
Nisa dan ayah Dafi mau berjalan berdua menuju kamar baby, tapi ternyata Bu Nani juga minta ikut.
"Dafi mau ke mana?"tanya Bu Nani
Dafi melihat ke arah mamanya lalu yang jawab malah Nisa.
"mau lihat dedek bayi , Oma mau ikutan sama kami?"
"mmmhhh... boleh juga lagian Oma belum lihat kan ?"jawab Bu Nani sambil mendekati anak dan cucunya.
"Nilam...aqu lihat cucu kita dulu ya..."kata Bu Nani permisi pada sahabat putih abu-abu itu.
"iya...nanti aqu nyusul kasihan Nadya sendiri di sini "jawab Bu Nilam
"oh...iya ya...aqu titip menantu kesayangan "kata Bu Nani sambil berjalan.
"wkwkwk...kamu itu nan...ada ada saja"kata Bu Nilam .
Mereka bertiga pun ke ruang bayi dan menuju ke ruangan bayi,Bu Nani berjumpa dengan kakak kelasnya di universitas dulu.
"Dafi...apa mama enggak salah lihat,itu kak Kusuma?"tanya Bu Nani pada anaknya.
"mmmhhh... memang iya ma... tadi Dafi jumpa di kantin"jawab Dafi.
"siapa yang sakit? atau dia hanya kontrol saja"kata Bu Nani.
"anaknya yang masuk rumah sakit "Dafi menjelaskan.
"oh...gitu..."kata Bu Nani sambil mereka berjalan.
Karena arah ke ruangan bayi tidak sampai berpapasan,jadi Bu Nani tidak mendekati pak Kusuma.
"untung ke ruangan bayi belok jadi tak harus berpapasan, nanti saja qu tegur kak Kusuma."kata Bu Nani dalam hati.
Dafi melihat mamanya yang seperti enggan menegur temannya jadi dia mengikuti bagaimana maunya Bu Nani.
"ma...itu pak Kusuma tidak di samperin?"tanya Dafi
"nanti saja mama samperin kita lihat bayi mu dulu,apa lagi Nisa sudah tidak sabar."jawab Bu Nani.
"iya ayah...kita lihat dedek bayi sekarang nanti bica di ambil olang "kata Nisa.
"ini kita sudah mau dekat ruangan nya "kata Dafi.
Sampai di depan ruangan, sudah terlihat dari pintu kaca barisan bayi mungil yang baru lahir ke dunia. Rasa tak percaya lagi di rasakan Dafi mempunyai anak sendiri.
"ayah... yang mana dedek bayi nya?"tanya Nisa karena ada sepuluh lebih anak bayi yang ada di sana.
Dafi juga pun masih melihat nama orang tua di papan nama box bayi, dan ternyata bayi Nadya ada di barisan paling tengah.
__ADS_1
"itu dia dedek bayi Nisa... barisan paling tengah"kata Dafi.
Nisa yang masih bingung melihat lihat bayi yang ada di dalam, namanya juga anak lima tahun ya belum ngerti juga."yang mana sih ayah? Nisa enggak ngelti"kata Nisa sambil kebingungan melihat box bayi.
Bu Nani yang melihat tingkah cucu nya kebingungan hanya tersenyum."yang itu Nisa..."kata Bu Nani.
"oh...itu ya..."kata Nisa.
"iya... sudah kelihatan kan?"Tanya Bu Nani lagi
"sudah oma...tapi kenapa kita enggak bisa ambil adek bayi nya?"tanya Nisa
"dia masih tidur... paling sebentar lagi sudah akan ke ruangan, jumpa dengan mama"kata Bu Nani lagi.
Nisa berpikir dengan perkataan oma-nya,lalu bertanya lagi."oma...Nisa dulu seperti ini juga?"
"iya... lahir di rumah sakit, Oma juga ada waktu Nisa lahir"kata Bu Nani.
"semua sayang sama Nisa?"tanya Nisa lagi
"iya dong... semua sayang sama Nisa, emang nya kenapa?"tanya tanya oma
"enggak apa apa, tapi kalau sudah ada adek bayi... semua masih sayang dengan Nisa kan?"kata Nisa lagi.
