Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.171


__ADS_3

Hari ini mereka berdua makan siang di kantor, tepatnya di ruangan pak Kusuma. Mau makan nasi sop yang di belikan oleh Dedy.


"Siska... nanti kerjanya, makan siang dulu kita"ajak Dedy.


"bentar lagi lunch nya mas, aqu hanya malu lihat tumpukan berkas saja"


"mmmhhh... itu alasan saja, setelah lihat lalu pegang dan kerjakan, trus lupa makannya"kata Dedy mendekati istrinya.


Apa yang di katakan Dedy benar adanya, jadi Siska mengikuti suaminya saat makan siang di kantor.


"tadi mas beli apa?aqu lupa"kata Siska


"sop sayang,kamu bukan lupa tapi enggak fokus apa yang mas katakan."kata Dedy.


"kok tau mas?"tanya Siska.


"tau la... pikiran hanya ke berkas itu"


"tapi aqu enggak selera mas"kata Siska lagi.


"biar mas yang suapin, pasti selera"


Siska tersenyum saja karena itu tandanya dia setuju. Dedy mengambil makanan di meja karena sudah di siapkan dari tadi.


"Bismillah...baca doa mau makan, biar berkah"kata Dedy dan lalu mereka membaca doa makan bersama.


Pada awalnya Siska yang tidak berselera makan,tapi satu porsi SOP sudah habis di makan untuk nya.


"katanya enggak selera tapi habis satu porsi"kata Dedy.


"iya ya mas...makan di suapin itu enak juga, enggak terasa habis satu porsi. sudah ah... nanti aqu gendut"kata Siska.


"kalau masih mau makan saja,kamu gendut mas malah senang"kata Dedy.


"aqu yang enggak mau kalau gendut"kata Siska.


"ya sudah kalau gendut ada isinya enggak masalah kan?"kata Dedy lagi.


"ada isi apa maksudnya? nasi dan lainnya..."


"isi buah hati sayang...kamu enggak mau?"tanya Dedy.


"kalau itu aqu mau lah...tapi belum di kasi sama yang di atas bagaimana lagi?"jawab Siska.


"ya sudah...kita berdoa dan berusaha semaksimal mungkin"kata Dedy.


Siska yang mencerna perkataan berusaha semaksimal mungkin, pertanda ada sesuatu.


"baiklah tapi untuk berusaha semaksimal mungkin itu tidak sekarang, saatnya kita kerja dulu... nanti di rumah kita pikirkan"kata Siska kembali ke meja kerja.


Dedy tersenyum karena Siska sudah mengerti arah pembicaraan nya."kamu sekarang sudah hebat ya..."kata Dedy.


"hebat kenapa?"


"sudah bisa baca pikiran mas, makanya kamu ke meja kerja langsung"kata Siska.


"bagaimana aqu enggak bisa baca, full 24 jam kita bersama terus. jadi wajar kalau sudah mulai memahami isi hati"kata Siska.


"betul juga apa yang kamu katakan,mas makan dulu ya..."kata Dedy.


"mmmhhh kalau sudah nanti ke sini,kita periksa bersama"kata Siska yang sudah fokus pada berkas yang ada di meja kerja.


Siska dan Dedy pun bekerja bersama memeriksa berkas sampai malam, kalau pun berhenti karena istirahat untuk melaksanakan sholat yang wajib. Pada saat sore hari sekertaris masuk ke dalam ruangan.


tok

__ADS_1


tok


tok


Pintu ruangan di ketuk.


"masuk..."jawab Siska.


Yang masuk sekertaris pak Kusuma.


"Bu... sudah jam lima, masih ada yang bisa saya bantu?"


"oh... sudah sore ya...kamu sudah bisa pulang sekarang"kata Siska.


"baik Bu... terima kasih..."kata sekertaris.


",sama sama"jawab Siska melihat ke arah sekertaris yang mau pulang ke rumah karena sudah sore


Tak terasa hari sudah malam karena di dalam ruangan tak kelihatan. Rencana sebelum magrib mau pulang pun batal, mereka tetap melanjutkan pekerjaan sampai habis semua.


Pada akhirnya pekerjaan pun selesai juga, membuat Dedy senang sekali.


"Alhamdulillah... akhirnya selesai juga pekerjaan kita"kata Dedy.


