
Masih di kantor Raja Pratama, dua sahabat itu masih berbincang dan memeriksa berkas berkas yang harus di periksa.
"Andi jadwal meeting kita hanya pagi ini kan? nanti siang ada pertemuan lainnya?"tanya Dafi.
"sebentar di cek dulu"jawab Andi sambil melihat catatan dan di HP untuk mengingatkan jadwal.
"setelah qu periksa memang hanya ada pagi ini kita meeting, ada apa bos?"tanya Andi.
"jam makan siang aqu mau keluar karena Nadya dan abangnya lagi jalan berdua ke mall. Jadi aqu di ajak sama Nadya"penjelasan Dafi.
"oh...jadi bos mau pulang siang ini dan enggak masuk lagi?"tanya Andi lagi.
"ya"
Dafi melihat Andi dengan tatapan penasaran dan ingat cerita dari Nadya kalau dia pernah mau menjodohkan temannya itu dengan sahabatnya.
"Andi aqu mau tanya sesuatu boleh?"tanya Dafi
"ya boleh lah...macam baru kenal aja kita, mau tanya apa?"kata Andi.
"kamu itu kan pernah di jodohkan Nadya dengan sahabat di TK kalau tidak salah, tapi aqu lupa namanya.
Andi terdiam pertanyaan yang di lontarkan untuk nya, berpikir sejenak lalu dia menjawab pertanyaan itu."mungkin enggak jodoh kali"hanya itu yang keluar dari mulut Andi dan membuat Dafi enggak yakin dengan jawaban sahabat nya.
"masa jawaban mu hanya itu, pasti ada sesuatu. Aqu enggak yakin dengan jawaban mu itu"kata Dafi.
Andi melihat Dafi sekali lagi, memang mereka bersahabat dari putih abu abu sampai dengan sekarang."kenapa jawaban qu seperti ya, mana mungkin Dafi percaya. apa aqu cerita yang sebenarnya saja"kata Andi dalam hati.
"cerita lah masa seperti itu, aqu siap jadi pendengar. Umur kita ini memang harus sudah menikah, kalau lama kasian nanti anak kita ndi.Apa mau kamu di kirain teman anakmu kelak yang jemput sekolah kakeknya bukan ayahnya?" kata Dafi.
"sebenarnya waktu itu Aqu sempat beberapa kali jalan bareng dengan Mila, tapi sepertinya dia enggak begitu peduli dengan qu. Apa lagi waktu bersamaan Mila itu di jodohkan juga dengan seorang dokter"cerita Andi.
"masa sih? dokter mana?"tanya Dafi lagi.
" ingat waktu istri bos sering konsultasi dengan dokter ortopedi? ingat dengan dokter itu?"tanya Andi kembali.
"oh...itu ingat aqu kalau tidak salah namanya dokter Ilham"
"iya betul dokter Ilham"kata Andi lagi.
"emang nya kenapa?apa hubungannya?"tanya Dafi kembali.
Menceritakan yang sebenarnya sangat berat untuk Andi, tapi bagaimana lagi? kalau yang menanyakan itu adalah sahabat dan sekaligus bis tempat dia bekerja. Serba salah sebenarnya, Andi harus menceritakan pada Dafi.
Menarik nafas panjang akhirnya Andi bercerita.
"waktu kejadian itu setelah aqu jumpa pertama di sekolah TK, kami hanya beberapa kali aja jalan. Mungkin karena Mila di kenalkan Nadya istri bos dengan dokter Ilham. Jadi aqu enggak PD aja mau saingan dengan seorang dokter, aqu juga tau diri bos. aqu ini siapa? jadi lebih baik mundur teratur aja"kata Andi menjelaskan.
__ADS_1
"Astaghfirullah hal'azim Andi, masa kamu langsung menarik kesimpulan seperti itu. Tidak ada perjuangan namanya, jadi sekarang kamu dekat dengan siapa?"tanya Dafi penasaran.
"sama siapa ya...." Andi pura pura berpikir.
"Andi...aqu serius, enggak bercanda."kata Dafi
"ya... belum ada, nanti juga ketemu kalau sudah waktunya"kata Andi santai.
"aqu tau jodoh di tangan Tuhan, tapi ingat ya... kalau tidak ada usaha? sama saja"kata Dafi.
Andi mendengarkan perkataan sahabat sekaligus bos nya.
