy ngomong sendiri sambil membersihkan kamar tersebut.


Sementara Siska dan mamak masih berada di ruang tamu atau depan."jumpa Dedy kamu di mana?"tanya mamak pada Siska.


"di kantor Bu,kami satu kantor"jawab Siska.


"oh... begitu...kamu sudah menikah dengan Dedy jadi panggil saya mamak saja, sama dengan Dedy panggil saya"kata mamak.


"i...ya...mamak..."kata Siska.


"Jam berapa kalian dari sana"tanya mamak


"semalam siang kami berangkat, sekitar 12 jam dalam perjalanan"jawab Siska.


Mamak mendengarkan jawaban Siska"pasti kamu capek ya...Dedy di belakang membersihkan kamar yang kalian tempati"kata mamak.


"sebentar mamak ambil kan minum dulu, pasti haus. kalian sudah makan?"tanya mamak lagi.


Siska tak menjawab hanya tersenyum saja.

__ADS_1


Mamak ke dapur mau melihat makanan untuk Dedy dan istri tapi dia melewati kamar yang di bersihkan anaknya itu."Dedy... kalian sudah makan?"tanya mamak


"belum Mak... terakhir tadi pagi"jawab Dedy.


Setelah bersih mamak mengambilkan seprei yang baru di cuci untuk di pasang."ini sekalian kamu pasang seprei nya"perintah emak


"ya Mak... terima kasih"jawab Dedy.


Setelah selesai membersihkan kamar Dedy kembali melihat keberadaan Siska, ternyata dia lagi melihat HP android di genggaman nya."kamu lagi ngapain?"tanya Dedy.


"lagi duduk, kenapa? tanya Siska.


"kita turunkan barang dari mobil"jawab Dedy.


"mmmhhh..."hanya itu yang keluar dari mulut nya.


Mereka berdua ke mobil mengambil barang yang masih ada di sana, Dedy mengeluarkan koper Kalisa dan punya dia tak lupa oleh oleh yang di beli Dedy."Siska kamu tolong bawa ini, kamu berikan pada mamak"kata Dedy.


Siska mengambil paket oleh oleh yang di berikan Dedy lalu di bawa nya, sementara Dedy membawa koper mereka berdua. Sampai di dalam rumah ternyata mamak mencari keberadaan mereka berdua.


"kalian berdua dari mana? mamak mencari kalian berdua"kata mamak.


"kami menurunkan koper mak"kata Dedy.


"apa ini...kamu kok repot repot segala, terima kasih..."kata mamak


"sama sama Mak"jawab Dedy.


"wah... banyak sekali ini, biasanya si Dedy kalau pulang kampung mana pernah bawa apa apa"kata mamak.


"oh... gitu ya Mak"kata Siska sambil melihat Dedy yang lewat membawa satu persatu koper mereka.


"iya...ini kamu beli banyak sekali, nanti mamak kasi ke saudara untuk di bagi bagi"kata mamak lagi.


Mamak membawa ke belakang oleh oleh yang di berikan kepada nya, Sementara Siska memperhatikan rumah Dedy yang masih di semen biasa, dia menyusuri ke dapur. Lebih kaget lagi Siska karena belum di semen sama sekali, masih tanah tapi bersih.


"Siska jangan ke sini nanti kaki kamu kotor, lantai dapur kita belum di semen. biasanya Dedy kalau pulang sedikit dikit dia yang panggil tukang untuk merapikan. Terakhir dia merapikan kamar dia sendiri,eh... ternyata berguna juga karena kali ini dia pulang bawa istri.mungkin dia sudah punya Terget untuk menikah, kalau pulang kali ini dia belum menikah mungkin mamak akan jodohkan sama Siti"Kata mamak panjang lebar menjelaskan.


Mendengarkan perkataan mamak yang panjang lebar membuat Siska melongo sampai Slavina nya keluar dan Dedy melihat hal tersebut"serius nya mendengarkan perkataan mamak sampai ngences"kata Dedy.


Secara refleks Siska melap mulut nya sendiri lalu melihat ke arah Dedy yang tertawa."puas kamu..."kata Siska mendekati Dedy sambil mencubit perut suaminya itu.


"aduh... sakit tau..."kata Dedy.

__ADS_1


mamak melihat Dedy dan Siska saling mencubit"duh... kelihatan sekali masih pengantin baru, ayo kita makan"kata mamak.


Dedy melihat mamak yang sudah menyiapkan makanan untuk makan siang dan melihat jam"sudah jam 2 ayo kita makan"ajak mamak.


"iya...Mak..."jawab Dedy mendekati mamak nya.


"kamu sudah Zuhur ?"tanya mamak


"di jamak saja , ya kan Siska?"tanya Dedy.


"i...ya... nanti saja"jawab Siska sedikit gugup."apaan itu jamak ya...?aqu enggak tau"kata Siska dalam hati.


"ya sudah kalau begitu, ayo kita makan bersama"ajak mamak.


mereka pun makan bertiga, masakan kampung yang sederhana. Sebenarnya Siska kurang suka tapi bagaimana lagi? ya harus di makannya.


Dedy melihat Siska yang dia tau kalau istrinya kurang suka,tapi bagaimana lagi?"biar saja...lama kelamaan dia akan terbiasa"kata Dedy dalam hati.


Sementara Siska melihat menu yang tersedia hanya rebusan daun dan ikan yang di sambal"aduh... bagaimana aqu bisa memakan semua ini?"kata Siska dalam hati"ayo Siska sedikit juga tak mengapa"kata Siska lagi dalam hati.


Mamak dan Dedy makan seperti biasa dan lahap mungkin karena lagi makan bersama tapi mamak juga tau kalau Siska kurang suka masakan yang dia masak."ayo Siska...kamu makan, nanti sakit"kata mamak pada menantunya.


"iya...Mak..."jawab Siska.


Siska pun makan sedikit demi sedikit asalkan perut berisi,apa lagi sekarang dia berada di kampung orang.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like...like...


add favorit...


komentar yang membangun...


serta


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2