Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Rencana Syakir


__ADS_3

...Terkadang butuh suatu pengertian agar sebuah hubungan tetap berlanjut dan saling memaafkan. ...


...~Guntur Syakir Alhusyn...


...🌴🌴🌴...


"Kau serius tak mau menginap disini? " Tanya Hae saat Jeno dan Sefira mulai menyiapkan diri untuk pulang.


Kedua pasangan suami istri itu tengah memakai pakaian tebalnya. Sedangkan Jay, bocah kecil itu tengah terlelap di sofa yang ada disana dengan tenang.


"Iya, Hae. Aku tak mungkin membawa Jay tidur disini karena Syakir pasti mencarinya, " Kata Jeno dengan pelan.


"Apa temanmu itu sangat bucin pada putranya? " Tanya Hae sedikit berbisik yang membuat Dong Min memukul kepala wanitanya itu.


"Namanya ayah pada anaknya, semuanya pasti bucin, Hae! "


"Ishh! " Hae menyingkirkan tangan Dong Min dari kepalanya dan mendelik.


"Ya aku mana tau! Aneh aja, masak si gemes gak boleh tidur disini, " Seru Hae dengan cemberut.


Jujur Hae mulai akrab dengan Jay. Sebelum bocah 3 tahun itu tertidur. Hae menemaninua bermain. Mengajaknya bercanda dan mengobrol dan membuatnya sangat aman nyaman dan bahagia bersama Jay.


Hal itulah yang membuatnya ingin Jay tidur disini. Dia masih ingin menghabiskan waktunya dengan anak itu.


"Tenanglah, Hae. Aku akan meminta Humai membawa Jay besok. Agar kau bisa bermain dengannya! " Kata Jeno yang membuat mata Hae berbinar cerah.


Namun, itu tak berlangsung lama. Dia melirik ke atas Ye Jun yang masih anteng dengan tab di tangannya.


"Mana boleh sama si bos? " Bisik Hae pada Jeno dengan suara yang ia sengaja gar Ye Jun mendengar. "Besok pasti bakalan jahit, 'kan?"


"Aku mengizinkan! " Kata Ye Jun pelan tanpa menoleh.


"Apa! " Pekik Hae bahagia. "Kau serius, Bos? "


"Hae pelan-pelan. Jay tidur! " Kata Jeno memperingati.


Hae hanya cengar cengir kuda. Dia menutup mulutnya dan mengangkat ibu jari dan jari telunjuk sebagai tanda peace. Jujur dirinya juga tak sengaja berteriak karena memang sangat amta tak percaya dengan tingkah bosnya.


Baru kali ini Ye Jun mengizinkan anak kecil bermain di galeri. Biasanya pria itu tak pernah mengizinkan siapapun semenjak gaun yang pernah digunting oleh anak klien dan membuatnya tak mengizinkan siapapun membawa anak kecil.


Namun, entahlah. Hae tak mau memikirkan itu. Yang terpenting Jay boleh dibawa dan dia bisa bermain.

__ADS_1


"Kau berteriak lagi. Aku tarik ucapanku! " Ancam Ye Jun yang membuat Hae menundukkan tubuhnya.


"Baiklah, Bos. Terima kasih banyak. "


Akhirnya Sefira dan Jeno mulai pamit. Mereka meninggalkan Galeri dengan perasaan bahagia. Berkumpul bersama teman yang lain adalah sesuatu yang sangat amat menyenangkan.


Apalagi Sefira. Perempuan itu telah dekat dengan Hae. Mereka sering bertukar cerita tentang Jeno di masa lalu yang membuat Sefira tahu bahwa suaminya itu adalah orang yang tertutup.


Tertutup akan hati dan pertemanan atau bisa dibilang Jeno adalah tipikal orang yang sangat amat menjaga sebuah pertemanan dengan temannya sendiri.


"Kita langsung pulang ya, Sayang? " Tanya Jeno menatap istrinya dan mengusap kepalanya dengan lembut.


Kali ini mereka menggunakan taxi karena mobil yang mereka sewa tadi dibawa oleh Syakir.


"Ya, Kak. Kasihan Jay. Dia pasti tak nyaman tidurnya, " Ujar Sefira dengan hati keibuan.


Jeno bisa melihat ketulusan dari mata istrinya itu. Sefira benar-benar menyayangi anak kakak iparnya itu dengan tulus. Tak sekalipun Sefira pernah marah pada Jay se aktif apapun gerakan anak itu.


"Biarkan dia tidur bersama kita malam ini, Sayang, " Ujar Jeno yang membuat Sefira mendongakkan kepalanya.


