Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Jangan Ambil Ibuku!


__ADS_3

...Beruntungnya seorang ibu adalah ketika anak mereka begitu takut kehilangannya dan begitu menyayanginya dengan tulus. ...


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


"Ehhh."


Ye Jun mendongak. Dia menatap ke arah bocah itu dengan tersenyum kecil.


"Maafkan Jay. Pertanyaan dia… "


"Santai saja, Mai. Jangan terlalu formal. Aku bahkan tak tersinggung dengannya, " Balas Ye Jun dengan ramah.


Kepalanya ditundukkan lagi. Ye Jun menatap ke arah Jay yang menatapnya dengan mata polosnya.


"Belum. Om belum menikah, " Sahut Ye Jun dengan jujur. "Apa Jay mau kasih kenalan sama Om? "


Kepala kecil itu menggeleng dengan cepat. Lalu tanpa diduga, Jay berdiri dan menatap ke arah Ye Jun dengan lekat.


"Om jangan suka sama Ibuku yah. Ibuku sudah punya Ayah sama Jay! " Ujar anak tiga tahun itu dengan menunjukkan ekspresi yang benar-benar membuat Ye Jun baru memahami sesuatu.


Bahkan kepalanya mulai berputar. Berputar ke arah semua kejadian yang terjadi padanya seharian ini. Tingkah Jay dan juga apa yang dia lakukan dengan Humai. Bocah itu terlihat ketakutan.


Hal inilah yang membuat Ye Jun paham. Sepertinya sikap baiknya pada Humai membuat semua orang salah paham. Lebih tepatnya Jay yang berpikir bahwa dia mungkin akan merebut ibunya.


Ye Jun tersenyum. Dia mengangkat tangannya dan mengusap kepala Jay dengan lembut. Dia merasa tanggapan anak itu begitu membuatnya tersanjung.


Anak kecil yang paham akan sekitarnya meski dia salah paham tau lebih tepatnya dia belum mengerti akan apa yang terjadi sebenarnya.


"Jay, " Kata Humai menegur.


Bukannya takut Jay malah menoleh dan menatap ke arah ibunya.


"Jay cuma mau Om Ye Jun mengerti, Ibu. Ibu itu punya Jay dan Ayah. Gak boleh ada yang ambil Ibu dari kami berdua! " Kata Jay dengan mata berkaca-kaca.


Ah anak ini memang masih sensitif. Apalagi Jay adalah anak yang bisa dihitung telah melewati banyak hal.


Mungkin hati Jay rapuh dan dia juga takut. Takut kehilangan apa yang menjadi miliknya sekarang.


"Mai! " Kata Ye Jun menegur.

__ADS_1


"Kemari, Nak!" Bujuk Ye Jun meletakkan semua yang ia pegang ke atas meja.


Dia meraih Jay ke dalam pangkuannya dan menatap mata anak umur 3 tahun itu yang tengah menatapnya juga.


"Om Ye Jun gak bakal ambil Ibu Humai dari Jay, " Kata Ye Jun dengan lembut.


"Tapi, Om Ye Jun. Kenapa perhatian sama Ibu? " Tanyanya dengan langsung.


Jay sepertinya terbawa tingkah Syakir yang satu set sat set. Anak itu langsung bertanya pada tersangka utama. Tersangka utama saingan ayahnya.


"Karena Ibumu adalah tanggung jawab Om Ye Jun. Ibu Humai masih baru di dunia ini, Nak. Jadi Om Ye Jun harus mengajarkan padanya, " Jawab Ye Jun tanpa rasa tersinggung sedikitpun.


Dia sadar jika orang yang tak paham akan salah paham dengan tindakannya. Namun, jujur saja. Bagaimanapun Ye Jun masih sadar. Humai adalah istri orang dan ibu dari Jay.


Dia tak mungkin menghancurkan kebahagiaan sebuah keluarga apalagi merusak kebahagiaan seorang anak selucu Jay.


Semua perhatian yang dia berikan pada Humai. Pernah ia berikan pada Hae. Ye Jun adalah tipikal orang tegas tapi perhatian pada semua rekan kerjanya.


Maka dari itu Hae dan Dong Min biasa saja kan. Hal itu tentu hal biasa untuk keduanya. Ye Jun selalu mengutamakan kenyaman rekan kerjanya.


Apalagi Humai adalah rekan kerja baru mereka. Tanpa pengalaman dan pertama kalinya terjun bersama mereka. Hal itu tentu membuat Ye Jun ingin Humai nyaman bekerja, membuat gadis itu percaya akan karyanya dan berhasil dalam fashion show nanti.


