Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova

Gadis Jerawat Istri Sang Cassanova
Sefira VS Rachel


__ADS_3

...Jangan pernah menyimpan bunga bangkai di dalam rumah jika tak mau baunya ikut menyebar. Buang dia sejauh mungkin agar baunya tak menyengat hidung orang lain....


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


Setelah mengatakan itu, Sefira lekas menarik tangan sahabatnya menuju kamar Humai. Dia ingin mendengar semua kejujuran dari sahabatnya itu. Dirinya yakin sudah banyak sekali hal yang dilewati oleh Humai sendirian.


Sefira tak tahu apa saja yang sudah dikatakan oleh Syakir. Kalimat menyakitkan apa yang sudah pria itu katakan pada sahabatnya. Entah dari hal yang masih pantaskah atau sudah melebihi batas.


"Katakan padaku, Mai. Apa yang sudah Kak Syakir lakukan padamu," kata Sefira saat keduanya telah duduk di atas ranjang. 


Humai menarik nafasnya begitu dalam. Dia seperti berada di perbatasan yang membingungkan. Di satu sisi dirinya ingin mengatakan semuanya. Mengatakan apa saja yang sudah dikatakan oleh Syakir kepadanya. 


Namun, kembali lagi saat seorang istri harus menjaga aib suaminya. Humai mulai ragu. Dirinya juga takut jika hubungan Syakir dan keluarganya semakin menjauh.


"Plis, Mai. Jujurlah padaku!" Pinta Sefira penuh permohonan. 


"Salah satunya seperti yang kamu dengar tadi. Itu adalah salah satu kalimat menyakitkan yang aku dapatkan dari kakakmu," kata Humai yang tak mau mengatakan semuanya.


Biarlah dia menyimpan semuanya sendirian. Humai yakin jika suatu saat nanti, pasti akan ada timbal balik dari semua kejadian yang terjadi kepadanya. 


Hati Sefira seakan tertusuk duri mendengar ucapan sahabatnya. Dia menggenggam kedua tangan Humai dengan mata berkaca-kaca. 


"Maafkan aku, Mai. Maafkan orang tuaku," pinta Sefira dengan tulus. "Mama dan Papa menikahkan kalian berdua demi kebaikan anak ini. Mereka juga berharap semoga Kak Syakir bisa berubah menjadi sosok yang lebih baik. Mereka berharap menikah denganmu, bisa mengembalikan sikap Kak Syakir yang dulu. Mereka juga berharap dengan tinggal disini, hubungan kalian berdua bisa semakin dekat dan akur."


"Jangan menyalahkan keadaan, Fir," balas Humai dengan menggenggam tangan Sefira. "Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya untuk kita berdua." 


"Tapi karena paksaan kami, ternyata membuatmu menderita," kata Sefira sambil menunduk.


Humai menggeleng. Dia tersenyum dengan tulus. Jujur kalimat hinaan yang sering dia dengar di rumah, tak pernah membuat ibu hamil itu menyalahkan Mama Ayna dan Papa Haidar yang telah memaksanya menikah dengan anak laki-lakinya.


Humai malah semakin merasa bersyukur. Ternyata dibalik ujian yang dihadapi dari Syakir. Membuatnya bertemu dengan sebuah keluarga baru. Keluarga yang menerima kehadirannya tanpa pamrih. Keluarga yang menganggapnya sebagai seorang anak. Lalu keluarga yang mau membantunya dan Rein.


Siapa lagi jika bukan Keluarga Alhusyn. Dibalik Syakir yang kejam. Ternyata ada hikmah lain yaitu dia memiliki orang tua baru yang baik kepadanya dan sang calon buah hati. Dibalik hinaan Syakir yang selalu dia dapatkan. Humai mendapatkan perhatian dan kasih sayang khusus dari mertuanya. 

__ADS_1


Hal itu tentu sebuah hikmah di balik ujian bukan? 


Hikmah indah yang bisa membuat seseorang bersyukur dari setiap ujian yang mereka rasakan.


"Menderita atau tidak. Hidupku sudah seperti ini sejak dulu, Fir. Adanya Kak Syakir atau tidak, semua orang banyak yang tak menyukaiku. Jadi jangan pernah berfikir bila kalian membuatku menderita." 


Sefira menangis. Dia selalu merasa bangga pada sahabatnya ini. Humai adalah gadis yang kuat. Dibalik sikapnya yang hangat dan lemah lembut. Humai adalah sosok yang tak pernah menyerah. Dia berani menjalani semua hal yang menyakitinya dan selalu berfikir jika ia berhasil maka akan ada kebahagiaan yang dia dapatkan.


