
...Percayalah jangan menyimpan rasa iri dan dengki di hatimu. Jika dua sifat itu muncul dan mulai ada maka kau pasti akan memiliki sifat balas dendam yang bisa menghancurkanmu....
...~JBlack...
...🌴🌴🌴...
Suara teriakan tak hentinya keluar dari mulut Rachel. Wanita itu benar-benar ketakutan berada disini. Di sebuah ruangan kecil dengan besi yang menjadi pintu pelindungnya, dirinya menjadi tawanan polisi sampai semua bukti selesai diperiksa dan naik ke sidang.Â
Perempuan itu benar-benar tak mau berada disini. Mendekam di penjara dengan nasib buruk dan membuatnya seumur hidup diam dan menjalani hukumannya.Â
"Polisi, lepaskan aku! Aku tak bersalah!" teriak Rachel sambil tangannya menggerakkan pintu besi itu dengan sekuat tenaga.
Tak ada yang menggubris. Tak ada yang datang. Bahkan sampai Rachel kelelahan dirinya hanya bisa menangis. Semua tak ada yang merasa kasihan padanya. Dia benar-benar tak dipedulikan lagi walau berteriak sekencang apapun.
Polisi telah begitu paham dengan penjahat model seperti ini. Mereka sudah jengah dan membuatnya mengabaikan siapapun yang berteriak dengan hebatnya.Â
Sedangkan di tempat yang lain atau lebih tepatnya di sel tempat dimana seorang pria berada. Terlihat punggung pria yang sedang menyandar di dinding penjara.Â
Dia memejamkan matanya dengan tenang. Pikirannya sedang berputar ke kejadian masa lalu. Masa dimana dia memiliki seorang sahabat laki-laki di masa kecil.
"Jangan lari, Syakir!" teriak seorang anak laki-laki dengan postur tubuh lebih gendut sedikit.
"Ya, kau payah, Alfa!" celetuk Syakir dengan nafas keduanya mulai ngos-ngosan.Â
Kedua anak laki-laki itu terlihat kelelahan. Mereka mendudukkan tubuhnya di atas rerumputan dan langsung merebahkan dirinya dengan begitu santainya.Â
Mereka adalah sepasang sahabat yang selalu bermain bersama. Pertemuan keduanya saat ikut menemani orang tua mereka di jamuan makan malam, membuat mereka mulai berkenalan dan bersahabat.Â
Adam Alfarezel dan Guntur Syakir Alhusyn, sahabat masa kecil yang saling menyayangi. Keduanya bahkan sering menghabiskan waktu bersama ketika masih kecil. Persahabatan yang sangat kekal sampai tak terasa usia keduanya mulai memasuki sekolah dasar.
Sampai suatu hari, suatu kejadian yang membuat Adam mulai berubah. Saat ujian kelulusan hendak dilakukan, pertemuan mereka semakin intens. Orang tua Adam meminta Syakir datang untuk membantu anaknya belajar.
Tentu permintaan itu Syakir turuti dengan senang hati. Toh dia juga senang belajar dengan Adam karena mereka bisa sambil makan dan bercerita yang lain.Â
"Belajar yang rajin ya, Nak. Kamu harus pintar seperti Syakir, Alfa. Kamu harus curi ilmunya agar nilai ujian kamu bagus." Itulah ucapan pertama yang mulai menimbulkan keirian dalam diri Adam.Â
Semakin hari, permintaan papanya semakin menjadi. Dia selalu dibandingkan oleh Syakir. Bahkan ketika ujian sekolah tiba, nilai keduanya selalu dibandingkan dan membuat Adam, atau Alfa nama yang sering dipanggil oleh Syakir itu mulai benci dengan semua yang ada dalam diri Syakir.Â
Hubungan keduanya mulai renggang saat mereka masuk sekolah menengah pertama. Sekolah yang berbeda dan jarak yang jauh, membuat keduanya mulai putus komunikasi. Namun, perbandingan dari papanya terus terdengar yang membuat rasa sayang pada Syakir kini berganti iri dan dengki.
"Jangan main PS terus, Adam! Nilaimu sangat jelek dan kau tak mau belajar!" omel papanya dengan mencabut kabel PS yang menyambung. "Kau seharusnya banyak belajar. Sebentar lagi kau ujian sekolah dan melanjutkan ke sekolah menengah atas. Apa kau mau nilaimu buruk terus? C terus yang kau tunjukkan pada Papa, hah?"Â
__ADS_1
Adam tak menjawab. Pria itu hanya diam karena merasa biasa dengan ucapan seperti ini.
"Contoh Syakir itu, Adam. Papa kemarin bertemu dengan papanya dan mereka bilang Syakir akan sekolah diluar negeri karena mendapatkan beasiswa. Kepintarannya membuatnya bisa belajar sampai ke luar."Â
Adam mengepalkan kedua tangannya. Telinganya semakin panas saat nama Syakir kembali disebut dan diagung-agungkan. Dia merasa muak selama hampir belasan tahun mendengar perbandingan ini.Â
"Seharusnya kau contoh, Syakir itu. Dia…"Â
"Berhenti membandingkanku, Papa!" sela Adam dengan berani menjawab.Â
Dia beranjak berdiri. Pria itu menatap papanya dengan tajam. Nafasnya naik turun karena emosinya juga terpancing mulai naik.Â
"Aku dan Syakir berbeda. Kita dua anak yang berbeda. Jadi jangan samakan dua otak kami yang pastinya juga beda!" bela Adam dengan marah.
