Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.245


__ADS_3

Mendengar cerita dari anaknya membuat mama kesal dengan adiknya Andi.


"terus...kamu enggak marah dengan dia.."


"bang Andi marah dengan dia..."


"kelihatan sekali adiknya itu iri dengan mu... mungkin setelah Andi menikah dia tidak bisa minta banyak pada Andi."kata mama


"itu lah ma... yang mau Mila selidiki... kalau untuk orang tua bang Andi...aku ikhlas...lagian orang tua nya tanggung jawab anak laki laki."


"betul itu... makanya dalam agama pembagian warisan itu satu bagian untuk anak perempuan dan dua bagian untuk anak laki laki... tapi dia harus bertanggung jawab pada orang tua dan kalau masih ada tanggungan dia berusaha menanggulangi."kata mama penuh semangat.


"itu juga yang Mila katakan pada bang Andi,ma...tau apa reaksi dia?"


"jadi bagaimana reaksi nya? mama kok jadi kepo..."


"dia tersentuh... dia takut aku akan marah, ngapain harus marah? trus ma dia tanya... bagaimana dengan orang tua ku...itu terserah abang kalau mau berbuat adil."kata Mila.


"mmmhhh... cocok itu...."


"itu lah... ayah juga kerja dan penghasilan tetap tapi kalau orang tua bang Andi kan enggak..."kata Mila sambil berdiri.


"mau kemana kamu?"


"mau ambil baju kerja...tadi aja aku enggak pakai baju seragam... terpaksa menghadap ibu kepala sekolah."kata Mila sambil masuk ke dalam kamar.


Sampai di kamar Mila melihat kamarnya yang hampir satu bulan dia tinggalkan, ada rasa rindu di sana...tapi mana mungkin dia hanya di sini saja sementara suami di tempat lain.


Di mana suami tinggal maka di situ juga istri ikut tapi akan berbeda bila ada perjanjian.


Mengambil dan melipat satu persatu baju dari dalam lemari lalu memasukkan ke dalam tas yang ada di kamar.Karena kecapean Mila pun tertidur di kamar tapi pintu kamar tidak di kunci.


Sementara Andi dan Dafi baru selesai meeting bersama, mereka pun menuju mobil yang membawa ke tempat meeting.


"pak mau kemana kita?"tanya pak Mien yang bingung mau kemana.


"Andi...kamu mau di antar kemana?"tanya Dafi.


"aku mau kembali ke kantor karena sepeda motor dan mobil ada di sana."


"sepeda motor mu itu sudah lama di parkiran kantor, sebaiknya bawa pulang."


"itu lah bos... bingung letak di mana... rumah masih sempit... tidak ada garansi."


"kamu... seperti orang susah saja... ambil salah satu rumah yang besar..."


"yang kecil saja Mila kaget...apa lagi kalau yang besar."


"penampilan kamu memang seperti orang susah... memprihatinkan... padahal rumah segala type ada... kasian Mila enggak tau apa-apa, perlu aku yang kasi tau?"kata Dafi

__ADS_1


"jangan bos... nanti aku akan kasi tau dia... jadi bos mau kemana ini?"


"aku mau pulang...kamu bagaimana?"


"di persimpangan depan aku turun,naik ojek aja ke kantor."kata Andi.


"ya sudah... terserah kamu... tapi ingat...kasi tau istri mu tentang properti yang kamu punya."kata Dafi.


"baik bos..."


"pak Mien...kita pulang saja ya..."perintah Dafi.


"baik pak..."kata pak Mien menjalankan mobil.


Setelah di simpang depan resto Andi pun turun menunggu pesan ojek online yang sudah di pesannya saat dari mobil bersama Dafi tadi.


Ojek online yang di pesan akhirnya datang juga dan langsung membawa Andi ke kantor.


Melewati jalan tikus dalam waktu lima belas menit sampai di tempat tujuan , padahal jam orang pulang kantor dan lagi macet di jalanan.


Masuk ke dalam gedung kantor melewati pak satpam yang teliti,dia tau siapa yang masuk dan keluar. Jadi pas Andi masuk pak satpam sudah menegur duluan.


"pak Andi...apa kabar pengantin baru...?pak satpam yang ramah.


"Alhamdulillah... sehat...bapak sehat juga kan?"


"iya pak... harus sehat dan menjaga stamina, kalau tidak begitu saya bisa enggak kerja.mau ngapain? sepeda motor sudah hampir seminggu nongkrong,jadi saya masukkan di gudang biar aman pak."kata pak satpam.


"baik pak...jadi sekarang mau ambil mobil?"


"iya pak... sebenarnya malas bawa mobil,apa lagi sekarang jam orang pulang kerja...mau naik sepeda motor, mau ke rumah mertua ambil baju istri."kata Andi.


"oh... begitu...ya sudah...insha Allah aman kok sepeda motor nya."


"terima kasih pak...saya pamit dulu."kata Andi sambil memberikan uang biru di kantong baju pak satpam."


"wah...apa ini pak..."


"untuk bapak...saya duluan ya..."


"terima kasih pak Andi... murah rezeki dan sukses selalu."


"a...min..."kata Andi sambil berjalan menuju parkiran mobil.


Dalam perjalanan ke rumah mertua sebenarnya sangat membosankan bagi Andi,apa lagi saat terjebak macet seperti ini.


"sabar Andi... sabar Andi..."kata Andi memenangkan diri.


Andi stres terjebak macet di mobil, makanya selama ini naik sepeda motor. Atas saran Dafi setelah menikah membawa mobil dengan alasan kasian istrinya.

__ADS_1


Setelah satu jam perjalanan dia pun sampai ke rumah mertua, untung saja pas magrib berhenti di mesjid baru jalan kembali.


Masuk ke dalam rumah di sambut oleh mama mertua."ma...Mila sudah sampai sini?"tanya Andi.


"dia ada di kamar... masuk saja ke dalam."


"baik ma..."


Andi yang sudah tau di mana letak kamar istri nya, masuk ke dalam melihat Mila tertidur dengan nyenyak. Karena Andi pun capek jadi dia tidak membangunkan,malah dia juga tidur di sebelah Mila.


Tempat tidur Mila yang ukuran lima kaki, jadi terasa sempit kalau untuk berdua. Andi pun tidur di sudut takut membangunkan istrinya.


Jadi lah mereka tertidur berdua di dalam kamar.


Mama dan ayah di luar menunggu pengantin baru keluar untuk makan malam,tapi yang di tunggu tak juga bangun.


"ma...kita makan saja duluan, mungkin mereka lagi istirahat."kata ayah.


"iya pa...kita makan sekarang saja, nanti biar mereka berdua makan bersama."kata mama.


Karena sudah lewat isya mereka belum keluar kamar jadi para mertua makan lebih dahulu,apa lagi ayah tidak boleh telat makan bisa kambuh asam lambung nya.


Sementara di dalam kamar Mila terbangun karena pas mau bergeser dia terhalang dengan seseorang,jadi di bukanya mata.


"bang Andi...kapan dia datang?"tanya Mila.


Melihat Andi yang seperti kecapean,tak tega untuk membangunkan nya. Karena haus jadi dia pun keluar dari kamar, ternyata mama dan ayah lagi duduk berdua di depan televisi.


"Mila... jangan lupa makan malam."kata mama


"iya ma...tapi bang Andi masih tidur, sebentar lagi Mila bangun kan"kata Mila mengambil air untuk di minum.


BERSAMBUNG


****


Jangan lupa


like...like... like...


add favorit


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2