Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Syakir VS Rein


__ADS_3

...Percayalah seorang adik selalu menginginkan kebahagiaan saudara kandungnya. Dia juga akan menjadi garda terdepan ketika kakaknya disakiti oleh orang lain....


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


"Syakir!" 


Jantung pria itu hampir keluar dari tubuhnya saat dia sangat mengenali suara siapa itu. Dia lekas menjauh dari Rachel dan menatap ke arah pintu ruang rawat kekasihnya.


"Mama…Papa!" pekik Syakir yang terkejut dengan kehadiran mereka.


Dia juga melihat seorang remaja muda dengan tubuh tegap duduk di kursi roda menatapnya penuh kemarahan. Ada kilat benci di matanya saat melihat Syakir berdiri di tempatnya.


"Apa yang kau lakukan?" seru Mama Ayna yang benar-benar terkejut dengan adegan di depannya tadi.


Dia masih mengingat jelas bagaimana anaknya itu mencium wanita ular yang sangat ia benci. Bahkan bagaimana mesranya ciuman keduanya hingga membuat perasaan seorang ibu itu merasakan sakit.


Dia baru menyadari jika anaknya tak ada perubahan. Mama Ayna baru menyadari jika harapan mereka dengan membuat Syakir dan Humai tinggal bersama dan menimbulkan cinta di antara keduanya adalah kegagalan. 


Ternyata Syakir masih terjebak dengan wanita ular itu. Ternyata anaknya masih berhubungan dengan wanita jahat dan matre itu yang membuat Mama Ayna semakin membencinya.


"Kau benar-benar laki-laki biadab!" seru seorang remaja yang sejak tadi diam.


Mama Ayna hampir melupakan sosok yang duduk di kursi roda. Dia hampir lupa jika disana ada adik kandung Humai yang pasti menatap adegan anaknya dengan perempuan lain.


"Kau berselingkuh dari kakakku, saat dia hamil anakmu?" serunya dengan marah.


Postur tubuh Rein yang tinggi dan tegap membuat anak itu seperti anak dewasa. Dia menatap sosok Syakir dengan pandangan benci sekaligus kasihan saat bayangan wajah kakaknya berkelebat.


Dia tak menyangka jika kehidupan kakaknya ternyata tak sesuai harapannya. Dia berpikir jika kakak kandungnya telah bahagia. Namun, apa yang baru saja dia lihat. Membuat Rein berpikir apakah kakaknya selama ini tersakiti tapi mencoba menutupi dari dirinya.


"Kau brengsek sialan!" seru Rein yang turun dari kursi rodanya dan berjalan menuju ke arah Syakir.


Entah kekuatan dari mana, Rein tak merasakan sakit di sela langkah kakinya. Bahkan dengan sekali gerakan. Sebuah tinjuan mengenai wajah Syakir hingga membuat pria itu oleng ke belakang. Rein yang bisa pencak silat tentu tak membuatnya takut pada Syakir. 

__ADS_1


"Siapa kau. Beraninya kau menyerangku?" seru Syakir dengan emosi yang mulai berkobar.


"Kau berselingkuh dari istrimu!" 


"Gadis cupu itu bukan istriku!" seru Syakir dengan kemarahan yang mulai naik. "Dia sendiri yang melempar dirinya di ranjangku. ****** itu menggodaku sampai dia hamil hanya untuk mendapatkan hartaku."


Jantung Rein mencelos. Dia mematung mendengar setiap perkataan yang keluar dari bibir Syakir. 


"Gadis jelek itu datang dan bilang dia hamil. Lalu orang tuaku memaksa untuk menikahinya. Mungkin ****** itu bisa menipu orang tuaku tapi denganku? Jangan harap! Aku tak bisa ditipu olehnya!" seru Syakir dengan tatapan benci setiap membahas tentang Humai. 


"Syakir!" seru Papa Haidar dengan marah.


"Aku selama ini diam karena takut jika mama dan papa lebih mementingkan gadis itu daripada putra kalian sendiri!" seru Syakir dengan amarah yang berkobar. "Tapi sekarang Syakir sudah tak peduli lagi. Syakir tak peduli ****** itu mengambil harta yang seharusnya menjadi hakku lalu direbutnya." 


Rein merasakan tubuhnya oleng. Saat Mama Ayna menahannya, remaja muda itu menggeleng. Semua fakta yang dia dengar ternyata berbeda dari cerita Mama Ayna dan kakak kandungnya sendiri. 


