Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.174


__ADS_3

Pagi hari di kamar Siska masih tertidur sementara Dedy sudah mandi dan sholat subuh. Jam menunjukkan pukul lima lewat empat puluh hari, waktu subuh tidak lah lama dan Siska harus mandi terlebih dahulu.


"Siska... sudah mau jam enam, bangun... nanti subuh nya kelewatan"kata Dedy membangunkan istrinya.


Siska yang masih mengantuk dan badannya cepek seperti remuk redam,apa lagi tadi malam dia harus melayani suaminya pijat plus-plus, pekerjaan kantor yang juga banyak.


"mmmhhh... sebentar lagi mas, aqu masih ngantuk"jawab Siska.


"tapi waktu nya sudah mau habis sayang... setelah sholat tidur lagi"kata Dedy pada istrinya.


Sebenarnya setelah sholat subuh tidak boleh tidur lagi,tapi Dedy kasian melihat istrinya yang masih tertidur karena kecapean.


"mas gendong dan mandikan ya..."kata Dedy.


Mau di mandikan? membuat Siska jadi terbangun."enggak... enggak... nanti bukannya mandi tapi terjadi ke khilafan mas lagi "kata Siska langsung masuk kamar mandi.


Di dalam kamar mandi ternyata sudah tersedia air hangat di bathtub."pasti mas Dedy yang membuat nya"kata Siska ngomong sendiri di dalam kamar mandi dan masuk ke dalam bathtub walaupun sebentar karena mengejarkan waktu subuh yang singkat.


Dalam waktu lima belas menit Siska sudah selesai, dia pun mengambil mukena untuk sholat subuh.


"mas sudah sholat?"tanya Siska.


"sudah... sekarang kamu sendiri saja"jawab Dedy.


Siska tidak menjawab, dia pun sholat subuh sendiri saja. Setelah sholat Siska mengembalikan mukena ke tempat nya semula, setelah itu dia pun naik ke tempat tidur kembali.


"Siska...kamu kenapa? sakit?",tanya Dedy.


"ngantuk dan capek, bentar aqu tidur setengah jam saja karena kita mau ke kantor "kata Siska.


Melihat istrinya yang ngantuk berat dan seperti nya kecapean, membuat Dedy tak tega."ya sudah... tidur aja lagi, nanti mas bangunkan "kata Dedy


"mmmhhh... bangunkan ya mas..."


"ya...mas mau jalan pagi di pekarangan rumah saja dengan papi"kata Dedy.


"ya..."jawab Siska.


Dedy pun turun ke bawah bergabung dengan papi mertua. Pak Kusuma yang melihat Dedy hanya turun sendiri saja, biasanya mereka kemanapun selalu berdua.


"Dedy....Siska di mana?tanya pak Kusuma yang duduk di meja makan lagi minum teh hangat.


"di kamar papi...dia masih ngantuk dan kecapean"jawab Dedy.


"oh... sudah subuh dia?"tanya pak Kusuma lagi.


"sudah pi...makanya Dedy turun"jawab Dedy.


Bu Mona yang dari dapur membawakan teh hangat, melihat Dedy yang sendirian.


"Siska mana? kok sendirian?"tanya Bu Mona dengan nada khawatir.

__ADS_1


"di kamar mami... setelah subuh dia tidur lagi karena kecapean, mungkin karena semalam kami lembur"jawab Dedy


"oh... gitu ya...minum sendiri ya Pi...mami mau lihat Siska di atas, karena tak biasanya dia enggak fit,mami jadi khawatir "kata Bu Mona.


"ya sudah... lihat sana anak gadis nya,papi juga mau jalan keliling halaman rumah dengan Dedy"jawab pak Kusuma.


Bu Mona pun langsung masuk ke dalam kamar, dia ketuk terlebih dahulu pintu kamar.


"tok...tok...tok...Siska...kamu lagi ngapain? mami masuk ya..."kata Bu Mona.


Tidak ada jawaban dari dalam,maka dia pun masuk ke dalam kamar, di lihatnya kamar Siska yang masih seperti biasa. Tidak ada perubahan apapun , dia dekati Siska dan memegang bagian kening Siska.


