Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Sikap Hangat Jeno


__ADS_3

...Percayalah ini adalah awal perjalanan kita dan aku berusaha untuk mengisinya dengan banyak cinta dariku. ...


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


Suasana di dalam kamar tentu sangat berbeda dengan di luar hotel. Salju semakin turun begitu deras tapi tidak dengan keadaan di dalam kamar. Dinginnya Korea tak mampu masuk ke dalam sebuah kamar yang sangat amat berbeda.


Suhu ruangan yang dingin tidak mempengaruhi dua manusia yang tengah mengejar kenikmatan keduanya. Mereka sama-sama saling menyatu dalam cinta. Mereka sama-sama saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya.


Saling menggenggam, saling membalas dan saling mencari kepuasan akan diri mereka sendiri. Mata keduanya kini saling menatap dalam diam. Bibir mereka seakan saling menahan agar tak bersuara.


Tubuh keduanya memang tak full terbuka. Karena bagaimana Syakir dan Humai takut jika antara dua manusia yang tidur itu akan terbangun.


Tak ada yang bisa menggambarkan perasaan keduanya sekarang. Antara takut ketahuan dan takut untuk menjeda sesuatu yang sudah keduanya buat sekarang.


Hingga akhirnya puncak itu hampir sampai. Syakir semakin mempercepat gerakannya hingga tak lama, kedua orang itu sama-sama meraih kenikmatannya.


Syakir memejamkan matanya. Dia perlahan menyingkir dan tidur di samping istrinya dengan tangan menarik Humai ke dalam pelukan.


Tawa kecil muncul di bibir pasangan suami istri itu. Jujur hal gila yang baru kali ini keduanya lakukan. Hal yang benar-benar gila keduanya lakukan karena sudah tak tahan lagi.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih, " Kata Syakir sambil membenarkan selimutnya.


Bagaimanapun Syakir selalu tak lupa untuk mengatakan kata Terima kasih. Menurutnya dia akan terus mengulang kata-kata itu karena istrinya tak pernah mengeluh atau lelah untuk melayaninya.


Jujur jarum jam sudah menunjukkan pukul 2 malam dan keduanya baru saja selesai dengan kegiatan mereka. Syakir sudah keluar dua kali dan berbeda dengan Humai. Entah berapa kali dia keluar yang pasti Syakir selalu mengerti apa yang dia inginkan.


Hampir saja mata Humai terpejam sampai Syakir menciumi pipinya.


"Aku bantu bersihkan diri kamu dulu ya, Sayang. Setelah itu kita tidur! " Kata Syakir perlahan beranjak berdiri dan mencari celananya.


Setelah itu dia menggendong tubuh istrinya dan membawa ke kamar mandi. Syakir akan membantu istrinya membersihkan diri dengan air hangat karena waktu masih sepagi dan sedingin ini.


...🌴🌴🌴...

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain. Di kamar hotel yang lain. Terlihat seorang perempuan baru saja membuka matanya. Dia merasakan hawa dingin yang menusuk tubuhnya dan membuat tidurnya terganggu. Perempuan itu lekas menggeliatkan tubuhnya. Dia menatap sekitar dan melihat jam yang masih dini hari.


Dengan pelan dia menatap ke samping. Dirinya melihat sang suami yang tidur dengan tenangnya dan membuat bibirnya ikut tersenyum. Perempuan itu dengan pelan menarik selimut untuk menutupi tubuh bagian atas suaminya sebelum dia turun dari ranjang dan memungut pakaian miliknya yang berserakan.


Ya semalam dia kembali dimasukin oleh suaminya. Namun, tak se menyakitkan semalam. Bahkan Sefira, wanita itu mengingat bagaimana suaminya yang memperlakukannya dengan begitu pelan dan lembut.


"Sayang, " Lirih Jeno yang membuat pergerakan Sefira terhenti.


Ternyata apa yang dilakukan adik Syakir itu membangunkan suaminya. Hal itu tentu membuat Sefira tak enak hati.


Pria itu perlahan duduk. Selama beberapa hari kebersamaan mereka membuat Jeno selalu bisa merasakan keberadaan istrinya itu. Dia selalu terbangun setiap kali Sefira tak ada di sampingnya.


"Kakak kenapa bangun?" Tanya Sefira yang akan membatalkan niatnya.


