Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Pengkhianat


__ADS_3

...Sakit hati terbesar adalah ketika orang yang sudah kita percaya ternyata menjadi pengkhianat paling besar pada diri kita sendiri....


...~Guntur Syakir Alhusyn...


...🌴🌴🌴...


"Adam," lirih Syakir dengan jantung terasa sangat sesak. 


Dia menatap pintu yang terbuka sedikit. Dirinya tak menyangka jika dua orang yang sangat ia percayai itu adalah pengkhianat kejam pada dirinya. Sosok yang ia percaya sepenuh hati, ia anggap saudara sendiri ternyata tak lebih ubahnya seorang pria yang merebut kekasihnya sendiri.


Lalu wanita yang ia percaya untuk menerima cintanya, perempuan yang sudah menjadi cinta pertamanya itu ternyata menusuknya dari belakang. Menghancurkan hatinya, menghancurkan rasa percaya yang selama ini dia bangun sebesar ini.


Suara laknat mereka semakin mengibarkan emosi Syakir. Pria itu menegakkan tubuhnya. Dia menarik nafasnya begitu dalam. Syakir tak boleh terbawa emosi. Dia harus memergoki keduanya dengan begitu elegan.


Memang sakit melihat wanita yang ia cintai ternyata tak lebih ubahnya wanita ular. Wanita yang selalu diutamakan kebutuhannya ternyata membalasnya dengan pedih. 


Dengan sekali gerakan, Syakir membuka pintu kamar itu. Dia bertepuk tangan menatap dua manusia yang terkejut dengan kehadirannya.  


"Wah wah. Drama apa lagi ini?" kata Syakir menatap dua pengkhianat itu dengan mata tajamnya.


Dia bersedekap dada dan menatap Rachel serta pria yang sangat ia percaya bersembunyi dibalik selimut dalam keadaan yang sangat Syakir tahu.


"Terkejut?" ucap Syakir dengan tertawa.


Sebenarnya dalam hati Syakir. Pria itu sedang menertawakan kebodohan dirinya sendiri. Selama ini pria itu terlalu percaya pada dua orang di depannya ini. Memberikan kepercayaan sepenuhnya dan dibalas oleh sebuah pengkhianatan besar. 


"Kalian benar-benar manusia tak punya hati!" seru Syakir dengan menatap dua pasangan itu dengan tajam. 


Bukannya takut. Rachel malah tersenyum miring. Bahkan wanita itu tanpa malu mendudukkan dirinya sambil menarik selimut agar tubuhnya yang polosan tak terlihat. 


"Lalu kau? Bisa disebut manusia apa, hah?" tanya Rachel dengan senyuman miring. "Suami yang menghina istrinya sendiri, suami yang tak menganggap anak kandungnya dan oh yah. Suami yang tak pernah memberikan uang belanja pada istrinya. Suami macam apa itu, he?" 


Syakir mengepalkan kedua tangannya. Dia tak menyangka jika Rachel bisa membalas dirinya.


"Kau tak perlu ikut campur urusanku! Kau sendiri yang selalu meracuni otakku agar membenci Humai!" seru Syakir dengan marah. 


"Dan otakmu mengikuti semua yang kukatakan. Kau sendiri yang mau menerima doktrin dariku. Jadi semua ini adalah salahmu, Pria Bodoh!" 


"Dasar murahan! Kau wanita licik dan jahat!" seru Syakir menunjuk Rachel dengan emosi yang mulai meluap. 

__ADS_1


Bukannya takut Rachel malah tertawa begitu puas. Dia bertepuk tangan dengan bahagianya. Lalu dengan tanpa malunya, Rachel mulai turun dari ranjang.


Dia membiarkan tubuh polosnya terlihat oleh Syakir yang membuat pria itu segera memalingkan wajahnya. Bukan Syakir bernafsu tapi dia malah jijik melihat tubuh kekasihnya itu. Ah lebih tepatnya mantan kekasih. 


"Oh, Sayang. Ayolah. Jangan pamerkan tubuhmu itu pada perjaka tua sepertinya!" ajak pria yang sejak tadi diam sambil menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang.


Perkataan itu tentu membuat Syakir yang tadi memalingkan wajahnya kini menatap pria tak tahu malu itu dengan tajam. Dua wajah yang dulunya saling membantu kini terlihat begitu sangat membenci. 


"Aku tak percaya kalau kau juga mengkhianatiku, Adam! Kau orang yang kubantu dan kau juga yang menghancurkanku?" 


"Bantuanmu itu karena aku sengaja melakukannya," kata Adam tanpa malu. 


Pria itu tersenyum miring. Pasangan kekasih itu benar-benar cocok. Jika yang satu tak memiliki rasa malu dan yang satunya adalah manusia yang tak tahu terima kasih. 


