Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Rachel Menggoda


__ADS_3

...Tak ada cinta yang tulus untuk seorang pemain. Mereka tak akan pernah tahu bagaimana indahnya jatuh cinta dan setia. ...


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


Setelah drama sepasang kekasih itu. Keduanya berakhir dengan saling memeluk di atas ranjang. Rachel membiarkan sang kekasih, Syakir tidur di atas dadanya. Wanita itu menerima permintaan syakir untuk menemani pria itu tidur.


Sebenarnya sikap pria itu sangat manis. Syakir akan bersikap manja ketika sudah mencintai seorang wanita. Dia juga akan bersikap lemah lembut jika sudah merasa cocok dengan pasangannya. 


Namun, Syakir hanya kurang mengerti akan satu hal. Bahwa tak selamanya yang terlihat indah akan selamanya berakhir dengan indah. Tak selamanya yang terlihat sangat mencintai, itu setia. 


Dia sudah terlalu bucin pada sang kekasih. Syakir sudah terlalu menutup mata dan telinga untuk mendengar nasehat kedua orang tua dan tangan kanannya. 


Yang terpenting menurutnya sekarang, hanya ada Rachel, Rachel dan Rachel saja. 


"Tidur yang nyenyak, Sayang. Aku sangat mencintaimu," ucap Rachel dengan perlahan bergerak dan meletakkan kepala Syakir di atas ranjang.


Setelah memastikan semuanya aman. Rachel lekas turun dari ranjang. Dia menatap sekeliling kemudian mengambil kamera yang disimpan di dekat lemari di bagian ujung kamar. 


"Oh ini sangat mudah bagiku, Sayang," ucap Rachel dalam hatinya. 


Terlihat senyum smirk di bibir gadis itu dengan banyak rencana licik di kepalanya. Apalagi mengingat sosok Humai, membuatnya mengusap dan mencium kamera itu dengan penuh kasih sayang. 


"Kau akan keluar seperti bom waktu, Sayang. Setelah waktunya dimulai, kamu akan tersebar dan aku yakin dia akan ditendang," ujar Rachel sambil menatap ke arah kekasihnya yang asyik tidur dengan tenang. 


Wanita itu memasukkan kameranya ke dalam tas lalu segera naik ke atas ranjang. Dia kembali meletakkan kepala Syakir di atas dadanya sampai pria itu bergerak dengan menyusupkan wajahnya semakin manja.


"Jangan tinggalin aku, Sayang," kata Syakir yang sepertinya mengigau.


Aku tak akan meninggalkanmu, Mesin Uang. Kau adalah ATM berjalanku dan aset hidupku. Kau tak akan pernah terlepas dariku, Syakir. Sampai kapanpun itu! ucap Rachel dalam hati dengan rasa percaya diri tinggi.


...🌴🌴🌴...


Akhirnya saat Syakir mulai membuka matanya bangun. Dia merenggangkan kedua otot tangannya. Kepala berkeliling dan tak ada siapapun disana. Spontan Syakir melompat turun dari ranjang. 


"Sayang," panggil Syakir sambil turun ke lantai satu.


Dia mencari sosok Rachel yang sangat ingin ditemui. Namun, Syakir tak menyangka jika saat dia tidur, kekasihnya itu pergi meninggalkannya. 


Saat pria itu hendak berbalik, Syakir melihat sebuah tulisan di atas meja ruang tamu. Dia segera berjalan mendekatinya dan membuka lipatan kertas itu. 

__ADS_1


Aku pergi berbelanja dulu, Sayang. Bahan makanan di kulkas habis. Jadi aku membelinya dulu. Jangan mencariku karena aku tak akan pergi meninggalkanmu.


~Rachel


Syakir tersenyum membaca deretan kata yang ditulis oleh kekasihnya. Sampai akhirnya saat pria itu hendak kembali ke kamarnya. Suara bel apartemen membuat pria itu tak jadi tidur lagi.


Dengan malas pria itu membuka pintu apartemen. Sampai saat dia hendak memaki sosok yang mengganggu tidurnya, segera Syakir menahannya ketika melihat wajah Adam disana.


"Anda ingin marah pada saya, Bos?" tanya Adam tepat sasaran.


"Ya," sahut Syakir apa adanya. "Aku merasa mengantuk dan ingin tidur lagi. Namun, ternyata kau sudah datang."


"Saya sudah membawa kabar tentang CCTV apartemen ini, Tuan Syakir," ujar Adam sambil mengambil laptop yang sejak tadi ia bawa. 


"Bagaimana?" tanya Syakir penasaran.


Jujur pria itu berharap CCTV bisa membantunya. Syakir sangat tahu jika banyak kamera di luar sana dan akan memudahkan pencarian bagaimana bisa wanita tak dikenalnya bisa masuk ke dalam apartemen miliknya.  


