
Sampai di rumah villa mertua indah, Nadya dan Nisa yang di antar oleh pak mien. Nisa yang senang pulang ke rumah karena bersama dengan mama yang di rindukan.
"Assalamualaikum... Oma...kami pulang..."kata Nisa mencari keberadaan Bu Nani.
"wa'alaikum salam...eh...cucu oma hari ini ceria sekali pulang dari sekolah, ada apakah gerangan?"jawab Bu Nani yang berjalan mendekati Nisa yang baru pulang ke rumah.
"Oma...coba lihat... siapa yang datang?"tanya Nisa
"eh...mama nya sudah pulang... bukan datang princess..."jawab Bu Nani.
"oh...iya...ya...Oma, Nisa terbalik ngomong nya"kata Nisa.
Nadya mendekati mertua nya dan Salim"mama...apa kabar?"tanya Nadya
"Alhamdulillah... sehat...kamu enggak sama Dafi?"tanya Bu Nani
"bang Dafi kerja... jadi pulang sama pak mien sekalian jemput Nisa aja"jawab Nadya
"oh... istirahat aja dulu di kamar, jangan terlalu capek"kata Bu Nani.
"iya ma... masuk kamar dulu, Nisa ganti baju di kamar"pesan Nadya pada anaknya.
"baik ma..."jawab Nisa.
Masuk ke kamar yang lebih dari dua minggu di Tinggal suasana kamar masih sama, tidak ada yang berubah dan juga bersih karena setiap hari di bersihkan oleh mba marni.
"enaknya meluruskan badan dulu, Zuhur dan makan siang"kata Nadya sendiri.
"Bang Dafi pasti sore atau malam pulang nya, ya sudah enakkan sama Nisa sekarang, lihat pelajaran di sekolah nya"kata Nadya yang tak jadi tidur tapi ke kamar Nisa.
Sementara Reza yang di kantor sudah dapat kabar dari pak mien kalau Nadya sudah sampai ke rumah."ternyata tidak susah mengajak dia pulang ke rumah, Nadya aja yang ngomong dengan Nisa langsung."kata Dafi dalam hati.
Tiba tiba Andi masuk ke dalam ruangan nya"bos ada email dari pak Kusuma"kata Andi.
"apa kata pak Kusuma?"tanya Dafi heran.
"dia tanya apakah kamu dan Nadya sudah pulang ke rumah?"
"jawab saja sudah trus maksudnya apa?"kata Dafi.
"sabar bos lagi nunggu jawaban"kata Andi dan tak berapa lama kemudian ada balasan dari."malam ini pak Kusuma dan keluarga ke rumah bos, pak Kusuma sudah memberi kabar dengan Bu Nani"kata Andi lagi.
"Astaghfirullah hal'azim...mama... kenapa enggak ngabari, mana Nadya belum tau cerita nya. bagaimana ini?"kata Dafi.
Kedua sahabat itu berpikir mencari solusi dan akhirnya Andi mengutarakan solusi."bos... sebaiknya pulang ke rumah, ceritakan pada Nadya. biar nanti dia enggak shock mendengar ada yang mau minta maaf tentang kejadian yang lalu"kata Andi.
__ADS_1
Dafi mendengar dan mencerna perkataan sahabat, dan sepertinya masuk akal oleh nya."betul juga kamu...ya sudah aqu pulang dulu...jaga kantor kita, aqu berterima kasih pada mu"kata Dafi.
"aduh...bos... jangan buat meloy keadaan lah, nanti aqu jadi mengeluarkan air mata"kata Andi.
"kamu ada ada aja, ya sudah aqu pulang dulu"
"hati hati di jalan ya... konsentrasi di jalan..."kata Andi.
Hari ini Dafi membawa mobil sendiri karena tugas pak mien menjemput Nadya dan Nisa, setelah itu standby di rumah karena Bu Nani ada urusan penting."aduh... baru aqu ingat kalau mama bilang hari ini dia sibuk mau berjumpa seseorang jadi pak mien standby di rumah, pasti mama juga sudah rencanakan"kata Dafi sambil membawa mobil tapi pikiran nya ke rumah.
