Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Om Ye Jun, Belum Nikah?


__ADS_3

...Seorang ibu akan merasa dicintai ketika putra dan suaminya sangat amat perhatian dan posesif kepadanya. ...


...~Humaira Khema Shireen...


...🌴🌴🌴...


Hanya membutuhkan suara deringan satu kali, panggilan itu tersambung. Tampaklah wajah Syakir di layar ponsel itu sambil melambaikan tangan ke arah putranya.


"Assalamu'alaikum, Ayah! " Pekik Jay dengan bahagia.


"Waalaikumsalam, " Sahut Syakir dengan bahagianya.


"Ayah sedang apa? " Tanya Jay dengan penuh perhatian.


Bocah berumur 3 tahun itu melihat ayahnya tengah memegang laptop di pangkuannya.


"Ayah sedang bekerja, Nak. Ayah sedang meeting bersama Kakek," Ujar Syakir dengan jujur.


"Oh maaf, Kak. Kamu mengganggumu, " Kata Humai tak enak hati.


"Gapapa, Sayang, " Sahut Syakir dengan tersenyum. "Jay ngapain? "


"Jay lagi makan. Ayah sudah makan?"


Ah pertanyaan sederhana seperti inilah yang begitu membuat hati seorang orang tua menjadi hangat. Ketika diperhatikan oleh anak mereka, dihargai dan diberikan semua kasih sayang tentu membuat mereka merasa benar-benar dibutuhkan.


"Belum. Ayah dari tadi bekerja, " Kata Syakir dengan jujur.


"Ayah belum makan, Bu, " Adu Jay pada ibunya.


Humai memajukan wajahnya hingga dia bisa melihat suaminya dengan jelas.


"Makanlah dulu, Kak. Jangan terlalu diforsir, " Ujar Humai penuh pengertian. "Ini sudah jam berapa? "


"Iya, Sayang. Sebentar lagi aku akan mengajak Jeno ke bawah. Kita akan makan siang bersama, " Jawab Syakir dengan tersenyum.


Ayah satu anak itu terlihat antusias di layar ponsel itu. Bahkan wajahnya tak henti tersenyum lebar saat berbincang dengan anak istrinya.


Syakir benar-benar membuat Humai dan Jay adalah dunianya, kebahagiaannya, jantungnya dan semua hidupnya dia gunakan untuk mereka. Syakir benar-benar membayar masa lalu yang pernah ia lakukan dengan mencurahkan kasih sayang yang ia bisa berikan.


Bahkan dia terlihat seperti pria posesif karena memang Syakir takut. Takut jika karmanya di masa lalu akan dibalik kepadanya.


Dia takut kehilangan lagi. Dia tak mau Jay dan Humai pergi dari hidupnya. Hati dan dirinya benar-benar semua telah dia berikan pada Humai dan Jay. Dia akan melakukan apapun yang terpenting anak dan istrinya bahagia.


Syakir adalah definisi pria beruntung. Beruntung mendapatkan kesempatan kedua, beruntung memiliki istri dan anak yang memiliki hati seluas samudera. Memberikan dia maaf lalu mengulang semuanya dari awal.

__ADS_1


"Jay matikan ya, Ayah. Nanti Ayya jemput Jay dan Ibu, " Kata bocah itu sebelum panggilan berakhir.


"Ayo buka mulutnya, " Kata Humai sambil menyodorkan sesendok makanan di depan mulut putranya.


Jay menerimanya. Dia lekas mengunyah makanan itu dan membuat Hae yang makan disana benar-benar takjub.


"Jay umur berapa, Mai? "


"Tiga tahun, Hae, " sahut Humai menjawab.


"Hebat loh. Dia tiga tahun mengerti banyak hal. "


"Bukan mengerti banyak hal tapi banyak yang sudah dilewati sejak bayi," Jawab Humai dengan menatap putranya penuh haru.


Jika boleh mengulang. Dia ingin hamil Jay ketika Syakir mencintainya, dia ingin melahirkan Jay, saat Syakir bersamanya. Dia ingin membesarkan Jay bersama Syakir agar anak itu bisa menikmati masa kecilnya.


Namun, semua itu hanyalah angan. Dia tak bisa mewujudkan semua itu bersama Syakir. Dirinya harus berjuang sendirian dulu. Dirinya membesarkan Jay dengan bantuan orang tuanya.


Bahkan ketika dia kuliah, putranya harus dijaga mama dan papanya serta pelayan rumahnya yang membuat pikiran Jay lebih dewasa dan lebih tahu banyak hal.


