Bu Guru Itu... Istri Ku...

Bu Guru Itu... Istri Ku...
Bab.240


__ADS_3

Mila yang lapar melupakan sejenak permasalahan mereka berdua, datang mie goreng dan kelapa muda membuat dia lupa sebentar.


"mmmhhh... kelapa muda nya enak bang."kata Mila


"mana...biar abang coba."


"enggak boleh yang ini... punya abang juga ada."kata Mila karena Andi mau mengambil di tangan istrinya.


"minum berdua kan biar romantis, punya abang nanti kita minum bersama."kata Andi


Luluh jadinya Mila mendengar Andi merayu nya."kalau habis...pesan lagi ya..."kata Mila


"iya..."


"itu pipet nya di ambil."kata Mila.


Mereka berdua pun menikmati kelapa muda berdua sambil menikmati hembusan ombak di tepi pantai.


"enak kan kelapa muda nya..."


"mmmhhh...apa lagi minum sama kamu seperti ini."kata Andi sehingga membuat pipi Mila merah merona mendengar rayuan dari suaminya.


Setelah selesai makan Mila masih menuntut penjelasan dari Andi tentang kejadian tadi siang.


"bang...jadi bagaimana dengan cerita Leli tadi?"


"nanti abang urus dengan dia, untuk saat ini abang masih kesal dengan nya."kata Andi


"berapa yang abang kasi uang pada Leli kemarin?"


"untuk sembako 1 jt dan 500rb untuk Leli dan anaknya."kata Andi dengan berat hati karena dia merasa bersalah tidak cerita pada istrinya.


"oh... begitu...jadi setiap bulan seperti itu?"


"iya..."jawab Andi sambil menunduk seperti yang lagi di hakimi.


"pantesan dia marah sama aku...hanya itu setiap bulan? enggak ada yang lain?"tanya Mila pada Andi


Andi yang memang belum mau menceritakan tentang rumah sewa yang di kelola Leli dan mamak karena uang tersebut untuk mereka.


Jadi menurut nya Mila tak perlu tau, biar aman.


"enggak ada sayang... hanya itu."kata Andi.


"jadi bang...aku boleh saran?"


"boleh...apa sarannya?"


"mulai dari sekarang... kalau ada sembako untuk mamak dan ayah... langsung di belikan,


uang 1 juta itu sebagian di belanjakan dan sebagian lagi kasikan langsung uang nya untuk ayah dan mamak."

__ADS_1


"kamu enggak keberatan?"


"enggak...setahu aku...anak laki laki yang bertanggung jawab pada keluarga walaupun setelah dia menikah, sementara anak perempuan tidak...makanya harta warisan itu pembagian nya 2 banding 1. Dua bagian anak laki laki dan satu bagian untuk anak perempuan. Setelah anak perempuan menikah akan menjadi tanggung jawab suaminya."kata Mila menjelaskan dengan pelan.


Penjelasan Mila yang panjang membuat Andi merasa senang,. berarti Mila mengerti hukum agama. Andi tidak berterus terang karena dia takut istri nya tidak terima kalau dia menanggung jawabi orang tua nya.


"terima kasih sayang... ternyata kamu mengerti... sebelum nya abang minta maaf tidak berterus terang karena..."


"karena aku akan marah dan tidak terima?"


Andi diam tidak menjawab hanya mengangguk seperti orang yang bermasalah dan di hakimi.


"bang...kita memang baru menikah, paling masih dua minggu... aku mohon tidak ada yang di sembunyikan... saling terbuka, jujur dan kalau ada masalah... bicarakan baik baik."kata Mila.


Andi melihat sosok Mila yang dewasa, tidak seperti saat di mobil tadi...marah seperti enggak jelas...


"maaf... abang yang salah... mungkin karena kamu akan marah kalau tau abang memberikan bantuan pada kedua orang tua."kata Andi


"insha Allah...Mila ikhlas dan senang kalau abang membantu orang tua... rezeki juga akan mengalir jika membantu orang tua."