Syakir benar-benar mendidih. Dia bahkan merasa emosinya sudah meledak dan membuat kepalanya begitu dipenuhi oleh amarah.


"Kau kupecat, Adam! Jangan harap kau mendapatkan uang sepeserpun dariku!" ucap Syakir menunjuk Adam yang terlihat tak takut akan ancamannya. "Dan kau!" 


"Kita putus!"


"Aku tak peduli!" balas Rachel setelah tubuhnya telah berpakaian.


Baik sang wanita maupun pria, keduanya saling menatap penuh tajam. Kemarahan, kekecewaan sakit dan penyesalan kini menumpuk di hati Syakir. Pria itu benar-benar masih terkejut dan tak menyangka dengan semua yang terjadi hari ini. 


"Aku pastikan kalian akan menderita setelah ini. Aku akan membuatmu menyesal karena telah berani mengkhianatiku!" 


"Kalau kau bisa melakukannya," ucap Adam dengan ekspresi meledek. "Bukankah sekarang, kau sudah jatuh miskin, Guntur Syakir Alhusyn?" 


"Bukankah semua hartamu ditarik oleh keluargamu. Semua aset yang kau punya dan kartu kredit pemberian orang tuamu telah disita?" 


"Jadi kau ingin membalas kami dengan apa?" tambah Rachel dengan senyum liciknya. "Kalau kau ingin membual, bicaralah dengan anak bayi. Dihadapanku ancamanmu itu seperti debu yang tak berarti apapun!" 


Syakir mengepalkan kedua tangannya. Hinaan dari mulut mereka benar-benar membuat Syakir sudah semakin marah. Rasanya dia ingin memaki keduanya. Meluapkan segala emosi yang sejak tadi memenuhi rongga dadanya. 


"Kalian benar-benar…"


Kling.


"Ustt!" Adam menyela. "Daripada kau banyak berkhayal. Bukalah pesan di ponselmu itu." 

__ADS_1


Adam berkata dengan santai. Bahkan pria itu membiarkan dadanya yang polos terlihat dan menutupi area bawahnya dengan selimut.


"Jangan menangis jika kau tahu siapa yang mengirimkan pesan!" 


Syakir merasa perasaannya tak enak. Dia menatap pasangan itu sebentar, sebelum tangannya merogoh saku celananya dimana ponsel miliknya berada.


Dengan cepat, Syakir menghidupkan layar hpnya. Disana, terdapat sebuah notifikasi dari m banking. Perasaan Syakir semakin tak menentu. Hingga akhirnya dia lekas membuka pesan itu dan terlihatlah pesan apa yang disana. 


"Dana keluar dari rekening Anda sebesar RP…." Mata Syakir membola.


Dia mulai merasa nafasnya sesak. Bahkan kakinya terasa lemas saat notifikasi itu ternyata tentang pemindahan dana tabungan yang ada di rekening dirinya.


"Kau!" seru Syakir saat melihat uang yang ada di rekeningnya dipindah ke rekening Adam. "Benar-benar biadab!" 


Syakir melangkah mendekati sosok adam. Dia menarik pundak pria itu dan lekas melayangkan satu tinjuan.


Bugh! 


"Agh!" pekik Adam terkejut dengan serangan Syakir yang tiba-tiba. "Kembalikan uangku, Brengsek!" 


Adam yang tak terima mulai membalas tinjuan itu. Kedua pria itu mulai saling memukul, mendengar dan aksi berantem itu terjadi dengan begitu brutalnya.


Adam yang hanya memakai dalaman tentu kalah dengan Syakir. Kakak Sefira itu memukul beberapa titik dan membuat Adam tumbang dengan jatuh terlentang di lantai. Dia lekas naik diatas tubuh Adam dan memukul wajah pria itu dengan puas. 


"Kau laki-laki tak tahu berterima kasih. Mati kau, biadab! Aku akan membunuhmu!" teriak Syakir dengan membabi buta.


Aksi itu membuat Syakir lupa bahwa ada Rachel disana. Perempuan yang sangat mencintai Adam itu lekas mengambil pot bunga yang ada di atas nakas.


Dia takut kehilangan Adam. Dia juga bisa melihat bagaimana kekasihya itu mulai kalah dari Syakir. Dengan berani, Rachel mulai membawa pot itu di tangannya. Dia menatap Syakir dengan benci.


"Lepaskan kekasihku, Syakir!" teriak Rachel yang langsung melayangkan pot itu pada kepala bagian belakang Syakir dan membuat pria itu mengerang sakit begitu luar biasa. 


~Bersambung


Pasti kaget, 'kan? Kok bisa Adam?


Ya percayalah dengan kata, tak selamanya yang dekat itu teman sejati.


Dan perkataan itu terbukti pada Adam. Ntar ceritanya flashback oke.

__ADS_1


__ADS_2