Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Kondisi Sefira & Humai


__ADS_3

...Bagaimanapun tak ada yang bisa memisahkan atau memutuskan ikatan darah. Sebenci apapun kita pada saudara, pasti ada sedikit pintu maaf untuk kalian memaafkannya....


...~Giska Sefira Alhusyn...


...🌴🌴🌴...


Di sebuah kamar. Terlihat seorang pria yang baru saja bangun. Dia menggeliat dengan membuka matanya. Suasana terasa sunyi hingga membuatnya mulai beranjak untuk duduk.


"Kemana, Rachel?" gumamnya dengan kepala yang terasa pusing karena mungkin terlalu banyak minum.


Dengan malas, pria itu segera turun dari tempat tidur. Lalu berjalan keluar kamar dan berniat mencari kekasihnya. Saat dia melewati pintu sebelah, keningnya berkerut melihat kamar itu telah terbuka begitu lebar.


"Apa petugas kebersihan sudah datang?" gumamnya lalu memasuki ruang tidur itu sejenak.


Tak ada hal yang mencurigakan. Bahkan ruangan itu terlihat sepi. Hingga akhirnya Syakir hendak berbalik sampai matanya tanpa sengaja menatap beberapa pakaian yang tergeletak di bawah kasur.


"Apa ini?" gumamnya lalu berjongkok dan mengambil pakaian-pakaian itu.


Rahangnya mengeras. Saat apa yang dia pegang ternyata ****** ***** seorang pria. Tatapannya berkilat marah. Syakir segera mengambil pakaian yang tergeletak disana lagi hingga sebuah lingerie dia dapatkan.


"Brengsek! Rachel kau berselingkuh dariku?" ucapnya dengan mata memerah menahan emosi yang hampir meledak.


Dengan kasar dia melempar baju-baju itu. Lalu segera berbalik dan keluar dari kamar. Tatapannya seakan ingin memakan seseorang. Dia berteriak memanggil nama Rachel sampai mencarinya di dapur.


"Kau dimana, Rachel?" serunya dengan dada naik turun.


Lihatlah pria ini. Wajahnya sudah terbakar cemburu. Syakir sangat mengingat betul lingerie yang dia pegang. Itu lingerie milik Rachel yang pria itu belikan saat Rachel belanja dan minta ditemani dirinya.


Syakir sangat ingat betul jika model dan warnanya sama dengan lingerie yang dia temukan. Dia tak habis pikir jika Rachel benar-benar selingkuh. Syakir pastikan jika wanita akan dia buat menyesal karena telah berselingkuh darinya. 


"Dia tak ada di apartemen. Apa Rachel kabur dengan pria lain?" ucapnya lalu segera kembali ke kamar.


Tak mau mendekam di apartemen ini. Syakir akhirnya memilih membersihkan dirinya dengan cepat. Dia ingin mencari keberadaan Rachel sekarang juga. Dirinya ingin mendengar apa lagi yang akan dijelaskan oleh wanita itu. 


Dia tak mau berpikiran buruk. Dia juga tak mau terus cemburu sampai mendengar apa yang akan dijelaskan oleh Rachel kepadanya.


Saat Syakir telah bersiap dengan pakaiannya. Sebuah panggilan di ponselnya membuat pria itu menghentikan kegiatan yang sedang mengancingkan kemeja. Dia segera meraih benda pipih yang sejak kemarin tergeletak di nakas. 


Sebuah nama Adam tertera disana dan membuaf Syakit menghembuskan nafas berat. Dia yakin pria itu pasti menghubunginya agar dia segera ke perusahaan atau jika bukan pasti memberikan kabar pekerjaan dan meeting.

__ADS_1


"Ya, Adam?" kata Syakir saat panggilan itu tersambung. 


"Maaf, Tuan. Saya…" 


"Aku akan ke perusahaan. Jadi kau tak perlu menghubungiku," sela Syakir saat dia berpikir bahwa Adam memintanya untuk ke perusahaan.


"Tapi, Tuan. Saya menelpon Anda bukan meminta Anda ke perusahaan. Saya mau mengabari kalau Nona Giska dan Humaira berada di rumah sakit sekarang," kata Adam mengatakan semuanya dengan jelas. 


"Apa!" 


Jantung Syakir mencelos. Tubuhnya menegang mendengar kabar itu. Dia tak menyangka jika kabar yang dibawa oleh tangan kanannya itu adalah kabar buruk.


"Di rumah sakit mana Giska sekarang?" tanya Syakir dengan meraih kunci mobil yang ada di nakas.


Dia segera keluar dari kamar Rachel. Kepalanya mengangguk saat Adam mengatakan adiknya berada di rumah sakit mana. 