Di rasa dengan melalui kulit,Indra peraba.


Di kening lalu turun ke leher dan kembali lagi ke kening."mau demam ini anak, di leher sudah mulai hangat tapi kening nya belum", kata Bu Mona ngomong sendiri.


Karena takut anaknya panas nya tinggi,maka dia pun kembali ke bawah. mau mencari keberadaan suami dan menantunya,tapi sudah tidak kelihatan. Jadi dengan inisiatif sendiri maka Bu Mona memanggil dokter pribadi yang biasanya mengobati orang di dalam rui.


Setelah selesai menelpon dokter pribadi,maka Bu Mona ke dapur mencari keberadaan bibi.


"bi... tolong buatkan teh hangat lagi untuk non Siska di atas ya..."perintah Bu Mona


Mendengar namanya di panggil,bibi yang mencuci di tempat cuci baju bergegas mendatangi nyonya rumah.


"iya nyonya...non Siska kenapa?"tanya bibi.


"seperti nya dia demam, jadi tolong buatkan teh hangat dan air putih biasa. lupa saya tadi,"kata Bu Mona.


"tok...tok...tok...non Siska...bibi masuk ke dalam ya..."kata bibi karena tidak ada jawaban dari dalam.


Masuk ke dalam dan Siska masih juga tidur.


"non... bangun... air nya di minum ya .."kata bibi.


Siska yang mendengar ada suara orang pun bangun dari tidur nya."lho...bibi ngapain di sini?"tanya Siska.


"tadi nyonya perintahkan untuk membawa minuman untuk non Siska, ada teh hangat dan air putih biasa." kata bibi.


Siska melihat di meja kamarnya yang memang ada di katakan bibi pada nya.


"terima kasih bi... sebentar lagi Siska minum"kata Siska yang lalu berbaring kembali.


"ada yang bisa bibi bantu untuk non Siska?"tanya bibi.


"enggak ada bi... kembali kerja saja, kalau ada apa-apa Siska turun ke bawah "kata Siska.


"ya sudah non, bibi tinggal dulu karena cucian sudah menanti di bawah."kata bibi meninggalkan kamar tersebut.


Sementara di bawah Bu Mona yang lagi menunggu dokter pribadi, rumah nya berada di kompleks sebelah.


Tak berapa lama dokter pun datang dengan tas peralatan nya.

__ADS_1


"Alhamdulillah... dokter sudah sampai,kita langsung ke atas saja"kata Bu Mona yang senang karena yang di tunggu akhirnya datang juga.


"ya Bu...mari kita ke atas"kata Bu dokter.


Menaiki tangga menuju kamar Siska, mereka berdua pun sampai di dalam kamar.


Dokter memeriksa keadaan Siska, membuat dia terbangun.


"lho...kok ada Bu dokter? ada apa?"tanya Siska.


"enggak ada apa apa, tadi mami yang memanggil Bu dokter."kata Bu Mona.


"mami... apaan sih...Siska enggak sakit, hanya kecapean "kata Siska.


"mami tau, makanya Bu dokter mami panggil, enggak boleh protes,"kata Bu Mona.


Akhirnya Siska pasrah saja, percaya juga berdebat yang menang pasti mami.


"ya sudah... terserah mami saja,"jawab Siska.


Dokter pun memeriksa semua nya yang ternyata baik baik saja.


"enggak ada yang perlu di khawatirkan, mungkin karena kecapean,"kata Bu dokter.


"mungkin lah dokter karena semalam saya lembur "kata Siska.


Bu Mona tidak percaya dengan pemeriksaan dokter.,"dokter... kirain saya Siska itu lagi hamil, karena tak biasanya pagi hari dia ngantuk dan capek. bisa jadi dia hamil,"kata Bu Mona.


"apa..."kata Siska tak percaya apa yang di katakan maminya.


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like...like...


add favorit...


komentar yang membangun...


bunga mawar yang bermekaran


secangkir kopi hangat


serta


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2