Sampai rumah suasana masih sepi, dia masuk ke dalam rumah. Mba marni yang lagi repot di dapur, Dafi mendatangi nya."mba mama mana? rumah kok sepi?"tanya Dafi.
"oh...bapak... nyonya lagi keluar bersama pak mien sementara Bu Nadya dan Nisa lagi di kamar, Nisa minta di ajari sama Bu Nadya."jawab mba marni.
"Di kamar mana?"
"kamar Nisa pak"jawab mba marni lagi.
Dafi ke kamar Nisa langsung dan di lihat nya kedua perempuan yang berarti untuk nya ternyata lagi tertidur nyenyak di tempat tidur.
Dafi melihat jam menunjukkan pukul 3 sore."pantesan tidur, jam 3 ternyata"kata Dafi dalam hati.
Melihat keduanya tidur dengan nyenyak, tak tega untuk membangunkan nya. Jadi Dafi masuk ke dalam kamar nya untuk ganti baju dan istirahat sejenak."jarang jarang aqu bisa tidur jam segini, lebih baik tidur dulu sebelum masuk waktu ashar"kata Dafi ngomong sendiri.
Dafi menikmati tidur siang dengan nyenyak, azan ashar berkumandang di mesjid tak di dengar oleh nya. Nadya dan Nisa lagi sibuk mandi berdua di kamar juga tak terdengar oleh nya."jangan bangunkan ayah dulu, siap mandi baru princess bangunkan"perintah Nadya.
Selesai mandi dan berpakaian baru lah mereka membangunkan Dafi, Nisa yang membangunkan terlebih dahulu."ayah... sudah sore... bangun...ayah... bangun..."kata Nisa.
Karena Nisa membangunkan dengan mengguncang badan, sehingga Dafi tersadar.
Di lihat nya Nisa dan Nadya yang lagi duduk di tempat tidur"eh... sudah jam berapa? sudah sore ya...?"tanya Dafi
"sudah sore... pasti belum Ashar, ayo sholat dulu bang"kata Nadya.
"Astaghfirullah hal'azim... tidur nya kebablasan, sampe lewat dari di rencanakan"kata Dafi.
Dafi langsung ke kamar mandi untuk berwudhu lalu melaksanakan sholat ashar sendiri karena Nadya dan Nisa sudah duluan.
Siap sholat Nisa dan Nadya lagi di ruang makan untuk makan camilan yang biasanya yang sudah di sediakan Bu Nani.
"mama...nenek mana ? kok enggak kelihatan?"tanya Nisa.
"mungkin masih di kamar, coba lihat di kamar"jawab Nadya.
"Oma...Oma...di mana ? sudah sore kok enggak keluar kamar"kata Nisa.
__ADS_1
mba marni yang tau keberadaan Bu Nani menjawab panggilan Nisa.
"Oma lagi keluar dengan pak mien princess"kata mba marni.
"lho mba kok enggak ajak kami kalau mau pergi?"tanya Nadya.
"Bu Nani takut nanti Bu Nadya kecapean, kata ibu harus banyak istirahat"jawab mba marni.
"oh... seperti itu"kata Nadya yang penuh tanda tanya.
Tiba tiba terdengar suara Bu Nani dari luar.
"Assalamualaikum..."
Bu Nani memasuki rumah dengan belanjaan di tangan kanan dan kiri serta dengan pak mien yang membawa makanan juga.
"wa'alaikum salam..."jawab Nadya yang melihat mama mertua pulang dengan banyak belanjaan.
"ma... dari mana? banyak sekali belanjaan nya"tanya Nadya bingung dengan bawaan mama mertua.
"nanti malam ada tamu mama jadi kita jamu dengan baik"jawab Bu Nani.
"oh...gitu ya..."kata Nadya.
Dafi yang keluar dari kamar melihat banyak sekali bungkusan plastik yang berisi makanan, dia yang tau siapa yang mau datang melihat ini semua jadi geleng geleng kepala.
"ck...ck...ck...mama...ini namanya berlebihan, biasa aja kalau menyambut tamu"kata Dafi dengan wajah dingin.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like...like...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta...
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