Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Tendangan Goal


__ADS_3

...Keindahan pernikahan adalah apa yang haram dilakukan sebelum bersama akan menjadi halal ketika mereka telah melaksanakan akad....


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


Mendengar jawaban Sefira. Kepala Jeno Langsung sejajar dengan inti tubuh yang terlihat basah. Bukannya merasa jijik tapi Jeno merasa tertantang.


Jujur ini adalah pengalaman pertama untuk Jeno. Namun, dia juga bukan laki-laki polos yang tahu apapun. Banyak hal yang bisa dilihat melalui video agar istrinya itu bisa merasakan rasa puas padanya.


Ya, Jeno telah belajar melalui video panas yang dia lihat sebelum menikah. Sekarang, dia mungkin akan mempraktekkannya secara langsung.


Akhirnya dia mulai memasukkan salah satu jarinya yang ternyata membuat sesuatu hal baru yang baru dirasakan Sefira mulai terlihat. Gadis itumenjerit terkejut tapi bukannya kesakitan melainkan gadis itu semakin blingsatan.


Dengan semakin tak tahan, Jeno kembali memasukkan jari keduanya hingga dia bisa merasakan sesuatu dalam milik sang istrinya berkedut.


Gila! Istriku sangat luar biasa, jerit hati Jeno dengan semangat membara.


Tak mau semakin menunda. Jeno memajukan wajahnya. Mengganti jari itu dengan lidah tak bertulang miliknya hingga membuat Sefira memejamkan matanya.


Ini pengalaman pertama Jeno. Namun, pria itu bahkan menikmatinya dengan baik.


"Apa yang kamu lakukan, Sayang," pekik Sefira dengan suara serak yang terdengar seksi.


Jeno tak menjawab. Dia seakan menemukan kegiatan yang membuatnya candu. Memakan bak sedang memakan es krim dan permen. Memainkan lidahnya seperti penari mengorek semua isi milik Sefira dengan lidahnya yang sangat lihai. Hal itu mampu membuat wanita itu menjerit hingga membuat Jeno semakin berantusias.


"Sayang, aku!" Mata Sefira juling ke atas.


Dia merasakan sesuatu meledak dalam dirinya untuk pertama kali. Hal itu entah kenapa membuatnya merasa lega sekaligus kurang dalam bersamaan.


Sedangkan Jeno, melihat sesuatu cairan basah yang keluar dari milik Sefira semakin bahagia. Dia menyesapnya sampai habis hingga membuatnya semakin kecanduan.


Namun, ini tak boleh seperti ini terus. Miliknya sudah ingin berperang kuat dengan milik Sefira. Hal itu tentu harus dikabulkannya. Hingga akhirnya Sefira melihat Jeno mulai membuka kaos yang digunakan dan melemparkannya ke lantai. Lalu diikuti celana yang dipakai oleh suaminya itu yang telah lolos yang membuat gadis itu menahan napas.


Disana, milik Jeno sudah berdiri tegak. Bersiap bertempur untuk menghabiskan malam yang panas dan indah bersamanya.


"Kalau sakit, katakan padaku, Sayang. Aku akan berhenti. Oke?" pinta Jeno saat tubuh mereka mulai bertatapan.


Kepala Sefira mengangguk. Tangan mereka menyatu dan diletakkan di samping kanan kepala istrinya itu. Sedangkan tangan kanan Jeno. Mulai semakin membuka kaki Sefira.


Jeno sedikit mengangkatnya hingga akhirnya posisi miliknya dan milik Sefira sejajar. Dengan pelan, pria itu menggeseknya secara perlahan hingga membuat istrinya itu tak sabar bukan main.


"Sayang. Aku sudah tak tahan!" Lirih Sefira yang ingin segera merasakan bagaimana nikmatnya dunia.

__ADS_1


Tatapan keduanya saling menatap penuh gairah. Baik Jeno dan Sefira sudah tak bisa mundur lagi. Mereka sama-sama menginginkan kenikmatan ini. Hingga perlahan gesekan itu dihentikan oleh Jeno.


Pria itu mulai menyelipkan miliknya dan dia merasa kesusahan. Bukan karena basahnya tetapi milik Jeno yang masih baru ini ukurannya sangat sempit sekali.


Genggaman tangan Sefira yang semakin kuat membuat Jeno menghentikan gerakannya. Dia bisa melihat wanita yang merupakan istrinya itu kesakitan hingga membuatnya tak tega.


"Kenapa berhenti, Sayang?" tanya Sefira yang tak merasakan pergerakan Jeno.


"Apa sakit?" tanya pria itu menatap mata istrinya dengan lekat.


"Sedikit," kata Sefira yang tak mau jujur karena takut Jeno akan kecewa dengan pelayanannya.


"Jangan dipaksakan kalau kamu tak kuat, Sayang."


"Sayang!" pinta Sefira melingkarkan kedua tangannya di leher Jeno.


Tatapan mereka saling beradu pandangan. Gadis itu menatapnya penuh gairah dan hangat lalu mencium bibir Jeno dengan lembut.


"Aku sudah siap. Lanjutkan," kata Sefira dengan apa adanya.


Dia tak bisa menolak. Gadis itu bisa merasakan milik Jeno sangat besar dan siap perang. Lalu apakah tega sekali dia menunda hanya karena takut. Dia tak mau Jeno menghentikan kegiatannya dan dia tak bisa menghasilkan uang.


