
...Terkadang kita perlu bersakit dan bersusah terlebih dahulu sebelum meraih sebuah kebahagiaan. ...
...~JBlack...
...🌴🌴🌴...
Perlahan semua lampu dimatikan, hanya tersisa lampu di atas podium panjang untuk jalan model yang menjadi lampu sorot dan memperterang area hingga mata tertuju kesana.
Lagu a thousand years menjadi pengiring terbaik sebuah lagu yang dipakai oleh Humai. Ji Eun melepaskan kain yang menutupi tubuhnya hingga terlihatlah baju dengan begitu khas Indonesia sangat amat terlihat.
Dress pendek tanpa lengan di atas lutut sedikit dengan rok yang mengembang lalu di bagian atasnya. Ada sebuah jahitan kain batik khas Indonesia yang menghiasinya.
Ji Eun berjalan dengan langkah kaki pastinya. Tanpa keraguan, tanpa ketakutan dan hanya terlihat wajahnya yang tersenyum begitu lebarnya dengan kepala ditegakkan dan sebuah kalung yang bertengger di lehernya menjadi sebuah spot penampakan mata yang membuat semua orang langsung terfokus ke sama.
Ji Eun tentu berjalan dengan langkah bahagia. Baju ini menyimpan banyak arti yang membuatnya harus membawa dengan begitu ceria. Jangan lupakan topi bulat khas pantai hasil tangan ciptaan Sefira menjadi daya sorot juga disana.
Kilat lampu kamera jangan tanyakan lagi. Semua fotografer tak mau ketinggalan untuk mengabadikan sebuah baju yang sangat amat berbeda dari yang lain.
Jika yang lain mengutamakan desain khas Korea, gaun panjang atau pendek dengan aksen polos atau bunga. Namun, berbeda dengan Humai.
Dia memadukan kain polos dan batik Indonesia hingga mewujudkan sebuah baju yang sangat fashionable sekali.
Jangan katakan para pengamat dan banyak artis serta pengunjung yang datang. Mereka seperti disulap oleh kecantikan Ji Eun dan pakaian yang dipakai. Hingga semua orang bahkan tak ada yang bersuara sedikitpun.
Humai hanya mampu menatap dari layar kecil yang disediakan staff di area belakang podium. Tangan Humai saling menggenggam di depan dada. Matanya berkaca-kaca saat melihat Ji Eun membawakan bajunya dengan sangat amat sempurna.
Inilah impiannya. Inilah tujuannya hidup. Cita-cita yang sangat dia nantikan sejak lama. Membungkam mulut semua orang dengan prestasinya. Membuat bangga orang terdekatnya hingga mencintai semua yang ada dalam dirinya apa adanya.
"Bagaimana, Mai? Apa jalanku ada yang salah? " Tanya Ji Eun saat dia baru selesai dengan gerakannya.
Wanita cantik itu menunggu Humai yang perlahan menoleh ke arahnya. Ji Eun juga terkejut karena tak ada tepuk tangan dari mereka.
"Mai… "
"Kamu luar biasa. Kamu membawakan baju itu dengan berhasil! " Ucap Humai dan perlahan suara tepuk tangan bergemuruh terdengar di luar sana.
Jantung Ji Eun dan Humai berdegup kencang. Apalagi suara tepuk tangan itu sangat amat kencang dan memenuhi semua area yang membuat air mata dua wanita itu menetes.
"Kita berhasil! Kita berhasil, Mai! " Kata Ji Eun yang akhirnya memeluk desainer terbaiknya itu.
__ADS_1
Ji Eun tak salah memilih. Dia bahkan sudah yakin jika pakaian Humai akan dicintai oleh banyak orang. Tak melihat seberapa lama mereka terjun. Namun, kreatifitas dan hasil identa terbaiknya lah yang membuat karya mereka terlihat bagus atau luar biasa di mata orang lain.
"Terima kasih banyak, Ji Eun. Kamu terbaik! "
...🌴🌴🌴...
Akhirnya kini masa yang ditunggu semua orang. Humaira bersama Sefira berdiri bersama Ji Eun tepat bersama desainer terkenal yang lain di atas podium yang sama. Tangan istri Syakir itu berkeringat dingin. Bahkan untuk mengatakan sebuah kata saja ada perasaan takut dan gugup.
Ya dirinya tak percaya bisa sampai di titik ini. Bisa ada disini dengan karya terbaiknya. Sebuah karya yang dia buat penuh perjuangan dengan ditemani tubuh yang banyak sekali sakit jatuh bangunnya.
"Inilah orang dibalik layar yang membawakan hasil karya yang sangat amat luar biasa dan begitu mempesona. Berikan tepuk tangan yang kencang untuk mereka, " Kata MC dengan logat Korea yang membuat semua orang tentu segera memberikannya.
Bukan hanya Humai yang gugup. Namun, Sefira, istri Jeno itu juga merada terharu. Ternyata dirinya bisa membantu dan bergandengan tangan dengan sahabatnya meraih cita-cita mereka bersama.
