Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Restu Orang Tua Syakir


__ADS_3

...Percayalah jika restu orang tua adalah hal sakral yang mampu mengantarkan kita ke jalan yang lebih baik di masa depan....


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


Humaira dan Syakir tercengang. Keduanya menatap Pap Hermansyah tak percaya. Seakan apa yang pria itu katakan terlihat seperti hanya omong kosong saja. 


Bagaimana bisa seorang ayah langsung menyetujui keinginan keduanya. Seorang ayah yang pernah dikecewakan langsung memberikan restu untuk putrinya kembali pada pria yang pernah menyakitinya dulu.


"Kenapa?" tanya Papa Hermansyah menatap keduanya bergantian. 


Dia mengerutkan keningnya saat Syakir dan putrinya menatapnya dengan lekat. 


"Papa serius, 'kan? Papa ngasih restu buat kami berdua?" tanya Humai lagi agar lebih jelas.


Papa Hermansyah tersenyum. Dia baru sadar bahwa Humai pasti menganggapnya bercanda. Namun, apa yang dia pikirkan. Apa yang dia putuskan tak main-main. 


Dirinya benar-benar memberikan restu pada Syakir. Dirinya benar-benar memberikan kejelasan pada hubungan keduanya. 


Sebagai orang tua, Papa Hermansyah tahu apa yang harus dia lakukan. Dirinya bukan pemegang jalan anak. Namun, hanya mendukung dan memberikan apa yang anak kita inginkan. 


Tak selamanya harapan orang tua harus dikabulkan. Tak selamanya anak harus menuruti semuanya. Bukankah kebahagiaan anak yang lebih utama? Bukankah mereka yang lebih tahu mana yang baik untuknya dan mana yang buruk.


Papa Hermansyah hanya ingin mendengar jawaban putrinya. Jika Humai saja mau kembali. Jika putrinya saja masih mencintai Syakir dan cucunya Jay juga masih membutuhkan kedua orang tuanya. 


Untuk apa dirinya hendak menghalangi. Bukankah perubahan pada diri seorang manusia itu lebih baik. Bukankah mereka yang berusaha menjadi versi lebih baik dari masa lalunya adalah manusia yang beruntung. 


Dan itulah cara kerja pikiran Papa Hermansyah. Dengan mata kepalanya sendiri. Dia melihat bagaimana Syakir berubah. Bagaimana pria itu mau menjadi sosok yang lebih baik lagi. 


"Papa serius, Sayang. Bukankah kamu juga mau kembali sama Syakir, 'kan?" 


Humaira mengangguk dengan malu-malu. Ya dirinya memang ingin kembali pada Syakir. Dia memberikan kesempatan pada pria itu untuk menggapainya. Lalu semua perubahan yang terjadi ternyata mampu mengetuk hati Humai. 


Apa yang Syakir lakukan ternyata mampu membuat Humaira percaya pada perubahan Syakir. Apa yang pria itu lakukan, pekerjaannya ternyata menjadi bukti pada mantan suaminya itu benar-benar telah berubah. 

__ADS_1


"Terima kasih banyak, Om. Terima kasih sudah memberikan kesempatan untuk Syakir," kata Syakir dengan menundukkan kepalanya.


Dia bahagia dan terharu. Seakan nikmat tuhan yang selalu ia untai dalam doa mulai dikabulkan. Dulu dia tak pernah berkhayal untuk kembali mendapatkan mantan istrinya. Syakir hanya meminta jika diberi kesempatan dia ingin mereka kembali bertemu dalam suasana yang berbeda. 


Dan ternyata sekarang, ya tuhan mengabulkannya. Akhirnya mereka kembali bertemu dan bersama di versi yang terbaik. Akhirnya Syakir bisa membuktikan bahwa dia tak akan mengulangi kesalahannya di masa lalu. 


Dia ingin membayar kesalahannya dulu pada Humai dan Jay. Dia akan berusaha membahagiakan kedua orang kesayangannya. Apapun itu, Syakir berjanji akan terus berusaha. 


"Jangan pernah mengecewakanku lagi, Syakir. Sebagai seorang Ayah, kau akan mengerti ketika Jay beranjak dewasa," ujar Papa Hermansyah yang membuat Syakir mengangguk.


"Om bisa pegang ucapan saya kali ini. Saya benar-benar akan membayar kesakitan yang dulu Humai rasakan dengan kebahagiaan." 


"Aku percaya dan aku menunggu pembuktianmu." 


...🌴🌴🌴...


