
...Ternyata semua perjuangan akan berakhir dengan sebuah kesuksesan ketika kamu mau berusaha dan berjuang dengan begitu besar. ...
...~Humaira Khema Shireen...
...🌴🌴🌴...
Akhirnya hari yang besar kini tiba. Semua orang terlihat begitu sibuk keluar masuk area gedung yang dipakai para desainer dan tim untuk menyiapkan baju dan persiapan mereka.
Humai dan Segera membawa semua keperluan mereka dibantu oleh tim Ye Jun. Ya ternyata pria itu juga punya tim besar yang membantu untuk memasukkan koper-koper mereka ke dalam stage yang sudah mengikuti jadi lokasi dimana mereka berada.
Saat Humai dan Sefira menginjakkan kakinya di gedung itu. Pandangan keduanya langsung takjub. Saat langkah kaki mereka semakin masuk, semakin menatap ke kanan dan ke kirinya. Mata mereka benar-benar dimanjakan oleh beberapa gaun yang dibawa oleh saingan mereka.
Ruangan para desainer memang terbentuk dari kaca. Hal itu tentu membuat semua orang yang lewat dari luar bisa melihat isi di dalamnya.
Humai sedikit merasa tersentil hatinya. Dia merasa insecure. Bahkan saat pandangannya menatap ke suatu tempat. Dia mengenali orang itu. Panutannya di bidang desainer ternyata ikut serta dan membuat istri Syakir berkali-kali menghela nafas berat.
Humai merasa insecure disini. Sampai akhirnya sebuah tepukan di pundak membuatnya mendongak.
Ye Jun, pria tampan berdarah Korea itu menatap Humai dalam diam.
"Kau tau, kau adalah satu dobrakan baru yang ada di antara kami. Kamu adalah saingan besar untuk kami disini. Jadi jangan berpikiran bahwa kamu kecil di mata mereka! " Kata Ye Jun dengan serius.
Mata tajamnya menatap ke arah kedua mata Humai. Dia benar-benar mengatakan itu dengan serius. Tanpa candaan dan tanpa senyuman apapun.
"Aku… "
"Kamu memang baru tapi kamu di mata mereka adalah pesaing yang membahayakan! Jadi buktikan bahwa kamu bisa!"
Ye Jun yang sudah terjun ke dunia ini dulu. Tentu bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Humai. Perempuan itu terlihat menarik nafasnya begitu dalam.
Apa yang dikatakan oleh Ye Jun benar. Dia tak boleh merasa turun dulu. Bukankah desainnya sampai disini, sesuai standar lomba berarti membuktikan bahwa dirinya bisa. Bahwa dirinya jsa bersaing dengan mereka yang ada disini.
"Kamu benar, Jun. Aku harus bisa dan pasti bisa! " Ujar Humai lalu kembali melanjutkan langkahnya.
Sefira tersenyum. Dia bersyukur aja Ye Jun yang menghampiri mereka.
"Terima kasih, Jun. Aku hampir takut jika sahabatku itu menyerah, " Kata Sefira saat Humai melangkah lebih dulu menuju ke tempat stage mereka.
"Sama-sama. Kita adalah keluarga yang harus saling memberikan semangat!"
__ADS_1
Akhirnya mereka segera menyusul Humai. Semua orang tentu mulai menyiapkan apa saja yang dibutuhkan.
Humai dan Sefira serta dibantu oleh crew dari YJ Collection mulai menata gaun rancangan mereka di patung.
Gaun itu tak terlihat oleh siapapun. Humai menutupnya dengan sebuah kain. Dia ingin semua desainer tak bisa melihat miliknya karena dirinya yakin ini akan menjadi dobrakan baru untuknya.
"Ji Eun, " Panggil Humai saat model yang ia miliki itu tengah dirias oleh periasnya.
"Ya? " Sahut Ji Eun dengan mendongak.
Ji Eun adalah model terkenal sekaligus teman Ye Jun.
"Aku percaya padamu! " Kata Humai dengan yakin.
Ji Eun mengangguk. "Aku juga percaya padamu! "
Seperti inilah hubungan desainer dengan model. Keduanya saling percaya satu dengan yang lain. Percaya bahwa mereka sama-sama bisa berjuang. Sama-sama yakin untuk acara ini.
