Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.121


__ADS_3

Hari ini sudah di sepakati kalau mereka pulang ke rumah Dafi, sudah lebih dari 10 hari meninggalkan rumah. Tentu sudah rindu suasana rumah, apa lagi pada Nisa.


Pak mien sudah menjemput Nadya, jam 10 di jemput karena setelah ini mereka menjemput Nisa di sekolah, buat surprise untuk Nisa."ma...Nisa pulang dulu"Nadya pamit pada Bu Nilam.


"hati hati di jalan...dan jaga kehamilan kamu"pesan Bu Nilam.


"iya ma... titip salam pada ayah dan bang fatur"kata Nadya.


"insha Allah mama sampaikan"jawab Bu Nilam.


"Nadya...ini camilan yang kamu beli kemarin tidak di bawa pulang?"tanya Bu Nilam pada anaknya.


"untuk di sini aja..."jawab Nadya.


"o..wa...la... Nak... selera mata aja kalau belanja"kata Bu Nilam.


Kembali ke rumah Dafi tidak banyak yang di bawa Nadya,hanya tas jinjing biasa. Untuk baju kerja Dafi setiap hari di bawa pulang ke rumah karena mba Marni yang cuci. Jadi tidak banyak yang di bawa pulang.


Tak memakan waktu lama sampai ke sekolah Nisa, sampai di depan sekolah Nadya turun memasuki halaman sekolah. Ternyata anak anak sudah pada pulang ke rumah, Nadya bertemu dengan teman kerja nya dulu dan membawa bingkisan untuk di makan bersama oleh teman sejawat nya.


"eh...Bu Nadya apa kabar? jemput Nisa ya..."tanya Bu Fuji yang hari ini bertugas di depan pintu gerbang sekolah.


"iya Bu...Nisa dimana?"


"ada di dalam, biasanya dengan Bu Mila"jawab Bu Fuji.


"oh...saya ke sana dulu ya..."kata Nadya yang langsung ke dalam kelas.


Nadya masuk melalui kantor sekolah terlebih dahulu, di sana dia bertemu dengan ibu kepala sekolah. Atasan Nadya saat menjadi guru di TK.Bintang.


"Assalamualaikum...Bu..."


Nadya memberi salam saat masuk ke dalam kantor.


"wa'alaikum salam..."


jawab Bu kepala dan T.U di dalam, melihat yang datang Bu kepala langsung tersenyum.


"eh....Bu Nadya...mau jemput Nisa ya ...."kata Bu kepala.


Nadya masuk ke dalam ruangan di Salim dan peluk Bu Kepala tak lupa meletakkan bingkisan bawaan untuk di makan bersama.


"aduh... repot repot... segala...kamu apa kabar?"tanya Bu kepala pada Nadya.


"Alhamdulillah... sehat Bu...ini ada sedikit untuk di makan bersama"jawab Nadya yang meletakkan bingkisan di atas meja


"terima kasih banyak... murah rezeki ya..."kata Bu kepala sambil memperhatikan Nadya dari atas sampai bawah."kelihatan kamu pucat? lagi isi ya ..."


Nadya tersenyum malu dengan pertanyaan ibu kepala",iya Bu... Alhamdulillah..."jawab Nadya.

__ADS_1


"wah... selamat... selamat... sudah berapa bulan?ibu senang dengarnya"kata Bu kepala lagi.


"masih dua ke tiga bulan, untuk sementara harus badres"kata Nadya.


"oh... seperti itu... jangan terlalu aktif untuk sementara, banyak istirahat"kata Bu kepala.


"iya Bu...saya permisi ke kelas Mila dulu"kata Nadya.


"oh...iya...mau jumpa dengan soulmate, dia ada di kelas seperti nya"kata Bu kepala.


Nadya memasuki kelas Mila melalui dari kantor, di lihat nya suasana di sana. Itu mengingatkan pada saat dulu dia mengajar, bertemu setiap hari dengan anak anak. Dan di tempat ini juga dia jumpa dengan Dafi untuk pertama kalinya."masa yang indah"kata Nadya dalam hati.


Di ruangan Mila ternyata hanya ada dia seorang lagi mengerjakan penilaian di buku anak. Dia tidak sadar kalau lagi di perhatikan sahabatnya itu."Assalamualaikum...Bu...mau jemput anak saya, apakah sudah pulang?"kata Nadya.


Mila yang tak asing dengan suara tersebut langsung melihat ke arah suara"seperti suara Nadya"kata Mila dalam hati."kan betul ternyata kamu Nadya... wa'alaikum salam"jawab Mila.


"tumben nih jemput Nisa? apa gerangan?"tanya Mila.


"aqu memang sengaja jemput dia pulang sekalian mau pulang ke villa mertua indah"jawab Nadya.


"oh... seperti itu, baru saja Nisa keluar.",kata Mila


"biar aja dia main dulu, aqu mau ngobrol dengan mu.eh...minggu besok kita jadi nonton ya... jangan lupa"kata Nadya.


"iya... Insha Allah"jawab Mila.


Nadya yang berencana menjodohkan Mila dan fatur, dia menanyakan dulu pada temannya itu apakah sudah ada calon."Mila...kamu sudah ada calon belum?"tanya Nadya.


"calon pendamping lah, kamu enggak mau punya pendamping"tanya Nadya.


"siapa sih yang enggak mau, tapi belum jumpa kali"jawab Mila.


"kamu yang pilih pilih, kemarin di kenalkan dengan bang Andi, dokter Ilham enggak ada yang nyangkut"kata Nadya.


Mila tersenyum dengan celoteh teman nya itu, apa yang di katakan memang benar adanya.akhirnya di jelaskan pada sahabatnya kenapa tidak berlanjut."waktu kamu kenalkan dengan bang Andi kami memang jarang komunikasi mungkin dia sibuk mengurusi kalian dan kantor suami mu. jadi kami putus komunikasi, ya enggak lanjut gitu."


"Trus waktu di perkenalkan dengan dokter Ilham? kenapa juga enggak nyangkut?"tanya Nadya penasaran.


Dengan menarik nafas panjang Mila menjelaskan kenapa tidak nyangkut juga."dia itu dokter Nadya, enggak pantas dengan aqu. Aqu sempat jalan beberapa kali dengan dia sampai di kenalkan dengan mamanya, pada saat dia bilang mau mengenalkan pada mamanya aqu senang sekali karena dia berarti serius dengan qu"kata Mila dengan pandangan menerawang ke depan.


Nadya serius melihat sahabatnya itu ingin mendengar lanjutan cerita"Trus kenapa enggak nyangkut juga?"tanya Nadya.


"Ternyata mamanya enggak suka dengan qu, enggak level gitu katanya. masa anaknya dokter spesialis menikah dengan guru TK, semenjak itu aqu memblokir kontaknya. mungkin kami enggak jodoh kali, tapi di sosial media qu dia selalu like gitu"kata Mila


"yang sabar ya kamu, kenapa kamu enggak cerita sama aqu sih Mila?"kata Nadya yang sedih mendengar cerita dari temannya.


"aqu enggak mau cerita sama kamu karena kamu juga banyak masalah saat awal menikah,mana mungkin aqu menambah beban cerita lagi."jawab Mila.


Nadya yang bermaksud menjodohkan dengan abangnya, tapi bingung mau ngomong dari mana."jadi saat ini kamu masih kosong ya..."tanya Nadya.

__ADS_1


"seperti kertas aja, kosong...aqu jadi ingat teori Montessori tantang anak bagai kertas kosong"kata Mila.


"ih...aqu serius nih Mila...oh...iya...aqu lupa bang fatur titip salam untuk mu"kata Nadya.


"wa'alaikum salam..."jawab Mila yang enggak punya firasat yang lain.


Tiba... tiba... terdengar suara anak yang memanggil.


"mama...mama..."


anak tersebut langsung memeluk Nadya,


"Nisa sayang...mama rindu..."kata Nadya


Ibu dan anak itu saling berpelukan erat, Nisa memeluk erat tubuh mamanya.


"Nisa juga...kita pulang ke rumah ya ma..."tanya Nisa


"iya...kita pulang sekarang ke rumah, makanya mama jemput Nisa"kata Nadya.


"Nisa ambil tas nya, Salim Bu guru semua biar kita pulang"kata Nadya


"iya...ma..."jawab Nisa


Mereka berdua pulang ke rumah karena anak anak yang lain juga sudah pada pulang semua"Mila kami pulang ya... enggak titip salam dengan bang fatur?"tanya Nadya.


"Nadya... jangan jangan kamu mau....."kata Mila.


"ya...anda betul... wkwkwkwk"jawab Nadya


"Nadya.....kamu itu... enggak henti hentinya mencarikan jodoh untuk qu..."kata Mila dalam hati saat Nadya jalan keluar bersama Nisa.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2