Setelah pembicaraan dengan Papa Hermansyah selesai. Pria paruh baya itu pamit untuk pergi ke ruang kerjanya. Ada pekerjaan sedikit yang membuat Humai dan Syakir mengangguk.


"Jangan terlalu lelah, Papa. Papa harus banyak istirahat," kata Humai yang membuat Papa Hermansyah mengelus kepalanya.


"Iya, Sayang. Papa hanya sebentar kok." 


Semua perasaan kini berkumpul dalam diri mereka. Rasa yang campur aduk dan membuat Syakir tanpa sadar pindah di samping mantan istrinya dan memeluk Humai dengan erat. 


Jujur mereka tak menyangka jika jalan yang keduanya lewati begitu mudah untuk kembali. Ternyata restu yang sangat keduanya harapkan, kini sudah mereka kantongi.


"Aku akan mengabari Papa dan Mama, Sayang. Aku yakin mereka pasti bahagia," ujar Syakir lalu melepaskan pelukannya.


Humaira hanya mampu menatap apa yang dilakukan mantan suaminya itu. Bahkan dengan manja, Humai melingkarkan tangannya di lengan Syakir saat pria itu mulai mencari nomor telepon orang tuanya.


Wajah Syakir langsung tersenyum saat dia mulai menekan panggilan video. Hingga tak perlu waktu yang lama, muncullah dua paruh baya kesayangannya itu.


Kedua orang tua yang membuatnya lahir di dunia. Orang tua yang dulu pernah memanjakannya, orang tua yang mendidiknya dengan cara yang berbeda. Orang tua yang membuatnya sadar bahwa tak selamanya manusia ada di posisi tinggi.


Syakir telah melewati banyak hal. Segalanya yang dia lakukan, kejahatan pada dirinya sendiri dan orang lain. Ternyata mampu dididik dan diputar oleh orang tuanya.

__ADS_1


Ternyata kesalahannya bisa membuat orang tuanya menjadi sosok yang tegas. Mereka menjadi orang tua yang benar-benar ingin Syakir kembali ke jalan yang benar.


Dan benar saja bukan. Lihatlah Syakir versi sekarang. Dia adalah sosok versi terbaik yang telah melewati banyak hal. 


Dia memulai semuanya dari bawah. Dia memulai pekerjaannya, lingkungannya semuanya dari dasar. Untuk apa? Maka jawabannya agar Syakir bisa menghargai orang yang ada dibawahnya. Agar dia bisa menghargai sesuatu yang dia dapatkan hari ini. 


"Assalamualaikum, Pa, Ma," sapa Syakir dan Humai bersamaan.


Dua orang itu berhadapan di depan layar ponsel dan membuat wajah keduanya terlihat di seberang sana. 


"Waalaikumsalam," sapa Mama Ayna yang terlihat tengah duduk di sofa di rumah Humai. "Kalian berdua ada dimana?" 


"Syakir ada di rumah Humai, Ma. Rumah masa kecilnya," ujar Syakir yang membuat Mama Ayna tersenyum.


Humai dan Syakir saling pandang. Keduanya tersenyum seakan memberikan kode yang membuat Mama Ayna menyadari sesuatu. 


"Kalian berdua ada apa, hm?" tanya Mama Ayna pada keduanya.


Dia bisa melihat sesuatu telah terjadi pada mereka berdua. Entah apa itu, tapi dia bisa merasakan kebahagiaan di mata keduanya. 


"Ma, ada sesuatu yang ingin Syakir katakan. Tapi Papa dimana?" 


"Papa disini," sahut seorang pria yang tiba-tiba muncul dari samping papanya.


Syakir mengangguk bahagia saat melihat kedua orang tuanya berkumpul. Dia tak mau menunda apapun memang. Dia juga menghubungi keduanya agar bisa segera meminta Humai menjadi istrinya.


"Ada sesuatu yang ingin Syakir minta pada Mama dan Papa," katanya memulai pembicaraan.


"Ada apa, Sayang?" 


"Tolong lamarkan Humai secara resmi untuk Syakir, Pa, Ma," kata Syakir tiba-tiba yang membuat Mama Ayna dan Papa Haidar saling menoleh. "Aku sudah mendapatkan lampu hijau dari Papa Hermansyah. Syakir sudah menyampaikan niat Syakir dan diberikan restu." 


"Kamu serius?" 


~Bersambung

__ADS_1


Kira-kira orang tua Syakir restuin juga gak yah? hayooo?


Aku yakin ini mah pada gak sabar buat mereka nikah lagi terus punya anak lagi ehhh kabur hahha.


__ADS_2