Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Trio Bucin Berkumpul


__ADS_3

...Pernikahan itu adalah ibadah terpanjang dalam hidup seorang manusia. Buatlah ibadah itu selalu hangat dan mesra agar tak ada orang ketiga yang bisa masuk dan merusaknya. ...


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


"Suaramu selalu membuat candu, Sayang, " Bisik Bara yang terus menyesap leher istrinya.


Keduanya benar-benar seperti vacum cleaner. Antara yang satu dengan yang lain saling memberikan servisnya yang terbaik.


Tangan Almeera bahkan tak tinggal diam. Dia mengusap rambut kekasihnya dengan pelan sambil mengusap leher Bara yang terus menyusup di lehernya.


"Aw! " Pekik Almeera menjerit tatkala gigi Bara dengan sengaja menggigit leher istrinya dengan kuat.


"Jangan memberikan bekas merah, Mas. Besok kota ke Malang? " Peringatan Almeera yang hanya dibalas anggukan kepala.


Keadaan tangan Bara yang tak terkendali. Akhirnya membuat Almeera mulai hilang akal. Dia lekas membalikkan tubuhnya dan duduk dipangkuan Bara.


Perempuan itu juga melingkarkan tangannya di leher Bara dan bibir mereka saling bertemu satu dengan yang lain


Kecupan itu perlahan berubah. Bibir mereka saling bergerak atas dan bawah. Keduanya benar-benar pemain hebat dalam urusan ranjang.


Tangan Bara tentu sudah ke mana-mana. Bahkan baju bagian atas Almeera sudah terlepas dan meninggalkan penutup kedua bukitnya saja. Sampai akhirnya kepala Bara berpindah.


Dia seperti bayi kehausan. Bergerak menyesap dari kanan ke kiri dengan begitu lincahnya.


"Mas! " Lirih Almeera dengan keduanya mulai berbaring.


Bara tentu sudah ada di atas istrinya. Mereka sudah hampir melepaskan semua pakaiannya. Sampai akhirnya.


"Papa, Mama! " Jerit Athaya yang langsung mendorong pintu kamar itu dan membuat Almeera mendorong suaminya dan dia menarik selimut untuk menutupi bagian atasnya yang sudah naked.


"Sayang!" Pekik Almeera dengan jantung yang berdebar.


Dia memegang selimut itu dengan kuat. Dirinya berusaha untuk mengangkat tubuhnya dan melihat ke arah putrinya yang tengah mengusap kedua matanya itu.


"Ada apa? "


Athaya mengulurkan kedua tangannya meminta digendong dan hal itu tentu membuat Bara tak sanggup menolak keinginan putrinya. Dia segera meraih putrinya itu dan mendudukkannya di atas ranjang.


"Athaya kenapa? " Tanya Almeera dengan begitu sabar.


"Athaya takut, Ma, " Ucap anak itu dengan polos.

__ADS_1


"Takut kenapa, hm? "


"Kak Thalla tidur duluan. Jadi Athaya kesini, " Ucap anak itu dengan nada suara begitu menggemaskan. "Aya bobok disini yah. "


"Apa! " Pekik Bara dengan mata melotot.


"Kenapa, Pa? " Tanya Aya dengan polosnya.


Wajah Bara seakan tak ikhlas. Tolong ingatkan pria omes ini selalu tak ikhlas dalam hal berbagi waktunya. Hal itu tentu membuat Almeera hanya bisa menahan tawa. Dia sangat tahu apa yang tengah dirasakan suaminya itu.


"Sayang! " Rengek Bara dengan manja.


Jika begini Almeera tentu merasa bingung. Bagaimanapun keduanya adalah kesayangannya. Almeera selalu adil pada anak dan suaminya. Dia tak pernah egois dan selalu menjadi penengah antara Bara dan anak-anaknya.


"Baiklah. Aya boleh tidur disini, " Kata Almeera yang membuat anak itu mengangkat tangannya dengan bebas.


"Yey. Tidur sama Mama, " Peliknya dengan wajah yang sangat bahagia.


"Tapi biarkan Mama ke kamar mandi dulu yah! " Ujar Almeera pamit sambil menarik selimutnya dan mulai turun dari ranjang.


"Mama ngapain selimutan? " Tanya Aya dengan polosnya.


"Ah itu, Sayang. Mama lagi kedinginan. Iya dingin. Bentar yah! "


Pintu kamar yang tak dikunci saja karena Almeera selalu khawatir jika anaknya membutuhkan keduanya tengah malam. Hati Almeera masih tetap sama. Lembut dan selalu memperdulikan keadaan keempat anaknya.


