Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Our Life is a Beautiful Future


__ADS_3

...Cinta dan kehidupan adalah dua hal yang selalu berjalan beriringan. Dimana ada dua manusia disitu akan ada hati yang ikut berperasaan. Dimana ada cinta maka disitu ada bahagia dan sakit. Jika kau siap membuka cintamu maka kau harus siap untuk patah sewaktu-waktu. Namun, percayalah tak selamanya yang patah akan terus patah. Akan ada masa dimana patahmu berganti kebahagiaan di masa depan. ...


...~Humaira Khema Shireen & Guntur Syakir Alhusyn...


...🌴🌴🌴...


"Kak, aku… "


"Jangan merasa bersalah pada Kakak, Reyn. Katakan apa yang kamu mau. Kakak tak pernah membatasi semua yang mau kamu capai, " Ujar Humai dengan serius.


Dia menatap Reyn dengan serius. Dia tahu adiknya ini masih ingin berada di negara ini. Negara yang membuat namanya harum dan menjadi kebanggaan banyak orang.


"Sebenarnya Reyn kesini karena… "


"Karena? " Tanya Humai yang tak sabar saat adiknya menjeda ucapannya. .


"Karena Reyn ingin mengejar seseorang, " Ujarnya dengan menunduk malu.


Humai tersenyum gemas. Dia tak menyangka jika adiknya itu sudah bisa jatuh cinta pada seorang wanita dan membuat ibu dua anak itu menjadi bahagia.


"Jadi kamu ingin disini untuk meraih cintamu? Siapa wanita yang bisa menarik perhatian seorang Reyn? " Goda Humai dengan menaikkan alisnya.


"Dia satu sekolah dan asrama denganku, Kak. Dia adalah salah satu atlet angkat besi, " Kata Reyn yang membuat mata Humai terbelalak lebar.


"Angkat besi? " Seru Humai dengan pandangan tak percaya.


Reyn mengangguk. Namun, Humai bisa melihat wajah adiknya yang benar-benar bersinar saat menceritakan wanita yang dia cintai. Hal itu tentu membuat ibu dua anak itu tak mau membuat perasaan adiknya menjadi runtuh.


"Kejarlah dia! Kakak akan mendukungmu, " Kata Humai dengan serius dan membuat Reyn menatap kakaknya tak percaya.


"Beneran? "


Dia tak menyangka kakak yang sangat dia sayangi mendukungnya. Reyn berpikir Humai akan menolak keinginannya. Namun, ternyata kakaknya adalah orang pertama yang mendukungnya.


"Ya. Kejarlah cintamu tapi jangan lupakan pendidikanmu, " Kata Humai mengingatkan. "Cintamu harus membuatmu semangat untuk belajar. Mengerti? "


Reyn mengangguk. Dia tak akan melupakan nasihat kakaknya. Apa yang Humai katakan hari ini akan dia jadikan pedoman untuk hidupnya nanti.

__ADS_1


"Siap, Kak, " Sahut Reyn dengan serius. "Boleh aku peluk, Kakak? "


Humai tersenyum tapi dia mengangguk dan membuka salah satu tangannya karena tangan yang lain ia buat untuk menggendong Maisya.


"Kemari! "


Reyn segera mendekat lalu memeluk kakaknya dengan perasaan bahagia. Rasa nyaman, tenang dan aman dia dapatkan dari kakaknya ini. Humai bukan saudara angkat untuknya. Dia adalah saudara kandung dan malaikat dalam hidupnya.


"Sehat terus ya, Kak. Aku sayang, Kakak, " Kata Reyn dalam pelukannya dengan air mata.


"Kakak juga sayang kamu, " Jawab Humai dengan mengangguk.


Tanpa keduanya sadari. Dari jarak beberapa langkah sepasang orang tua juga tengah berdiri menatap kebersamaan putra putrinya. Papa Hermansyah dan Mama Emili melihat bagaimana Reyn dan Humai yang saling menyayangi satu dengan yang lain.


"Mama bahagia memiliki mereka, Pa, " Kata Mama Emili dengan menatap suaminya.


Papa Hermansyah yang berdiri di samping istrinya dan melingkarkan tangannya di pinggang Mama Emili mengangguk. Dia mencium dahi istrinya dengan penuh sayang.


"Papa juga bahagia dikarunia istri yang baik dan anak-anak yang bahagia. Papa senang karena kita memiliki banyak anak seperti mimpi kita, " Kata Papa Hermansyah lalu memeluk istrinya dari samping.


