Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Hukuman Ninuninu


__ADS_3

...Percayalah terkadang aku merasakan cemburu bukan karena tak percaya padamu. Namun, ada sesuatu yang mengusik hatiku dan tak percaya pada mereka yang menatapmu tanpa sebuah rasa dalam hatinya. ...


...~Guntur Syakir Alhusyn...


...🌴🌴🌴...


Syakir benar-benar melampiaskan amarahnya pada istrinya melalui hal-hal yang sangat amat romantis. Ya, pria itu meminta jatahnya lagi pada Humai. Dia benar-benar mengeluarkan segala amarah dan emosi dalam dirinya melalui gerakan menyatu dari tubuh keduanya.


Entah ini sudah ronde keberapa. Namun, Syakir belum mengeluarkan apapun. Pria itu bahkan menggeram dan memejamkan matanya saat dia merasakan miliknya di cengkraman genit oleh inti tubuh istrinya itu.


Syakir benar-benar melakukan hubungan suami istri ini dengan lembut. Tak ada kata kasar dalam setiap perlakuannya dan membuat hati Humai menghangat.


Dia juga tak menyangka suaminya melakukan hal ini untuk mengatasi emosi mereka. Namun, Humai tak mempermasalahkan apapun. Dia menyukai apa yang dilakukan oleh suaminya itu dan dirinya juga menikmati.


Perlahan, Syakir membalikkan tubuhnya. Dia membiarkan istrinya ke atas dan tangannya bergerak mengusap kedua gunung istrinya yang berkembang sangat besar.


"Menarilah di atasku, Sayang! " Pinta Syakir dengan pelan.


Humai tentu tak menolak. Meski sejujurnya kakinya merasa lelah. Namun, dia tak melakukan protes apapun.


Perlahan tangan Humai memegang dada suaminya itu dan akhirnya menggerakkan tubuhnya ke atas dan ke bawah.


Bibir keduanya sama-sama mengeluarkan desah indah. Gerakan yang diberikan oleh Humai begitu candu dan membuat bibirnya tak lepas meneriakkan nama istrinya itu.


"Humai! " Lirih Syakir saat milik istrinya kembali berkedut dan tubuh Humai menegang.


"Aku keluar lagi, Kak! " Kata Humai dengan nafas naik turun.


Ahh Syakir lekas membalikkan keadaan. Dia tak mau membuat istrinya semakin kelelahan. Dirinya hari mengejar puncak kenikmatan miliknya juga agar istrinya itu bisa istirahat.


Dengan pelan dia membalikkan tubub Humai. Membuat situasi yang berbeda dan mengambil alih. Dia lekas menggerakkan miliknya dan membiarkan istrinya itu menerima semua perlakuan yang dia lakukan pada inti tubuhnya.


Syakir benar-benar melakukannya dengan cepat. Bahkan mata pria itu sampai terpejam dengan nafas menderu. Sesuatu mulai ingin meledak di dirinya dan membuatnya tahu bahwa dia hampir sampai di puncak kenikmatan.


"Aghh! " Pekik Syakir bersamaan dengan miliknya yang menyemburkan calon anak-anaknya di masa depan.

__ADS_1


Nafas keduanya beradu. Bahkan keduanya saling berlomba menghirup oksigen yang ada di sekitar mereka. Seakan keduanya saling berlomba dan menarik nafasnya begitu dalam untuk menenangkan jantungnya yang masih berdegup kencang.


Syakir pelan-pelan menyingkirkan tubuhnya. Namun, dia tak melepaskan inti tubuhnya sedikitpun. Dirinya benar-benar melakukan semuanya dengan profesional sampai gerakannya berhasil.


Gerakan yang membuat inti tubuh mereka saling bertemu. Saling menikmati keindahan setelah puncak kenikmatan itu.


"Terima kasih, Sayang, " Bisik Syakir pelan sambil memeluk istrinya dari belakang.


Tangan Syakir perlahan terangkat. Lalu dengan pelan dia mengusap perut Humai begitu lembut.


"Semoga Syakir junior segera hadir di dalam sini, " Bisik Syakir yang membuat kedua sudut bibir Humai melengkung ke atas.


"Aamiin, " Sahut Humai dengan serius.


Mereka benar-benar tak menunda apapun. Baik Humai maupun Syakir, keduanya berharap segera mendapatkan junior Jay.


Ditambah anak mereka itu ingin segera memiliki adik dan membuat kedua pasangan suami istri saling berharap semoga apa yang mereka lakukan bisa segera memberikan hasil.


