Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Ngidam Pertama


__ADS_3

...Percayalah setelah semua ujian terlewati dengan begitu apiknya. Maka akan ada banyak hikmah yang kamu dapat dari semua yang terjadi. ...


...~Humaira Khema Shireen...


...🌴🌴🌴...


Pembukaan galeri milik Humai yang diberikan oleh Syakir tentu tetap dilaksanakan hari ini. Sebuah galeri yang memang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh Syakir untuk hadiah spesial istri tercinta sebagai kado pernikahan mereka.


Syakir benar-benar dibantu oleh Jeno mendapatkan sebuah bangunan disini. Lalu Jeno dibantu oleh Ye Jun. Dia benar-benat ingin mewujudkan mimpi istrinya itu.


Memiliki sebuah galeri sendiri, menjadi ownernya dan menjadi desainer terkenal. Syakir tak pernah menuntut istrinya harus menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.


Dia sadar akan kejadian di masa lalu. Dimana dia mengekang istrinya, menjadikan istrinya pembantu, semua itu masih teringat jelas di kepalanya.


Maka dari itu dia ingin memperbaiki semuanya. Dia ingin menjadikan Humai ratu satu-satunya dalam hidup dirinya. Dia ingin menjadikan Humai, perempuan beruntung yang mau kembali bersama dengan dirinya.


Kembali dengan orang yang pernah menyakitinya, dengan orang yang pernah menorehkan luka dan trauma.


"Sebagai tanda pembukaan Galeri RJA Collection. Owner cantik kami, Humaira Khema Shireen. Mari potong pitanya, " Kata Hae yang berubah merangkap menjadi MC.


Tentu acara itu dihadiri oleh keluarga, teman dan juga orang-orang dari fashion kemarin yang ingin melihat hasil milik desainer Humai.


Humaira dengan senyuman lebar dibantu oleh Syakir. Memotong pita itu hingga tak lama suara riuh tepuk tangan sebagai tanda bahwa pem ukaan galeri dibuka memenuhi area tersebut.


Humaira tersenyum lebar. Dia tak menyangka kini di depannya adalah galeri miliknya sendiri. Galeri yang akan dipenuhi oleh hasil karyanya.


"Selamat, Sayang. Kamu memang pantas mendapatkannya, " Kata Syakir sambil mencium dahi istrinya di hadapan semua orang.


Ibu satu anak itu meneteskan air mata. Dia sadar jika tanpa suaminya ini. Dirinya tak akan ada di titik ini. Dirinya tak akan mendapatkan semua yang ia impikan.


"Aku juga berterima kasih, Kak. Makasih udah menjadi orang pertama yang telah support aku dan menjadi dukung aku sampai di titik ini. "


Ya begitulah hubungan yang sehat. Saling mengasihi, saling menghargai dan saling memberikan effort. Memang tak mudah tapi berusahalah menjadi yang terbaik untuk pasangan kalian.


Karena apa, jodoh adalah cerminan diri. Jika kau ingin dihargai maka hargai balik pasanganmu. Jika kau ingin dicintai begitu besar, maka cintai pasanganmu juga melebihi kamu mencintai diri kamu sendiri.


Hal itulah yang disebut cerminan diri. Cerminan kita sebelum mendapatkan perlakuan dari pasangan lain.

__ADS_1


Akhirnya semua orang mulai masuk ke dalam galeri. Humai menatap semua pakaian yang ada disana. Ternyata Syakir benar-benar mewujudkan impiannya.


Semua pakaian yang telah dijahit sendiri, dia desain dah dia simpan di rumahnya dibawa oleh suaminya itu.


Ya Humaira memiliki banyak sekali baju hasil jahitan tangannya sendiri. Mengisi waktu luangnya dulu, dia memilih mengasah kemampuannya.


"Bagaimana, Sayang? " Tanya Syakir setelah mengikuti langkah kaki istrinya berkeliling.


"Ini sudah lebih dari bayanganku, Kak, " Ujar Humai berbalik. "Ini sangat besar. "


Syakir tersenyum dengan begitu manisnya. Dia mengangkat tangannya dan mengusap perut istrinya itu.


"Demi kamu, Jay dan calon anak kita. Aku rela melakukan apapun, " Ujar Syakir dengan begitu romantisnya.


Tak lama dia ingat sesuatu. Dia sudah penasaran dari kemarin tapi dirinya menahan karena melihat kesibukan istrinya.