Senyuman tulus juga terlihat dari bibir Rachel. Wanita yang duduk di kursi dengan menikmati kelapa muda itu tersenyum melihat keluarganya yang tertawa lepas. Papa Mama angkat yang baik kepadanya. Lalu dua saudara yang menganggapnya seperti kakak kandungnya.


Akhirnya pelukan antara Humai dan Reyn terlepas karena teriakan Syakir. Dua pria kesayangan Humai itu melambaikan tangannya.


"Kemari, Bu!" Pekik Jay dengan berteriak.


Humai mengangguk. Dia beranjak berdiri dengan pelan dan menatap ke arah adiknya.


"Mau ikut? "


"Nggak, Kak. Aku mau ke Mama sama Papa, " Kata Reyn menjawab.


"Yaudah. Kakak kesana yah. " Akhirnya Humai berjalan meninggalkan adiknya.


Dia sedikit merapatkan baju putrinya saat angin laut menerpa.


"Ada apa, Sayang? " Tanya Humai pelan saat dia sudah sampai di dekat suami dan putranya.

__ADS_1


"Ayah bilang kita bakalan liat senja, Bu, " Kata Jay menunjuk bagian barat pantai.


Jam sudah menunjukkan pukul lima lebih memang. Langit pun mulai berwarna senja. Humai mengangguk dan Syakir menggendong putranya yang berumur hampir 4 tahun itu.


Angin laut membuat baju mereka melambai. Namun, pemandangan indah di depan mata benar-benar menghipnotis mata keempatnya.


Syakir melingkarkan tangannya di pinggang sang istri. Dia benar-benar merasa hidupnya sangat lengkap kali ini.


Istri yang sempurna, cantik dan luar biasa serta dua anak yang benar-benar begitu istimewa. Hidup yang dulu dia anggap hanya impian ternyata kini terwujudkan dengan nyata.


Hidup dengan bahagia, keluarga bahagia, senyuman dan semangat yang tiap hari dia dapatkan mampu membuat semuanya berwarna. Semua miliknya seakan benar-benar sempurna. Tak ada lagi yang dia minta kecuali sehat dan umur panjang.


Dia ingin menikmati ini lebih lama. Dia ingin menjalani semua ini lebih lama lagi dengan orang yang dia sayangi dan cintai.


"Kenapa, Sayang?" Tanya Humai pelan saat melihat suaminya diam saja.


Syakir terkejut. Dia menatap ke samping dan menatap wajah istri yang sedang menatapnya juga.


"Aku hanya merasa dejavu, Sayang. Aku merasa ini seperti mimpi, " Kata Syakir dengan pelan.


Humai tersenyum. Dia tahu apa yang dirasakan suaminya ini karena bagaimanapun dia juga pernah berpikir apa ini mimpi. Apa ini semua hanyalah hal sekejap yang akan hilang. Namun, setiap kali dia terpejam dan membuka mata semua ini benar-benar nyata.


Mereka ada didepan matanya dan kehidupannya benar-benar jauh dari masa lalu.


"Ini bukan mimpi, Sayang. Ini nyata, Cintaku. Aku, Kamu, Jay dan Maisya. Kita benar-benar sudah menjadi satu keluarga, " Ujar Humai menyadarkan suaminya bahwa ini bukan mimpi.


"Iya, Sayang. Ini bukan mimpi. Ini nyata untukku. Kamu telah kembali dan menerimaku, " Kata Syakir dengan air mata menetes.


"Terima kasih, Papa Jay. Telah berusaha belajar dari masa lalu. Belajar memperbaiki semuanya. Berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan kembali kepadaku, " Kata Humai dengan menatap Syakir penuh cinta.


"Sama-sama, Sayang. Aku juga berterima kasih sama kamu karena sudah mau menerimaku kembali. I love you, Istriku Humaira Khema Shireen, " Kata Syakir lalu memajukan dirinya dan mencium dahi Humai sampai mata keduanya terpejam.


Cinta yang kuat dan takdir yang berpihak akan menjadi akhir cerita yang indah. Sebuah kisah yang dimulai dari sakit dan berakhir dengan bahagia.


Semua tak ada yang sempurna. Semua tak ada yang berjalan sesuai rencana. Namun, percayalah rencana Tuhan jauh lebih baik dan indah dari rencana manusia.


Hal itu terbukti pada kisah cinta antara mereka berdua. Antara Humaira Khema Shireen dan Guntur Syakir Alhusyn.

__ADS_1


~TAMAT~


__ADS_2