"Tapi bagaimanapun dia. Dia tetap anak yang lucu. Aku jadi pengen punya versi Jay juga, " Kata Hae sambil menyentuh perutnya.


"Ya kamu hamil dulu, Sayang," Kata pria itu dengan entengnya.


Hae memukul lengan Dong Min sampai pria itu mengaduh kesakitan.


Dong Min meringis. Dia menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan terlihat salah tingkah.


"Hayoloh. Jawab, Min! " Kata Sefira provokasi.


"Tunggu kita sukses dulu ya, Sayang? "


"Gak mau. Kalau ada cowok serius ngajak nikah. Aku bakalan mau. Ngapain nunggu kamu sukses baru nikah. Kalau sebenarnya kita sukses bersama itu bisa! "


Dong Min kalah telak. Dia hanya bisa diam tak menjawab seakan jawaban kekasihnya itu benar-benar menyentuh lubuk hatinya yang terdalam


Namun, dibalik itu semua. Humai masih takjub akan pemikiran Hae. Di era yang biasa orang hamil duluan baru nikah itu wajar. Berbeda dengan gadis di depannya ini. Ah mungkin bisa dibilang bukan gadis jika mengingat kejadian di room paradise kiss.


Namun, dibalik itu semua. Humai tetaplah salut. Hae masih menginginkan pernikahan dulu sebelum hamil. Maka tandanya dia masih ingin anaknya lahir dengan status yang jelas.


"Cepat habiskan makanan kalian dan kita akan lanjut bekerja! " Kata Ye Jun datang yang membuat semua orang lekas mengangguk.


...🌴🌴🌴...


Akhirnya setelah menempelkan semua kain di patung dengan jarum pentul dan mulai melihat pola dress yang dihasilkan dengan jarum pentul sebelum dijahit. Hal itu membuat Humai mulai puas.

__ADS_1


Dia tersenyum dengan hasil tangannya dan Sefira lalu mulai berpindah ke sofa. Dia duduk disamping putranya yang bermain tab. Humai melihat anaknya tengah belajar hewan dengan youtube kids yang sengaja dia pasang untuk Jay.


"Ini bagaimana, Mai? " Kata Sefira dengan pelan.


"Biarkan aku yang menjahitnya, " Ujar Humai lalu mulai menata high hells dan beberapa manik, mutiara lalu jarum jahit dan benang.


Semua itu istri Syakir tata dengan rapi sebelum dia akan bergerak dan menggarapnya sesuai pemikiran di kepalanya.


Setelah semuanya siap. Humai mulai memasukkan mutiara itu. Dia mulai menjahit dengan pelan. Sampai akhirnya terlalu kesusahan dan kurang teliti atau karena ini adalah pengalaman pertama, tanpa sengaja membuat Humai tak sengaja tertusuk jarum.


"Aww! "


"Ada apa? " Tanya Hae yang sama terkejutnya.


Humai meringis. Namun, dia tetap mengangkat tangannya dan tersenyum kecil.


"Gak sengaja ketusuk jarum! "


Ye Jun akhirnya berpindah. Bagaimanapun dia adalah kepala disini. Dia adalah orang yang bertanggung jawab dan membuatnya harus turun tangan.


"Kemarikan! "


Ye Jun meriah hells itu dan jarum serta mutiara yang akan dipasang. Dia duduk di karpet dan membuat Humai hendak beranjak berdiri.


"Santai saja, Mai. Duduklah di sana saja. Aku diam disini karena memang ingin menunjukkan padamu bagaimana caranya! " Kata Ye Jun.


Jay anak yang mulai siaga. Dia meletakkan tabnya dan turun.


"Jay mau lihat juga! "


Humai membantu putranya turun. Dia hendak memangku Jay tapi anak itu sudah berlari dan duduk di samping Ye Jun.


"Maafkan Jay. Jay… "


"Gapapa, Mai. Biarkan dia duduk disini!"


Akhirnya Ye Jun mulai bergerak. Dia mulai menjahit dan menempelkan mutiara itu sambil berbicara pada Humai.


Hingga tiba-tiba pertanyaan kecil dari Jay membuat gerakan tangan Ye Jun berhenti.


"Om, " Panggil putra Syakir itu dengan pelan.


"Ya? " Sahut Ye Jun dengan mata fokus ke sepatu yang ia jahit.


"Om Ye Jun belum nikah? "

__ADS_1


~Bersambung


si bocil mau jadi kek bapaknya. Tukang tanya dan mantau hahhaa.


__ADS_2