Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.109


__ADS_3

Dalam perjalanan ke kantor Dewa Kusuma,


Dedy dan Siska di dalam mobil hanya diam saja. Suasana hening tidak ada pembicaraan antara mereka, masing masing tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Siska yang bingung bagaimana waktu minta maaf ke keluarga Dafi."di mana mau qu letakkan wajah ini saat minta maaf nanti? ternyata Bu Nani itu teman papi waktu kuliah dulu, aduh... bagaimana ini ?"kata Siska dalam hati.


Kali ini Siska yang duduk di sebelah Dedy, perlahan dia sudah mulai menerima Dedy tapi tidak sepenuhnya, masih panjang proses antara mereka berdua."Siska... sudah sampai kita"kata Dedy pada istrinya yang ternyata sampai ketiduran di mobil karena pusing memikirkan persoalan.


Tapi yang di bangunkan tak ada respon, sehingga Dedy membangunkan dengan memegang bahu istrinya"Siska... bangun...kita sudah sampai"kata Dedy pada istrinya.


"mmmmhhhhh...iya... sudah di mana kita?",


"sudah sampai kantor, ayo kita turun"ajak Dedy yang melihat Siska ketiduran"dasarnya cantik, bangun tidur tetap cantik walaupun ada iler"kata Dedy dalam hati.


Siska membuka mata dan melihat di sekeliling dan ternyata memang sudah sampai."ini di parkiran bawah"kata Siska yang mengucek matanya.


"iya...yuk kita turun"ajak Dedy yang sudah turun duluan.


Ternyata Dedy membukakan pintu untuk istri nya yang membuat Siska sedikit terkejut"terima kasih"hanya itu yang keluar dari bibirnya.


Dady hanya mengangguk dan tersenyum di perlukan dengan baik.


Mereka pun berjalan saling beriringan tapi tidak saling pegang tangan, di depan pintu masuk satpam melihat mereka tersenyum dan menunduk"siang Bu, pak.."kata satpam


Dedy membalas senyuman sementara Siska hanya melihat dan diam saja.


Begitu juga di bagian resepsionis, perlakuan Dedy dan Siska sama saja pada saat jumpa dengan satpam.


mereka berdua pun bekerja dan menyelesaikan pekerjaan masing masing, tapi sebelum ke tempat yang di tuju Siska menanyakan sesuatu pada Dedy."Dedy kira kira sebaiknya kapan ke rumah pak Dafi?"tanya Siska.


"mmmmhhhhh... sebaiknya kita bicarakan dengan mami dulu, orang tua biasanya punya solusi"jawab Dedy.


"oh...ya sudah kalau begitu, terima kasih"kata Siska.


"sama sama"jawab Dedy sambil ke tempat kerjanya.


Sementara di rumah sakit ruangan Nadya yang lagi rame karena semua keluarga inti ada di sana menjenguk Nadya yang hamil muda. Bu Nani memasuki ruangan"mama dari mana? dari tadi di cariin Nisa"tanya Dafi yang penasaran melihat mamanya dari awal.


"oh...mama melihat teman sakit"jawab Bu Nani santai.


"siapa teman mama?...oh...ya...ya... jangan bilang ke tempat pak Kusuma.


Bu Nani yang lagi di interogasi anaknya hanya santai saja dan menjawab"iya .. lihat pak Kusuma"jawab Bu Nani


"aduh...mama... kenapa ke sana?"

__ADS_1


"ya...mau lihat teman sakit, enggak ada yang salah kan?"jawab Bu Nani seperti tidak terjadi apa-apa.


"bang...biar aja mama, melihat teman sakit bukan nya bagus"kata Nadya yang sebenarnya tidak mengerti keresahan suaminya.


"lebih baik mengalah saja nanti aqu bicara sama mama lagi"kata Dafi dalam hati.


Bu Nilam yang melihat sahabatnya itu baru masuk mendekati"Nani...ini makan dulu bubur ayam, nanti kelamaan tidak enak"kata Bu Nilam.


