Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Foto USG


__ADS_3

...Percayalah hal paling menyakitkan ketika kita datang ke tempat yang dipenuhi kenangan kita bersamanya. ...


...~Guntur Syakir Alhusyn...


...🌴🌴🌴...


Akhirnya pembicaraan ayah dan anak itu terhenti saat Papa Haidar tak bisa memberikan penjelasan apapun lagi pada putranya. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, pada istrinya untuk menyembunyikan keberadaan menantu mereka.


Tega tak tega. Menatap Syakir dengan kasihan. Papa Haidar mencoba menguatkan hatinya. Sebenarnya nasib anaknya sekarang, keadaannya juga membuat hati seorang ayah itu juga terluka.


Namun, kembali lagi. Luka yang didapatkan oleh Syakir karena perbuatannya sendiri. Luka yang pria itu rasakan sekarang adalah hasil perbuatannya di masa lalu.


Syakir mendapatkan apa yang dia mau. Apa yang dia katakan, apa yang dia ucapkan telah dikabulkan semuanya. Pria itu benar-benar terbebas dari pernikahan yang menurutnya sangat menyiksa batin. 


Hadirnya anak dan istrinya kini telah menjauh. Jika dulu Syakir bahagia, maka sekarang. Dia terperosok masuk ke dalam jurangnya sakit. Jika boleh memilih, dia tak mau Humaira dan anaknya pergi. Jika diberikan kesempatan untuk memutar waktu, Syakir akan melakukannya.


Dia baru sadar jika Humai adalah wanita baik. Istrinya itu wanita suci yang setia padanya dan anak yang dikandung adalah putra pertamanya.


"Jangan disesali, Nak. Semua sudah terjadi. Ikhlaskan!" kata Papa Haidar menatap putranya. "Dengan status barumu ini. Belajarlah dari masa lalu. Perbaiki dirimu!" 


Syakir menarik nafasnya begitu dalam. Dia mengangguk. Apa yang dikatakan oleh papanya memang benar. 


Mau menangisi semuanya juga tak mungkin membuat keadaan berbalik. Mau menyesal pun percuma, semua sudah terjadi kepadanya. 


"Jangan pernah menilai orang sebelum kita mengenalnya. Jangan pernah menilai orang dari penampilannya. Dekati dia dan lihat bagaimana dia memperlakukanmu. Baru kamu bisa menilainya!" 


...🌴🌴🌴...


Akhirnya selama hampir satu minggu Syakir dirawat. Pria itu diizinkan pulang ke rumahnya. Dengan penuh perhatian, Papa Haidar tak pernah meninggalkan putranya sedikitpun. Dia ada di samping Syakir sepanjang hari.


Pria paruh baya itu melakukan semua pekerjaannya di rumah sakit dibantu orang kepercayaannya. Bahkan Syakir sebenarnya merasa bersalah pada papanya. 


Karena kesalahannya dia harus melihat papanya yang menua kembali bekerja. Dia merasa bersalah. Sebagai anak pertama, bukannya bisa membantu tapi dia malah menjadi beban keluarga. 


Dengan penuh perhatian, akhirnya Papa Haidar mendorong kursi roda anaknya. Keduanya mulai berjalan melewati lorong rumah sakit. Namun, entah perasaan Syakir atau bukan.


Banyak orang yang lewat dan berdiri di sana menatapnya penuh kebencian. Bahkan ada yang secara terang-terangan mengatakan hal yang mengusik pendengarannya. 


"Lihatlah, pria tak tahu malu itu. Dia sudah meniduri seorang wanita tapi gak mau tanggung jawab." 


"Ya. Dia bahkan menghina wanita yang sudah dia tiduri dengan pedasnya." 


Syakir yang tak tahan tentu menahan roda kursi rodanya. Papa Haidar yang melihatnya mulai khawatir. Sebenarnya sejak tadi dia juga mendengar tapi pria paruh baya itu pura-pura tak mendengar. 


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Syakir dengan wajah datarnya.


"Jangan berpura-pura bodoh, Tuan. Kau memang dari keluarga terhormat tapi perilakumu tak lebih ubahnya seperti binatang!" sindir seorang ibu-ibu yang terlihat benci pada Syakir. 


"Kau sudah menidurinya dan kau juga menghinanya? Wah kau pria paling hina di dunia ini!" sahut ibu yang satunya lagi.

__ADS_1


Mereka semakin menghakimi Syakir dan membuat pria itu bingung sekaligus shock. Jujur Syakir tak tahu apa yang sedang terjadi karena memang semua akses televisi tak pernah dihidupkan dan ponsel, Syakir belum menyentuhnya sama sekali.


"Pa. Berikan ponsel, Papa!" pinta Syakir sebentar saja keduanya berada ditempat yang sepi.


"Untuk apa, Syakir?"


"Berikan saja, Pa. Syakir pinjam!" 


Pria itu terus memaksa. Akhirnya Papa Haidar tak bisa menolak. Mungkin sekarang adalah waktu yang tepat anaknya tahu semuanya yang terjadi di luar sana.