"ya...jam berapa sekarang?kita pulang sekarang yuk mas "kata Siska.


"sudah jam sepuluh malam, untung saja pak supir sudah mas telpon pulang tadi "kata Dedy karena pak Rahmat tidak tinggal bersama mereka di rumah.


"jadi kunci mobil dengan siapa?mas aja tadi enggak ada turun ke bawah."kata Siska.


"di titipkan dengan pak satpam, nanti kita minta saja dengan pak satpam/security "kata Dedy.


Pekerjaan sudah selesai semua dan ruangan juga sudah di matikan lampu nya, tinggal Office Boy yang besok merapikan dan membersihkan ruangan.


Ternyata pak security lagi jaga di pos nya.


"pak Dedy, ada yang bisa saya bantu?"tanya pak security.


"saya mau minta kunci mobil yang di titipkan pak Rahmat"jawab Dedy.


"maaf pak enggak ada sama saya, sebentar ya... mungkin dengan rekan saya di titipkan, kebetulan dia lagi keliling memeriksa gedung"


"oh... begitu? bisa di telpon kan?"kata Dedy.


"maaf pak...saya enggak ada pulsa "jawab security.


Dedy mengerti karena dia juga dulu seperti itu, lebih sering tidak ada pulsa. tapi untuk paket internet selalu ada.


"mana nomor nya biar saya telpon, takut nya kelamaan."kata Dedy.


Dedy yang mengetik nomor telpon tapi tiba tiba yang di tunggu nongol juga.


"pak Dedy...tadi ada titipan kunci mobil dari pak Rahmat supir bapak"kata security yang tidak sadar kalau keberadaan nya lagi di tunggu.


"nah... yang di tunggu datang juga"kata temannya sesama security.


"mana kuncinya? Bu bos sudah nungguin tu..."kata Dedy.


"ini kuncinya, maaf pak...tadi saya lupa menitipkan nya"jawab security.


"enggak apa apa, makasih ya..."kata Dedy dan menyalamkan tips untuk pak security.


"apa...ini pak? terima kasih semoga mudah rezeki..."kata pak security malu malu tapi mengambil uang merah yang di berikan Dedy


"bagi dua ya..."pesan Dedy yang langsung pergi mendekati istrinya yang lagi duduk di depan kantor.

__ADS_1


Siska yang memperlihatikan suaminya dari jauh, setelah dekat diapun menanyakan pada suaminya."kok lama kali mas?"tanya Siska.


"security yang bawa kunci lagi keliling kantor, pas mau di telpon baru datang"jawab Dedy.


"ya sudah sekarang kita pulang, aqu sudah capek"kata Siska.


"mas ambil mobil dulu, kamu mau ikut atau tunggu di sini?"tanya Dedy.


"ikut mas aja,biar cepat"jawab Siska.


Setelah mengambil mobil di parkiran lantai dasar di bawah gedung, mereka berdua pun mau menuju rumah.


"mas... enggak lapar?"tanya Siska


"ya... lapar, tapi jam segini mana ada restoran buka. yang ada pinggir jalan pasti masih buka"kata Dedy.


Siska yang masih ragu berpikir sejenak karena dia masih tidak begitu suka makan di pinggir jalan.


"emangnya mau makan apa?"tanya Siska


"banyak menu di sana,kamu tinggal pilih."kata Dedy.


"seperti nya kita pernah makan di pinggir jalan, apa di tempat itu?"tanya Siska.


"oh...iya...kita pernah makan di pinggir jalan"kata Dedy tak percaya.


"ya sudah...kita ke sana saja mas"kata Siska.


Dedy pun membelok ke tempat makanan pinggir jalan, di sana lengkap jajanan kuliner.


Ada pecel lele,nasi goreng,sate dan lainnya.


Samidi sana Siska memang sudah tidak asing lagi."kan...kita sudah pernah ke sini?"kata Siska.


"mas lupa pernah ngajak kamu ke sini,ya sudah kita turun saja."kata Dedy.


Mereka berdua pun turun dan mencari kursi untuk duduk, setelah itu baru memesan makanan. Mereka berdua berjalan mencari tempat duduk yang nyaman tanpa melihat di sekeliling,tiba tiba ada seseorang yang memanggil.


"Pak Dedy...Bu Siska... bergabung dengan kami saja"kata seseorang.


siapakah dia?


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...


terima kasih


🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2