Dia mendekat ke arah ranjang dan masuk kembali ke dalam selimut. Bagaimanapun dia masih tak memakai apapun dan Sefira takut membuat milik suaminya kembali terbangun.


Ya sejak semalam dia tahu jika suaminya selalu tak bisa menahan ketika melihatnya tak memakai apapun. Jeno membuatnya hampir gila memang. Bukan hanya sekali untuk semalam tapi entah berapa kali pria itu keluar dan baru melepaskannya.


"Aku mau mandi, Kak, " Kata Sefira dengan jujur.


"Kenapa jam segini? Ini belum pagi, Sayang, " Kata Jeno bertanya.


"Aku gak nyaman aja, Kak. Boleh yah? " Kata Sefira meminta.


Dia mengatakan hal yang sejujurnya. Sefira merasa tak nyaman dengan kondisinya yang menurutnya berkeringat karena kegiatan mereka semalam. Sebenarnya Sefira biasa langsung akan pergi mandi setelah keduanya berhubungan. Namun, entah kenapa semalam dia malas dan malah semakin merapatkan ke tubuh Jeno untuk tidur.


"Mandilah, Sayang. "


Sefira tersenyum. Dia benar-benar bersyukur memiliki Jeno dalam hidupnya. Pria itu benar-benar duplikat papa dan kakaknya. Jeno selalu memanjakan dirinya dan begitu menyayanginya tanpa meminta apapun.


Pria itu sangat tulus. Tulus membuatnya nyaman, tulus mencintainya dan tulus menerima segala kekurangan yang ada dalam dirinya.


Sampai akhirnya, Sefira segera pergi mandi dalam waktu singkat. Meski dia mandi dengan air hangat tapi sama saja dirinya merasa tak harus berlama-lama karena mengingat suaminya itu tak tidur.


Dia yakin Jeno menunggu dirinya selesai. Dia yakin suaminya itu menunggunya dengan sabar.

__ADS_1


"Aku yakin Kak Jeno tak tidur, " Kata Sefira sambil mengusap rambutnya yang basah.


Perempuan itu lekas keluar dari dalam kamar mandi dan mendengar suara televisi yang dinyalakan. Tebakannya benar bukan, lihatlah Jeno disana. Duduk tenang sambil mengubah siaran televisi yang ingin dia lihat.


"Kakak ngapain disini? " Tanya Sefira lalu mendekat ke arah suaminya.


"Nungguin kamu. "


"Kakak tidur aja. Sebentar lagi, Fira juga bakalan nyusul Kakak, " Bujuk Sefira karena tak mau membuat suaminya kurang tidur.


Bisa dihitung mereka hanya tidur selama dua jam setelah kegiatan mereka dan sudah pasti keduanya saat ini masih mengantuk.


"Kemari! " Kata Jeno tanpa menjawab perkataan istrinya itu.


Dia mengambil handuk itu dari tangan Sefira dan membantu mengeringkannya.


"Hairdryer? "


"Ada di atas meja, Kak, " Kata Sefira yang tak mau menolak.


Dia tak mau membuat suaminya merasa terganggu atau apapun. Toh ini atas kemauan Jeno sendiri dan itu juga membuat hatinya berbunga. Setidaknya dia tahu. Jeno peduli padanya dan sangat perhatian.


Sefira jadi tahu bagaimana cinta dan sayangnya Jeno padanya dari semua perlakuannya. Pria itu benar-benar memperlakukan dirinya layaknya RATU dalam hidupnya.


"Kamu tau… " Jeda Jeno sambil mengeringkan rambut istrinya dengan hairdryer. "Aku tak akan bisa tidur dengan nyenyak kalau kamu gak ada disampingku, Sayang. Selama kita menikah, aku sudah nyaman dengan kehadiranmu disini. "


Sefira tersenyum. Selain kata cinta, suaminya ini memang selalu bisa membuat hatinya menghangat dan tenang. Setiap kata yang keluar dari bibirnya selalu mampu membuat Sefira tenang dan damai.


"Aku tau, Kak. Aku juga sangat bahagia karena berhasil membuat diriku menjadi rumah ternyaman buat kamu. "


~Bersambung


Hahah yang satu tahan napas, yang lain romantis. Astaga kejang kejang yang baca mah. Yang ngetik apalagi haha.


Jangan lupa klik like, komen dan vote Biar author semangat ngetiknya.

__ADS_1


__ADS_2