Kekacauan yang terjadi membuatnya berada dalam masalah. Hingga akhirnya Syakir langsung menatap tak percaya atas apa yang ia lihat di media. 


Semua isi sosial medianya penuh hujatan. Bahkan foto itu terus di share dan viral dan membuatnya semakin terpuruk.


"Kemarikan ponsel Papa. Jangan dengarkan mereka semua, Nak. Oke!" 


Syakir hanya diam. Pria itu masih tak menyangka jika ada yang menyebarkan foto tentang kejadian saat itu. Lalu video tentang dia yang menghina Humaira. Semuanya terlihat jelas disana. 


"Maafkan Syakir ya, Pa," katanya saat Papa Haidar selesai membantunya masuk ke dalam mobil.


Mereka akan meninggalkan rumah sakit hari ini dengan Papa Haidar yang mengemudikan mobilnya sendiri. 


Papa Haidar menoleh saat mendengar ucapan putranya. Dia menatap putranya dengan pandangan kasihan. Kepalanya mengangguk menandakan ia menerima maaf Syakir.


"Maaf Syakir udah jadi beban buat keluarga. Maaf karena Syakir, nama baik keluarga menjadi jatuh," lirihnya dengan menunduk.


"Ayo kita pulang!" 


"Antar Syakir ke apartemen, Pa," pintanya yang membuat Papa Haidar menoleh sebentar.


"Tapi kamu sakit, Nak. Ayo kita pulang ke rumah!" 


Syakir menggeleng. Dia masih memiliki malu pada kedua orang tuanya. Syakir merasa bersalah. Hingga Papa Haidar tak bisa memaksa putranya lagi.


Dia mengantarkan putranya ke apartemen dan juga tak lupa meminta satu pelayan di rumah untuk membantunya membeli bahan makanan untuk Syakir dan merawat anaknya disini.


"Yakin kamu mau sendirian?" tanya Papa Haidar pada Syakir yang sedang menyandarkan punggungnya di ranjang. 


"Iya, Pa. Toh ada Bibi di dapur, 'kan?"


"Ya. Dia akan diam disini sampai kamu pulih. Bibi akan memasak makanan untuk kamu." 


Syakir tak menolak. Dia tahu papanya akan kecewa jika ia menolak pelayan itu. Akhirnya Syakir melambaikan tangannya pada Papa Haidar.


Kamarnya mulai sepi dan sunyi lagi. Syakir menatap kamarnya dengan sendu. 


"Akhirnya kembali sepi!" lirihnya dengan pelan.


Syakir tak mau semakin sakit dengan pikirannya. Dia memilih bangkit dari ranjang dan berjalan ke arah koper yang belum dibuka sama sekali semenjak kepergiannya dari rumah Humaira. 

__ADS_1


Dengan sekali tarikan, Syakir membuka resleting koper miliknya. Setelah itu, dia mulai mengeluarkan seluruh isinya agar bisa dicuci oleh pelayan. 


Namun, saat dia asyik mengeluarkan satu per satu barang itu. Tiba-tiba sebuah amplop jatuh dan mengenai kakinya.


"Apa ini?"


Syakir membolak balikkan amplop itu. Sepertinya dia lupa dengan apa yang ia pegang. Akhirnya tak mau dibuat penasaran, Syakir mulai membukanya dan mengeluarkan isinya.


"Ini…" 


Syakir terbelalak tak percaya. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat matanya menatap sebuah potret cetak di tangannya. Hasil cetakan yang sangat dia tahu apa itu.


"Anakku?" ucap Syakir dengan mata berkaca-kaca.


Membaca nama pemilik usg itu adalah istrinya, membuat Syakir spontan menatap gambar anaknya disana. 


Sebuah potret usg yang buram tapi bisa menjadi salah satu hal pengobat rindunya. Hingga Syakir kembali melihat isinya dan menemukan secarik surat.


Syakir membukanya dengan pelan hingga coretan di dalamnya mulai terlihat.


Untuk kakakku tercinta.


Halo, Kak. Giska cuma mau ucapin selamat atas calon anak kakak yang sehat, kata dokter. 


Potret foto usg ini adalah anak kakak dengan sahabatku. 


Cakep, 'kan? Cakep banget loh.


Dia tumbuh dengan sehat dan kata dokter pipinya gembul dan hidungnya mancung kayak kakak.


Hehe jangan senyum doang. Dipeluk dong foto usgnya.


Gak bisa ketemu mereka lagi, 'kan, pas Kakak baca surat ini? 


Pasti Kakak udah tahu semuanya yah? 


Peluk aja kalau kangen mereka. Giska udah kasih foto Humai juga di dalam sini. 


Semangat yah. Semangat buat menabung rindu dari setiap karma yang datang.


Giska, adik kesayanganmu


~Bersambung


Nangis berjamaah yuk, huhuhu.


Kalau gini kan gak tega sama Bang Syakir hua...


Mulai besok updatenya kembali normal yah. 2 bab perhari. Gantian sama Bang Jim yang juga mau crazy update di sebelah.

__ADS_1


__ADS_2