Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Terbayang Sosok Humai


__ADS_3

...Ternyata sebuah bayangan itu muncul ketika nyatanya telah hilang dan pergi....


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


Malam mulai semakin naik. Akhirnya sosok pria yang sejak tadi terpejam dengan nyenyaknya mulai membuka mata. Tubuhnya menggeliat menikmati rasa nyaman ranjang yang entah kenapa begitu membuatnya bisa tidur dengan tenang.


Matanya mulai mengedar. Dia menatap jam di dinding yang ada di atas pintu kamarnya. Dirinya terbelalak tak percaya jika waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam.


"Kenapa tak ada yang membangunkanku?" gumamnya dengan mulai beranjak duduk.


Syakir menyugar rambutnya ke belakang. Dia segera turun dari ranjang dan menuju ke kamar mandi. Perutnya yang meronta ingin diisi membuat Syakir lekas membersihkan dirinya. Setelah itu dia segera turun ke lantai pertama. 


"Kemana dia?" ucapnya tanpa sadar dengan langkah kaki menuju ke arah dapur.


"Bibi," panggil Syakir yang membuat pergerakan orang-orang itu berhenti. 


"Ya, Tuan?" 


"Aku lapar," ujarnya dengan duduk di salah kursi yang mengelilingi meja makan. 


"Sebentar lagi selesai, Tuan. Mohon ditunggu yah." 


Akhirnya Syakir hanya menduduk. Namun, entah kenapa dia merasa rumah ini menjadi sepi. Bahkan dia juga mengingat jika kamar Humaira masih tertutup rapat.


"Apa gadis itu sudah makan?" ucapnya pada dirinya sendiri. "Kenapa aku memikirkannya terus!" 


Syakir tak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Entah kenapa dia merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Dia yang biasanya bangun tak terlalu malam, lalu ketika bangun makanan sudah siap. Membuatnya tiba-tiba dejavu dengan keadaan di masa lalu.


Otaknya memikirkan bagaimana dulu ketika dia tidur setelah pulang kerja. Dengan pelannya pintu kamar akan diketuk dan memanggilnya untuk segera turun. Hal sederhana yang tentu membekas dan membuat Syakir merasa kehilangan. Kehilangan sosok yang biasanya mengingatkannya.


"Tuan!" panggil bibi yang membuat lamunan Syakir terpecah.


Syakir menoleh. Dia menatap ke meja makan yang mulai tertata rapi oleh beberapa makanan. Keningnya berkerut saat melihat banyaknya macam makanan disana.


"Kenapa Bibi masak banyak sekali?" tanya Syakir yang heran melihat menu bermacam-macam.


"Karena…" 


"Kami juga mau makan disini!" sahut sebuah suara yang muncul dari pintu masuk menuju meja makan.


Syakir menoleh. Pria itu bisa melihat mama, papa dan adik perempuannya. Hatinya bahagia melihat keluarganya ada disini dan mau makan malam dengannya. 


"Mama, Papa?" 


"Makanlah dulu, Syakir. Setelah itu kita akan bicara!" kata Papa Haidar tegas yang membuat Syakir menurut.


Dia tak mau melawan sekarang. Dia juga capek bertengkar dengan mama dan papanya. Dirinya tak mau hubungan mereka semakin jauh. Maka dari itu, makan malam kali ini terlewati dengan tenang dan tanpa suara satu kata pun.


Akhirnya setelah semuanya selesai. Keempat orang itu pindah ke ruang tamu. Mereka duduk berhadapan dengan mama dan papa Syakir berdampingan. Lalu Syakir duduk di kursi tunggal dan Sefira, dia duduk di kursi panjang.


"Ada apa, Pa, Ma? Apa yang ingin kalian bicarakan?" 

__ADS_1


"Berikan KTP milikmu, Syakir. Mama dan Papa ingin pinjam," kata Papa Haidar pada putranya.


"Untuk apa KTPku, Pa?" 


"Berikan saja. Jangan banyak bicara!" ujar Papa Haidar yang membuat Syakir tetap menggeleng.


Hal itu tentu membuat Mama Ayna yang sejak tadi diam lekas menatap putranya. Tak ada kehangatan lagi di tatapan mata itu. Tak ada lagi rasa sayang tak terasa disana dan membuat Syakir merasakan sakit hati.


"Aku ingin tahu untuk ap…" 


"Untuk mengurusi surat perceraianmu dengan Humai!" seru Mama Ayna langsung yang membuat Syakir terkejut bukan main.


Pria itu bahkan sampai menatap mama dan papanya bergantian. Dia seakan salah dengar ketika mamanya berbicara.


Apa yang mamanya katakan itu nyata?


Apa gadis cupu itu benar-benar ingin cerai darinya?


Jika itu terjadi, maka sesuatu yang mulai dia rasakan akan terlaksana.


Apa yang sangat ia benci akhirnya bisa dilepasnya. Hubungan ikatan yang menjeratnya ini akan terbebas setelah ini dan dirinya bisa bebas.


"Itu nyata, Ma?" 


"Ya nyata," sahut Mama Ayna menatap putranya. "Akhirnya apa yang kau inginkan, sudah dituruti bukan? Kau ingin cerai, 'kan, sejak dulu? Maka Humai mengabulkan." 