Adam memasukkan flashdisk lalu mengotak atiknya sebentar. Lalu setelah itu, pria itu menyerahkan laptop itu di hadapan Syakir.  


"Anda lihat sendiri, Tuan!" 


Syakir tak sabaran. Dia segera membuka file yang ada di sana. Namun, saat Syakir sudah membukanya. Dia lekas menatap ke arah Adam penuh tanya.


"Sepertinya ini jebakan seseorang, Tuan," kata Adam memulai.


"Maksudmu?" 


"Petugas mengatakan saat kejadian itu, CCTV di sepanjang lobi apartemen sampai depan pintu kamar Anda semuanya rusak. Bahkan ketika saya meminta CCTV lift juga. Tak ada, semuanya kosong," kata Adam yang melakukan semuanya dengan detail. "Mereka melakukan semua dengan bersih."


"Dasar, Wanita murahan," umpat Syakir dengan marah. "Aku yakin wanita itu yang merencanakan semuanya, Dam." 


"Apa yang Tuan Maksud, Nona Humai?" tanya Adam menebak.


"Mau siapa lagi, Bodoh!" semprot Syakir melototkan matanya. "Dia pasti ingin menjebakku agar mendapatkan uang yang banyak. Dasar wanita miskin!" 


Rasanya ingin sekali Adam membela. Namun, dia mengerti jika suasana hati Syakir sedang kacau. Pria itu pasti ada di emosi yang tinggi dan tak dapat dipancing. 


"Aku perintahkan kamu, Dam! Cari tahu siapa sebenarnya wanita itu, dimana dia dan tentang keluarganya. Kau mengerti?" 


"Mengerti, Tuan." 

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, tak lama pintu apartemen terbuka dan muncullah sosok yang sangat dinanti oleh Syakir.


"Oh maaf. Aku tak tahu jika ada Adam disini."


"Tenang saja, Sayang. Kami hanya membahas sebuah pekerjaan," jawab Syakir menenangkan kekasihnya.


Tak mau berlama-lama ada disini. Apalagi Adam sangat tidak menyukai Rachel dan membuatnya ingin segera keluar dari apartemen bosnya.


"Baiklah saya pamit pulang dulu, Tuan," pamit Adam yang mulai beranjak berdiri. 


"Hati-hati, Dam. Jangan lupa apa yang aku minta, besok harus sudah ada. Kau paham?"


"Paham, Tuan."


Setelah mengatakan itu. Adam segera keluar dari apartemen Syakir. Di meninggalkan bosnya berduaan dengan kekasihnya itu. 


"Belanja apa saja, hmm?" tanya Syakir memeluk Rachel dari belakang.


"Ini, Sayang," kata Rachel menunjukkan makanan jadi yang ia pesan di salah satu resto kesukaan keduanya. "Maaf aku tak bisa memasak jadi aku membeli jadinya langsung. Gapapa, 'kan?" 


Syakir tersenyum. Dia mengusap kepala kekasih ya dengan lembut dan penuh cinta. Pria itu menarik kekasihnya ke dalam pelukan hingga keduanya saling menatap satu dengan yang lain.


Jelas sekali tingkah Syakir sudah sangat bucin. Bahkan pria itu tak malu menunjukkan tingkah manjanya pada Rachel.


Entah suasana yang mendukung dan siapa yang memulai. Tangan Rachel sudah mengalung sempurna di leher Syakir. Tatapan keduanya sangat sensual dan diakhiri Rachel yang mengusap bibir Syakir dengan ibu jarinya.


"Aku akan membersihkan bekas wanita itu, Sayang. Aku akan membuat pengalaman pertamamu yang buruk menjadi lebih indah!" 


Hingga akhirnya dua wajah itu saling mendekat. Bibir mereka mulai saling memagut satu dengan yang lainnya. Tangan Rachel bahkan menjalar kemana-mana. Namun, sampai saat tangan Rachel memegang senjata miliknya. Bayangan wajah Humai membuat ciuman itu terlepas. 


"Ada apa, Sayang?" tanya Rachel penuh perhatian.


Nafas Syakir memburu. Dia menggelengkan kepalanya dengan keringat di dahi. 


"Aku masih belum bisa, Sayang. Bayangan kejadian itu berputar di kepalaku."


Rachel cemberut. Namun, dia berusaha menutupinya.


"Kamu trauma, Sayang," kata Rachel penuh perhatian. "Tenangkan dirimu dulu lalu setelah itu kita akan berada di puncak yang sama dan keringat yang sama, Sayang."


~Bersambung

__ADS_1


Dalam mimpi, Cel? iyak? hahhaa


Jangan lupa klik like, komen dan vote. Biar author swmangat ngetiknya.


__ADS_2