"Berani kau melawan Papa, Adam!" seru papanya yang mulai lelah dengan sikap Adam.
Memang keduanya memiliki perbedaan sikap dan tingkah. Syakir memang aktif dan dia pintar. Sedangkan Adam, meski pria itu sedikit pemalu tapi untuk urusan belajar dia malas.Â
"Kau memang anak tak berguna. Kau berbeda dengan Syakir!"Â
"Ya. Kami beda. Syakir adalah anak yang Papa agungkan sampai Papa lupa jika anak Papa itu aku, bukan dia!"Â
Dari sanalah iri dengki itu mulai terwujud. Dalam hati kecil Adam, pria itu ingin membuktikan pada papanya bahwa Syakir tak sesempurna seperti yang ada di kedua matanya.
Hingga tragedi saat Adam yang sudah merencanakan dirinya seperti habis diculik di jalan dimana mobil Syakir akan lewat di sana. Dia berani menusuk perutnya sendiri dan duduk dengan darah menggelepar kemana-mana.
"Tolong!" lirih Adam saat dia tahu mobil Syakir akan melewatinya.
Syakir yang saat itu baru pulang dari meeting. Dia tentu terkejut menemukan seorang pria yang terluka. Dia segera membawanya ke rumah sakit agar luka Adam diobati. Setelah luka itu dijahit dengan baik. Akhirnya Adam mulai melancarkan aksinya.
"Dimana rumah Anda? Saya akan mengantarkan Anda pulang," ucap Syakir penuh perhatian.
Adam menggeleng. "Saya tak punya rumah, Tuan. Saya hanya anak desa yang ingin mengubah nasib ke Malang. Saya sedang mencari pekerjaan."Â
Adam melakukan aksinya dengan lancar. Ditambah dia juga sudah mengamati Syakir sejak lama.Â
"Pekerjaan? Apa jurusan Anda?"Â
"Bisnis," jawab Adam dengan pelan.Â
"Boleh saya melihat ijazah Anda?"Â
__ADS_1
Adam menggeleng. "Semua ijazah saya dibawa pencuri itu, Tuan. Semua barang dan data saya ada di mobil itu."Â
Akhirnya Syakir yang tidak tegaan mulai bertanya pada Adam. Pembicaraan keduanya yang enak dan santai membuat Syakir suka. Ditambah Adam yang anaknya super friendly membuat Syakir yang kaku lekas akrab.
"Bagaimana jika kau bekerja sebagai asistenku, Adam? Aku sedang mencari seorang asisten tapi belum dapat."Â
Permintaan itu tentu langsung disetujui oleh Adam. Dia menjadi senang saat masuk ke dalam perusahaan dengan mudah. Ditambah Syakir yang hanya tahu nama depannya, membuat Adam merubah nama panjangnya hingga Syakir tak mengingat tentangnya.Â
Sampai akhirnya semua rencana itu mulai diatur sebaik mungkin. Bahkan pertemuannya dengan Rachel untuk pertama kalinya membuat Adam mulai menambah daftar list rencana di bukunya.Â
Rachel yang mengenal siapa Adam lalu keduanya yang memang saat masih kecil saling suka. Akhirnya memiliki tujuan yang sama yaitu, menghancurkan Syakir.Â
Jika Rachel ingin uangnya maka Adam ingin membuat Syakir terlihat cacat di mata papa dan dunia.Â
Sampai akhirnya lamunan itu buyar saat seorang polisi datang dan membuka pintu selnya.
"Orang tua dan pengacaramu datang!"Â
Adam mengangkat wajahnya dengan datar. Tak ada ekspresi disana saat mendengar jika papanya hadir dan menemuinya.
"Sampai kapan Papa bisa membanggakanku sebagai anaknya di hadapan semua orang?"Â
~Bersambung
Udah tahu, 'kan?
Percayalah didikan dan sikap orang tua itu juga penting atas tumbung kembang mental anak.
Ini PR penting untuk orang tua.
Oh ya sambil menunggu syakir humai, mampir ke karya temanku yah.
Ketiganya memiliki nasib yang sama.tidak tau asal usulnya, tak tau dimana keluarga berada. apa mereka anak haram yang tak di inginkan?
Mereka gadis yang memiliki inisial yang sama TRIPLE'K, mereka bertemu saat kecil, sampai sekarang ketiganya menjadi sepasang sahabat yang tak bisa di pisahkan.
Hanya tinggal di sebuah kontrak petak kecil? Mereka tidak pernah mengeluh. Mereka menjalaninya dengan suka cita. ketiganya banting tulang bekerja sana sini untuk melanjutkannya pendidikan ke universitas yang mereka inginkan.
Tetapi di suatu kejadian, mereka bertemu dengan Pria kaya yang angkuh dengan kepribadian yang berbeda beda. mereka terikat dalam suatu perjanjian.
__ADS_1
Bagaimana nasib mereka kedepannya?
Apa TRIPLE'K bisa bersabar dengan kepribadian menyebalkan mereka yang membuatnya naik darah?