
Selama seminggu Nadya opname di rumah sakit, sehingga membuat Dafi harus bolak balik rumah sakit, kantor dan sesekali pulang ke rumah mengambil baju. Sebentar nya Bu Nani bisa saja membawakan ke rumah sakit baju untuk anaknya kerja tapi Dafi mau memilih sendiri yang mana mau di pakai.
Hari ini Nadya sudah boleh di bawa pulang oleh keluarga, jadi karena sudah ada kesepakatan dan di setujui suami maka Nadya di bawa pulang ke rumah mamanya yaitu tempat Bu Nilam dan pak Arif.
Semua administrasi sudah di selesaikan oleh Dafi dan pak mien juga sudah menunggu di parkiran. Sekarang Nadya yang di temani Bu Nani dalam ruangan berserta Nisa.
"oma... sekarang kita lagi menunggu siapa?"tanya Nisa yang bingung kenapa belum keluar dari rumah sakit.
"kita lagi menunggu ayah yang menyelesaikan administrasi, setelah itu nanti ada perawat yang membawa mama dengan kursi roda."jawab Bu Nani.
"kenapa mama naik kursi roda? memang mama enggak bisa jalan?"tani Nisa lagi.
"bisa sayang, tapi memang seperti itu peraturan nya"jawab Bu Nani lagi.
Nadya tersenyum mendengar pertanyaan dari anaknya yang masih polos."Nisa...sini sama mama"
Nisa yang di panggil melihat Nadya"ada apa ma?"tanya Nisa pada mamanya.
"seminggu ini mama nginap di rumah oma dan opa, jadi nanti sama Oma baik Budi ya..."kata Nadya.
Nisa diam sebentar seperti memikirkan sesuatu"iya ma... jangan lama lama di sana, nanti Nisa jadi rindu sama mama dan papa karena di tinggal terus"kata Nisa dengan wajah cemberut.
Nadya yang merasa bersalah memeluk Nisa dengan erat dan sedikit sedih"maaf sayang... mama cuma sebentar kok, kalau Nisa ikut sama mama kasian Oma jadi sepi. masa oma hanya berdua dengan mba marni ?"kata Nadya.
"iya ma... enggak apa kok, kalau sudah sembuh nanti pulang ke rumah ya .."pesan dari Nisa pada mamanya,maka mereka berdua pun berpelukan.
"ibu Nadya... sekarang kita buka infus ya..."kata perawat yang memasuki ruangan Nadya.
"oh...ya suster"jawab Nadya
"Alhamdulillah... suster sudah datang, jadi kita bisa cepat pulang"kata Nani yang duduk di sofa.
"hore... berarti mama sudah sembuh, terima kasih ya Allah..."kata Nisa.
Perawat mematikan aliran selang lalu mencabut jarum dari tangan Nadya," tahan Bu... enggak sakit kok"kata perawat.
Nadya memejamkan mata tidak mau melihat perawat melaksanakan tugas nya dan tak berapa lama selesai yang di kerjakan perawat kepada Nadya.
"Alhamdulillah... sudah selesai Nadya di buka infusnya"kata Bu Nani
"iya Bu sudah siap semua? biar saya antar sampai depan"kata perawat.
__ADS_1
"sudah suster tapi kami menunggu anak saya yang menyelesaikan administrasi"jawab Bu Nani .
"oh...pak Dafi? sudah siap kok dia sebentar lagi dia ke sini, tadi pas pak Dafi menyelesaikan administrasi saya langsung di perintahkan ke ruangan ini"kata perawat menjelaskan.
Tak berapa lama Dafi memasuki ruangan Nadya"sudah siap semua? biar kita bergerak sekarang, pak mien juga ikut membantu"tanya Dafi.
"sudah...kami dari tadi menunggu dirimu"jawab Bu Nani lagi.
"oh... gitu ya...? ya sudah kita jalan sekarang"kata Dafi yang langsung menggendong Nisa karena sudah lama tidak di perhatikan.