"Katakan kalau sakit yah!" pinta Jeno dengan lembut.


Akhirnya Jeno membiarkan tangan wanita itu mengalung ke lehernya. Dia memegang kaki sang wanita agar miliknya semakin leluasa menjelajahi lembah istrinya.


Hingga sedikit demi sedikit miliknya itu mulai menerobos masuk. Sampai di titik seperti ada tembok diantara keduanya membuat Jeno sedikit menekannya hingga,


"Aghh!" Pekik Sefira terkejut dan merasakan sakit di inti tubuhnya.


Milik Jeno berhasil menyelinap sempurna. Tertelan habis olehnya yang membuat Sefira memekik kesakitan sekaligus nikmat.


Untuk Jeno, ini seperti melayang di langit ketujuh. Miliknya mendapatkan kedutan kuat yang membuat miliknya ingin sekali segera berperang. Pria itu tak bisa menahannya lagi. Dia melepaskan ikatan tangan Sefira di lehernya lalu membuatnya berada di atas kepala wanita itu.


"Jangan gerakkan kedua tanganmu, Sayang. Kalau bergerak. Aku akan menghukummu. Oke?"


Adik Syakir itu mengangguk. Perlahan kedua kaki Sefira diangkat oleh Jeno. Bagian punggung bawah, diganjal oleh bantal kecil hingga posisi milik istrinya itu semakin mampu menelan miliknya.


Dengan pelan, Jeno mulai memainkan miliknya. Berperang dengan pelan lalu cepat secara teratur yang membuat Sefira sangat amat menjerit dengan laknat.


Hal baru yang wanita itu rasakan membuat otaknya melayang ke langit ketujuh. Mata mereka terpejam merasakan sensasi yang sangat nikmat dan panas ini. Keringat mulai membasahi keduanya. Namun, tak ada yang mau berhenti dan menghentikannya.


Bahkan Jeno semakin bergerak dengan cepat tatkala dia merasakan milik Sefira mencengkram miliknya semakin kuat.

__ADS_1


"Sayang, aku…" Akhirnya Sefira meledak lebih dulu.


Nafas perempuan itu terengah-engah dengan dada naik turun. Dia sudah lemas seperti habis berlari maraton. Namun, tidak dengan Jeno. Pria itu masih kuat dan sanggup hingga membuatnya ingin mencoba hal baru lagi. Dibaliknya tubuh istrinya itu hingga telungkup. Lalu diangkatnya bagian bawah hingga membuatnya semakin seksi.


Jeno langsung menyelipkan lagi miliknya dan dia memegang dua bongkahan sekal milik Sefira. Pria itu bahkan mencengkramnya dengan kuat sampai meninggalkan bekas saat gerakan keduanya semakin cepat.


Hingga Jeno mulai merasakan sesuatu ingin melesak keluar. Pria itu bahkan dengan kasar menampar padatnya bongkahan bawah milik Sefira hingga wanita itu sedikit memajukan tubuhnya karena terkejut.


Dia tahu gerakan ini dari video yang dia lihat. Memukul sedikit tubuh pasangannya untuk memancing sesuatu dalam dirinya agar naik.


"Agh, Jeno!" Pekik Sefira saat tangan Jeno terus memukul pantatnya.


Bersamaan dengan itu. Baik milik Jeno dan milik Sefiea akhirnya meledak bersama. Keduanya terhempas di atas ranjang dengan Jeno ada di atas istrinya itu dengan milik mereka masih dalam penyatuan.


Nafas keduanya terengah-engah. Tapi mereka sama-sama puas. Akhirnya Jeno menyingkirkan tubuhnya. Dia membaringkan dirinya di samping Sefira lalu membalikkan tubuh wanita itu dan memeluknya.


Sefira dengan manja meletakkan kepalanya di dada Jeno. Mereka saling melepaskan lelah dengan menghirup oksigen secara brutal. Wanita itu bahkan tak takut saat tangannya mengusap senjata Jeno yang sedikit tertidur.


"Apa kamu lelah, Sayang? " tanya Jeno sambil mengusap punggung Sefira yang polos.


"Iya," sahut perempuan itu lemah.


Ah, adik Syakir baru menyadari dia sudah bukan menjadi gadis lagi. Melainkan dia sudah menjadi wanita dan istri seutuhnya untuk Jeno dan pria itu adalah pria pertama yang bisa menikmati dirinya sampai seumur hidup.


"Terima kasih, Istriku. Terima kasih sudah mau menghabiskan malam bersamaku," bisik Jeno dengan seksi.


Sefira mengusap dada Jeno. Dia sedikit mengangkat kepalanya untuk menghadap wajah pria yang mengambil kesuciannya itu.


"Sama-sama, Sayang. Aku adalah milikmu," ucap Sefira dengan pipi bersemu merah.


"Apa kamu puas dengan milikku?" tanya Jeno dengan serius.


"Sangat puas, Suamiku," bisik Sefira dengan manja. "Apalagi punyamu sangat besar!"


Lanjutnya dengan tangan Sefira yang mulai memijat milik Jenolagi. Pria itu menahan napas. Apalagi saat tangan Sefira memijat naik dan turun hingga membuat pria itu menggeram.


"Sayang. Kamu…" jeda Jeno yang sudah kembali berkabut.


"Ingin lagi," bisik Sefira yang membuat Jeno membelalakkan matanya.


~Bersambung


Hiya gak ikutan panas dingin. Kaburrr

__ADS_1


__ADS_2