Tak ada keraguan di hati mereka. Semua yakin bahwa ini akan menjadi hal luar biasa di hati Humai dan semua orang.
Dia ingin membuat keluarganya bangga. Membuat Mama dan Papanya bangga menatapnya. Membuat ayah dan ibu angkatnya yang telah tiada bangga padanya. Membuat suami, putranya, Rein melihatnya dengan bangga dan membuat calon kebahagiaan baru di dirinya juga bangga padanya.
...🌴🌴🌴...
Kini semua model dan desainer berkumpul di belakang stage tempat dimana para model akan berjalan disana. Membawakan karya mereka dan menunjukkan hasil tangan mereka yang luar biasa. Humai terus berdiri di dekat Ji Eun yang tengah memegang selimut yang menutupi tubuhnya.
Dia sejak tadi menatap semua model yang mulai berjalan keluar. Dia juga melihat bagaimana desainer mereka memperlakukan modelnya.
Jantung Humai benar-benar berdegup kencang. Ini acara bergengsi dan itu membuatnya merasa sangat amat luar biasa. Dia yakin bisa membawa hasilnya itu disukai oleh masyarakat Korea.
Tinggal tiga model lagi, Ji Eun akan tampil. Humai lekas membuka kotak merah yang dia pegang sejak tadi.
Sebuah kotak yang sudah dia siapkan jauh-jauh hari.
"Ini? " Tanya Ji Eun yang terkejut dengan apa yang dibawa oleh Humai.
"Kalung dengan permata dan sebuah kerang kecil indah yang udah aku buat dan ukir khusus baju ini, " Kata Humai dengan menatap hasil rakitannya sendiri.
Ini yang membuatnya tak bisa tidur. Belajar membuat dari youtube agar menjadi sebuah karya yang benar-benar berbeda dari yang lain.
__ADS_1
"Aku pakaikan ya? "
"Tentu, " Sahut Ji Eun dengan berdiri dan sedikit menunduk agar Humai bisa memakaikan kalung itu padanya.
"Ini sangat cantik, Mai, " Kata Ji Eun dengan mata berbinar. "Aku suka. "
"Itu milikmu! " Kata Humai yang membuat Ji Eun terkejut.
"Apa? "
Gadis cantik dengan kulit putih itu tentu membelalakkan matanya. Dia memegang kalung yang sudah bertengger di lehernya itu.
"Itu hadiah dariku untukmu karena mau membawakan gaun dari orang sepertiku, " Ucap Humai dengan mata berkaca-kaca. "Jika dibandingkan dengan Ye Jun, kamu bisa memakai gaun darinya tapi kamu lebih memilih membawa milikku. "
Humai menatap Ji Eun dengan perasaan bangganya. Dirinya benar-benar bersyukur memiliki Ji Eun sebagai modelnya. Model papan atas yang mau membawa gaun dari orang yang baru turun tangan di dunia fashion.
"Mai, " Kata Ji Eun dengan logat Indonesia yang sangat kaku.
Gadis itu bisa berbahasa Indonesia karena berkumpul dan bertemu dengan Humai serta Sefira setiap hari. Dua orang itu menjadi tutor hingga Ji Eun bisa meski sedikit kaku.
"Kamu akan bersinar dengan gaya khasmu sendiri. Dress ini sangat amat menakjubkan. Aku yakin kau akan menang! "
Humai menganggukan kepalanya. Dia percaya pada modelnya itu. Mereka dua orang wanita yang sama-sama saling percaya satu dengan yang lain.
"Rancangan Humaira dari Indonesia? " Panggil seorang staff yang membuat pembicaraan keduanya terhenti.
Humai menghapus air matanya. Dia lalu bergerak mendekati staff tersebut.
"Persiapkan model Anda. Sebentar lagi waktu untuk Anda akan dimulai! " Ucap Staff itu yang membuat Humai mengangguk.
Dia menatap ke arah Ji Eun dan dua wanita itu saling mengangguk dengan yakin.
"Inilah mimpiku dan aku yakin bisa membuat semua orang mencintai karyaku! "
~Bersambung
Yuhuu kira-kira ada yang ngeh gak yah ama kata-kata diatas hahaha.
Mau update lagi gak?
__ADS_1