Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Malam Yang Dinanti


__ADS_3

...Malam yang indah akan datang dan kita akan menikmatinya secara bersama. ...


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


Di kamar Syakir dan Humai.


Terlihat sepasang suami istri tengah saling menikmati masa kebersamaan mereka di dalam bathup. Humaira yang menyandar di dada Syakir yang berada di belakangnya.


Keduanya tengah berendam air hangat. Mereka saling menikmati waktu yang sangat langkah ini. Bocah kecil yang merupakan anak mereka tengah tertidur pulas. Hal itulah yang membuat Syakir bisa mengajak istrinya mandi dan berendam bersama.


"Apa kamu lelah, Sayang? " Tanya Syakir dengan pelan.


Dia menghirup aroma tubuh istrinya itu. Syakir menyerukan wajahnya di leher Humai. Harum dari tubuh Humai bagaikan candu untuk Syakir.


Bahkan dengan nakal pria itu mulai menggerakkan tangannya dengan lihai. Dia menjelajahi tubuh istrinya bagian depan.


Dengan pelan, Syakir memegang gundukan seksi yang sangat ia sukai. Gundukan gunung kembar yang selalu membuatnya ingin bermain disana.


"Iya, Kak. Aku! " Jeda Humai yang menggigit bibirnya agar tak mendesah.


Rasanya tangan suaminya ini semakin nakal. Bahkan dengan berani, jari jemari Syakir mulai turun ke bawah. Ya, Syakir bermain di inti tubuh istrinya itu dengan begitu lihainya.


Dengan sekali gerakan.


"Kak! " Pekik Humai terkejut.


Syakir memasukkan jarinya ke inti tubuh Humai. Hal itu tentu membuat gadis itu blingsatan. Syakir benar-benar pandai untuk membuatnya melayang. Merasakan kenikmatan yang luar bisa dan selalu membuatnya puas.


"Lebih cepat, Kak! " Lirih Humai yang hampir mencapai puncaknya.


Akhirnya mata Humai lekas menatap ke atas. Nafasnya naik turun saya puncak kenikmatan itu dia dapatkan. Dia benar-benar tak menyangka hanya dengan permainan tangan bisa membuat dia hampir lupa dimana keduanya berada.


"Luar biasa, Sayang, " Bisik Syakir lalu mencuri satu kecupan di pipi Humai.


Syakir membiarkan istrinya menikmati sisa kenikmatan itu. Dia tak akan memaksa istrinya untuk bermain malam ini. Karena bagaimanapun dia tahu pasti Humai merasa lelah.


Dia menggoda istrinya juga hanya ingin membuat Humai rilexs dan benar saja. Cara itu berhasil. Humai terlihat sedikit lebih tenang dari ekspresi wajahnya.


"Apa kamu ingin bermain, Kak? " Tanya Humai pada Syakir.

__ADS_1


Perempuan itu membuka matanya. Dia menatap ke belakang untuk melihat ekspresi wajah suaminya itu.


"Besok saja, Sayang. Biarkan malam ini kamu tidur, oke. Isi energi kamu sebelum… " Jeda Syakir lalu memeluk istrinya itu penuh sayang. "Aku akan menghabisimu dan tak akan membuatmu istirahat semalaman."


...🌴🌴🌴...


Sedangkan ditempat lain, terlihat pasangan suami istri itu tengah saling tatap di atas ranjang. Keduanya baru saja selesai mandi dengan rambut yang masih basah.


Kedua pengantin baru itu memakai jubah mandi putih yang disiapkan oleh hotel. Hal itu tentu membuat mereka jauh lebih mudah sebelum melakukan hal yang sangat amat gila untuk pertama kalinya.


Ya, ini adalah waktu dimana keduanya akan melakukan hal besar dalam hidup. Dimana mereka akan saling mengorbankan dirinya masing-masing. Sebuah story yang sangat keduanya jaga dengan baik. Mereka bahkan tak mau melakukan hal gila sebelum menikah.


Baik Sefira dan Jeno, mereka menjaga harga dirinya dengan sangat amat sangat terjaga.


Dengan pelan, Jeno berjalan menuju sofa yang ada di kamar itu. Pria itu mendudukkan dirinya di sofa itu dan menyandar.


"Kemarilah, Istriku!" Kata Jeno dengan wajah menggodanya. .


Wanita itu menelan ludahnya paksa. Entah kenapa mendengar suara Jeno yang memanggilnya terdengar begitu seksi sekali. Apalagi mata gadis itu terus terfokus pada bibir kissable Jeno yang membuat sesuatu dalam dirinya berdesir.


Benar kata Humai. Suami kita akan terlihat seksi saat bergerak menggodanya, gumamnya dalam hati.


Terlalu fokus pada bibir Jeno sampai wanita tak menyadari jika suaminya itu juga sedang menatap ke arah bibirnya. Pria itu juga sedang berperang batin. Melihat bagaimana seksinya bibir sang istri hingga membuat sesuatu dalam dirinya mulai memberontak.


Bibir itu semakin dilihat semakin terlihat menggoda. Ah, Jeno sudah tak tahan. Ibu jarinya mulai merambat dan menyentuh bibir wanita bagian bawah hingga membuat gadis itu tersadar akan pikirannya.


Pandangannya mendongak. Bertemu pandang dengan mata Jeno yang mulai berkabut. Hingga entah siapa yang memulai. Pria itu sedikit menundukkan kepalanya. Lalu dia segera menyerang bibir yang sejak tadi membuatnya gerah bukan main.