Seperti mimpi jawaban dari Mila, selama ini Andi enggan cepat menikah karena takut mendapatkan istri yang tidak bisa menerima keadaan orang tua nya.


Makanya dia selalu tidak mau cepat menikah, kalau menikah siapa yang akan memperhatikan kedua orang tua nya.


"Alhamdulillah... kalau kamu ikhlas sayang...jadi mulai bulan depan kita berdua yang akan belanja bulanan untuk mamak dan ayah."kata Andi.


"baik... nanti di awal bulan aku ingat kan."


"abang boleh tanya?"


"boleh...mau tanya apa?"


"bagaimana dengan orang tua kamu?"


"Alhamdulillah... ayah masih kerja walaupun tahun depan pensiun, terkadang bang agung juga sering memberikan sembako atau uang untuk mereka, kenapa? abang mau belanjakan juga?"tanya Mila.


"kalau gitu enggak enak rasanya, lebih baik uang saja... terserah mau di belikan apa."kata Andi.


"terserah abang saja kalau mau berusaha adil pada dua belah pihak...aku ikhlas kok...insha Allah akan di berikan lebih."kata Mila.


Mereka berdua pun menikmati sunset di pinggir laut sambil bercerita dari hati ke hati,jadi sekarang tibalah tentang masalah ke Leli.


"bang... kenapa Leli begitu takut kehilangan mu? apakah banyak fasilitas dari abang?"tanya Mila


"aku sama Mila hanya berbeda dua tahun,dari sekolah dasar kami selalu berusaha,SMP juga sama dan SMA juga sama."kata Andi


"oh... pantesan dia takut kehilangan abang yang selalu menyayangi nya."kata Mila.


"setelah selesai SMA dia tidak kuliah karena tidak ada biaya, sementara abang kuliah di bantu Dafi dan sambil kerja."


"jadi Leli?"

__ADS_1


"dia di rumah saja tapi pernah juga kerja tapi enggak lama dan akhirnya jumpa sama Faisal...dan menikah."kata Andi.


"fasilitas apa yang abang berikan pada Leli selama ini?"tanya Mila.


"apa ya...tapi dia tinggal di rumah sebelah itu atas patungan membuat rumah nya biar dia yang jaga mamak dan ayah."kata Andi.


"mmmhhh...itu dia sudah enak... dapat rumah tanpa memikirkan sesuatu... enggak belanja dapur... jangan jangan abang kasi uang saku untuk dia ."kata Mila.


Andi tidak bisa mengelak karena tebakan Mila memang benar adanya, Andi selalu memanjakan Leli dengan menuruti permintaan nya.


"iya... karena abang kasian dengan nya... Faisal yang kerja nya enggak jelas..."kata Andi.


"apa kerja Faisal...?"


"kerja... tapi serabutan... pernah kerja bangunan...jaga grosir..angkat barang di pasar,apa lagi ya..."kata Andi.


Mendengar cerita dari Andi sebenarnya dia kasian dengan Leli tapi tak boleh di manjakan juga.


"tapi abang enggak boleh selalu memanjakan nya...ajari dia menerima kenyataan kalau Faisal sayang dengan dia. apakah Faisal kasar atau suka cari yang lain di luar rumah?"tanya Mila


"setahu aku enggak ada... Faisal orang nya baik."


"biasanya seorang perempuan akan bertahan bagaimana keadaan suami, asal..."


"asal apa?"


"asal setia... tidak selingkuh."kata Mila mantap.


Andi terdiam mendengar cerita dari istri nya dan Mila melanjutkan ceritanya lagi.


"perempuan di uji saat suami tidak punya apa apa tapi kalau laki laki di uji saat dia sukses dan berkecukupan. Jadi kalau kita saat ini siapa yang di uji bang?"


menarik nafas panjang mendengar pertanyaan dari istrinya, yang bingung mau di jawab apa ya...


BERSAMBUNG


*****


Jangan lupa


like...like... like...


add favorit


komentar yang membangun


serta


vote... vote... vote...


terima kasih

__ADS_1


🙏🙏🙏


__ADS_2