
...Perjuangan seorang pria ketika dia sangat mencintai seseorang adalah ketika dia tak pernah mengeluh tentang apa yang perempuannya minta. ...
...~Guntur Syakir Alhusyn...
...🌴🌴🌴...
Permintaan ibu hamil satu ini tentu membuat satu rumah pusing tujuh keliling. Humai yang mengatakan apa keinginannya membuat Syakir membangunkan mama dan mama mertuanya sendiri.
Bayangkan saja, di negara ini dirinya harus mencari makanan Indonesia di waktu yang tengah malam pula. Benar-benar suatu momen yang sangat amat langka bukan.
"Kita cari besok aja ya, Sayang? " Bujuk Mama Emili pada putrinya.
"Nggak, Bu. Humai mau sekarang, " Kata ibu hamil itu dengan kekeh.
Mama Emili menatap kasihan ke arah menantunya. Syakir memang sangat amat lelah hari ini. Dirinya melakukan banyak hal yang membuat wajahnya tentu terlihat sangat amat lesu.
"Biarkan, Mbak. Toh ini juga ulah Syakir, " Ujar Mama Ayna membela menantu kesayangannya itu. "Kamu mau makan nasi padang, 'kan, Sayang? "
"Iya, Ma, " Sahut Humai mengangguk. "Tapi mau masakannya Kak Syakir sendiri. "
"Oke kita beli bahannya, " Ujar Mama Ayna menyanggupi.
Mata Humai membulat sempurna. Jujur dirinya juga tak mau seperti ini. Namun, bayangan nasi padang dan perutnya yang lapar membuatnya ingin segera melahap makanan itu.
Dirinya juga tak pernah menyangka akan merepotkan semua orang. Bahkan kedua orang tua Jeno sampai ikut terbangun dan membantu mereka.
"Kamu tunggu disini ya, Sayang. Mau, 'kan? " Kata Syakir meminta istrinya untuk duduk.
Dia sudah meriset kursi yang ada di sofa untuk dijadikan sebuah ranjang. Sofa itu memang sangat amat bagus bisa disetel menjadi sofa atau ranjang untuk tidur.
"Iya, Kak, " Jawab Humai menurut.
Akhirnya Syakir lekas mengikuti langkah apra wanita ke dapur. Dia akan mencari market terbuka dengan dibantu oleh Jeno.
"Kamu harus beli bahan makananya, Nak, " Kata Mama Ayna sambil membawa kertas dan bolpoin.
"Diluar saljunya gak begitu tebal, Kak," Kata Sefira sambil menatap keadaan di luar dari jendela.
Salju memang turun tak sederas hari sebelumnya. Malam ini salju seakan mengerti jika keinginan ibu hamil satu ini tak bisa ditunda lagi.
"Kamu beli daging sapi buat sate padang nanti yah, buat rendang juga, terus buat dendeng batokok juga. Jadi biar satu bahan bisa buat banyak model padang, " Ujar Mama Ayna memberi tahu.
"Iya, Ma, " Sahut Syakir mendengarkan semuanya.
Mama Ayna menulis semua bahan makanan itu di kertas. Lalu dia memberikan pada Syakir yang siap menjalankan tugasnya malam ini.
"Biar Mama sama Mama Emili yang akan menyiapkan dapurnya, " Ujar Mama Ayna memberi tahu.
__ADS_1
"Oke, Ma. "
"Kamu harus hati-hati ya, Nak," Ujar Mama Emili yang khawatir.
Mata Syakir terlihat mengantuk sekali. Maka dari itu yang membuat semua orang takut terjadi sesuatu padanya.
"Aku akan ikut, " Ujar Jeno mengangkat tangan.
"Ah ide bagus itu. Terima kasih, Nak, " Kata Mama Ayna pada menantunya.
Jeno tersenyum. Akhirnya dia orang pria itu lekas keluar dari rumah dengan memakai pakaian tebal. Perjuangan seorang suami yang sangat amat besar demi calon buah hatinya.
Perjuangan yang sangat amat nyata tapi dinikmati oleh Syakir. Pria itu tak mengeluh apapun. Bahkan dia tak merasa lelah untuk menurutinya.
"Biarkan kau yang menyetir, " Kata Jenk meminta kunci mobil pada kakak iparnya itu.
Syakir melemparkan kunci mobil itu lalu mereka segera masuk. Syakir menyandarkan punggungnya dengan tenang dan sambil menarik nafas berat.
"Tidurlah kalau ingin tidur, Kak. Aku akan membangunkanmu, " Kata Jeno merasa kasihan.
Namun, Syakir malah menggelengkan kepalanya.
"Aku akan menemanimu menyetir, Jen, " Ujar Syakir dengan pelan.
"Tapi kamu kelihatan capek banget, Kak."
"Suatu hari nanti kamu akan merasakan bagaimana bahagianya aku, Jen. Menuruti istri yang sedang mengidam dan kita bisa memenuhi keinginannya dengan semangat kita sendiri, " Ujar Syakir dengan antusias.
