
Ternyata pak Kusuma berencana membuat pesta untuk anak dan menantunya. Pesta rakyat yang mau di buat pak Kusuma.
Di dalam hati Dedy mendengarkan pesta rakyat"seperti acara kemerdekaan?"dalam hati Dedy
Lain lagi dalam hati Siska"apakah di arak di sepanjang jalan,lalu di lapangan pestanya,di sambut orang kampung. Di sana tersedia makanan yang bebas di ambil?"kata Siska dalam hati.
Bu Zubaidah yang bingung dengan maksud dari pak Kusuma menanyakan pada besannya itu."maksud pak Kusuma pesta rakyat yang bagaimana?",tanya Bu Zubaidah.
"maksudnya buat acara di lapangan, seperti mengumumkan pernikahan Dedy dan Siska. Semua orang di undang, dan tersedia makanan untuk orang di desa ini"kata pak Kusuma menjelaskan.
Pak kades yang mendengar kan pun memberikan pendapat."oh... kalau seperti itu biasanya di sini, setelah pelantikan kades baru,lalu ada sukuran untuk semua warga desa"kata pak kades.
Pak Kusuma yang mendapat penjelasan dari menjadi semangat"seperti itu pak kades saya mau, minta pak kades yang buat dan rincian biaya"kata pak Kusuma.
"kalau seperti itu,saya siap membantu pak"kata pak kades.
Siska yang sebenarnya kurang setuju angkat bicara"papi... sebaiknya kita bicarakan dulu di rumah mamak,kita musyawarahkan dulu. setelah itu baru dengan pak kades bicarakan semua nya"kata Siska.
Bu Mona yang mengerti maksud dari anaknya pun ikut bicara."papi...kita musyawarahkan dengan keluarga Dedy dulu ya... setelah itu baru dengan pak kades"kata Bu Mona.
Pak Kusuma yang baru sadar setelah istri tercinta bicara, kalau hanya dari Siska belum tentu dia menerima masukan dari putrinya itu.
"baiklah pak kades...kami bicarakan antara dua keluarga dulu, setelah itu kami akan menemui pak kades langsung"kata pak Kusuma.
"baik pak...memang sebaiknya seperti itu, bicarakan lah dulu baru nanti kita ngobrol lagi"jawab pak kades.
Untuk mempersingkat waktu akhirnya Dedy juru bicara dari dua keluarga untuk mengundurkan diri."baik lah pak kades... karena kami mau bermusyawarah jadi kami mohon diri dulu"kata Dedy.
"oh...iya... silahkan, kalau ada butuh bantuan kami siap membantu, jangan sungkan ya..."kata pak kades.
Mereka pun mengundurkan diri dari rumah pak kades dan ke rumah Bu Zubaidah. Dua mobil mereka ke rumah orang tua Dedy.
Kali ini Siska kembali ke mobil suaminya,
"Siska...ke mobil papi saja...mas enggak enak sama mereka, kasian tuh mami... pasti masih rindu dengan putri nya yang cantik"kata Dedy saat Siska mau masuk mobil.
"oh... gitu ya mas? ya sudah...aqu dengan papi dan mami saja. Tito...duduk di depan saja"kata Siska.
"ih...masa Tito... nanti di kita mas itu driver,mamak saja lah..."kata Dedy
__ADS_1
"terserah lah...aqu ke mobil papi dan mami saja"kata Siska pergi meninggalkan suaminya.
Di mobil pak Kusuma Siska duduk dekat maminya dan bersandar di paha seperti tidur."kamu ini... sudah nikah tapi masih seperti anak kecil saja"kata pak Kusuma melihat putrinya itu.
"papi... Siska rindu dengan mami... sudah satu bulan lebih tidak berjumpa, boleh seperti ini kan mami...?"tanya Siska.
"mmmhhh... untuk anak mami apa yang tidak boleh... karena mami juga rindu..."jawab Bu Mona.
"tuh...kan papi aja yang syirik..."kata Siska.