Ah, gerakan kakunya keduanya tak dihiraukan. Jeno terus menyesap bibir atas dan bawah secara bergantian. Begitupun dengan Sefira. Dia hanya mengikuti keinginan dan nalurinya sendiri.


Jeno akan menurut. Dia tak mau membuat istrinya itu tak nyaman atau merasa tertekan..


"Sebut namaku, Sayang, " Kata Jeno meminta pada istrinya itu.


"Jeno!" Lirih Sefira yang baru merasakan ini pada tubuhnya.


Untuk pertama kalinya dan pengalaman pertama. Ini adalah salah satu hal yang baru dilakukan keduanya. Hal yang mungkin dulu masih haram tak boleh dilakukan. Kini halal untuk keduanya.


"Buka mulutmu, Sayang. Aku ingin menciumnya sampai habis," bisik Jeno dengan suaranya yang sangat seksi.


Sefira yang mendengar perintah itu. Tentu menurut. Dia membuka mulutnya yang membuat Jeno langsung menjelajah rongga bibir istrinya itu dengan lidahnya.

__ADS_1


Lidah tak bertulang keduanya saling berperang. Melilit, berkeliling lalu menyentuh hingga keduanya sudah lupa dengan keadaan sekitar. Bahkan Jeno sudah mengangkat tubuh Sefira. Dia memangku wanita itu yang dengan pelan yang membuat Sefira dengan mudah melingkarkan tangannya di leher Jeno.


Tangan pria itu juga mulai bergerak dengan leluasa. Menjelajah bak penari gemulai yang dengan lihai kesana kemari. Dia mengelus paha Sefira sesuai dengan nalurinya sendiri. Lalu merambat ke atas sampai ke bagian bukit kembar nan empuk.


Ah, masih sangat suci, kata Jeno dalam hati.


Jeno yang keinginannya sudah tak tahan dan dengan nafsunya yang besar. Dengan sekali gerakan akhirnya pakaian bagian atas Sefira sudah terlepas. Terpampanglah bukit indah itu di hadapan lelaki pertama yang bisa menatap kecantikan tersembunyi dalam dirinya.


Ciuman itu terlepas dan berganti Jeno menyerukan wajahnya ke leher Sefira. Gadis itu mencengkram rambut suaminya dengan pelan. Bergerak bak cacing kepanasan saat lidah dan gigi Jeno mulai menjelajah lehernya.


Bisa Fira rasakan jika suaminya itu menyesap lehernya. Menggigitnya dengan lembut hingga tanpa sadar membuatnya mengeluarkan suara laknat yang semakin membuat Jeno beringas.


Senyum pria itu tercetak jelas tatkala melihat satu hasil karyanya di leher sang istri. Tanda cinta yang begitu memerah seksi dan membuat pria itu merasa bangga.


Akhirnya posisi mereka mulai berubah. Sefira dibaringkan di sofa dan Jeno di atasnya. Dengan pelan wajah Jeno semakin turun. Pria itu mensejajarkan kepalanya dengan dua bukit kembar yang berukuran lumayan besar dan sangat pas di genggaman tangan.


Bisa Jeno lihat mata Sefira mulai berkabut. Keduanya mulai sama-sama bergairah hingga membuat Jeno tak akan mundur lagi. Pria itu segera berubah bak bayi kehausan yang dengan enaknya memasukkan ujung bukit kembar itu ke dalam mulutnya.


Dia menyesap bak nyamuk ganas yang kehausan darah. Meski tak ada apapun yang keluar. Namun, Jeno mulai mengklaim ini adalah bagian dari diri Sefira yang sangat nikmat.


Sedangkan adik Syakir itu hanya mampu memejamkan matanya mendapatkan perlakuan ini. Badannya menggeliat saat kedua bukitnya bergantian dicecap dengan begitu pelan tapi sangat seksi.


"Sayang!" jerit Sefira saat Jeno mengusap bagian segitiga bermuda dari luar.


Dia sudah tak sadar jika celana miliknya ternyata sudah hilang entah kemana. Bahkan wanita itu dengan tak tahu malunya semakin membuka kedua kakinya lebih lebar takala Jeno berhasil meloloskan celana segitiga terakhir penutup inti tubuhnya yang basah.


"Cantik," puji Jeno tatkala Sefira sudah tak memakai apapun.


Pipi istrinya itu bersemu merah. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangan saat Jeno meneliti semua tubuhnya dengan intens. Hal itu membuat pria berstatus suaminya itu mulai gemas. Dia membuka wajah Sefira lalu memberikan kecupan mesra di bibir.


"Apakah boleh aku melanjutkannya?" tanya Jeno dengan lembut dan tangan mengusap area basah itu dengan gerakan menggoda.


Bagaimanapun Jeno tak mau egois. Dia harus menanyakan demi kenyamanan istrinya itu.


Sedangkan Sefira, jika caranya begini pasti membuatnya tak bisa berpikir jernih. Dia hanya merasa gatal dan ingin sesuatu meledak dalam dirinya. Akhirnya tanpa suara, kepala gadis itu mengangguk seakan menyetujui apapun yang dilakukan oleh Jeno dalam dirinya.


"Aku milikmu, Suamiku."


~Bersambung


Hiyaa pada gak sabar yah? kabur

__ADS_1


Maaf baru update yah. Dari kemarin fokus kejar tamat Bang Jim di sebelah.


__ADS_2