"Lalu wanita ular itu. Dia datang sendiri atau dijemput oleh Kak Syakir?"


"Dia datang sendiri, Fir."


"Memang gadis tak tahu malu. Dia harus diusir dari sini," ucap Sefira sambil beranjak berdiri.


"Tapi, Mai. Tapi…"


"Kamu harus membuangnya. Jangan menyimpan bangkai di dalam rumah. Nanti kamu ikutan baunya, Mai. Atau bisa jadi dia melakukan hal gila dengan menyakitimu dan anak ini," kata Sefira yang membuat Humai lekas memeluk perutnya sendiri.


Humai menggeleng. Dia tak mau anaknya kenapa-kenapa. Ibu hamil itu sudah sangat menyayangi anak dalam perutnya ini. Dirinya tak mau terjadi sesuatu hal yang terduga karena wanita perusak mentalnya itu. 


"Aku tak akan pernah mengampuni orang yang hendak mencelakai anakku." 


"Tapi ini sudah malam, Fir," kata Humai menunjuk jendela kamarnya.


Dulu Rachel juga memperlakukanmu seperti itu! Jerit Sefira dalam hati tanpa bisa mengatakannya secara langsung. 


"Biarkan saja. Biar dia tahu rasanya angin malam." 


Setelah mengatakan itu. Sefira lekas keluar dari kamarnya. Lalu dengan langkah tegap dan pasti dia berjalan menaiki tangga menuju lantai dua.


Tak ada siapapun disana. Sefira yakin jika wanita ular itu sedang bahagia di dalam kamarnya. Samar-samar, Sefira mendengar suara musik. Bibirnya tersenyum miring ketika tebakannya benar. 


Memang wanita ular yang pandai berkata manis. Bisanya sangat tajam dan membuat Kak Syakir buta dengan semuanya, ujarnya dalam hati dengan hati yang sakit.


Tanpa menunda Sefira lekas mendorong pintu kamar itu dan membuat sosok wanita yang sedang berbaring di atas ranjang terkejut bukan main. 

__ADS_1


"Kau!" Seru Rachel dengan marah. "Dasar gadis tak punya aturan. Kau seenaknya masuk ke kamarku!" 


Sefira terkekeh. Telinganya tak salah dengar, 'kan?


Apa kata wanita ular itu. Kamarku? Benar-benar menghayal sekali mengakui rumah sahabatnya adalah rumahnya juga.


"Aku memang tak punya aturan tapi aku tak sepertimu, Wanita Gila!" Seru Sefira dengan sorot mata tajam. 


"Kau yang gila! Membela temanmu yang memang salah lalu menyalahkanku? Aku adalah wanita yang dicintai kakakmu Fira. Kau buka matamu itu!" Kata Rachel dengan percaya diri. 


"Kau yakin itu cinta?" Tanya Sefira dengan tersenyum misterius. 


"Jelas. Aku mencintai kakakmu." 


Sefira menganggukkan kepalanya. Tapi perlahan, kakinya melangkah. Mendekati Rachel yang berdiri di depannya.


"Mau apa kau!" Seru Rachel dengan memundurkan langkahnya.


"Kau yakin dengan perkataanmu. Kau yakin cinta pada kakakku?" Kata Sefira mengintimidasi.


Punggung Rachel mulai terjepit di tembok. Dia tak bisa mundur lagi sekarang. 


"Kau dan kekasihmu itu benalu dalam hidup Kakakku!" 


Jantung Rachel mencelos. Matanya membulat saat telinganya mendengar perkataan Sefira. Dia menatap gadis itu tak percaya ketika adik Syakir tahu tentang kenyataannya.


Kenyataan yang disembunyikan sebaik mungkin. Kenyataan yang selama ini menjadi rahasia dirinya dan pria yang ia cintai.


"Apa maksudmu, Fir. Aku tak mengerti!" 


"Jangan pura-pura bodoh di depanku, Wanita Matre!" Seru Sefira dengan amarah yang tak tertahan. 


Rasanya ia ingin memukul dan menampar wanita di depannya ini saat kenyataan yang diketahui sangat amat membuatnya menyesal sekaligus marah.  


"Kau hanya ingin harta kakakku saja demi memenuhi kebutuhanmu dan kebutuhan pacarmu itu." 

__ADS_1


~Bersambung


Hiya hiya. Kalaau tanya Fira tahu darimana. Entar ada flashback. Dah sabar aja hehe.


__ADS_2