Entah kenapa perkataan itu saat ini tak membuat Syakir seantusias dulu. Jika saat bersama Humai dia sangat ingin berpisah. Namun, entah kenapa mendengar perpisahan sekarang tak membuatnya sebahagia dulu.


"Cepat berikan KTPmu!" 


Syakir dengan perasaan yang tak rela segera naik ke kamar atas. Dia mengambil ktp miliknya lalu membawanya turun ke ruang tamu. Sebelum memberikan pada kedua orang tuanya, dia menatapi ktp itu.


Seperti hati kecilnya mengatakan jangan diberikan. Namun, bukankah hal ini yang ia tunggu sejak dulu. Perpisahan dan kebebasan. 


"Syakir!" 


"Ini." Akhirnya Syakir menyerahkan ktp itu yang langsung diambil oleh mamanya.


Setelah itu, Mama Ayna lekas beranjak berdiri diikuti oleh Sefira yang sejak tadi diam. Mereka seperti hendak pergi yang membuat Syakir juga ikut berdiri.


"Mama mau kemana?" 


"Pulang," sahut Mama Ayna dengan membawa ktp itu dan pergi dari sana bersama Sefira.


"Tapi, Ma. Syakir masih rindu, Mama," kata Syakir yang membuat pergerakan Mama Ayna dan Sefira berhenti.


Sebenarnya hati seorang ibu itu menatap kasihan ke arah putranya. Namun, rasa kecewa yang begitu besar membuat Mama Ayna masih tak mau menatap anaknya terlalu lama.


Entah kenapa bayangan wajah Humaira terbayang ketika dia menatap wajah putranya. Bagaimana Syakir yang menghina dan mengejek Humaira seakan terngiang terus di kedua telinganya. 


"Mama tak rindu kepadamu!" balas Mama Ayna tanpa menengok ke belakang. "Lakukan apa yang kau mau setelah ini, Syakir. Kau bebas melakukan apapun!" 


"Apa maksud, Mama?" 

__ADS_1


Mama Ayna tak menjawab. Perempuan paruh baya itu lekas pergi dari sana tanpa menjelaskan pada putranya yang kebingungan. 


Hal itu tentu membuat Syakir menatap sosok papanya yang masih tenang duduk di depannya.


"Duduklah, Syakir!" kata Papa Haidar menatap putranya.


Syakir dengan lesu menuruti perintah papanya. Sejak dulu pria itu memang sangat menghormati Papa Haidar. Sosok pria sejati yang selalu memperlakukan Mama dan adik perempuannya dengan sangat baik. 


"Setelah ini kau bebas hidup dimanapun. Kau tak akan diganggu oleh istri dan calon anakmu lagi. Hidupmu sudah boleh kau atur seperti yang kau mau!" 


"Tapi…" 


"Humai dan calon anakmu telah pergi. Mereka telah meninggalkan Kota Malang." 


Jantung Syakir berhenti berdetak. Dia seakan menahan nafas mendengar perkataan papanya. Seakan ada sesuatu yang membuatnya tak rela ketika tahu Humai telah pergi.


"Tapi kemana? Kemana perempuan itu pergi?" 


"Untuk apa kau tanya dimana mereka?" tanya Papa Haidar dengan tegas. "Kau ingin mengejarnya dan menyakiti dirinya lagi? Begitu?" 


"Bukan, Pa. Tapi…" 


"Kau tak akan pernah bertemu lagi dengan mereka. Kau tak akan tahu dimana mereka berada!" kata Papa Haidar yang mulai beranjak berdiri dan hendak meninggalkan anaknya.


~Bersambung


Yayaya gak usah kaget, Bang. Toh ente sendiri kan yang nyuruh Humai pergi. Udah dituruti kok sekarang bingung sendiri heheh.


BTW aku update 3 bab selama seminggu yah. Jadi jamnya tetap kek kemarin 09.00, 18.00 dan 21.00


Sambil nunggu Syakir Humai, mampir dicerita temenku yah.



BLURB!


"Hidup itu memang perlu bebenah diri! Termasuk singkirin kamu!"


"Hanum, serius itu hanya kecelakaan dan lupa."


"Termasuk menyakiti juga kamu sebut Hippocampus sejenis amnesia anterograde?"


Kamu tau, kamu cuma jadi beban yang bisanya nyalahin aku dan ninggalin aku diwaktu yang tidak tepat. Muaaak!!


Hanum seorang wanita dengan minus akal kepercayaan diri jauh dari kata cantik, serta bentuk tubuhnya besar jauh dari kata normal membuat dirinya selalu di ejek dan hina oleh pasangan. Hanum mati matian diet, demi mendapatkan pasangan yang tampan serta bisa mengertinya. Dapatkah Hanum melewatinya, belum lagi kisah cintanya dengan Alfa Jhonson bagai ada di roller coaster!


NAH KAN, SIMAK PENASARAN?


CUSS! KLIK LINK JUDULNYA YA KAK!


BAD WIFE.


JANGAN LUPA TAP LOVE, JEJAKNYA.

__ADS_1


__ADS_2