Setelah semuanya tenang, milik Syakir perlahan lepas sendiri. Hal itu membuat Humai membalikkan tubuhnya dan menatap wajah suaminya yang terpejam dengan nafas yang mulai stabil.


"Apa kamu masih marah, Sayang? " Tanya Humai dengan pelan. "Maafkan aku. Aku dan Ye Jun benar-benar tak melakukan apapun. Dia hanya tengah mengajarkan aku tentang menggunting pola agar aku tak gugup dan memberikan sebuah cara agar bisa merasakan apakah kain itu cocok atau tidak. "


Humai tak mau ada salah faham lagi. Dia ingin mengatakan semuanya pada suaminya itu.


"Aku tau, Sayang. Aku yang harusnya minta maaf. Maafkan suamimu ini yang pencemburu buta. Maafkan aku yang meminta hakku untuk menurunkan emosiku. Maafkan aku yang… "


"Ustt! " Humai menggelengkan kepalanya dengan pelan.


Dia tak mau membuat suaminya merasa bersalah dengan dirinya sendiri. Toh dirinya tak merasakam keberatan dengan tingkah Syakir. Pria itu juga masih dalam tahap wajar dan hal yang membuat wanita itu benar-benar tak marah adalah saat melihat bagaimana suaminya mencoba menahan emosinya dan melampiaskan apda hubungan ranjang keduanya.


"Kamu tau, " Jeda Humai sambil menyingkirkan rambut Syakir yang menutupi dahinya. "Aku bahagia punya kamu, Sayang. Kamu yang pandai mengatur emosimu dan juga tak pernah marah di depan umum. Kamu berhasil menjadi Syakirku yang lebih baik. "


Humai mengatakan itu dengan menatap Syakir penuh cinta. Dia benar-benar bersyukur. Dia juga merasa bangga memiliki Syakir dalam hidupnya.


Banyak perubahan yang pria itu berikan dan membuat Humai banyak belajar tentang jalan hidup.

__ADS_1


"Aku hanya sedang berusaha menjaganya. Hampir saja rasanya aku memukul Ye Jun sebelum ada sadar bahwa kalian hanya partner bersama. "


Humai benar-benar kagum. Tanpa kata dia memeluk Syakir dengan pelan dan membiarkan tubuh polos mereka saling bergesekan.


Hal itu tiba-tiba membuat otak cassanova Syakir berulah.


"Sayang," Lirih Humai saat dia merasakan sesuatu.


Perempuan itu menahan nafas saat merasakan milik suaminya kembali tegak dan menegang.


"Kamu? "


"Kamu harus tanggung jawab! " Ujar Syakir dengan seringai bibirnya yang miring lalu tanpa menunggu jawaban memagut bibir istrinya penuh nafsu.


"Aku akan membuatmu cepat hamil agar putra kita memiliki teman bermain! " Kata Syakir yang membuat Humai tertawa dengan kencang.


...🌴🌴🌴...


Sedangkan di tempat lain. Di YJ Collection. Terlihat beberapa orang tengah menikmati coklat dan teh panas yang dibuatkan oleh Hae dan diletakkan di atas meja.


Mereka sejak tadi banyak diam setelah kejadian beberapa saat yang lalu terjadi disini.


"Aku harus menjelaskan, Jen! " Kata Ye Jun dengan wajah penuh rasa bersalah.


Jeno menggelengkan kepalanya. Dia menepik telapak tangan sahabatnya sebagai tanda bahwa itu tak perlu.


"Semuanya baik-baik saja, Ye. Aku yakin mahasiswiku itu pandai kengatakan alasan yang sebenarnya, " Kata Jeno menenangkan. "Syakir pasti tahu dan mengerti bahwa hubungan kalian hanya sebagai partner kerja. "


Jeno sebagai pria yang sudah menikah. Paham akan apa yang terjadi nanti. Dia juga yakin kakak iparnya itu akan mendengar semua alasan yang diberikan oleh Humai.


Jeno juga percaya pada Humai dan Ye Jun. Keduanya tak akan memiliki hubungan di belakang yang disembunyikan.


"Tenanglah. Humai baik-baik saja, Ye. Dia tak akan terluka sedikitpun. Syakir tak akan melakukan kekerasan padanya dan kau bisa percaya apda ucapanku!"


~Bersambung

__ADS_1


Hahaha udah jan panas-panas. Entar ada yang iri dan bilang ni novel rame karena adegan panasnya doang huhu.


__ADS_2