Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Terbongkar


__ADS_3

...Ketika sebuah kebenaran pertama mulai muncul di permukaan maka akan ada banyak kebenaran lainnya yang akan ikut hadir di antara mereka....


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


Suara tamparan terdengar jelas di sana. Humaira sampai menutup mulutnya saat melihat siapa yang menampar teman kampusnya itu. Ibu mertuanya lah yang berada disana. Menatap penuh kebencian ke arah Rachel dengan tatapan tajamnya.


"Kau!" seru Mama Ayna menunjuk wajah Rachel. "Untuk apa kau mengganggu menantuku, hah!" 


Rachel mengusap pipinya yang panas. Bukannya takut, perempuan itu tersenyum miring. Dia sebenarnya terkejut melihat kehadiran ibu dari kekasihnya. Namun, kepalang basah. Maka dia harus berani melawan. 


"Oh, halo, Calon Ibu Mertuaku Tersayang," sapa Rachel dengan wajah tak bersalah.


Dia mengusap pipinya sejenak lalu menatap ke arah gadis yang sudah sangat dia tahu jika itu adalah adik dari kekasihnya.


"Hai, Calon Ipar!" sapa Rachel dengan ramah.


"Dalam mimpimu!" seru Sefira dengan matanya menatap tajam ke arah Rachel. 


Adik Syakir itu mulai menatap ke arah mamanya. Dia memegang lengan wanita yang melahirkannya dengan pikiran tak percaya.


"Apa maksud semua ini, Ma?" seru Sefira yang tak mengerti akan apa yang dikatakan oleh teman kuliahnya itu.


"Oh, apa kau tak mengerti? Kasihan sekali hidupmu selalu tak mengerti keadaan di sekitar," ejek Rachel yang membuat Sefira mulai berpikir. "Kau tak tahu bagaimana Mamamu ini mengenalku?" 


"Jangan bertele-tele kepadaku!" seru Sefira menunjuk Rachel dengan marah.


"Rachel!" seru Mama Ayna yang mulai takut jika Rachel semakin membuat Sefira kecewa pada kakak kandungnya. "Pergi kau dari sini!" 


"Oh ayolah, Camerku tersayang. Aku ingin duduk disini bersama kalian saja. Kita berbincang layaknya keluarga hangat boleh?" 


"Jangan harap!" 


Sefira menatap Rachel dengan tajam. Namun, kepalanya mulai berputar berpikir apa yang dimaksud oleh wanita gila itu. Hingga sebuah perkataan kakaknya yang sangat dia ingat membuat Sefira menatap tak percaya. 


Dia menatap mamanya dan Rachel yang masih adu mulut. Apa yang dimaksud oleh kakaknya jika dia memiliki kekasih itu adalah Rachel.

__ADS_1


Apa gadis gila dengan sejuta kelicikan ini yang menjadi wanita beruntung dicintai oleh kakak kandungnya. Wanita yang tak memiliki hati dan salah satu penyebab Humai selalu direndahkan dan dihina oleh seantero kampus. 


"Apa kau sudah menemukan jawabannya, Adik Iparku yang cantik?" tanya Rachel mencolek dagu Sefira dan membuat pemikiran adik Syakir pecah.


"Aku tak akan pernah membiarkan kau mengusik kehidupan kakakku lagi!" seru Sefira dengan yakin. "Lihat saja! Kau akan menangis darah melihat bagaimana Syakir meninggalkanmu."


"Oke. Aku tunggu masa itu tiba, Sayang. Jika tak sesuai dengan ekspektasi di kepalamu, jangan menangis," kata Rachel dengan senyum mengejek. 


Tak mau berlama-lama disini, Rachel menatap ibu dari kekasihnya itu. Dia tersenyum licik saat berhasil membuat acara mereka berantakan. Meski pertemuan ini tanpa disengaja, tapi Rachel berhasil mengacak-ngacak perasaan mereka bertiga.


"Baiklah, Camerku sayang. Aku akan pergi. Jangan lupa, berikan salamku pada putramu yah." 


Setelah mengatakan itu, Rachel melambaikan tangannya. Wanita itu benar-benar tak memiliki rasa malu sedikitpun. Walau sudah ditampar oleh Mama Ayna dia masih berlagak sombong seperti itu. 


Suasana masih memanas. Bahkan sampai Mama Ayna meminta anak dan menantunya untuk duduk, kedua gadis itu masih diam.


"Sayang," panggil Mama Ayna pada putrinya.


"Jangan katakan kalau kekasih Kakak itu adalah Rachel, Ma?" tanya Sefira menatap mamanya dengan lekat. 