"oh...iya... baru terasa laparnya, terima kasih Nilam"jawab Bu Nani sambil mencari keberadaan Nisa cucu tersayang.


"Nisa...mana?"kata Bu Nani lagi.


Ternyata Nisa yang lagi bermain di kursi tidak terlihat Bu Nani."Oma...Nisa di sini, tadi sudah makan bubur ayam kok"jawab Nisa yang merasa mau di ajak makan bubur ayam.


"tau aja si Nisa kalau mau di ajak makan Nilam wkwkwkwk"kata Bu Nani.


"itu karena kamu suka ngajak dia makan kalau lagi pegang makanan"jawab Bu Nilam


"ya memang seperti itu, namanya juga cucu yang selalu di bawa"kata Bu Nani sambil memakan bubur ayam di tangan nya dengan tenang karena misi sudah selesai.


Tok...


Tok...


Tok...


"kami semua orang tua pasien, enggak apa apa kalau di dalam ya dokter"jawab Bu Nani


Dokter tersenyum dengan jawaban Bu Nani"ya ..Bu enggak apa-apa"jawab dokter sementara perawat hanya diam karena sudah di jawab oleh dokter.


"Bu Nadya...saya periksa dulu, nanti siang ke ruangan saya mau di USG bagaimana keadaan kandungan nya"kata dokter.


Nadya tersenyum dan mengangguk"iya dokter nanti kami ke sana"jawab Dafi


"tapi jangan di paksakan, kalau kondisi nya sudah stabil.bagaimana Bu Nadya? apakah masih mual ?"tanya dokter


"Alhamdulillah... sudah mulai berkurang dokter..."jawab Nadya.


"syukur lah kalau begitu,tapi untuk sementara istirahat total dulu enggak boleh terlalu banyak gerak"kata dokter mengingatkan.


"baik dokter"jawab Nadya


"ya... sudah... seperti nya ibu ada perubahan kok, saya tinggal dulu"kata dokter.


Dokter pun mau keluar dari ruangan Nadya"terima kasih banyak ya dokter"kata Bu Nani.

__ADS_1


"iya...ibu..."jawab dokter yang berjalan keluar.


Bu Nilam mendekati Nadya yang baru di periksa oleh dokter"Nadya...selain mual ada yang lain sakit?"tanya Bu Nilam.


"enggak ada ma... hanya pengen makan masakan mama aja"jawab Nadya yang ingat pesan mamanya untuk tinggal di rumah yang dia rindukan.


"ya Allah... kasian nya, bagaimana pulang dari rumah sakit nginap di rumah dulu, biar mama masakan makanan kesukaan kamu"kata Bu Nilam.


"boleh kan bang, kalau tidur di tempat mama seminggu saja, boleh ya...bang ..."kata nadya yang minta persetujuan dari suaminya.


Dafi yang serba salah karena keadaan istrinya"iya...kamu cepat sembuh nanti kita nginap di rumah mama satu minggu", jawab Dafi.


"boleh bang ... Alhamdulillah... kalau begitu pasti aqu cepat sembuh karena sudah tidak sabar mau nginap di sana"kata Nadya dengan penuh antusias.


Bu Nani mendekati Nadya"oh... ternyata rindu pulang...ya sudah enggak apa apa... kenapa enggak cerita?"kata Bu Nani.


"kemarin enggak ada pikiran ke sana, tiba tiba saja setelah jumpa mama dan papa"jawab Nadya.


"iya sayang.... enggak apa apa kok"kata Dafi.


Nisa yang mendengar Nadya mau pulang mendekati"jadi Nisa sama siapa?"tanya Nisa.


"sama Oma la sayang, nanti kalau Nisa ikut Oma sama siapa? masa berdua dengan mba marni saja"kata Bu Nani.


"tapi Nisa nanti rindu dengan mama"jawab Nisa yang memang dekat dengan Nadya.


"sesekali kita ke tempat Oma Nilam, tapi hanya seminggu kok nginap di sana"jawab Bu Nani.


BERSAMBUNG


*****


jangan lupa


like... like... like...


add favorit...


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


Terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2