"Baiklah. Tunggu aku disana, Dam. Aku kesana sekarang!" 


"Tapi, Tuan. Sebentar," kata Adam bersuara.


Syakir menggeram. Dia menahan amarah yang meledak saat Adam sepertinya belum selesai memberikan kabar untuknya.


Dia saat ini mulai panik. Syakir ingin segera sampai di rumah sakit dan melihat kabar adiknya secara langsung. Syakir tak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu yang buruk dengan Giska. Bagaimanapun gadis muda itu kepadanya. Syakir sangat menyayanginya. 


"Nona Rachel juga mengalami kecelakaan," kata Adam yang semakin mengejutkan Syakir.


Pria itu bahkan sampai menghentikan langkahnya yang sudah sampai di parkiran apartemen.


"Bagaimana bisa?" 


"Nona Rachel menerobos lampu merah, Tuan. Dia memiliki jadwal pagi ke kampus. Jadi mungkin dia terburu-buru sampai tak melihat kendaraan berhenti di pinggir jalan." 


Syakir menahan nafas. Dia mulai berpikir apa Rachel bangun kesiangan lalu terburu-buru berangkat kuliah. Jika memang benar, dia juga ikut andil karena kesalahan mereka yang mabuk berdua membuat Rachel seperti ini. 


"Dimana Rachel dirawat?" tanya Syakir yang mulai menenangkan pikirannya.


"Di rumah sakit yang sama, Tuan," jawab Adam dengan cepat.


"Baiklah. Kau tunggu disana!"

__ADS_1


Syakir segera memasuki mobilnya dengan cekatan. Dia melajukan mobilnya dengan cepat. Tak peduli apapun, saat ini di kepalanya hanya ada bayangan wajah sang adik yang menari-nari disana. 


Rasa takut, sedih, gelisah bercampur menjadi satu. Dia memang kecewa pada Giska. Dia juga sempat marah. Namun, Syakir sadar bahwa kemarahan yang ada pada adiknya juga karena kesalahannya.


"Jika terjadi sesuatu pada adikku. Aku adalah kakak yang tak becus!" 


...🌴🌴🌴...


Pria dengan pakaian santai itu segera keluar dari kendaraannya dengan terburu-buru. Mengabaikan rambutnya yang belum ia sisir karena kabar buruk yang dia dapatkan. Wajahnya terlihat sangat ketakutan. 


"Dimana ruangan wanita yang baru saja korban kecelakaan?" tanya Syakir dengan tak sabaran.


"Kecelakaan yang mana, Tuan. Yang di lampu merah atau…" 


"Ya satunya itu." 


"Dua wanita yang satu mobil? Ada di ruang penanganan sekarang," kata seorang perempuan berpakaian pegawai rumah sakit.


Syakir segera berlari menuju ruangan yang dimaksud. Dia yakin jika adiknya masih ditangani. Namun, dirinya tak peduli akan hal itu. Yang ada dalam pikiran Syakir sekarang semoga Giska selamat.


Matanya menatap sekeliling. Syakir lekas masuk ke dalam ruang dimana tempat penangangan pertama korban yang baru saja masuk.


"Giska! Giska!" teriaknya yang membuat beberapa dokter dan suster yang sedang melakukan perawatan spontan menoleh.


"Dimana adikku dirawat?" tanyanya dengan tanpa takut. "Dokter katakan padaku! Dimana adikku?" 


"Kakak!" panggil suara perempuan dari bagian ujung ruangan yang membuat Syakir menoleh. 


Matanya berkaca-kaca saat melihat adiknya disana. Dengan segera Syakir mendekati ranjang dimana Sefira berada. Dia bisa melihat dahi adiknya yang terluka.


"Kamu baik-baik aja, 'kan? Gak ada yang luka lagi, 'kan?" tanya Syakir dengan khawatir.


Bukannya menjawab Sefira malah menangis. Tangannya gemetaran yang membuat Syakir lekas memeluknya. Pria itu tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun, melihat bagaimana adiknya selamat dirinya sudah tenang. Dirinya sudah merasa lega karena separuh jiwanya baik-baik saja.


"Katakan pada Kakak. Kenapa?" 


"Humai. Humai, Kak. Dia…" 


~Bersambung

__ADS_1


Maaf ya kalau kemarin update cuma satu bab. Aku bener-bener sibuk banget. Bayangin 7 tahun gak pernah pulkam. Sekalinya pulkam yang pasti isinya kumpul sama keluarga.


Hari ini aku usahain update lebih dari sebab. Soalnya insya allah aku stay di rumah, keluarga yang nyamperin disini.


__ADS_2