"Iya, Nak." 


Jantung seorang perempuan mecelos. Dia menatap tak percaya pada sosok wanita paruh baya di depannya. Ada perasaan takut dan gemetar saat kebenaran itu dia dengar. 


Helaan nafas berat terdengar dan membuat Mama Ayna dan Sefira berpaling. Keduanya menatap sosok Humai yang menunduk.


"Sayang. Maafin Mama, Nak." 


Humaira menggeleng. Dia menarik nafasnya begitu dalam. Lalu memberanikan diri mendongak. Dia memaksakan senyumnya di hadapan mertua dan sahabatnya itu.


"Seharusnya Humai yang minta maaf, Ma. Karena Humai hubungan mereka harus seperti ini. Karena Humai, Kak Syakir harus berpisah dengan wanita yang ia cintai." 


Humai merasa kecewa pada dirinya sendiri. Dia seakan merebut kebahagiaan orang lain untuk dirinya. Menghancurkan masa depan seorang wanita yang mencintai suaminya karena kesalahan malam laknat itu. 


"Jangan minta maaf pada siapapun. Kamu gak salah!" kata Mama Ayna memegang tangan Humai. "Kamu istrinya sekarang. Kamu berhak memiliki Syakir seutuhnya." 


Humaira tak tahu harus menjawab apa. Dia benar-benar seperti ada di tengah-tengah jurang. Diantara dua manusia yang saling mencintai dan sama-sama membencinya. Humai hanya berharap semoga Rachel tak melakukan hal gila lagi di hidupnya.

__ADS_1


"Ayo kita makan lalu setelah itu pulang." 


Sefira tak bersuara apapun. Selain Humaira yang terkejut dengan kenyataan itu. Pihak keduanya yang paling terkejut adalah dia. 


Gadis muda itu tak menyangka jika kakaknya akan terjebak hubungan dengan gadis gila di kampusnya. Sefira bahkan sampai berpikir apa kakaknya itu bener-bener mencintai Rachel. 


Apa kakaknya tak pernah mencari tahu bagaimana kelakuan kekasihnya itu di luaran sana. Namun, semua itu seakan tak menjadi alasan terkuat kecurigaan ini.


Sefira malah memikirkan hal lain. Sesuatu yang menjadi kunci utama dimana sahabatnya harus terjebak dengan keadaan ini. Memikirkan semua yang saling berhubungan, pasti ada benang merah di antara mereka dan Sefira mulai menduga-duga.


Aku harus mencari tahu semuanya. Aku yakin jika dalang dari semua ini adalah satu orang yang sama, gumamnya dalam hati sambil menatap ke arah Humaira yang terlihat memaksa mulutnya untuk mengunyah makanan yang ia yakini jika sahabatnya itu tak berselera.


...🌴🌴🌴...


Suara bantingan pintu mobil terdengar. Dia melemparkan tasnya ke samping dengan mengusap pipinya yang sakit. Mood wanita itu mulai turun saat melihat bagaimana ibu dari kekasihnya itu sangat membencinya. 


Entah apa yang pernah Rachel lakukan. Dulu saat pertama kali kekasihnya mengenalkannya pada keluarganya. Mereka tak sehangat saat memperlakukan gadis cupu itu sekarangm


Dia jadi sadar jika musuhnya memiliki support system terkuat. Support dari pihak keluarga kekasihnya. 


"Aku tak menyangka wanita tua itu menyayangi gadis cupu seperti tadi. Aku benar-benar tak percaya melihatnya!" ucapnya sambil memukul stir kemudi.


Dia segera mengambil cermin yang selalu ada di dashboard mobil lalu melihat tamparan yang membekas di pipinya.


"Oh, ****! Kuat sekali tangan wanita tua itu," serunya dengan meringis. 


Cap lima tangan itu tercetak jelas. Kemerahan yang sangat amat merah semakin membuat kemarahan dalam diri Rachel terpancar. Namun, tiba-tiba sebuah pikiran licik mulai terbayang di wajahnya. 


Di akan membalas dendam. Membalas tamparan ini dengan tamparan yang paling kuat. Tanpa harus mengotori tangannya sendiri, dia bisa memprovokasi sang kekasih dan menyiksa wanita cupu itu dengan kedua tangan Syakir.


"Tunggu pembalasanku nanti, Gadis Jelek. Aku akan membuat hidupmu menderita semenderita mungkin!" 


~Bersambung


Menderita model apa maksudmu, Chel? Mbok tobat unu loh yah yah. Kok tambah dadi!


Jangan lupa klik like, komen dan vote. Biar author semangat ngetiknya.

__ADS_1


__ADS_2