"pasti dong... sudah jadi kakak kakak, princess Nisa yang cantik"kata Bu Nani menghibur cucu nya yang takut tidak di sayang.
Lalu di dekatinya Nisa setelah mendengar interaksi antara cucu dan oma."Nisa... semua pasti akan sayang sam Nisa walaupun ada adek baru."kata Dafi pada Nisa.
"ayah pasti sayang juga sama Nisa kan?"tanya Nisa lagi.
"pasti lah di sayang, sampai kapan pun Nisa itu princess ayah yang paling cantik"kata Dafi sambil menggendong Nisa.
Nisa pun memeluk erat Ayah nya karena ada perasaan khawatir."Kita lihat mama dulu ya... karena sebentar lagi adek bayi di bawa ke kamar"kata Dafi.
"mmmhhh..."kata Nisa sambil mengangguk.
"ma...kami ke kamar Nadya dulu,mama mau ikut atau di sini dulu?"tanya Dafi.
"mama di sini saja, nanti mama kembali ke ruangan Nadya"jawab Bu Nani.
"oke ... jangan sampai mencari kakak kelas ya..."kata Dafi menggoda mamanya.
"kamu... ngomong apa? ya kalau jumpa pasti mama tegur,"jawab Bu Nani.
"iya... maksud Dafi jangan di cari kalau jumpa ya enggak masalah "kata Dafi sambil menggendong Nisa di pelukan dan berjalan menuju ruangan Nadya.
Bu Nani yang masih melihat bayi di dalam,jadi teringat waktu Nisa di lahirkan."jadi ingat Nisa waktu di lahirkan, seperti baru kemarin saja"kata Bu Nani dalam hati.
Karena sepertinya sudah lama dan cukup melihat bayi di balik jendela kaca, akhirnya dia berjalan sendirian mau ke kamar Nadya.
__ADS_1
Berjalan sendiri ternyata bertemu lagi dengan pak Kusuma beserta istri yang lagi membawa bungkusan makanan untuk di bawa ke ruangan Siska tentunya.
"Nani...kamu di sini juga?"tanya pak Kusuma memulai percakapan, padahal dia sudah tau dari tadi siang.
"iya kak ... cucu qu lahir, anaknya Dafi"jawab Bu Nani.
"oh...iya...tadi siang kami juga jumpa dengan Pak Dafi di kantin rumah sakit. apa jenis kelamin cucu mu?"tanya pak Kusuma.
"laki laki kak, Alhamdulillah... sudah sepasang."kata Bu Nani bangga.
Bu Mona yang di sebelah suaminya ikut senang mendengar nya "Alhamdulillah... sudah sepasang, sekarang si Siska lagi hamil mba... do'akan dia sehat sehat ya..."kata Bu Mona.
"oh... Siska lagi hamil...jadi yang di rawat siapa?"tanya Bu Nani.
"biasanya lah mba...awal kehamilan jadi perlu di rawat "kata Bu Mona
"mudah mudahan Siska sehat sehat ya...dan bayinya juga kuat dan sehat di dalam kandungan "kata Bu Mona.
"a...min..."jawab Bu Mona dan pak Kusuma bersamaan.
Pak Kusuma dan Bu Mona yang lagi buru buru."mba...kami duluan ya...Siska tadi minta sesuatu yang kami bawakan ini, mumpung dia lagi selera makan "kata Bu Mona
"iya... silahkan... betul... betul...apa yang di katakan mba... karena di awal kehamilan susah sekali ibu hamil mau makan tapi harus di paksa karena akan berpengaruh terhadap bayinya kelak "kata Bu Nani.
"betul apa yang mba katakan...mari mba... kami duluan "kata Bu Mona dan di ikuti oleh pak Kusuma.
BERSAMBUNG
*****
Jangan lupa
like... like... like...
add favorit...
komentar yang membangun...
bunga mawar yang bermekaran
secangkir kopi hangat
serta
vote... vote... vote...
Terima kasih
🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1