"Ada apa, Kak? " Tanya Humai yang melihat suaminya seperti orang kebingungan.


"Jujur aku ingin bertanya padamu sejak kemarin. RJA itu apa? "


Huami tersenyum. Dia hampir melupakan satu hal ini. Ya suaminya belum tahu nama kepanjangan putranya itu. Lalu Syakir juga tak pernah bertanya dan dirinya tahu semua yang terjadi pada mereka memang begitu mendadak.


"RJA, Rasya Jay Achala, nama panjang putra kita,, ujar Humai yang membuat Syakir membelalakkan matanya.


Dia benar-benar mengabaikan hal ini. Melupakan hal penting yang sangat amat penting. Namun, Syakir juga menyadari satu hal. Setelah menikah, mereka banyak menghabiskan waktu untuk persiapan ke Korea, menyiapkan segalanya dan membuat waktu mengobrol keduanya tak banyak.


"Rasya? "


"Humaira Syakir," Ujar Humai yang membuat Syakir menatap istrinya tak percaya.


"Meski kamu menorehkan luka tapi cinta itu benar-benar ada, Kak. Aku ingin anak kita menjadi bukti bahwa takdir Tuhan itu ada dan jodoh akan kembali kepada pemiliknya sejauh apapun mereka pergi dan berlayar. "


Syakir benar-benar tak percaya. Namanya diberikan pada nama anaknya oleh istrinya. Jujur dirinya sadar akan kesalahannya dimasa lalu yang mungkin jika sebagian orang tak akan mampu memaafkan dan kembali padanya.


"Jangan menangis, Kak. Kita sudah bahagia sekarang dan tinggal pembuktian kamu untuk menyembuhkan semua luka di antara aku dan putramu. "


...🌴🌴🌴...

__ADS_1


Waktu terus bergerak begitu cepatnya. Langit yang cerah kini berganti malam. Semua aktifitas tentu mulai sunyi karena semua orang kini mulai terlelap dalam tidurnya.


Mereka kini tak tinggal di hotel lagi. Melainkan Syakir dan Humai serta keluarga diajak tinggal di sebuah rumah yang sudah disiapkan oleh Jeno dan Syakir. Rumah yang atas bantuan Ye Jun mereka bisa tinggal untuk sementara waktu daripada harus tinggal di hotel.


Seorang perempuan terlihat menggeliatkan tubuhnya. Matanya yang terpejam kini mulai terbuka. Dia menatap sekeliling dan melihat jam dinding masih menunjukkan waktu tengah malam.


Namun, Humai sudah merasakan sesuatu dalam dirinya. Dia merasakan perutnya terasa tak nyaman dan membuatnya memilih duduk.


Pergerakan itu tentu membuat Syakir ikut terbangun. Dia mendongakkan kepalanya lalu ikut mendudukkan dirinya saat melihat istrinya sudah duduk menyandar di sandaran ranjang.


"Kenapa bangun, hmm?" Tanya Syakir sambil membenarkan rambut istrinya itu.


"Humai lapar, Kak," Katanya dengan menunduk malu.


Syakir tertawa kecil. Dia mengangkat kepala istrinya agar mau menatap ke arahnya.


"Wah pasti si kecil juga lagi yah, " Ujar Syakir sambil mengusap perut istrinya. "Ayo kita makan! "


Saat Syakir hendak turun dari ranjang. Tangannya langsung ditahan oleh Humai.


"Ada apa? "


"Aku gak mau makan makanan yang ada, " Ucap Humai ambigu.


"Maksudnya, Sayang? "


"Aku pingin makan… " Jeda Humai sambil menunduk.


Jujur dirinya tak tahu apa yang akan dia katakan membuat suaminya bingung. Namun, saat ini dan malam ini. Bayangan makanan itu memutar di kepalanya dan membuat air ludahnya seakan menetes. Dirinya benar-benar ingin dan tak bisa diganggu gugat.


"Katakan, Sayang? Kamu ingin makan apa? " Tanya Syakir dengan pelan.


Jantungnya memang berdegup kencang. Syakir ingat nasehat mamanya jika ibu hamil kadang ingin makan sesuatu yang sangat amat aneh. Kadang hal yang tak terduga bisa dia minta dan itu tentu membuat jantungnya tak karuan.


"Aku ingin makan masakan padang. "


~Bersambung

__ADS_1


Makin-makin gak tuh Bang. Selamat pusing yah. Di Korea cari nasi padang. Ngakak gak tuh haha.


__ADS_2