"Nisa... makin kurus semangat, ini Nisa yang makin gendut atau papa yang sudah enggak kuat menggendong putri nya? kata Dafi.
"ih...ayah...Nisa kan makin besar makanya badan nya juga akan bertambah besar." jawab Nisa.
Sebenarnya Reza sangat rindu momen berdua dengan Nisa tapi bagaimana lagi? Nadya yang hamil muda minta menginap di rumah orang tua nya jadi terpaksa Nisa di tinggal lagi dengan mamanya.
Mereka pun keluar dari ruang inap dan perawat mengantar pasien di depan pintu mobil, ini adalah bagian dari pelayanan pihak rumah sakit.
Pak mien yang sudah sampai duluan di parkiran. Nisa yang masuk duluan dan duduk di belakang. Bu Nani dan Nadya duduk di tengah sementara Dafi duduk di depan samping supir.
"selamat jalan pak,ibu. terima kasih atas kepercayaan di rumah sakit kami"kata perawat.
Mobil berjalan menuju rumah pak Arif dan Bu Nilam. Yang punya rumah sudah sibuk menunggu kedatangan anak tercinta yang sudah beberapa bulan ini menikah dan tinggal di rumah suami tentu nya.
"ayah...kok belum sampai juga mereka?"tanya Bu Nilam pada suaminya.
"sabar lah ma...bisa saja dokter belum datang untuk memeriksa ulang, bisa saja macet di jalan atau Bu Nani belum sampai rumah sakit jadi mereka menunggu"jawab pak Arif.
"ayah ini banyak sekali kemungkinan yang terjadi"kata Bu Nilam.
"ya sudah... kalau begitu kita hidup TV aja sambil menunggu Nadya dan Dafi"kata pak Arif.
"ya sudah kalau begitu, kita tunggu di depan TV saja."kata Bu Nilam.
kedua sejoli yang sudah mulai sepuh itu menunggu di ruang keluarga sambil menonton TV, masakan juga sudah siap dan juga sudah terhidang di meja makan. Karena perkiraan sampai antara jam 11 sampai jam 1. Jadi semua di kerjakan di pagi hari.
Menjelang masuk waktu Zuhur yang di tunggu juga belum sampai jadi pak Arif memutuskan untuk ke mesjid dekat rumah saja."mama...ke mesjid dulu, sudah mau Zuhur"kata pak Arif
"oh...ya sudah mama juga mau sholat di rumah saja"jawab Bu Nilam.
Untuk perempuan memang tidak di wajibkan sholat di mesjid tapi sebaiknya di rumah saja tapi kalau untuk laki laki adalah kebalikan nya.
__ADS_1
Setelah sholat Zuhur pak Arif sudah sampai kembali ke rumah, dia sengaja langsung pulang karena Nadya anak kesayangan mau menginap di rumah nya.
Belum sempat masuk rumah ternyata mobil Dafi sudah sampai di depan rumahmereka.
"Alhamdulillah... yang di tunggu sudah sampai"kata pak Arif sendirian.
"mama ... mereka sudah sampai"terikat pak Arif memanggil istrinya untuk keluar untuk menyambut anak kesayangan pulang.
pagar rumah di buka sendiri oleh pak mien karena pak Arif yang sibuk memanggil istrinya dan mobil pun berhenti di halaman rumah."Alhamdulillah... kalian sudah sampai, mana Nadya?"kata pak Arif mencari keberadaan putrinya.
"ada ayah di bangku tengah"jawab Dafi.
Pak Arif mendekati pintu mobil Nadya"sini sama ayah"kata pak Arif membantu putrinya turun dari mobil.
"iya ayah... terima kasih"jawab Nadya yang di bantu pak Arif turun dari mobil.
"eh...pak Arif sayang bener sama putrinya"kata Bu Nani
"ih... mendengar Nadya mau pulang ke sini, dia permisi hari ini dari kantor"jawab Bu Nilam.
Begitulah kasih sayang seorang ayah pada anaknya, apa lagi seorang ayah adalah cinta pertama anak perempuan nya.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1