Mobil mereka mengikuti jalannya mobil yang di kendarai Dedy. Melihat desa yang masih terpencil membuat pak Kusuma salut pada anaknya bisa tahan satu bulan lebih di desa itu.
"Siska...betah juga kamu tinggal di desa ini..."kata pak Kusuma.
"mau bagaimana lagi... pulang ke rumah juga enggak mungkin,mau melarikan diri juga percuma.hanya ada ATM yang di tangan,itu pun jumlahnya tidak banyak.Mau tidak mau ya harus betah."kata Siska sambil cemberut pada maminya.
Bu Mona yang membelai rambut Siska berkata"ya... kalau begitu anggap saja sebagai hukuman kamu yang kemarin dengan keluarga pak Dafi."kata Bu Mona.
"iya...ma...tapi untungnya mas Dedy sabar menghadapi aqu"kata Siska.
"Alhamdulillah...kalau begitu..."kata Bu Mona.
Siska yang mendengar jawaban papi nya penasaran, pasti ada sesuatu."maksudnya papi apa ya..."kata Siska menyelidiki.
"ya...Dedy kan jadi menantu papi,kan papi juga yang memaksakan kalian menikah. Walaupun awalnya kejadian yang memalukan"kata pak Kusuma.
"papi... minta tolong jangan di ungkit lagi, aqu jadi malu dan merasa bersalah. Semua sudah Siska kubur dalam dalam."kata Siska.
"maaf...papi hanya teringat saja...ya sudah jangan di bahas lagi masalah ini"kata pak Kusuma.
Mereka pun sampai di depan rumah Bu Zubaidah yang sederhana. Terlihat rumah yang teduh di tempati dengan halaman yang luas."ini rumah mertua mu?"tanya pak Kusuma
"iya...papi..."jawab Siska yang bangun dari pangkuan maminya dan melihat di sekeliling takutnya salah"Alhamdulillah... ternyata tidak salah, padahal tadi aqu asal sebut saja"kata Siska dalam hati.
Turun dari mobil pak Kusuma memperhatikan di sekeliling rumah dan halaman."masih asri di sini...tapi salah nya jauh dari kota dan sedikit terpencil"kata pak Kusuma dalam hati.
Dedy mendekati papi mertua untuk mempersilahkan masuk ke dalam rumah."papi...mari kita masuk ke gubuk kami..."ajak Dedy.
"mmmhhh...mana gubuk? sudah gedong kok rumah kamu, tidak gubuk kalau seperti ini!"jawab pak Kusuma sambil berjalan menuju pintu rumah.
__ADS_1
Bu Zubaidah sudah sibuk untuk menyiapkan besan dari kota yang datang. Bingung mau duduk di mana...di kursi tamu atau di depan Televisi. Dedy yang melihat mamak yang lagi kebingungan, akhirnya dia yang memutuskan untuk di mana tamu duduk.
"papi... karena kita mau bermusyawarah, sebaiknya kita duduk di dalam ya..."kata Dedy.
"ya... terserah kamu saja,tapi papi mau permisi ke toilet dulu"kata pak Kusuma.
Dedy yang segan membawa ke kamar mandi belakang, akhirnya dia membawa mertuanya itu ke toilet di dalam kamar."ayah...mari ke sini saja"ajak Dedy ke dalam kamar.
Pak Kusuma melihat kamar tidur anak nya yang sederhana, tidak ada spring bed king size, tapi ada AC di dalam."lumayan lah bisa nyaman Siska tidur karena ada AC"kata pak Kusuma dalam hati.
Melihat toilet yang dalam kamar mandi, sedikit takjub karena mirip seperti kamar mandi Siska di rumah nya.karena penasaran sebelum masuk pak Kusuma menanyakan pada Dedy."toilet kalian pasti Siska yang merancang nya"kata pak Kusuma.
"iya...kok papi tau?"tanya Dedy.
"toilet kalian ini persis dengan yang di rumah, waktu itu yang merancang juga Siska"kata pak Kusuma.
"oh..."jawab Dedy yang teringat waktu belanja bangunan Siska yang memilih semuanya.
BERSAMBUNG
*****
jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