Jeno menoleh sebentar. Dia menatap wajah kakak iparnya itu.
"Dan aku menunggu momen itu, Kak. "
...🌴🌴🌴...
Perjuangan Syakir dan Jeno tak berhenti di market saja. Sesampainya di rumah. Syakir lekas berganti pakaian. Dia akan dibantu oleh para Mama yang rel atau tidur demi dirinya.
Mama Ayna, Mama Emili dan Mama Mey, ketiga wanita itu dengan antusias membantu Syakir memasak masakan padang di negara Korea. Suatu kehormatan dan suatu usaha demi kebahagiaan ibu hamil satu ini.
Lalu sang pelaku yang membuat seisi rumah heboh sedang terbaring dengan tersenyum menatap kesibukan semua orang di dapur. Humai tersenyum lirih. Dalam hati wanita itu tak pernah membayangkan ada di titik ini.
Jika dulu dia berjuang sendiri lalu sekarang dia bisa meletakkan rasa manjanya pada sosok pria yang tepat. Pria yang ia berikan kesempatan kedua dalam hidupnya. Pria yang mampu membuatnya yakin jika tak selamanya jatuh ke lubang yang sama adalah pengalaman yang buruk.
"Ini gimana, Ma? " Tanya Syakir dengan heboh.
Tiga Mama terbaik disana tertawa kencang. Bagaimana Syakir yang kesulitan membuat sate makanan khas padang yang tak pernah ia makan sekalipun.
"Dipotong kecil-kecil, Nak. Kalau sebesar ini, gimana istrimu mau makan? "
__ADS_1
Syakir membayangkan apa yang dikatakan mamanya. Spontan dia menggelengkan kepalanya pertanda tak mau bayangan itu terjadi. Akhirnya dia kembali fokus dengan mengikuti arus perkataan 3 Mama terbaik disana.
Hampir dua jam Humai menunggu. Bahkan waktu sudah hampir pagi. Ibu hamil satu ini lekas beranjak dari sofa. Matanya hampir terpejam karena adiak mengantuk.
Humai tak mau membuat perjuangan suaminya sia-sia karena dia tertidur. Dia masih memiliki rasa menghargai akan suaminya.
"Sudah, Ma? " Tanya Humai dengan menatap beberapa piring yang sudah dihias dengan begitu rapi.
"Tinggal dikit lagi, Sayang, " Kata Syakir pada istrinya. "Giska, bawa istriku tercinta ke meja makan. Aku akan menyajikannya. "
Sefira memutar matanya malas. Si bucin Alhusyn ini memang seperti ini. Namun, dengan patuh dia mengikuti arahan kakaknya.
"Si bucin mode perintah! " Gerutu Sefira yang membuat Humai terkekeh.
Tak lama Syakir datang dengan beberapa hidangan masakan padang. Dari sate padang, dendeng, dan gulai ikan semua ada disana. Humai bahkan sampai menelan ludah saat melihatnya.
"Selamat makan, Tuan Putri, " Ujar Syakir yang membuat Humai tersenyum.
Dia lekas mengambil beberapa lauk dan meletakkan di atas piring dibantu oleh Syakir. Semua orang tentu menunggu disana. Mereka ingin melihat reaksi ibu hamil mencicipi hasil masakan yang super duper terbatas di Negara Korea ini.
"Cobalah, Sayang, " Kata Syakir yang juga tak sabaran.
Humai perlahan mulai menyendok makanan itu. Lalu dengan pelan dia memasukkan ke dalam mulutnya.
Wajahnya masih belum bisa ditebak. Namun, dia mencoba mengunyah secara perlahan.
"Bagaimana? "
Humai mendongak. Dia menatap wajah Syakir dan semua orang bergantian. Mereka tentu sama-sama takut. Takut jika hasil masakan ini tak sesuai dengan permintaan si jabang bayi.
"Ini enak banget, Kak. Makasih banyak, " Kata Humai yang langsung memeluk suaminya.
Syakir tersenyum lebar. Dia membalas pelukan itu lalu memberikan ciuman di puncak kepala istrinya.
"Tapi aku juga pengen sesuatu lagi, " Kata Humai saat pelukan itu terlepas.
"Apa, Sayang? " Tanya Syakir dengan menelan ludahnya takut.
Takut jika permintaan ini diluar ekspektasinya lagi.
"Aku ingin Kak Syakir menghabiskan makanan ini sendirian, " Ujar Humai dengan tersenyum tanpa dosa.
~Bersambung
Hahaha bayangin aja tu masakan banyak suruh abisin Bang Syakir. otw gemuk bang gemuk haha. Gak bisa bayangin aku tuh.
BTW besok aku mau adain give away pulsa di story instagram aku dalam rangka "Ulang Tahun Anakku"
__ADS_1
yang mau ikutan yuk follow akun @myname_jblack.