Ternyata hubungan pertemanan, persahabatan mereka sampai di titik ini. Di titik tertinggi dimana mereka sama-sama berjuang, sama-sama berusaha hanya untuk sebuah hasil yang sangat amat memuaskan.
Kedua mata mereka menatap ke sekeliling. Baik Humai maupun Sefira mencari dimana suami dan anak mereka.
"Fir, " Panggil Humai pelan dengan mata mereka menatap ke depan.
Kedua mata wanita itu berkaca-kaca saat disana. Di dekat podium mereka melihat keluarga mereka hadir disana. Papa Hermansyah, Mama Emili, Papa Haidar, Mama Aina, Mama Mei, Papa Zayn, Syakir, Jeno, Jay, Reyn dan jangan lupakan Rachel.
Perempuan itu tak bisa membendung rasa harunya. Namun, Humai harus menghapus air matanya saat MC mulai membacakan pemenang dari fashion kali ini.
"Juara kedua, dimenangkan oleh… " Kata MC yang membuat Humai dan Sefira memejamkan doa.
Keduanya sama-sama tak mau berharap. Meski tak satu setidaknya kedua karena ketiga ternyata bukan mereka.
"YJ Collection!"
Jantung Humai mencelos. Dia hampir putus asa. Telinganya tentu belum mendengar desainer impiannya dipanggil.
Rasa insecure dan takut mulai hadir di hatinya. Dia tentu merasa putus asa. Takut jika harapannya membuat semua orang kecewa.
"Baiklah di puncak acara. Pemenang pertama di Fashion Show Korea tahun 2021 dimenangkan oleh… "
Humai menahan nafas. Tangannya dia letakkan di atas perutnya. Dia mengusapnya begitu pelan dengan doa dipanjatkan begitu besar.
"Doakan Ibu, Nak. Doakan perjuangan kita menghasilkan sebuah kebahagiaan nyata untuk kita semua, " Kata Humai dengan begitu besar harapannya.
__ADS_1
"RJA collection, " Pekik MC yang membuat jantung Humai mencelos.
"Kita menang! " Kata Ji Eun yang juga tak kalah terkejut.
Humai merasa seperti dejavu. Bahkan saat Ji Eun dan Sefira memeluknya dia merasa benar-benar terkejut. Seperti sebuah perasaan yang tak bisa dijabarkan oleh dirinya.
"Untuk owner RJA, tempat dan waktu dipersilahkan! "
Humai menarik nafasnya begitu dalam. Dia merasa tangannya gemetaran. Namun, ini adalah bukti perjuangannya. Dia berjalan dengan begitu tegasnya bersama Ji Eun disampingnya.
Menerima mic dari MC dan menatap ke depan.
"Selamat malam semua, Terima kasih banyak atas banyak apresiasi kalian untuk karya pertama saya disini. Saya benar-benar merasa bersyukur kepada Tuhan untuk segala hal luar biasa hari ini, " Kata mulai memulai pembicaraannya.
"Saya tak pernah membayangkan ada disini tapi sekarang saya sadar bahwa saya bisa ada di sini karena semua dukungan keluarga, suami dan anak saya, " Ucap Humai menunjuk tempat keluarganya berada.
"Terima kasih juga untuk Pak Jeno sebagai perantara, Terima kasih untuk YJ Collection yang membantu saya bisa ada disini, " Kata Humai dengan bahasa Inggris yang fasih karena memang dia tak selancar itu memakai bahasa Korea.
"Saya tak akan ada disini tanpa dukungan kalian semua, " Kata Humai sambil menghapus air matanya.
"Anda dari Indonesia, bukan? "
"Ya," Sahut Humai pada MC yang memberikan pertanyaan.
"Apa ada tujuan Anda untuk menjual produk ini dan membuat sebuah usaha disini? "
"Tentu. Saya telah mendapatkan izin dari suami saya bahwa besok, RJA Collection akan membuka galeri di hari pertamanya dan akan ada banyak model disana. Silahkan berkunjung ke galeri pertama kami! " Kata Humai sekali promosi.
MC tentu membuat semua orang bertepuk sampai akhirnya Humai ingat sesuatu. Sesuatu yang sudah dia siapkan jika bisa berada di titik ini.
"Bolehkah saya memberikan suatu kejutan pada keluarga saya? Hanya butuh beberapa menit saja? " Pamit Humai pada MC.
"Tentu! "
Humai berterima kasih. Dia lalu menatap dimana suami dan keluarganya berada.
"Mungkin ini akan menjadi hadiah terindah untukmu, Suamiku. Berkat dukunganmu aku ada disini. Ada hadiah untukmu juga. Selamat, Sayang. Kamu akan menjadi seorang ayah lagi untuk anak kedua kita, " Kata Humai sambil mengusap perutnya.
~Bersambung
__ADS_1
Janji gak baper, akhhhh. Mau tereak nangis kejer.