"Jadi Om gak suka sama Ibu? Gak bakal ambil Ibu dari Ayah dan Jay? "


Wajah mungil yang tadinya takut kini berbinar cerah. Bahkan mata itu kini tak lagi mengandung kesedihan. Ye Jun menjadi lega telah menjelaskan pada semuanya.


"Yey! " Jay beranjak berdiri.


Diaal bertepuk tangan tubuh melompat karena bahagia. Hal itu juga bisa membuat Ye Jun terkekeh. Akhirnya dia bisa membuat tawa tulus itu kembali hadir di wajah anak polos dan sekecil Jay.


Sedangkan Humai dia tak enak hati. Dirinya menatap Ye Jun yang tak sengaja menatapnya juga.


"Maafkan Jay. Dia terlalu sensitif pada sesuatu yang seperti ini, " Ujar Humai tak enak hati.


Ye Jun tersenyum. Di menganggukkan kepalanya dan menepuk pundak Humai.


"Beruntunglah kamu memiliki putra sepertinya, Mai! " Kata Ye Jun dengan bangga. "Itu tandanya kau adalah Ibu yang beruntung. "


"Kau benar, " Jawab Humai mengangguk. "Aku beruntung Jay hadir diantara hidupku. Dia adalah hal yang sangat aku syukuri lebih banyak di dunia ini. "


Ye Jun mengangguk. "Jagalah anak itu dengan baik. Aku yakin dia akan menjadi orang sukses nanti! ".

__ADS_1


...🌴🌴🌴...


Akhirnya setelah semuanya telah berdamai tanpa hati yang mengganjal. Jay dengan tenang tertidur di atas sofa panjang. Hal itu tentu membuat Ye Jun semakin merasa lega.


Perkataan dan penjelasannya ternyata mampu membuat anak sekecil Jay bisa paham dan mengerti apa yang dia maksud. Anak itu bahkan dengan mudahnya mampu memahami ucapannya dengan baik.


"Sudah selesai, Fir? " Tanya Humai yang berhasil menyelesaikan satu sepatu yang akan dipakai oleh modelnya.


Bekerja dengan tenang dan perasaan senang ternyata tanpa sadar membuat Humai lupa jam waktu pulang. Bahkan dia juga tak merasa lelah ketika menghias sepatu berhak tinggi itu.


Seakan apa yang dia lakukan barusan adalah hal yang biasa yang tak membuatnya menjadi beban dan tertekan.


"Tinggal dikit, Mai! " Kata Sefira yang membuat sebuah hasil karya aksesoris cincin dengan menggunakan banyak manik dan benang yang ia rakit begitu cantiknya.


Adik Syakir itu sering membuat hal seperti ini dulu. Tas dari merajut dan bros juga dari buatan tangannya sendiri. Hal itu tentu membuatnya bisa dengan mudah membuat sebuah cincin yang dipadu dengan dress itu akan menjadi cocok dan perpaduan yang pas.


"Tadaa! "


Sefira menunjukkan cincin bergambar kupu itu pada Humai. Dia menyerahkan dengan wajah begitu puas dan diterima oleh Humai.


"Ini luar biasa! " Kata Humai dengan tatapan penuh bangga.


"Itu cantik banget! Ucap Hae dengan antusias. " Tolong ajari aku, boleh?"


Sefira tentu mengangguk dengan cepat. "Tentu aku mau, Hae. Kemarilah! "


Sefira tak akan pelit akan apa yang dia punya. Berada disini atas bantuan Hae, Ye Jun dan Dong Min saja adalah sebuah pencapaian luar biasa untuknya. Apalagi nanti karya dia dan Humai akan ikut fashion show terbaik yang membuatnya benar-benar merasa bahagia dipertemukan dengan orang-orang berpengaruh yang ada di YJ Collection.


Humai lekas meletakkan karya hasil Sefira dan berjalan ke arah Ye Jun dan Dong Min yang mulai menjahit gaun mereka dengan satu per satu pola begitu teliti.


"Udah proses jahit? "


"Ya, Mai. Baju ini akan dipakai lusa. Ye Jun benar-benar membuatku gila setiap akhir event harus ganti model? " Gerutu Dong Min sambil menjahit.


Satu hal yang membuat Humai bahagia disini adalah semua orang memiliki bakat sendiri. Bahkan YJ collection juga menjahit sendiri, memotong bahan sendiri, menghias dan semua dari tangan ketiga orang itu.


Dari mereka Humai mengambil sebuah pelajaran bahwa tak semuanya kita harus percaya pada kerja orang lain dan membutuhkan percaya diri dan sikap tanggung jawab kepada tim yang mereka punya..


"Semangat, Min. Kalian hebat. Aku yakin kalian akan menang! "


~Bersambung

__ADS_1


Yang nethink sama Ye Jun, hee. Minta maap. Si Abang Korea desainer di aniaya huhu.


__ADS_2