Rein masih mengingat saat Humaira mengatakan suaminya sangat mencintainya. Rein juga ingat bagaimana kakaknya bercerita jika kehidupan keluarganya begitu bahagia.


Hingga akhirnya Rein benar-benar berpikir. Bahwa kehidupan kakaknya sudah sangat bahagia. Maka dari itu dia ingin sekali pulang untuk melihat kehidupan bahagia kakaknya secara langsung.


"Ada apa, Nak?" tanya Mama Ayna saat menyadari adik menantunya itu sedang menatapnya.


"Bolehkah aku melihat wajah suami kakakku, Tante? Aku penasaran bagaimana wajah pria yang begitu kakakku cintai dan mau menerima dia menjadi istrinya," kata Rein dengan sangat sopan. 


Pertanyaan itu membuat Mama Ayna tegang. Rein bahkan sempat curiga pada mertua kakaknya.


"Boleh. Sebentar yah," kata Mama Ayna yang mulai mengambil tasnya.


Dia segera meraih ponselnya lalu membuka galeri dimana banyak sekali foto anak-anaknya disana. 


"Ini putri Tante. Namanya Sefira," kata Mama Ayna mengenalkan. "Lalu ini." 


"Kak Syakir?" tebak Rein tepat sasaran.


Mama Ayna mengangguk. Dia menggeser layar itu lagi yang menunjukkan wajah putranya. 

__ADS_1


"Ya ini putra Tante. Suaminya kakakmu, Nak," ucap Mama Ayna yang membuat senyum Rein terbit di bibirnya. 


"Kakak beruntung dicintai pria tampan seperti Kak Syakir. Dia bahkan sedang mengandung anaknya," kata Rein dengan mata yang berbinar bahagia. "Aku yakin Kak Syakir adalah pria baik seperti Om dan Tante. Dia tak melihat wanita dari fisiknya. Aku jadi tak sabar untuk segera menemuinya secara langsung." 


"Dan kau!" pekik Syakir yang membuat lamunan Rein buyar. "Aku tak mengenalmu. Tapi aku peringati jangan sampai terpancing dengan wajah sok menyedihkan gadis murahan itu. Dia hanya ratu drama yang pandai mencari perhatian seseorang!" 


Rein merasakan hatinya sakit. Setiap perkataan Syakir ternyata jauh dari bayangannya. Dia tak menyangka jika kakaknya Humai, menutupi segalanya dari dirinya.


"Kau…" 


"Cukup!" teriak Rein yang sudah tak tahan akan hinaan untuk kakaknya. "Wanita yang kau hina sejak tadi. Wanita yang kau umpat itu adalah istrimu sendiri. Istri yang sedang mengandung anakmu." 


"Istri hanya di atas kertas!" balas Syakir dengan wajah tanpa rasa bersalah. "Ingat! Aku menikah karena paksaan. Jadi hanya sebatas kertas saja dia menjadi istriku." 


"Kau!" Rein rasanya ingin memukul Syakir lagi. 


Namun, saat ini jika dia memukul sebanyak apapun diri Syakir. Pria itu tetap akan terus menghina kakaknya.


"Kenapa? Kau mau memukulku?" tantang Syakir tanpa takut. "Nih pukul! Pukul sepuasmu!" 


Rein mengepalkan kedua tangannya. Dia tak menyangka jika kepulangannya membongkar semuanya. Semua kepahitan yang selama ini kakaknya tutupi kini sudah diketahui olehnya.


"Aku tak akan memukulmu lagi," kata Rein dengan menatap Syakir penuh kebencian. "Tapi aku berharap semoga kau dipukul rata oleh takdir Tuhan. Semoga apa yang kau lakukan sekarang, tak menjadi karma untukmu."


Rein memundurkan tubuhnya. Dia menatap Syakir dan Rachel secara bergantian. Remaja itu merasa benci dengan semuanya. Yang saat ini dalam pikirannya hanyalah kakaknya, Humai.


Dia ingin menemui kakaknya dan berbicara dengan kakak kandungnya itu.


"Satu lagi, wanita yang sejak tadi kau hina dengan mulut busukmu itu, wanita yang kau katakan ****** dan murahan itu. Dia itu adalah kakak kandungku!"


~Bersambung


Boom pecah kan? gimana pecah gak?


Hiyaa kalian seneng kan baca part ini? Hayo seneng gak? Makin gak sabar kan? Hahahha

__ADS_1


Jangan lupa tanggal 16 mei sampai 22 mei, Novel Syakir Humai bakalan ikut crazy update. Jadi tanggal itu novel ini bakalan update 3 bab perhari. yuhuu


__ADS_2