"mulai dari sekarang cobalah untuk mencari, jangan sampai sudah tua."kata Dafi
"ya... mulai sekarang aqu akan cari."jawab Andi.
Tak terasa mereka berbincang lama, jam menunjukkan pukul 10 pagi. Ada meeting dengan klain baru di kantor Raja Pratama. Jadi akhirnya sang sekretaris yang mengingatkan.
Tok
Tok
Tok
Pintu di ketuk dari luar."masuk"jawab Dafi.
"bawa saja mereka ke ruang meeting langsung,kami akan ke sana langsung"kata Dafi pada sekertaris nya.
"baik pak, permisi"jawab sekertaris.
Kedua sahabat tersebut akhirnya ke ruang meeting untuk bertemu klain baru tersebut, saat masuk ruangan ternyata tamu sudah menunggu mereka.
"selamat pagi pak"kata Dafi pada tamu tersebut dan setelah di lihat ternyata orang yang sudah dia kenal.
"pak Yusuf ternyata, kirain siapa"kata Dafi.
"iya pak...kami mau melanjutkan kerja sama kita kemarin"kata pak Yusuf.
"oh...iya ternyata belum lanjut kerja sama kita?"kata Dafi sambil melihat ke arah Andi.
Karena Dafi yang seperti tidak menguasai bahan untuk kerja sama dengan pak Yusuf, maka akhirnya di ambil nya untuk berbicara dengan klain baru tersebut."maaf pak Yusuf, apakah bapak setuju dengan penawaran properti kami kemarin?"tanya Andi pada klain baru tersebut.
"kalau itu dari awal kami sudah setuju, yang jadi masalah adalah kendala dengan dana. Jadi sekarang Alhamdulillah...dana sudah ada, jadi lebih baik kita lanjutkan proyek kerja sama kita. Bagaimana pak Dafi.
"tentu saja saya setuju sekali"jawab Dafi dengan percaya diri."aduh... kenapa aqu jadi kelihatan b*d*h? enggak menguasai materi?",kata Dafi dalam hati.
"ayo pak kita duduk dulu biar leluasa kalau bicara"ajak Dafi pada klain nya tersebut.
__ADS_1
Mereka pun duduk bersama untuk membicarakan hal hal yang penting di bicarakan dan langsung menetapkan harga dan tanda tangan untuk di mulai nya kontak kerja sama.
Tak memakan waktu yang lama meeting yang di lakukan sehingga hanya dalam waktu satu jam sehingga meeting pun selesai."Terima Kasih atas kepercayaan pada perusahaan kami, semoga berjalan dengan lancar"kata pak Yusuf.
"a...min... semoga tidak ada hambatan"kata Dafi pula sambil ke dua CEO perusahaan tersebut berjabatan tangan tanda kerja sama di mulai.
"Pak Dafi kalau begitu kami permisi dulu karena masih ada yang mau meeting ke tempat lain"kata pak Yusuf sama Dafi.
"ya pak Yusuf... hati hati di jalan"jawab Dafi.
"a...min... titip salam juga sama Nadya pak"kata pak Yusuf lagi.
"insha Allah saya sampaikan"kata Dafi yang dalam hati nya tidak suka dengan perhatian Yusuf karena Nadya itu istri nya
Ke dua CEO keluar dari ruangan dan di ikuti oleh anggota dari masing masing. Dafi dan Andi mengantarkan pak Yusuf dan anggota hanya sampai lift untuk menuju ke bawah.
Dafi dan Andi kembali ke ruangan masing masing"bos langsung ke ruangan qu saja"kata Andi
"ya sudah...aqu juga mau menyelesaikan semua, tapi ingat jam makan siang aqu mau keluar"kata Dafi.
"iya bos"kata Andi yang mengerti tugas nya, kalau tak ada Dafi di tempat maka dia yang menggantikan posisi.
Sampai di depan ruangan nya Dafi di panggil sekertaris nya "pak maaf...ada seorang yang mencari,dia lagi menunggu di ruangan bapak"kata sekertaris.
"lho kenapa enggak tunggu diluar, nanti kalau tamu itu ada niat jahat "kata Dafi yang.
Sampai di ruangan nya di lihat Dafi seorang membelakangi nya.
"selamat siang, ada yang bisa saya bentu"kata Dafi.
Bersambung
*****
Jangan lupa
like...lie...like...
add favorit...
komentar yang membangun
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏🙏