Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.297


__ADS_3

Masuk ke toko bagian baju daster, banyak baju yang cantik dan kain yang adem untuk dua ibu hamil itu. Kali ini Mila yang bertanya pada pegawai toko langsung sementara Nadya melihat lihat yang ada di pajangan toko.


"mba...ada yang bisa saya bantu?"tanya pegawai toko pada Mila


Melihat di sekeliling tapi belum ada yang cocok di hati.


"saya mau daster untuk ibu menyusui...ada?"tanya Mila


Pegawai melihat di sekeliling dan mencari yang ada di simpanan nya, Mila yang tidak begitu tertarik di pajangan,jadi dia meminta pegawai memperlihatkan model terbaru.


"ada mba..."tanya Mila


Mana mungkin pegawai melewatkan kesempatan orang mau belanja, jadi dia pun menunjukkan model yang sebenarnya ada di gantungan.


"ini mba... cocok untuk ibu hamil dan menyusui..."kata pegawai.


Mila melihat model yang di tunjukkan oleh pegawai toko, tidak jelak sih...tapi Mila masih mau cari model lain.


"warna apa saja yang ada?"tanya Mila langsung


Pegawai menunjukkan beberapa warna dengan model yang sama, Mila suka dengan salah satu warna yang ada.


"minta yang warna merah itu..."kata Mila.


Memberikan baju daster warna merah, itu adalah warna kesukaan Mila.


"minta ini satu..."kata Mila langsung.


Pegawai mengeluarkan satu bungkus dan menyisihkan karena sudah punya Mila.


Nadya yang melihat Mila sudah mengambil satu mode baju daster jadi kepo, padahal dia ada membawa beberapa model baju lainnya.


"kamu beli yang mana?"tanya Nadya


Mila melihat yang di pegang Nadya yang ternyata sama model yang dia beli nya.


"lho...aku juga beli yang ini...tapi beda warna."kata Mila


Nadya melihat daster yang dia pegang, dan menunjukkan pada Mila.


"yang warna pink ini?"tanya Nadya seperti tak percaya.


"iya...tapi aku ambil warna merah."kata Mila


Nadya menyerahkan baju daster yang mau dia beli sama pegawai toko untuk memasukkan ke dalam kemasan.


"mba...saya mau yang ini ya..."kata Nadya


"baik..."kata pegawai toko mengambil dari tangan Nadya


Mereka berdua pun melihat lihat daster yang ada di gantungan.


"Mila...kita lihat di bagian sana yuk...tadi aku lihat lucu lucu lho..."kata Nadya.


Mila mengikuti ajakan sahabat nya biar cepat keluar dari toko karena dia sudah merasa lelah.

__ADS_1


"yuk...lah...biar cepat selesai..."kata Mila


Nadya merasa heran karena tak biasa sahabat nya itu bersikap seperti itu, pasrah saja saat di ajak.


"kamu kenapa? kecapean?"tanya Nadya.


Mila yang sebenarnya merasa tak enak hati dari lima menit yang lalu


"mungkin lah... makanya kamu pilih saja...biar sama kita pakai nya nanti."kata Mila


Nadya yang melihat sahabatnya sudah seperti enggak enak badan,maka dia pun dengan cepat mencari beberapa model baju, tak lupa membelikan kedua mamanya dan mba Mila.


"Mila...kamu mau pesan daster untuk orang tua?"tanya Nadya


Mila yang mulai merasa kesakitan di perut nya ."ambilkan saja ... nanti tinggal berikan pada mama dan mamak bang Andi."jawab Mila


setelah memilih beberapa model akhirnya Nadya membeli bajunya sepertiga kodi.


"mba...saya pesan setiap model setengah kodi saja...itu saja... tolong cepat ya..."pesan Nadya.


Pegawai toko dengan cepat mengambil pesanan Nadya lalu membagi dua, sementara Nadya dengan cepat menelpon pak Mien untuk membawa bahan mereka ke mobil.


Setelah selesai di bayar semua maka pak Mien pun sampai di toko mereka kunjungi.


"pak Mien... tolong bawa ini ke mobil..."kata Nadya


"baik non..."kata pak Mien


Nadya pun memberikan pesan pada pak Mien kembali.


"pak... jangan jauh dari mobil dan HP pegang ya..."kata Nadya


"baik non... saya bawa ini ya..."kata pak Mien.


"iya... hati hati pak..."kata Nadya.


pak Mien pun membawa belanjaan daster dua sahabat tersebut.


"aneh...tak biasanya kalau non Nadya berpesan seperti itu?"kata pak Mien dalam hati.


Sementara Nadya mengajak Mila untuk makan atau minum di restoran cepat saji.


"kita makan atau minum saja ke restoran cepat saji itu..."kata Nadya.


Mila mengikuti saja perintah dari sahabatnya itu dan lagian dia tidak ada permintaan yang enggak enggak.


"kita makan di lantai bawah ini saja ya..."kata Mila


Nadya tidak mau banyak bertanya karena dia takut kalau terjadi apa apa sama Mila.


"iya...kita pesan makanan dan minum saja dan tidak jauh dari parkiran pak Mien "kata Nadya.


Mila mengikuti saja karena dia juga haus dari tadi belum minum, masuk ke restoran cepat saji dan Mila mengambil tempat duduk di luar dengan kursi fiber.


"kamu mau apa Mila?"tanya Nadya

__ADS_1


"sama kan saja...kan biar cepat."kata Mila


Nadya menggelengkan kepalanya mendengar alasan Mila.


"kamu lupa... sekarang kita berada di restoran cepat saji dan semua nya sudah siap dan tinggal di sajikan."kata Nadya menjelaskan


Mila jadi malu karena tidak berpikir sampai ke situ.


"oh...iya...tapi aku ikut saja lah..."kata Mila


"oke... tunggu di sini ya..."kata Nadya


Nadya pun ke kasir untuk memilih makanan dan minuman yang mau di makan, dia pesan untuk dua orang dengan minuman air mineral


Setelah semua siap Nadya mau membawa pesanan mereka tapi pihak restoran cepat saji menawarkan untuk membawakan makanan yang di pesan Nadya.


"ibu... duduk nya di mana? biar kami bawakan."kata pihak restoran.


Nadya dengan senang hati memberi tahukan tempat mereka duduk.


"bawakan ke tempat teman saya di luar itu...ada wanita hamil, saya mau cuci tangan dulu."kata Nadya.


"baik Bu...saya akan bawakan."kata pihak restoran.


Nadya pun mencuci tangan nya dan setelah itu dia pun ke tempat duduk yang lagi di tungguin Mila.


"kamu kemana? makanannya sudah datang."kata Mila


Melihat makanan yang ada di hadapan mereka berdua, Nadya pun duduk.


"tadi aku cuci tangan."kata Nadya


Mila yang belum cuci tangan maka dia pun ke wastafel.


"oh...iya..aku cuci tangan dulu."kata Mila


"ya sudah sana...biar kita makan bersama."kata Nadya


Mila pun ke wastafel untuk cuci tangan, untung saja tidak begitu banyak pengunjung di saat mereka makan. Pas mau cuci tangan Mila merasa mau buang air kecil, tapi tiba tiba saja keluar.


"aduh...aku kok pipis... untung saja aku pakai pengaman di ****** ***** ku."kata Mila dalam hati.


Dia pun berusaha untuk tenang dan kembali ke tempat Nadya yang lagi menunggu nya di luar.


BERSAMBUNG


***


jangan lupa


like...


subscribe...


komentar yang membangun

__ADS_1


terima kasih


🙏🙏🙏


__ADS_2