"Kamu serius, Kak? "


"Ya. Biarkan Kak Syakir dan Humai menyelesaikan kesalahpahaman mereka, " Ujar Jeno penuh pengertian. "Aku tak mau Jay mendengar orang tuanya ribut. "


"Berarti malam ini kita akan tidur bertiga, " Ujar Sefira dengan tersenyum.


"Iya, Sayang. Anggap aja stimulasi sebelum kita punya anak sendiri, " Kata Jeno yang membuat Humai tertawa.


...🌴🌴🌴...


Suara bel berulang kali membuat seorang pria mulai menggeliat dalam tidurnya. Dia membuka mata dan segera menegakkan tubuhnya.


Dirinya melihat ke samping sejenak. Melihat keadaan istrinya yang masih tidur dengan tenang dibalik selimut. Hal itu tentu membuat Syakir tak mau mengganggu.


Dia lekas beranjak dari ranjang dan memakai celana pendek lalu membiarkan dada bidangnya terekspos. Syakir lekas membuka pintu itu dan muncullah Jeno disana.


"Mengantarkan Jay yah? " Kata Syakir sambil menatap putranya yang tertidur dalam gendongan Jeno.


Saat ayah satu anak itu hendak maju dan meraih putranya. Kepala Jeno menggeleng.


"Biarkan Jay tidur denganku dan Sefira untuk malam ini, " Kata Jeno berpamitan. "Selesaikan dulu permasalahan di antara kalian berdua. Aku berharap semoga keputusanmu tak membuat cita-cita dan impian Humai terganggu, Kakak Ipar!"

__ADS_1


Jeno lekas menundukkan kepalanya sedikit. Lalu dia membalikkan tubuhnya dan masuk ke dalam kamar yang ada tepat di depan kamar Syakir Humai.


Entah kenapa ucapan Jeno seakan membuat hati Syakir tersentil. Dirinya merasa sesuatu mengusik hatinya.


Impian dan cita-cita istrinya ada disini. Ya Syakir sadar jika istrinya menginginkan ini semua. Humai sangat amat mencintai pekerjaannya dan membuat Syakir tak akan melarangnya.


Ya, pria satu anak itu tak memiliki alasan mencegah istrinya untuk ke galeri. Dia tetap mengizinkan Humai tapi dengan satu rencana. Rencana yang terpintas dalam otak Syakir.


"Kamu sudah bangun, Sayang? " Ucap Syakir saat dia masuk dan melihat istrinya telah duduk di atas ranjang sambil membenarkan rambutnya.


"Iya, Kak. Suara bel mengganggu, " Kata Humai dengan jujur.


Syakir lekas naik ke atas tempat tidur. Lalu dia meraih tubuh istrinya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Syakir membiarkan kepala Humai di lengannya dengan tangan memegang dadanya yang terbuka.


"Siapa yang bertamu, Kak? " Kata Humai dengan menutup mulutnya karena menguap.


"Jeno, " Jawab Syakir sambil menatap langit-langit kamar.


"Apa kata dia? "


"Jeno pamit membawa Jay untuk tidur dengan mereka hari ini, " Kata Syakir dengan jujur.


"Apakah itu tak mengganggu waktu mereka, Kak? " Tanya Humai tak enak hati dengan mata mengantuk.


Jujur tubuh wanita itu masih kelelahan. Dia merasa ingin memejamkan matanya.


"Nggak bakal, Sayang. Tenanglah. Itu permintaan mereka sendiri yang artinya Jeno dan Sefira tak akan terganggu dengan adanya Jay di antara mereka," Ujar Syakir memberikan pengertian.


Humai hanya mengangguk. Dia lalu melingkarkan tangannya di perut Syakir dan mencari kehangatan di tubuh pria itu.


"Aku ingin tidur lagi, Kak. "


"Tidurlah, Sayang. Maaf telah membuatmu kelelahan," Ucap Syakir lalu mengusap kepala istrinya dengan lembut.


Mata pria itu menatap langit kamar dengan pikiran melalang buana. Dia sudah memikirkan semuanya. Dirinya juga sudah memantapkan keputusannya.


"Aku akan meminta putra kita menjadi kata-kata dan tentara penjagamu, Sayang. Aku yakin jika Jay ikut, maka pria manapun tak akan bisa mendekatimu, " Gumam Syakir dengan pikiran cerdasnya.


~Bersambung

__ADS_1


Si Bucin jadiin anaknya penjaga hatinya haha. Syakir ketar ketir liat Ye Jun, muka Korea yang dikira mepet istrinya. Hahaha


__ADS_2