Setelah memakai daster pendek baru dengan tanpa dalaman. Almeera tentu sudah memikirkan semuanya. Dia yakin suaminya itu pasti tengah menekuk wajahnya karena adanya Aya di antara mereka.


Dengan pelan Almeera lekas keluar dari dalam ruang ganti. Dia berjalan ke arah ranjang dan melihat suaminya yang menepuk pantat Athaya agar tertidur.


"Ayo, Ma. Sini! "


Almeera mengangguk. Sebelum itu dia mengambil bantal dan diletakkan di bagian paling ujung. Setelah itu dia naik ke atas ranjang dan menggeser putrinya paling kiri ke tempatnya tadi.


"Ayo sini peluk Mama! " Kata Almeera lalu mulai merebahkan tubuhnya dan memeluk putrinya itu.


Bara yang mulanya cemberut perlahan tersenyum tipis. Dia bahagia saat melihat aksi istrinya itu. Almeera yang tidur di antara mereka dan membuat Bara dengan bebas mulai melingkarkan tangannya di perut sangat istri yang ada dibalik selimut.


Bara selalu bahagia saat istrinya tahu bagaimana menyenangkannya. Bahkan Almeera selalu berusaha menjadi istri yang adil untuk mereka.


"Sayang. Kamu… " Bisik Bara dengan mata membulat saat tangannya mengusap bagian bawah istrinya.


"Ya. Untukmu, Mas. Jadi jangan cemberut lagi? " Bisik Almeera yang membuat Bara tersenyum bahagia.

__ADS_1


Setidaknya dia tak gagal total. Meski dirinya harus bergerak dengan pelan tanpa membangunkan putri keempat mereka.


"Lakukan dengan pelan dan jangan berisik! " Kata Almeera sebelum akhirnya Bara mulai memasukkan nafas miliknya ke dalam rawa-rawa basah yang sangat menggiurkan.


...🌴🌴🌴...


Keesokan harinya.


Akhirnya penerbangan dari Jakarta ke Malang berjalan dengan mulus dan tanpa hambatan. Satu tim keluarga Bara dan satu tim keluarga Reno mendarat sempurna di kota dingin itu.


Mereka lekas berjalan keluar setelah mengantri koper mereka masing-masing. Wajah kedua keluarga itu terlihat bahagia saat mereka bisa datang lagi ke kota yang penuh akan kenangan kebahagiaan.


"Dimana mereka, Mas?" Tanya Almeera dengan pandangan yang menatap sekeliling.


Mereka tentu mencari keberadaan pasangan calon suami istri yang hendak menikah kembali. Mata mereka begitu jeli sampai akhirnya sebuah lambaian tangan terlihat dari jarak beberapa meter dari posisi mereka.


"Mbak Merra! "


"Humai! "


Ah mereka lekas berjalan dengan cepat. Wajah mereka tentu bahagia saat pertemuan kembali dapat mereka wujudkan.


Humaira lekas memeluk tubuh wanita yang sangat dia sayangi itu. Wanita yang selalu ada untuknya disaat suka maupun duka.


Wanita yang menjadi support systemnya, wanita yang mau membantunya di segala hal. Menyemangati apapun yang terjadi dalam dirinya dan membuat Humai bisa berada di titik sekarang.


"Selamat datang di Kota Malang lagi, Mbak, " Kata Humai saat pelukan keduanya terlepas.


Almeera tersenyum dengan tulus. Dia menangkup kedua sisi wajah Humai dan memberikan kecupan sayang di dahinya.


"Akhirnya aku bisa datang kesini lagi dan menjadi saksi untuk kalian berdua, " Kata Almeera dengan penuh hari.


"Ya. Kau benar, Sayang, " Balas Bara yang klau memeluk pundak istrinya dan mencium pipi Almeera. "Kita bisa melihat perbedaannya sekarang! "


"Cih. Memang kau saja yang bisa? " Kata Syakir memutar matanya malas sambil memeluk calon istrinya dari belakang.


"Kalian bener-bener yah! " Kata Reno dengan geleng-geleng kepala.


Dia mendorong kepala Bara dan Syakir sampai kemesraan itu berakhir.


"Ingat banyak anak kecil disini. Aksi kalian itu, menodai mata mereka! "


~Bersambung

__ADS_1


Kalau kumpul begini bikin diabetes nanti haha. Aku minta votenya boleh biar novel Syakir Humai tetap bertahan di Rangking hadiah? nanti aku juga bakalan bikin part yang bikin kalian seneng hehhee.


__ADS_2